Claim Missing Document
Check
Articles

Penyuluhan dan Praktek Penggunaan Internet dan Media Sosial Sehat, Aman dan Positif Bagi Pelajar SMKN 1 di Kota Singkawang Fitri Imansyah; Iqbal Arsyad; Redi Ratiandi; Jannus Marpaung; Bonar Sirait
Jurnal Buletin Al-Ribaath Vol 18, No 1 (2021): Buletin Al-Ribaath
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/br.v18i1.2310

Abstract

Tujuan sosialisasi penggunaan internet dan media sosial sehat, aman dan positif adalah proses edukasi dengan memberikan pemahaman yang cukup mengenai penggunaan internet secara bijak sehingga memaksimalkan dampak positif dan meminimalkan dampak negatif dari berinternet, sehingga tercipta siswa cerdas dan produktif. Budaya INSAN (internet sehat dan aman) ditujukan dengan melibatkan peran keluarga, orang tua, guru, dosen, komunitas, asosiasi, lembaga pelatihan, anak-anak, remaja, dan siswa didik. Program ini bertujuan meningkatkan pengetahuan pelajar SMK, mengenai pemanfaatan internet dan media sosial secara bijak. Hasil kegiatan ini adalah tersusun materi sosialisasi, baik berupa leaflet, brosur, makalah, maupun dalam bentuk media presentasi dalam bentuk modul sosialisasi, yang berisikan materi sosialisasi tentang praktek penggunaan internet sehat, aman dan positif bagi pelajar SMK yang dapat digunakan sebagai materi untuk melakukan sosialisasi serupa di lokasi lain yang belum terjangkau oleh kegiatan sosialisasi ini. Peserta sosialisasi mendapatkan banyak manfaat dari kegiatan  ini antara lain: Mengetahui informasi   tentang   dampak   penggunaan   internet   sehingga   dapat mengetahui manfaat internet dan mengetahui juga sisi negatifnya; Dapat mengembangkan potensi diri melalui adanya Internet; Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan dapat terhindar dari bahaya sisi negatif internet; Mengetahui tentang teknik dasar dalam pencegahan dan penanggulan konten negatif di internet; Mengetahui tips-tips untuk berinternet dan bermedia sosial dengan sehat, aman dan produktif; Semakin aware (peduli) dalam pemanfaatan internet dan sosial media secara bijak dan sesuai dengan usianya.
Penerapan Hasil Teknologi Rancang Bangun Antena Helix dan Bolic Sebagai Penguat Jaringan Internet dengan Modem Mi-Fi Fitri Imansyah; Redi Ratiandi; Jannus Marpaung; Leonardus Sandy Ade Putra; Eka Kusumawardhani
Jurnal Buletin Al-Ribaath Vol 19, No 2 (2022): Buletin Al-Ribaath
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/br.v19i2.3665

Abstract

Teknologi informasi dan komunikasi merupakan hal penting yang dibutuhkan masyarakat untuk memperoleh informasi. Pertukaran informasi saat ini sangat luas dan tidak tercakup oleh batas wilayah tertentu. Informasi yang memanfaatkan teknologi dapat menggunakan jaringan internet guna memperoleh data atau informasi yang bersumber jauh diluar batas negara dan lingkup internasional. Dimasa pandemi Covid-19, pertukaran informasi dan komunikasi sebagian besar dilakukan secara daring dengan memanfaatkan jaringan internet. Sehingga jaringan internet sangat diperlukan untuk menjangkau wilayah yang tidak tercakup oleh jaringan internet tersebut (blankspot signal). Banyaknya wilayah yang masih belum tercakup oleh jaringan internet di wilayah Pontianak mendasari kajian terap ini dilakukan. Salah satu wilayah yang memiliki kualitas jaringan internet yang kurang baik adalah pada Kelurahan Batu Layang, Kecamatan Pontianak. Penerapan ini bertujuan untuk merancang dan mengaplikasikan antenna Helix dan Bolic untuk memperkuat sinyal dengan memanfaatkan modem Mi-Fi.  Perancangan membutuhkan perhitungan serta observasi di wilayah yang dituju agar menghasilkan antena yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat tersebut. Perancangan antenna Helix dan Bolic mengubah jaringan GSM berfrekuensi 1850 MHz menjadi sinyal Mi-Fi berfrekuensi 2415 MHz. Pada saat pengukuran antena Helix dan Bolic  dipasang pada ketinggian 10 m dalam kondisi LOS kearah BTS terdekat berjarak 2 – 4 Km yang dimiliki oleh operator Indosat, 3 (Tri), dan XL. Pengukuran dilakukan menggunakan aplikasi speedtest.   Pengukuran antenna Helix dan Bolic dilakukan dengan melihat kecepatan yang dimiliki oleh tiga provider, dari pengukuran tersebut diperoleh nilai kecepatan yang berbeda-beda dalam menangkap dan memancarkan sinyal GSM. Dalam penerapan ini diperoleh bahwa penggunaan antenna Helix yang menghasilkan kecepatan yang lebih baik dalam menangkap jaringan GSM
Sistem Informasi Real Time Kadar Garam Air Baku Pdam Tirta Khatulistiwa Pontianak Berbasis Teknologi Lora Gateway Jannus Marpaung
JUSTIN (Jurnal Sistem dan Teknologi Informasi) Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Jurusan Informatika Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/justin.v10i2.50314

Abstract

Air bersih berkualitas baik menjadi dambaan setiap orang, khususnya bagi pelanggan dari pengelola air bersih (PDAM). Di Kota Pontianak, PDAM menggunakan air baku utama berasal dari Sungai Kapuas, oleh karena aspek volume air yang melimpah dan tak terbatas baik di musim hujan maupun kemarau. Aspek lainnya adalah kualitas air yang disalurkan ke pelanggan. Kualitas air baku sangat rentan terhadap interusi air asin yang berasal dari laut lepas, khususnya di musim kemarau. Berdasarkan informasi dari media yang memuat pernyataan ahli dari Universitas Tanjungpura Pontianak, bahwa interusi air laut ke Sungai Kapuas menyebabkan kadar garam dalam air mencapai 2000 ppm dan masuk sejauh 50 km. Interusi air laut ke Sungai Kapuas diinformasikan secara berkala saat terjadi pada musim kemarau. Diperlukan suatu terobosan (inovasi) agar informasi tentang kualitas air Sungai Kapuas dapat dilakukan secara kontinyu dan real time serta dapat diakses oleh pihak pengelola aie bersih maupun masyarakat umum, pengaksesan informasi dapat dilakukan dari ruang pengamatan maupun secara mobile. Disamping itu, variasi deteksi lokasi air bisa menjadi alternatif dalam pencarian sumber air baku, sehingga menjadi solusi yang tepat dalam menyalurkan air bersih ke pelanggan. Inovasi teknologi yang dikembangkan berupa pengubahan/pengukuran parameter air menggunakan sensor sehingga menjadi data (digital) kemudian ditransmisikan jarak jauh menggunakan pemancar LoRa Sensor Node ke penerima LoRa Gateway dengan jarak jangkauan lebih dari 2km. Data dari Lora Gateway diteruskan ke jaringan internet menggunakan platform Antares IoT (Internet of Things) untuk selanjutnya ditampilkan pada layar monitor seperti SmartTV, Smartphone, OLED maupun laptop. Untuk mendapatkan jangkauan yang jauh tersebut diperlukan penyetelan parameter LoRa melalui program aplikasi pada sisi pemancar dan penerima. Dengan berbagai variasi pengujian indoor dan outdoor didapatkan penyetelan parameter LoRa SF 12, BW 125kHz dan CR 4/5 sehingga diperoleh nilai-nilai indikator propagasi berupa RSSI -112 dBm, SNR -8,9 dB dan ToA 1602 ms pada jarak jangkauan 2,4 km.Kata Kunci: Sistem informasi, kualitas air, penyetelan parameter dan indikator propagasi
Sistem Informasi Geografis Kondisi Eksisting dan Rencana Penataan Persebaran Sekolah Kabupaten Pontianak fitri imansyah; Redi Ratiandi Yacoub; Jannus Marpaung; Eka Kusumawardhani; Leonardus Sandy Ade Putra
Jurnal Pengabdi Vol 5, No 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jplp2km.v5i2.55739

Abstract

Dalam rangka membantu untuk merencanakan pengeleloaan di bidang pendidikan khususnya penataan persebaran sekolah, dipandang perlu memanfaatkan sistem informasi geografis (SIG). Untuk membangun SIG diperlukan data utama yaitu data spasial (peta) dan data atribut (statistik). Kedua jenis data harus tersedia secara bersama-sama untuk memberikan informasi yang akurat. Masalah yang muncul bagaimana mentransformasikan kondisi real ke domain SIG, bagaimana manajemen datanya, dan bagaimana membangun aplikasi SIG yang bermanfaat sebagai salah satu unsur penunjang dalam pengambilan keputusan. Pemetaan tersebut dibuat dalam bentuk SIG untuk memperoleh informasi mengenai persebaran data sekolah dengan cepat, akurat, dan dapat diakses oleh siapa saja, dimana saja, kapan saja tanpa mengenal jarak dan waktu. Sasaran kegiatan ini adalah membangun suatu sistem bank data terutama data pendidikan yang terkonsentrasi dalam satu sistem yang terintegrasi dengan semua format data lainnya, sehingga data spasial dapat di setting untuk terkorelasi dengan data grafis, data tekstual, data tabel, data foto dan data semua prasarana dan sarana pendidikan tersebut dikaitkan dengan kebutuhan akan prasarana dan sarana lainnya. Hasil yang diharapkan melalui kegiatan ini adalah berbentuk laporan pemetaan persebaran sekolah disertai dengan rekomendasi tentang jumlah dan penentuan sebaran lokasi pembangunan dan atau renovasi sekolah maupun ruang dalam rangka menunjang program pemerataan dan perluasan akses pendidikan dasar dan menengah bagi penduduk Kabupaten Mempawah.
Sistem Informasi dan Proses Data Buta Aksara Dalam Rangka Sosialisasi Sistem Pendataan Keaksaraan Fitri Imansyah; Jannus Marpaung; Redi Ratiandi; Ade Elbani; Neilcy Tjahya Mooniarsih
Al-Khidmah Vol 5, No 2 (2022): AL-KHIDMAH (Desember)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/al-khidmah.v5i2.3291

Abstract

Dalam rangka membantu untuk merencanakan pengeleloaan di bidang pendidikan khususnya pemberantasan buta aksara, dipandang perlu memanfaatkan sistem informasi geografis (SIG). Untuk membangun SIG diperlukan data utama yaitu data spasial (peta) dan data atribut (statistik). Kedua jenis data harus tersedia secara bersama-sama untuk memberikan informasi yang akurat. Masalah yang muncul bagaimana mentransformasikan kondisi real (real world) ke domain SIG, bagaimana manajemen datanya, dan bagaimana membangun aplikasi SIG yang bermanfaat sebagai salah satu unsur penunjang dalam pengambilan keputusan. Tujuan kegiatan ini adalah untuk menghasilkan suatu pemetaan masyarakat buta aksara beserta data yang mendukung sebagai rumusan kebijakan yang diharapkan dapat menjadi landasan dalam upaya menekan jumlah masyarakat buta aksara, memberikan gambaran situasi dan kondisi existing keaksaraan, dan tersusunnya data spasial sebaran masyarakat buta aksara by-name, by-address dan by-foto yang dapat di-update sesuai perkembangannya. Pemetaan Keaksaraan tersebut dibuat dalam bentuk Web untuk memperoleh informasi mengenai persebaran data buta aksara dengan cepat, akurat, dan dapat diakses oleh siapa saja, dimana saja, kapan saja tanpa mengenal jarak dan waktu. Dalam pembuatan sistem informasi untuk proses data buta aksara dalam rangka sosialisasi sistem pendataan keaksaraan perlu di buat WebGIS buta aksara. WebGIS digunakan karena dalam penyampaian dan tampilan sistem informasi geografis lebih informatif serta mempresentasikan kondisi sebenarnya. Aplikasi ini dibuat menggunakan struktur website HTML, bahasa pemrograman (javascript dan PHP), MySQL sebagai pembuat database, serta menggunakan peta dasar Google Map.
Perancangan Sistem Pengujian Throughput Publishing Data pada Modul ESP8266 dengan Protokol MQTT Fitri Imansyah; Redi Ratiandi; Jannus Marpaung; Dedi Suryadi; Fakhry Hizballah
JUSTIN (Jurnal Sistem dan Teknologi Informasi) Vol 11, No 3 (2023)
Publisher : Jurusan Informatika Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/justin.v11i3.64820

Abstract

Penggunaan protokol MQTT (Message Queuing Telemetry Transport) semakin populer dalam aplikasi IoT (Internet of Things), terutama dalam konteks komunikasi data antar perangkat. Pada penelitian ini, kami merancang sistem pengujian throughput publishing data menggunakan protokol MQTT pada modul ESP8266 dengan metode analisa statistik deskriptif. Sistem ini bertujuan untuk menguji kecepatan dan stabilitas pengiriman data pada jaringan IoT dengan menggunakan protokol MQTT pada modul ESP8266. Dalam penelitian ini, dilakukan perancangan dan pengujian sistem throughput publishing berbasis protokol MQTT untuk mengetahui kecepatan pengiriman payload pada modul ESP8266. Hasil pengujian menunjukkan bahwa modul ESP8266 memiliki nilai performance throughput yang optimal sebesar 333 ± 9,98 payload/s. Nilai performance throughput akan membaik jika queue payload tidak terbatas. Namun, jika queue dibatasi, maka akan terjadi penurunan performa.
ANALYSIS OF THE INFLUENCE OF USING ACCESS POINTS IN STRENGTHENING THE NETWORK RECEIVING SIGNALS IN HOUSEHOLDS Fauziah, Hanifah Nur; Marpaung, Jannus; Imansyah, Fitri
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 11, No 3: December 2023
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v11i3.68502

Abstract

From the results of the RSSI values that occur when researchers observe the walktest method and observe network quality in bandwidth when not using additional devices in the form of access points and after adding bandwidth in the form of access point devices, which are used to test and analyze the quality of an ICONNET telecommunications service system that used. The data retrieved shows that the RSSI results show a good category and index after the addition of an access point device, which helps to strengthen a multilevel home network. In this case several factors affect a network quality. One of them is the number of users at that time, the number of partitions in the terraced house affects the quality of the network, as well as the existence of several room dividers that cannot access the wifi. However, we can handle some of these factors by adding an access point to the multi-storey house. Distance and cable length, that is, cable distance and length greatly affect a network quality, the farther we are from the wifi router, the worse the quality of the network we get, but after adding an access point. In table 4.3 is the result of RSSI recapitulation on 3 different bandwidths. different, the average results for each bandwidth are shown in the form of data before with a bandwidth of 10 Mbps with data before -64 dBm and data after or data after the addition of an access point with an RSSI value of -47 dBm, so there is an increase in the bandwidth of 10 Mbps, namely -17 %,
DESIGN AND IMPLEMENTATION OF FTTH NETWORKS USING OPTISYSTEM SIMULATION SOFTWARE IN KOTA RAYA RESIDENTIAL COMPLEXES Putra, Syafarifqi Falih; Tjahjamooniarsih, Neilcy; Marpaung, Jannus
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 12, No 2: August 2024
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v12i2.79804

Abstract

FTTH is an optical-based access media technology that can accommodate high-speed bandwidth and supports broadband services such as Video, Online Games, HD TV, and VoIP, FTTH itself has several technologies, namely GPON, EPON, and XPON. This research will carry out area design and mapping in the Kapur Village area which will be recommended to the provider, this research will simulate the network configuration that has been created using an optisystem that will display power transmit values as well as BER and Q-Factor graphs, this research will also carry out mapping area for placement of ODC, ODP, pole and cable lines starting from the STO to the customer. The feasibility parameters are the Power Link Budget and Rise Time Budget as well as BER and Q-Factor for optical network performance simulated on Optisystem. The simulation obtained a Prx value of -21 dBm, manual calculation of the total attenuation on the farthest fiber optic link was found to be 23.035 dB. Meanwhile, the Rise Time Budget value obtained for t_sist is 0.254594 ns and the value obtained T_r is 0.2917 ns. For the BER parameter performance resulting from the simulation, the largest value was 7,13x10^(-22) and the lowest Q Factor was 8.83409
DESIGN AND REALIZATION OF DIRECTIONAL BIQUAD AND OMNIDIRECTIONAL BIQUAD ANTENNAS AS FIRST PERSON VIEW (FPV) RECEIVER ANTENNAS Sufa, Sufa; Marpaung, Jannus; Yacoub, Redi Ratiandi
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 11, No 2: August 2023
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v11i2.68564

Abstract

UAV is an unmanned aerial vehicle controlled remotely by a pilot or automatically by pre-programmed instructions. UAVs are equipped with First Person View (FPV) technology, which facilitates user monitoring. FPV monitoring can be done using with goggles and a monitor screen. The monitor screens available in the market typically use dipole antennas as their default antennas. However, the drawback of the default monitor screen antenna is its limited range, typically only reaching up to 200-300 meters. This research focuses on the design and implementation of biquad antennas for FPV receivers in UAV systems operating at a frequency of 5.8 GHz. The aim is to create antennas with a larger reception range from the transmitter compared to the default FPV monitor screen antenna. Simulation results from CST Studio show that the directional biquad antenna has a VSWR value of 1.508, a return loss of -13.867 dB, and a gain of 3.416 dBi. On the other hand, the omnidirectional biquad antenna with 4 lobes has a VSWR value of 1.7065, a return loss of -11.666 dB, and a gain of 1.973 dBi. Meanwhile, the omnidirectional biquad antenna with 6 lobes has a VSWR value of 1.226, a return loss of -19.863 dB, and a gain of 1.865 dBi. In practical testing on the FPV monitor screen, all three types of antennas were successfully realized and able to capture real-time images from the UAV transmitter. The maximum distances achieved are 634 meters for the directional biquad antenna, 352 meters for the omnidirectional biquad 4 lobes antenna, and 545 meters for the omnidirectional biquad 6 lobes antenna.
NETWORK KPI ANALYSIS IN NETWORK SHARING TECHNOLOGY CONFIGURATION BASED ON MULTI-OPERATOR CORE NETWORK (MOCN) Widiantoro, Andreas Gunawan; Tjahjamooniarsih, Neilcy; Marpaung, Jannus; Kusumawardhani, Eka; Ade Putra, Leonardus Sandy
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 11, No 2: August 2023
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v11i2.68684

Abstract

The reliable spread of BTS networks with high system capacity poses a challenge for operators in delivering services. An alternative strategy is network sharing, one of which is MOCN (Multi Operator Core Network). MOCN BTS is configured to share RF module and antenna resources by combining frequencies between operators while maintaining each operator's core. On the other hand, BTS not-pair is the conventional operator configuration where RF modules and antennas are installed independently without any connection to other operators. In this final project, a KPI data analysis is conducted for both BTS configuration to assess their reliability. Four BTS samples from two operators (IM3 and 3ID) are taken for this analysis. The analyzed KPI categories include Accessibility KPI, Retainability KPI, and Service Integrity KPI during busy hours. KPI data is obtained from field results and assisted by the technical team from Indosat Ooredoo Hutchison Pontianak. The analysis results indicate that in terms of Service Integrity KPI, BTS MOCN outperforms BTS not-pair, with a difference of 2.590175 Mbps for downlink and 0.286065 Mbps for uplink. Regarding Accessibility KPI and Retainability KPI, BTS managed by 3ID demonstrates better performance compared to those managed by IM3.