Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

PEMANFAATAN GUI DALAM PENGEMBANGAN PERANGKAT LUNAK PENGENALAN CITRA WAJAH MANUSIA MENGGUNAKAN METODE EIGENFACES Ni Wayan Marti
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2010
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem identifikasi personal yang berbasis pengenalan wajah dengan tingkat akurasi yang optimal sangatdiperlukan untuk mengidentifikasi seseorang secara tepat yang dapat dimanfaatkan dalam suatu sistempengamanan elektronik. Pada penelitian ini telah dibangun suatu perangkat lunak pengenalan citra wajahmanusia menggunakan metode Eigenfaces. Sedangkan pada tahap pengklasifikasian digunakan metode linieryaitu jarak euclidean dari ketetanggaan terdekat. Eigenfaces merupakan vektor basis yang diperoleh padawaktut proses reduksi dimensi citra dengan menggunakan metode Principal Component Analysis (PCA) padatahap ekstraksi ciri. Percobaan pada penelitian ini menggunakan contoh citra wajah yang telah dinormalisasi.Tingkat pengenalan optimal yang diperoleh menggunakan perangkat lunak ini adalah 75%.Kata kunci : PCA, Eigenfaces, Perangkat Lunak Pengenalan Citra Wajah Manusia, Tingkat Pengenalan.
Evaluasi Kinerja Metode PCA/LPP Pada Sistem Pengenalan Citra Wajah Manusia Ni Wayan Marti
Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan Vol. 6 No. 1 (2009): Edisi Januari 2009
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.886 KB) | DOI: 10.23887/jptk-undiksha.v6i1.17

Abstract

Sistem identifikasi personal yang berbasis pengenalan wajahdengan tingkat akurasi yang optimal sangat diperlukan untukmengidentifikasi seseorang secara tepat yang dapat dimanfaatkan dalam suatu sistem pengamanan elektronik. Pada penelitian ini telah dibangun suatu sistem pengenalan citra wajah manusia dengan menerapkan dua metode pada tahap ekstraksi ciri wajah, yaitu metode Principal Component Analysis (PCA) digabung dengan metode Locality PreservingProjection (LPP) atau yang akan disebut dengan metode PCA/LPP. Sedangkan pada tahap pengklasifikasian digunakan metode linier yaitu jarak euclidean dari ketetanggaan terdekat. PCA digunakan untuk mereduksi dimensi citra wajah yang besar dengan vektor basis yang disebut Eigenfaces. Sedangkan metode Locality Preserving Projection merupakan metode linier yang dapat menemukan manifold nonlinier data pada dimensi rendah. Vektor-vektor basis yang dihasilkan LPP disebutLaplacianfaces. Untuk tahap uji coba sistem, digunakan basis data wajah Yale yang telah dinormalisasi. Tingkat pengenalan optimal yang diperoleh dengan menggunakan metode PCA adalah 82.67%, sedangkan dengan metode PCA/LPP adalah 86.67%.Kata-kata kunci : PCA, LPP, Eigenfaces, Laplacianfaces
PENGEMBANGAN APLIKASI MULTIMEDIA INTERAKTIF PEMBUDIDAYAAN TANAMAN TOMAT Ni Wayan Marti
Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan Vol. 7 No. 1 (2010): Edisi Januari 2010
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (691.928 KB) | DOI: 10.23887/jptk-undiksha.v7i1.28

Abstract

Tanaman tomat merupakan salah satu tanaman yang diminati untuk dibudidayakan, karena buah tomat mengandung vitamin, mineral, karbohidrat, protein, lemak dan kalori yang diperlukan tubuh untuk pertumbuhan dan kesehatan. Dalam artikel ini dikembangkan sebuah aplikasi multimedia interaktif pembudidayaan tanaman tomat yang dikemas dalam bentuk CD interaktif. Adapun informasi yang disajikan dalam media ini adalah proses pembudidayaan tanaman tomat, yang meliputi pembibitan, pengolahan media tanam, penanaman, perawatan, pemanenan dan pemasaran komuditinya.Kata kunci : tanaman tomat, budidaya, CD interaktif, multimedia
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN GAYA DAN TEKANAN UNTUK SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA KELAS VII Ni Wayan Marti
Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan Vol. 6 No. 2 (2009): Edisi Juli 2009
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1165.499 KB) | DOI: 10.23887/jptk-undiksha.v6i2.168

Abstract

Multimedia pembelajaran merupakan komponen sistempenyampaian pengajaran yang dapat digunakan dalam mendukung proses pembelajaran. Pengembangan multimedia dilandasi oleh persepsi bahwa pembelajaran akan berlangsung dengan baik, efektif, dan menyenangkan jika didukung oleh media pembelajaran yang dapat menarik minat dan perhatian siswa. Oleh karena itu, pengembang perlu memahami konsep, model, prinsip, desain, dan evaluasi multimedia pembelajaran.Salah satu produk teknologi yang dapat digunakan sebagaiinovasi dalam pembelajaran adalah komputer. Komputer sebagai salah satu produk teknologi dinilai tepat digunakan sebagai alat bantu pengajaran. Keberadaan komputer yang telah meluas sampai tingkat sekolah menengah saat ini belum banyak digunakan untuk meningkatkan prestasi khususnya dalam pembelajaran Fisika.Dalam pembelajaran Fisika dalam hal ini materi Gaya danTekanan sangat membutuhkan pemahaman yang tinggi dari siswa. Sehingga perlu dibantu oleh suatu media pembelajaran yang didesain menarik dan dilengkapi dengan animasi, audio, maupun video sehingga proses pembelajaran akan berjalan dengan suasana baik dan tidak membosankan. Media pembelajaran gaya dan tekanan ini dikembangkan menggunakan perangkat lunak Macromedia Flash.Kata-kata Kunci : Media Pembelajaran, Gaya dan Tekanan, Multimedia dan Macromedia Flash
SISTEM INFORMASI KERAJINAN LUKISAN KACA DESA NAGASEPAHA BERBASIS WEB I Nyoman Yoga Setyawan; Ni Wayan Marti
Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan Vol. 10 No. 2 (2013): Edisi Juli 2013
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.898 KB) | DOI: 10.23887/jptk-undiksha.v10i2.4071

Abstract

Sistem informasi kerajinan lukisan kaca Desa Nagasepaha berbasis web ini merupakan salah satu pemanfaatan teknologi komputer sebagai media pembelajaran yang lebih mudah dan cepat dimengerti. Sistem informasi ini membahas tentang informasi yang berhubungan dengan lukisan kaca Desa Nagasepaha yang terdiri dari beberapa bagian seperti: kategori serta produk lukisan kaca Desa Nagasepaha, bahan, alat, proses pembuatannya, dan keterangan-keterangan lainnya yang berhubungan dengan kerajinan lukisan kaca Desa Nagasepaha. Sistem informasi ini diimplementasikan dengan menggunakan script PHP dibantu dengan Adobe Dreamweaver CS3 sebagai editor, MySQL sebagai pengelola basis data, Adobe Photoshop CS3 sebagai pengelola design, dan Adobe Flash CS3 Proffesional sebagai pengelola animasi. Dengan demikian Sistem informasi kerajinan lukisan kaca Desa Nagasepaha berbasis web ini diharapkan dapat mempermudah masyarakat dalam mencari informasi yang berhubungan dengan lukisan kaca Desa Nagasepaha dan dapat mempermudah masyarakat untuk melakukan pembelian produk yang dihasilkan.
PENGEMBANGAN SISTEM EVALUASI UNTUK DOSEN SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN Ni Ketut Kertiasih; Komang Setemen; Putu Hendra Suputra; Ni Wayan Marti
Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan Vol. 12 No. 1 (2015): Edisi Januari 2015
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.39 KB) | DOI: 10.23887/jptk-undiksha.v12i1.4898

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengembangkan system berbasis internet dalam bentuk prototipesistem evaluasi kualitas pembelajaran  berbasis web, adalah system informasi yang dikembangkan dengan mengimplementasikan Script Pemrograman PHP dengan basis data MySql 2) menyediakan aplikasi yang bertujuan untuk mempermudah dalammelakukan penilaian terhadap dosen dari segi kinerja mengajar. Sistem yang akan dikembangkan memiliki enam actor yaitu: mahasiswa, dosen,  administrator, dekan, ketuajurusan dan rektor. Metode yang digunakan dalam penelitian ini mengacu pada software life cycle dengan paradigm waterfall yang meliputi 6 tahapan yaitu: 1) tahap perencanaan, 2) tahapan alisis, 3) tahap perancangan, 4) tahap pengembangan, 5) tahap pengujian, dan 6) tahap penerapan. Pengembangan sistemmeng hasilkan sebuah system berbasis web untuk memberikan evaluasi secara online oleh mahasiswa terhadap dosen terkait dengan proses pembelajaran yang dilakukan. Uji coba dilakukan oleh ahli desain dan media dengan hasil prosenta sesebesar 80,88%, serta kelompok kecil mahasiswa dengan prosentase penilaian sebesar 83,93%. Melalui system ini dilakukan evaluasi secara online terhadap proses pembelajaran  sehingga diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN PESAWAT SEDERHANA UNTUK SISWA SEKOLAH DASAR BERBASIS MULTIMEDIA Ni Wayan Marti
Prosiding APTEKINDO Tahun 2010
Publisher : FTK Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Media pembelajaran merupakan sesuatu yang dapat menyampaikan dan meyalurkan pesandari berbagai sumber secara terencana sehingga tercipta lingkungan belajar yang kondusif sehinggapenerimanya dapat melakukan proses belajar secara efisien dan efektif. Dalam proses pembelajaransering kali terjadi bahwa pengajar mengalami kesulitan untuk menyampaikan suatu materi pelajarankepada peserta didik sehingga terkesan pelajaran tersebut membosankan. Permasalahan seperti inibiasanya terjadi pada siswa terhadap mata pelajaran yang membutuhkan pemahaman yang lebihtinggi, salah satunya adalah pembelajaran tentang pesawat sederhana. Adapun tujuan penelitian iniadalah membangun media pembelajaran pesawat sederhana berbasis multimedia yang ditujukanuntuk anak sekolah dasar. Media ini dikembangkan menggunakan Macromedia Flash. Mediapembelajaran ini akan berisi materi-materi tentang pesawat sederhana yang dilengkapi dengansimulasi cara kerja dari tiap jenis pesawat sederhana. Untuk tahap evaluasi pembelajaran materipesawat sederhana ini, siswa akan diuji dengan mengerjakan soal-soal yang disediakan pada mediaini. Media ini juga dilengkapi dengan grafik tingkat penguasaan materi dari tiap siswa yang diuji.Kata-kata Kunci : Media Pembelajaran, Pesawat Sederhana, Multimedia dan Macromedia Flash
TES INVENTORY PERSONAL SURVEY (TIPES) SEBAGAI REKOMENDASI PEMILIHAN JURUSAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN Agus Aan Jiwa Permana; Ni Wayan Marti; Kadek Suranata
Jurnal Teknologi Informasi dan Komputer Vol 4, No 2 (2018): Jurnal Teknologi Informasi dan Komputer
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (542.405 KB)

Abstract

ABSTRACTIn developing superior human resources, it takes a long time, is focused, and requires support from all components of society. We can see developing and developed countries having reliable human resources both in the fields of technology, agriculture, maritime affairs and tourism. The current big challenge to support the development of the creative economy is closely related to increasing the quantity and quality of vocational education (vocational) to be able to compete globally. The Specialization Test used during the selection of new students can provide an alternative selection of majors to new students in accordance with the competencies they have, so that the system issues a choice of department recommendations in accordance with their competencies. This is the basis for implementing the system as an initial filter for selection of students having competencies with appropriate interests then through the education process to face the fourth industrial revolution (i4.0). With initial selection through the TIPES system, expectations are in line with the 2010-2014 Ministry of Education and Culture RENSTRA, namely 70% of SMK graduates work in the graduation year and all SMKs providing entrepreneurship development coaching services can be realized.Keywords: superior human resources, creative economy, global competing vocational, majors selection recommendationsABSTRAKDalam mengembangkan SDM yang unggul memerlukan waktu yang cukup lama, terfokus, serta memerlukan dukungan dari seluruh komponen masyarakat. Kita bisa lihat negara yang sedang berkembang dan maju memiliki SDM yang handal baik di bidang teknologi, pertanian, kelautan, dan pariwisata. Tantangan besar saat ini untuk menunjang pengembangan ekonomi kreatif sangat berhubungan dengan meningkatkan kuantitas dan kualitas pendidikan kejuruan (vokasi) untuk mampu bersaing secara global. Test Peminatan yang digunakan saat seleksi siswa baru dapat memberikan alternatif pemilihan jurusan kepada siswa baru sesuai dengan kompetensi yang mereka punya, sehingga sistem mengeluarkan rekomendasi pilihan jurusan sesuai dengan kompetensinya. Hal inilah yang menjadi dasar untuk mengimplementasikan sistem sebagai saringan awal untuk seleksi siswa memiliki kompetensi dengan minat yang sesuai kemudian melalui proses pendidikan untuk menghadapi revolusi industri keempat (i4.0). Dengan seleksi awal melalui sistem TIPES, maka harapan sesuai dengan RENSTRA Kemendikbud 2010 – 2014 yaitu 70% lulusan SMK bekerja pada tahun kelulusan dan seluruh SMK menyediakan layanan pembinaan pengembangan kewirausahaan dapat terwujud.Kata Kunci : SDM handal, Ekonomi kreatif, Vokasi bersaing global, Rekomendasi pemilihanjurusan
Perbandingan Performansi Support Vector Machine (Svm) dan Backpropagation untuk Klasifikasi Studi Mahasiswa Undiksha Dwi Prima Handayani Putri; Ni Putu Novita Puspa Dewi; I Ketut Purnamawan; Ni Wayan Marti
JEPIN (Jurnal Edukasi dan Penelitian Informatika) Vol 9, No 3 (2023): Volume 9 No 3
Publisher : Program Studi Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jp.v9i3.67843

Abstract

Kelulusan mahasiswa tepat waktu merupakan salah satu tujuan dalam setiap universitas, tidak terkecuali Universitas Pendidikan Ganesha. Permasalahan ketidaklulusan mahasiswa tepat waktu tidak hanya akan menimbulkan permasalahan bagi mahasiswa tersebut, tetapi juga pada akreditasi kampus. Langkah preventif dapat dilakukan dengan mengidentifikasi mahasiswa yang berpotensi studinya mengalami masalah. Solusi ini dapat dilakukan dengan membuat model machine learning yang dapat mengklasifikasikan apakah seorang mahasiswa terindikasi bermasalah atau tidak. Pada penelitian ini, kinerja model SVM dan Backpropagation akan dibandingkan. Penelitian ini menggunakan sejumlah 4100 instances dengan features seperti indeks prestasi semester dari semester satu sampai enam, IPK, jumlah satuan kredit semester dari semester satu sampai enam, SKS komulatif, nominal UKT, penghasilan orang tua, dan asal daerah mahasiswa. Terdapat tiga buah percobaan untuk proporsi pembagian dataset dengan proporsi pembagian dataset terbaik pada 90%:10% dan nilai k=4 untuk K-Fold Cross Validation. Model SVM dengan kernel polinomial memberikan performa terbaik dengan akurasi 97%, begitu pula dengan model Backpropagation yang menggunakan fungsi aktivasi sigmoid memiliki performa terbaik pada akurasi 97%. Sehubungan dengan perbandingan hasil Confusion Matrix serta kurva AUC, model Backpropagation menujukkan performa yang sedikit lebih unggul daripada model SVM. Pada proses pembuatan model, arsitektur serta parameter-parameter pada model harus diperhatikan agar model terbaik dapat dihasilkan. 
PENGEMBANGAN PROTOTYPE FREQUENTLY ASKED QUESTION (FAQ) UNDIKSHA DENGAN PENDEKATAN USER CENTERED DESIGN Resika Arthana, I Ketut; Dantes, Gede Rasben; Dewi, Luh Joni Erawati; Setemen, Komang; Marti, Ni Wayan
Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan Vol. 18 No. 1 (2021): Edisi Januari 2021
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (764.469 KB) | DOI: 10.23887/jptk-undiksha.v18i1.32141

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Prototype Frequently  Asked Question(FAQ) di Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) dengan pendekatan User Centered Design(UCD). FAQ merupakan sistem yang memfasilitasi pengguna layanan mendapatkan jawaban terkait pertanyaan yang sering  diajukan pada penyelenggaraan layanan tertentu. Pengembangan sistem ini dibutuhkan untuk memudahkan penyedia layanan dalam menjawab pertanyaan yang sering muncul. Studi kasus pengembangan FAQ ini adalah di Undiksha, mengingat Undiksha menyelenggarakan berbagai kegiatan yang melibatkan banyak pengguna seperti mahasiswa, dosen, pegawai dan masyarakat luas. Jika setiap pertanyaan dijawab langsung oleh operator kegiatan, maka akan membutuhkan waktu, biaya dan tenaga. Secara garis besar, dalam sistem FAQ Undiksha terlibat aktor pengguna layanan dan operator kegiatan. Karakteristik pengguna sistem FAQ ini beragam dengan kemampuan pengoperasian IT yang berbeda-beda, untuk itu pada penelitian ini  menggunakan pendekatan UCD. Tahapan UCD meliputi Understand and specify the context of use, Specify the user and organizational requirements, Produce design solutions (prototypes) dan Evaluate designs with users against requirements. Hasil pengembangan prototype UCD adalah working prototype yang menggambarkan alur kerja sistem FAQ dari sisi pengguna layanan. Hasil pengujian usability dengan standar ISO 9241-11 pada iterasi pertama menunjukkan bahwa prototype FAQ Undiksha memiliki Efektifitas 87%, Efesiensi 98% dan Kepuasan pengguna dengan nilai 80.5. Meskipun nilai efektifitas tergolong tinggi, namun pada iterasi pertama, terdapat permasalahan usability pada task keempat, sehingga setelah dilakukan perbaikan tingkat efektifitas meningkat menjadi 93%.