Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH POWER LINK TERHADAP SUCCESS RATE PADA BASE TRANSCEIVER STATION MERDEKA Wulandari, Nuria; Imansyah, Fitri; Ade Putra, Leonardus; Elbani, Ade; Marpaung, Jannus
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 10, No 2: Juli 2022
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v10i2.57265

Abstract

Komunikasi merupakan salah satu metode penyampaian pesan yang dilakukan dengan dua metode, yaitu secara tradisional dan modern. Komunikaasi tradisional dilakukan dengan cara interaksi antara individu satu dengan individu lain, sedangkan    komunikasi modern dapat dilakukan setiap individu melalui jaringan telekomunikasi. Jaringan telekomunikasi di Indonesia banyak disediakan oleh operator-operator, komunikasi tidak hanya melalui pesan suara  tetapi juga dapat dilakukan melalui pesan media. Untuk menjaga kualitas komunikasi dengan cara    modern,    pada    jaringan    telekomunikasi    dilakukan     monitoring     atau pengamatan terhadap success rate dari komunikasi tersebut. Success rate merupakan tingkat keberhasilan panggilan. Success rate berkolerasi dengan performansi jaringan, apabila performansi baik maka success rate juga baik, sedangkan apabila performansi buruk maka success rate menurun. Faktor yang dapat mempengaruhi success rate adalah cuaca yang buruk dan adanya perbaikan atau maintenance. Maka dari itu, dilakukan penelitian dengan tujuan mengetahui success rate sebuah BTS melalui pengamatan power link, BTS yang digunakan dalam penelitian adalah BTS Merdeka sebagai transceiver dan BTS Siantan Tengah sebagai receiver yang berada di Kota Pontianak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dan kuantitatif untuk mengetahui pengaruh power link terhadap success rate sebuah BTS. Berdasarkan hasil analisa, success rate tertinggi merupakan nilai actual power yang mendekati max power. Success rate tertinggi menggambarkan komunikasi   yang terjadi antara  transceiver dan receiver padat atau tinggi. Success rate terendah merupakan nilai actual power yang mendekati nilai min power. Success rate terendah menggambarkan komunikasi yang terjadi antara transceiver dan receiver tidak cukup padat atau rendah. Success rate tidak hanya dipengaruhi oleh trafik yang tinggi atau rendah tetapi juga dipengaruhi oleh kondisi cuaca dan perbaikan (maintenance).
RANCANG BANGUN NOZEL PELONTAR PAKAN IKAN DUA DERAJAT KEBEBASAN DENGAN TEKNOLOGI LORA GATEWAY Nazarudin, -; Yacoub, Redi Ratiandi; Marpaung, Jannus; Ade Putra, Leonardus Sandy; Tjahjamooniarsih, Neilcy
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 10, No 2: Juli 2022
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v10i2.60769

Abstract

Dalam hal budidaya ikan tambak yang dilakukan petani/nelayan tambak, perlu adanya sentuhan teknologi. Petani tambak masih menggunakan cara-cara tradisional dalam melakukan aktifitasnya, seperti pemberian pakan dengan cara tabur atau lontar dengan tangan. Beberapa kelemahan dengan cara seperti adalah: 1) jangkauan lontaran dan volume pakan yang terbatas; 2) penjadwalan pemberian pakan yang tidak teratur; 3) kendala cuaca menyebabkan pemberian pakan bisa terhenti 4) tenaga yang diperlukan cukup besar 5) sebaran tidak merata. Pakan sebagai sumber energi untuk tumbuh merupakan komponen biaya produksi yang jumlahnya besar yaitu 40-89% .Selain itu, pakan komersil memiliki kandungan protein sekitar 2630%, Di samping itu, pemberian pakan yang dilakukan dengan cara konvensional, yaitu menebar pakan secara manual, dapat digantikan dengan menerapkan teknologi, dalam hal ini teknologi pelontar pakan. Teknologi ini akan membantu petambak ikan dalam memberikan pakan, termasuk kuantitas pakan, jarak lontaran, jadwal pemberian pakan yang dapat diupdate setiap saat. Penelitian yang diusulkan ini bertujuan mendesain dan mensimulasikan suatu peralatan yang berfungsi untuk memberikan pakan ikan secara elektromekanik yang dapat diaktifkan dari jarak jauh menggunakan teknologi LoRa. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen, dengan peralatan yang mudah didapatkan di pasaran. Komponen utama yang akan didesain dan dismulasikan dalam adalah bagian katup-katup solenoid pada kontainer pakan, unit nozel, unit kompresi udara, perangkat komunikasi data jarak jauh (LoRa) dan program untuk mengaktifkan komponen-komponen di atas. Luaran yang ditargetkan dalam penelitian ini adalah suatu desain mekanisma pelontaran pakan yang dilakukan dari jarak jauh menggunakan teknologi LoRa. Untuk menguji desain dilakukan simulasi pada unit solenoid. secara simultan dapat dilakukan dari jarak jauh menggunakan ponsel (smartphone). Desain dan simulasi akan diuji di lingkungan laboratirum fakultas Universitas Tanjungpura.
KLASIFIKASI PENYEBAB JERAWAT BERDASARKAN AREA PADA WAJAH MENGGUNAKAN METODE GRAY LEVEL CO-OCCURRENCE MATRIX (GLCM) Pakpahan, Kristin Karuniawaty; Yacoub, Redi Ratiandi; Kusumawardhani, Eka; Marpaung, Jannus; Imansyah, Fitri
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 10, No 2: Juli 2022
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v10i2.57088

Abstract

Bagian penting dari tubuh manusia salah satunya adalah kulit wajah. Kulit wajah digolongkan menjadi beberapa jenis diantaranya ialah kulit normal, kombinasi, berminyak, kering, serta sensitif. Selain sebagai pelindung kulit juga digunakan sebagai indikator yang dapat mengidentifikasi suatu penyakit seperti penyakit kulit. Penyakit kulit merupakan masalah kesehatan masyarakat, terutama di negara kita. Salah satu penyakit kulit yang banyak menyerang masyarakat adalah jerawat. Pada tugas akhir ini, dibangun suatu program yang dapat mengidentifikasi penyebab jerawat bedasarkan area pada wajah. Sebelum proses pengidentifikasian citra terlebih dahulu di preprocessing kemudian dilanjutkan dengan mendeteksi area wajah dahi, antar alis, hidung, pipi dan dagu dengan menggunakan algoritma Viola Jones.   Metode Gray Level Co-occurrence Matrix melakukan ekstraksi tekstur dari menggunakan fitur contrast, energy, correlation, dan homogeneity. Hasil identifikasi dengan ekstraksi tekstur akan digunakan sebagai acuan dalam proses identifikasi penyebab jerawat bedasarkan area pada wajah. Data pada penelitian ini sebanyak 107 data citra jerawat bedasarkan area pada wajah. Sebanyak 84 area wajah yang terdeteksi jerawat. Hasil dari penelitian ini adalah sistem dapat mengidentifikasi penyebab jerawat bedasarkan area pada wajah dengan baik terhadap data citra dengan tingkat akurasi sebesar 78,50%.
PEMANTAUAN LOKASI BERBASIS GPS MENGGUNAKAN TRANSCEIVER SX1276 UNTUK KESELAMATAN PADA KAPAL NELAYAN Noraldo, Advendri; Marpaung, Jannus; Tjahjamooniarsih, Neilcy; Yacoub, Redi Ratiandi; Imansyah, Fitri
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 10, No 2: Juli 2022
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v10i2.57129

Abstract

Proses kemajuan digitalisasi sudah sangat berkembang pada sektor perikanan, terutama nelayan, seperti pada penggunaan radio untuk alat komunikasi bagaimana keadaan nelayan, selama nelayan mencari ikan di laut. Media transmisi udara sangat banyak digunakan pada masa sekarang disebut sebagai wireless, pada penelitian ini alat yang digunakan adalah Transceiver SX1276 dan teknologi ini merupakan salah satu teknologi nirkabel yang sedang berkembang, penelitian ini dilakukan di Jl.Sei Duri, Karimunting, Sungai Raya Kepulauan, Kabupaten Bengkayang, pada lokasi yang telah ditentukan berdasarkan, faktor yang telah ditentukan untuk dapat melakukan penelitian tentang alat keselamatan pada kapal nelayan seperti tempat untuk meletakkan receiver pada posisi yang tinggi dekat dengan laut, serta kapal nelayan untuk meletakkan transmitter dan tidak adanya penghalang. Pada saat kapal pergi dari dermaga teluk suak menuju dermaga pulau penata kecil, cuaca sedang berawan mendung, namun pada saat kapal pulang dari dermaga pulau penata kecil menuju dermaga teluk suak pada saat ditengah perjalanan terjadi hujan yang cukup lebat sehingga mengakibatkan terjadinya obstacle atau penghalang pada saat transmisi data dari satelit ke sensor GPS sehingga menyebabkan delay. Dari hasil pengujian terhadap transmitter pada saat menerima data lokasi dari kapal saat sedang berlayar dilaut mengalami delay yang disebabkan oleh cuaca yang menjadi penghalang, sehingga mengakibatkan data lokasi yang diterima menjadi kurang maksimal, dan data waktu yang diterima oleh transmitter mengalami data rusak dan error data yang diterima.
ANALISIS KESTABILAN SISTEM LAYANAN ICONNET BERDASARKAN PANJANG KABEL Aulia, Nizza; Imansyah, Fitri; Elbani, Ade; Marpaung, Jannus; Kusumawardhani, Eka
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 10, No 2: Juli 2022
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v10i2.56277

Abstract

Iconnet merupakan solusi konektifitas yang memberikan nilai lebih bagi pelanggan. Solusi yang di berikan berupa komunikasi data yang menghubungkan lokasi pelanggan di berbagai wilayah Indonesia. Jaringan end to end fiber optic akan menjamin kelancaran pertukaran informasi yang cepat dan aman sesuaidengan kebutuhan pelanggan, dengan jaringan yang dibangun secara ring terbentang luas di seluruh wilayah Jawa, Bali, Kalimantan, Sumatera, NTB dan Sulawesi untuk kemudahan  komunikasi  data   dan  informasi  tanpa   kendala. Tujuan  yang  ingin  dicapai  dalam melakukan penelitian ini adalah mengidentifikasi apakah terjadi penuruan kualitas sistem yang di sebabkan oleh panjang kabel fiber optic yang berada di rumah pelanggan atau Optical Network Termination ataupun yang berada di tiang (pole) yang berada pada Optical Distribution Point, analisa di lakukan dengan melihat dan membandingkan menggunakan parameter Quality of Service (QoS) dengan menggunakan aplikasi Wireshark. Penelitian in menggunakan tiga Optical Network Termination yang berbeda dan bandwidth yang berbeda pula. Hasil perbandingan menunjukkan bahwa terjadi penurunan kualitas sistem yang terjadi di karenakan banyaknya sisa panjang kabel yang di gunakan sebagai kabel maintenance yang berada pada Optical Network Termination pelanggan dan sisa kabel distribusi yang berada pada Optical Distribution Point. Dari penelitian yang di lakukan menunjukkan bahwa penurunan kualitas sistem di bandwidth 20 Mbps dan 50 Mbps mengalami penurunan yang cukup signifikan di bandingkan dengan penurunan di bandwidth 10Mbps. Hal ini di pengaruhi juga oleh sisa panjang kabel yang digulung pada rumah pelangganmaupun pada sisa kabel distribusi pada Optical Distribution Point. Pada bandwidth 10 Mbps dengan sisa kabel fiber optic sepanjang 2 meter, tidak mengalami penurunan kualitas sistem yang signifikan di bandingkan dengan dua bandwidth lainnya denga sisa kabel fiber optic sepanjang 3 dan 4 meter. Penurunan kualitas sistem dengan penurunan kualitas yang paling signifikan terjadi di parameter throughput hal tersebut di pengaruhi berbagai macam faktor seperti bending yang tinggi dan hambatan yang banyak pada jalur transmisi layanan yang mengakibatkan terjadinya penurunan kualitas sebuah sistem tersebut.
RANCANG BANGUN TRACKING SYSTEM TRANSPORTASI DARAT MENGGUNAKAN KOMUNIKASI GSM DENGAN INTERFACE APLIKASI BLYNK Kharisma Juda, Imam Firdaus; Yacoub, Redi Ratiandi; Imansyah, Fitri; Marpaung, Jannus; Tjahjamooniarsih, Neilcy
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 10, No 2: Juli 2022
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v10i2.57234

Abstract

Salah satu pengamanan kendaraan bermotor yaitu menggunakan GPS Tracker. Pada penelitian kali ini, penulis merancang sebuah GPS Tracker System yang dapat melihat posisi kendaraan berjalan berupa titik koordinat melalui Aplikasi Blynk tanpa harus mengirimkan perintah. Perangkat keras yang digunakan dalam GPS Tracker System ini yaitu TTGO T-CALL ESP32 SIM800L, modul GPS u-Blox NEO 6-M, dan baterai lithium. Untuk perangkat lunak yang digunakan yaitu aplikasi Arduino IDE dan aplikasi Blynk. Pengukuran tingkat akurasi dilakukan dengan mengukur titik kendaraan berhenti dengan titik yang diberikan oleh aplikasi Blynk. Akurasi data GPS untuk komersial memiliki akurasi yang bervariasi, yaitu sekitar 20 meter. Penelitian ini dilakukan di jalan raya sekitaran kampus FT UNTAN. Pengambilan data dilakukan dengan metode pengulangan sebanyak 10 kali, nilai akurasi yang diperoleh menggunakan alat GPS Tracker System yaitu 93,47%, sementara nilai akurasi rata-rata menggunakan Live Satellite View GPS Map yaitu 93,28%.
ANALISIS KINERJA MONITORING PROTOTIPE MODEL KWH METER SATU FASA DENGAN TEKNOLOGI KOMUNIKASI TRANSCEIVER SX 1276 Arpiandi, Muhammad Rizky; Marpaung, Jannus; Yacoub, Redi Ratiandi; Imansyah, Fitri; Hiendro, Ayong
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 10, No 2: Juli 2022
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v10i2.56990

Abstract

Listrik adalah salah satu kebutuhan primer manusia pada era kemajuan teknologi dan komunikasi. Hampir semua aspek kehidupan manusia menggunakan perangkat yang digerakkan dengan listrik. KWh Meter adalah alat penghitung pemakaian energi listrik yang bekerja menggunakan metode induksi medan magnet, dimana medan magnet tersebut menggerakkan piringan yang terbuat dari alumunium. Adanya teknologi transceiver SX 1276 mampu membuat pengukuran kWh meter dengan jarak jauh. Modul transceiver SX1276 memiliki kemampuan untuk berkomunikasi jarak jauh, kecepatan data yang rendah, konsumsi daya rendah, dan transmisi data yang aman. Modul transceiver SX1276 dapat digunakan pada jaringan publik, private, dan hybrid untuk mencapai jangkauan yang lebih luas daripada jaringan seluler. Karena kemampuannya modul transceiver SX1276 sangat cocok digunakan untuk memonitoring keadaan di suatu tempat dari tempat yang lain. Pada penelitian ini berhasil dirancang pengukuran kWh meter kemudian diimplementaskan dengan modul transceiver SX1276 sebagai media transmisi data monitoring kWh meter. Data dari sensor tegangan dan arus yang telah di akuisisi oleh Arduino Uno pada sistem transmitter (Tx) kemudian dikirimkan ke sistem receiver (Rx) oleh bantuan modul transceiver SX1276. Sensor tegangan mampu melakukan akuisisi data dengan akurasi 99,47% dan sensor arus mampu mengakuisisi data dengan akurasi 82,83% sampai 98,22%. Perubahan parameter-parameter transmisi transceiver SX1276 mengakibatkan perubahan pada hasil performa komunikasinya. Pada pengujian variasi Bandwidth dari 62,50 kHz, 125 kHz, 250kHz, 500kHz dengan jarak 50m nilai SNR dan   RSSI terbaik pada BW 62,50kHz. Pada pengujian variasi Coding Rate dari C/R 4/5, 4/6, 4/7, 4/8 dengan jarak pengujian 50m nilai SNR dan RSSI terbaik ada pada C/R 4/8. dan pengujian variasi Spreading Factor dari SF7, SF9, SF10, SF12 dengan pengujian jarak 50m, 100m, 150m, 200m, 250m nilai SNR dan RSSI terbaik ada pada SF 7, semakin tinggi nilai parameter SF maka area komunikasi transceiver SX1276 semakin jauh, namun akan berakibat terhadap ToA yang semakin lama.
SISTEM MONITORING REAL TIME SALINITAS AIR DENGAN MENGGUNAKAN TEKNOLOGI LORA (LONG RANGE) GATEWAY Rizki Hakiki, Alif Nur Islam Gemilang; Marpaung, Jannus; Yacoub, Redi Ratiandi; Imansyah, Fitri; Suryadi, Dedy
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 10, No 2: Juli 2022
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v10i2.57141

Abstract

Penelitian ini ditujukan untuk mengukur dan menginformasikan kadar zat terlarut pada sumber air yang ada disekitar masyarakat. Karena menurut laman doktersehat.com, air yang baik digunakan untuk minum hanya 500ppm. Oleh karena itu dibangunlah rancangan sistem suatu alat pendeteksi kadar air menggunakan sensor Total Dissolve Solid (TDS) yang sudah dikalibrasi berbasis monitoring yang dapat menampilkan data dengan teknologi Internet of Things (IoT) dan komunikasi wireless yang menjangkau jarak yang sangat jauh, salah satu teknologi tersebut yaitu Transceiver SX1276 atau disebut modul Long Range (LoRa) guna menginformasikannya ke masyarakat sekitar. Teknologi tersebut sudah diuji dengan jarak maksimum 435m pada kondisi Non-Line of Sight (NLOS) dengan nilai rata-rata RSSI adalah -115dBm, SNR adalah -10dB, dan ToA adalah 1,25s dan jarak maksmimum 840m pada kondisi Line of Sight (LOS) dengan nilai RSSI adalah -104dBm, SNR adalah 8dB, dan ToA adalah 1,5s.  
ANALISIS EVALUASI KUALITAS JARINGAN 3G DENGAN 4G PADA PROVIDER TELKOMSEL MENGGUNAKAN METODE DRIVE TEST DI DESA TERAJU Seda, Yudokus Frans; Tjahjamooniarsih, Neilcy; Imansyah, Fitri; Pontia W, F. Trias; Marpaung, Jannus
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 10, No 2: Juli 2022
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v10i2.57067

Abstract

Perkembangan teknologi telekomunikasi saat ini berkembang begitu cepat, seiring dengan kebutuhan orang dalam berkomunikasi. Dalam layanan tersebut setiap generasi pada masanya memiliki keunggulan masing-masing. Pada penelitian ini membahas analisis evaluasi kualitas jaringan 3G dengan 4G pada provider Telkomsel menggunakan metode drive test di Desa Teraju. Pengukuran performansi jaringan 3G dan 4G dilakukan dengan aplikasi speedtest dan G-Net Track Pro dengan memperhitungkan parameter RSRP, RSRQ, dan SNR. Dari hasil penelitian kecepatan unduh dan unggah jaringan 3G adalah 0,46 Mbps untuk kecepatan unduh dan 1,68 Mbps untuk kecepatan unggah, sedangkan kecepatan unduh dan unggah jaringan 4G adalah 26 Mbps untuk kecepatan unduh dan 38,3 Mbps untuk kecepatan unduh. Dan juga memperlihatkan nilai rata-rata keseluruhan RSRP jaringan 3G sebesar -84,44 dBm dengan angka menunjukkan pada skala good (bagus) warna biru, nilai rata-rata keseluruhan RSRP jaringan 4G sebesar -98,78 dBm dengan angka menunjukkan pada skala medium (sedang) warna kuning. Untuk nilai rata-rata keseluruhan RSRQ jaringan 3G sebesar -10 dB dengan angka menunjukkan pada skala medium (sedang) warna kuning, nilai rata-rata keseluruhan RSRQ jaringan 4G sebesar -12,46 dB dengan angka menunjukkan pada skala medium (sedang) warna kuning. Kemudian untuk nilai rata-rata keseluruhan SNR jaringan 4G sebesar 10,03 dB dengan angka menunjukkan pada skala good (bagus) warna biru. Dari data tersebut memperlihatkan kualitas sinyal yang terdapat pada site id SAG014 di Desa Teraju provider Telkomsel tersebut belum maksimal dan masih memerlukan perbaikan.
ANALISIS QUALITY OF SERVICE PADA JARINGAN TELKOMSEL ORBIT PADA JARINGAN TELKOMSEL ORBIT MENGGUNAKAN APLIKASI WIRESHARK Tatama, Victor; Pontia W, F. Trias; Imansyah, Fitri; Saleh, Muhammad; Marpaung, Jannus
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 10, No 2: Juli 2022
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v10i2.58059

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas layanan pada jaringan telkomsel orbit berdasarkan parameter seperti: Throughput, Packet Loss, Delay dan Jitter menggunakan aplikasi wireshark pada saat melakukan streaming video dan bermain game mobile legends. Faktor-faktor yang menyebabkan nilai throughput mengalami perubahan yaitu: Jumlah paket data yang banyak menyebabkan semakin meningkatnya nilai dari throughput, jumlah packet loss karena semakin banyak packet loss maka nilai throughput akan semakin menurun. Faktor-faktor yang menyebabkan nilai packet loss mengalami perubahan yaitu: Terjadinya kelebihan paket data didalam jaringan, congestion atau terjadinya antrian yang berlebihan dalam jaringan, memori yang terbatas pada node (saluran komunikasi), kesalahan yang terjadi pada perangkat pengguna, semakin besar nilai throughput maka akan semakin besar pula resiko untuk terjadinya packet loss. Faktor-faktor yang menyebabkan nilai delay mengalami perubahan yaitu: Media transmisi yang digunakan modem telkomsel orbit adalah jaringan seluler dimana jangkauannya luas tetapi konektivitasnya tidak begitu stabil, paket data yang besar membutuhkan waktu lebih lama untuk dikirim dari pada paket data yang kecil, nilai throughput yang besar berpengaruh pada hasil nilai delay yang menurun. Faktor-faktor yang menyebabkan nilai jitter mengalami perubahan yaitu: Besarnya congestion karena semakin besar beban dalam suatu jaringan menyebabkan nilai dari jitter meningkat, throughput yang nilainya tinggi menyebabkan nilai jitter semakin meningkat, delay yang memiliki nilai tinggi meningkatkan nilai jitter. Secara keseluruhan Quality of Service jaringan Telkomsel Orbit Pro pada saat bermain game mobile legends dapat dikategorikan (Sedang) dengan indeks 2,5 dan pada saat streaming video youtube dikategorikan (Bagus) dengan indeks 3.