Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

TRANSGENDER DAN REDEFINISI KHUNTSA DALAM KAJIAN MEDIS DAN FIQIH KONTEMPORER: STUDI KASUS APRILIO MANGANANG-AMAR ALFIKAR Ahmad Asrof Fitri; Sansan Ziaul Haq
Asy-Syari'ah Vol 24, No 1 (2022): Asy-Syari'ah
Publisher : Faculty of Sharia and Law, Sunan Gunung Djati Islamic State University of Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/as.v24i1.16513

Abstract

This research, which examines transgender and khuntsa in contemporary fiqh and medic, is inspired by the news on Aprilio Manganang and Amar Alfikar, who changed their gender due to medical and psychological problems. Aprilio was diagnosed with hypospadias, while Amar suffered from gender dysphoria. In classical fiqh literature, the concept of khuntsa is identified from a physical point of view only, which is generally categorized into khuntsa ghairu musykil if the person's gender can still be known and khuntsa musykil if the genitals cannot be ascertained after a medical research process. The purpose of this study is to determine the fiqh review of the transgender cases of Aprilio Manganang and Amar Alfikar. Using the library research method, this study finds that Aprilio is considered a khuntsa ghairu musykil because of hormonal and physical tendencies to men. While Amar, although born with female genital, gender dysphoria makes her feel that she is in an inappropriate body, thus causing self-harming. In the perspective of contemporary fiqh with psychological approach, the problem experienced by Amar require scholars to review the definition of khuntsa. The criteria of khuntsa musykil can be expanded by considering psychological disorders that arise from internal issues, not due to external influences.Penelitian yang mengkaji tentang transgender dan khuntsa dalam sudut pandang medis dan fikih kontemporer ini diilhami dari pemberitaan mengenai Aprilio Manganang dan Amar Alfikar, yang melakukan perubahan jenis kelamin dengan sebab masalah medis dan psikologis. Aprilio didiagnosa mengalami hipospadia berat, sementara Amar menderita gender dysphoria. Dalam literatur fikih klasik, konsep khuntsa acap kali hanya dilihat dan diidentifikasi dari segi fisik untuk ditentukan jenis kelaminnya, yang secara umum dikategorikan menjadi khuntsa ghairu musykil jika orang tersebut masih bisa diketahui kelaminnya dan khuntsa musykil bila setelah proses penelitian medis tidak dapat diketahui kepastian genitalnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tinjauan fikih terhadap kasus transgender Aprilio Manganang dan Amar Alfikar. Metode penelitian yang digunakan adalah library research dengan kajian literatur. Penelitian ini menemukan bahwa Aprilio termasuk khuntsa ghairu musykil karena kecenderungan hormonal maupun penanda fisik yang terlihat mengarah jelas kepada laki-laki. Sementara Amar, meskipun terlahir dengan alat kelamin perempuan, secara psikis gender dysphoria membuatnya merasa berada dalam tubuh yang tidak sesuai, sehingga menyebabkan self-harming. Dalam sudut pandang fiqih kontemporer dengan pendekatan psikologis, persoalan yang dialami Amar secara moral mengharuskan ulama untuk meninjau kembali definisi khuntsa. Khuntsa musykil dapat diperluas cakupannya dengan memper­timbang­­kan kelainan-kelainan psikologis yang muncul dari internal diri seseorang, bukan akibat pengaruh eksternal.
UPAYA GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENINGKATKAN SELF CONTROL MASA AKHIR SISWA SEKOLAH DASAR (STUDI KASUS PADA SISWA KELAS VI SD PUI HAURGEULIS, INDRAMAYU) Sobrina Sobrina; Ahmad Asrof Fitri
JOEL: Journal of Educational and Language Research Vol. 2 No. 6: Januari 2023
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The background of this research is the very poor condition of the nation's generation who are increasingly deviating from the philosophy of the nation. The infinite rapid technological development is one of the causes of moral decline especially when the new thing is accepted outright without being wisely filtered. Students are the seeds of the nation future generation. Parents and the community indirectly, hand over the formation of self- control of their children to the school in general and to the Islamic Education teachers in particular. Thus this research takes the title of the effort of Islamic education teachers to enhance self control of students’ final study PAI Teachers' Efforts to Improve Self-Control at the End of Elementary School Students (Case Study on Grade VI Students of SD PUI Haurgeulis, Indramayu. The focus of this research is on the role played by the Islamic Education teachers and their way in shaping students’ self-control. Based on the above explanation, this study aims to find out the efforts made by Islamic Education teachers, the results achieved, as well as the supporting factors and obstacles encountered in increasing the self-control of sixth grade students at SD PUI Haurgeulis, Indramayu. This research uses a descriptive qualitative analysis. To collect the data, the researcher conducted an observation, interview and documentation. Then, the data is analyzed using data reduction, data presentation and data verification. From the results of the study it can be concluded that 1. Efforts made by Islamic Education teachers in increasing the students’ self-control are holding religious activities such as congregational prayers, Al-Qur'an recitals, cults and other religious activities carried out by all students in routine, educators and education are programmed according to the schedule set and arranged by SD PUI Haurgeulis, secondly The results achieved in improving self-control by Islamic Education education teachers at SD PUI Haurgeulis are quite good, it is proven by the reduction in violations committed by the students And the last the supporting factors in improving self control are obtained from all the components of SD PUI and facilities provided by the school, while the inhibiting factors are that there are some students who still do not care about punishments and their environmental conditions are not/good.
Peran Guru dalam Meningkatkan Maharah Kalam Siswa di Madrasah Tsanawiyah Nurul Hikmah Haurgeulis Supriadi Supriadi; Ahmad Asrof Fitri; Moch. Hasyim Fanirin
Journal on Education Vol 5 No 3 (2023): Journal on Education: Volume 5 Nomor 3 Tahun 2023
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

MTs Nurul Hikmah Haurgeulis is determined to implement decentralization in the field of education, which is essentially based on empowering its own resources and as part of the national education system, it certainly feels obligated to always improve the quality and quantity of graduates. The purpose of this study was to find out the teacher's role in increasing the maharah kalam of MTs Nurul Hikmah Haurgeulis Indramayu students, and to find out what supporting and inhibiting factors the teacher had in an effort to increase the maharah kalam of students at the madrasah. This study uses a qualitative descriptive approach with the research subject being an Arabic teacher. In collecting data, the authors use observation and documentation techniques. In analyzing research data, the authors draw conclusions by inductive way. The results of this study indicate that the teacher's role in improving the maharah kalam of MTs Nurul Hikmah Haurgeulis Indramayu students is: a) the teacher as a teacher in the process of learning Arabic, b) the teacher as a guide helping students who have difficulty understanding Arabic learning, c) the teacher as class managers who can see the situation and condition of students so they don't feel bored in participating in learning Arabic. The conclusion is that the teacher's role as teacher, mentor, and class manager in learning Arabic requires the fulfillment of several pedagogic competencies and the potential of Arabic language.
Strategi Pengurus Yayasan Bonavida Singgeura Milir Indramayu Dalam Mengelola Zakat, Infaq Dan Shodaqoh Ahmad Asrof Fitri; Sobirin Sobirin; Budi Santoso
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i Vol 10, No 1 (2023): Article-in-Press
Publisher : Faculty of Sharia and Law UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sjsbs.v10i1.31120

Abstract

Zakat memiliki peran yang besar dalam upaya pengentasan kemiskinan. Untuk itu perlu pengelolaan dan manajemen yang baik. Salah satu lembaga non-pemerintah yang memiliki kewenangan untuk mengelola zakat adalah yayasan. Yayasan tempat peneliti melakukan penelitian bernama Yayasan Bonavida Singgeura Milir Indramayu (YBSMI). Adapun tujuan penulis melakukan penelitian di Yayasan ini adalah guna mengetahui bagaimana strategi pengurus dalam mengelola zakat, infaq dan shodaqoh (ZIS), termasuk juga apa saja yang menjadi faktor pendukung dan faktor penghambat yang dihadapi pengurus yayasan. Untuk menjawab pertanyaan tersebut, peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan diskriptif. Teknik pengumpulan data yang peneliti gunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Setelah melakukan penelitian, penulis mendapatkan hasil bahwasanya strategi yang digunakan oleh pengurus yayasan dalam mengelola ZIS yakni dengan melakukan sosialisasi dari rumah ke rumah atau dari masjid ke masjid. Selain itu juga pengurus memanfaatkan media sosial sebagai sarana untuk sosialisasi berbagai kegiatan yayasan. Adapun yang menjadi faktor pendukung adalah selain kekompakan dari segenap pengurus juga adanya dukungan dari keluarga pengurus seperti istri bahkan anak-anaknya ditambah lagi adanya dukungan dari warga serta instansi pemerintah yang terdekat. Sedangkan faktor penghambat diantaranya adalah masih kurangnya kesadaran masyarakat untuk menyisihkan sebagian hartanya buat anak yatim.Kata kunci: Strategi, Pengurus Yayasan, Mengelola Zakat AbstractZakat has a big role in poverty alleviation efforts. For that we need good management and management. One of the non-governmental institutions that have the authority to manage zakat is the foundation. The foundation where the researcher conducted the research is called the Bonavida Singgeura Milir Indramayu Foundation (YBSMI). The author's goal of conducting research at this foundation is to find out the management's strategy in managing zakat, infaq and shodaqoh (ZIS), including what are the supporting factors and inhibiting factors faced by the foundation's management. To answer these questions, researchers used qualitative research methods with a descriptive approach. Data collection techniques that researchers use are interviews, observation and documentation. After conducting research, the authors found that the strategy used by the foundation's management in managing ZIS was by conducting outreach from house to house or from mosque to mosque. In addition, the management also utilizes social media as a means of socializing various foundation activities. As for the supporting factors, in addition to the cohesiveness of all the management, there is also support from the management's family such as his wife and even his children, plus the support from the residents and the closest government agencies. While the inhibiting factors include the lack of public awareness to set aside part of their wealth for orphans.Keywords: Strategy, Foundation Manager, Managing Zakat
Implementasi Baca Tulis Al-Qur’an Secara Daring Pada Siswa Kelas III Sekolah Dasar Islam Terpadu Almaka Jakarta Mufni Amalia; Abdur Rahim; Ahmad Asrof Fitri
Journal on Education Vol 5 No 3 (2023): Journal on Education: Volume 5 Nomor 3 Tahun 2023
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The implemetation of this online Qur’an Literacy is motivated by researcher’s interest in teaching and learning activities to read and write the Qur’an which is carried out as learning material in Primary School or Madrasah Ibtidaiyah. The implemetation of this Online Qur’an Literacy with Tilawati method is a learning which is conducted during Covid- 19 pandemic entering the New Normal. Learning activities are made into a blended learning of classroom learning and online learning. This study aim to describe the implementation of online Qur’an literacy learning along with its supporting and inhibiting factors. In this activity, researcher uses a type of field research that is descriptive qualitative by taking the location at Integrated Islamic Primary School, Almaka Jakarta. Data Collection is carried out by observation, interview and documentation techniques. The results of research on the implementation of online Qur’an literacy of the 3rd grade students of Integrated Islamic Primary school Almaka Jakarta shows that Qur’an Literacy using Tilawati method through clasical and individual approach with a reading and listening technique. There are supporting and inhibiting factors in the implementation of the online reading and writing Qur’an. The supporting factor is there are the training every week to increase the teacher’s skills in teaching the Qur’an to his students. One of the inhibiting factors is the effectiveness of time that occurs when learning online. It can be known that the implementation of Qur’an literacy which is carried out during online learning finds different opinions on face to face learning activities in the classroom. In addition, students also understand the purpose of implementing learning to read and write the Qur’an
Analisis Isi Pesan Dakwah di dalam Film “Bulan Terbelah di Langit Amerika” Istiqomah Nur Hasanah; Ahmad Asrof Fitri
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.008 KB)

Abstract

Pada zaman globalisasi saat ini, teknologi informasi di suatu media dapat membawa perkembangan serta pengaruh pada masyarakat luas; diantaranya adalah penyampain mengenai suatu pesan serta pemahaman mengenai suatu isi pesan dakwah. Salah satu sarana teknologi media komunikasi massa yang saat ini digunakan untuk menyampaiakan suatu pesan yang bisa melaui berupa adegan, gambar, dan suara adalah media dalam sebuah film. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) Isi pesan dakwah yang terkandung dalam Film Bulan Terbelah di Langit Amerika, Dan (2) Pesan dakwah yang paling dominan dalam Film Bulan Terbelah di Langit Amerika dengan menggunakan penelitian analisis isi deskriptif kuantitatif yang mengutamakan ketentuan dalam mengidentifikasi Suatu isi pesan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis isi (content Analisis) dengan penelitian kuantitatif deskriptif yaitu mengutamakan ketetapan dalam mengidentifikasi isi pesan, seperti perhitungan dan penyebutan yang berulang dari kata-kata tertentu, tema atau penyajian suatu informasi yang terdapat pada isi pesan yang terdapat pada Film Bulan Terbelah di Langit Amerika dengan menggunakan teori dari Hostil. Berdasarkan hasil analisis pesan-pesan dakwah pada Film Bulan Terbelah di Langit Amerika yang dilakukan oleh ketiga juri maka hasil penelitian ini menunjukan bahwa dari ketiga kategori tersebut terdapan pesan yang dominan menurut ketiga juri pada film Bulan Terbelah di Langit Amerika Dimana ketiga kategori tersebut melakukan penilaian yang di lakukan dari ketiga orang juri mengenai jumlah yang mendominasi pada penelitian ini adalah pesan akhlah dengan jumlah frekuensi 80 dari presentasi 52,3%. Dari hasil Selanjutnya untuk Pesan Syariah mempunyai jumlah frekuensi 40 dari hasil presentasi 26.1%. serta jumlah frekuensi pada pesan aqidah dengan jumlah 33 dengan hasil yang presentasi 21,6%.
Strategi Komunikasi Ustadz Hanan Attaki dalam Berdakwah di Channel Youtube dengan Tema “Muslim Gaul, Emang Ada?” Aulia Nur Kamillah; Ahmad Asrof Fitri; Muhammad Nur Kholis AR
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.967 KB)

Abstract

Penelitian ini membahas tentang strategi ustadz Hanan Attaki dalam dakwah nya di channel youtube. Ustadz Hanan Attaki sendiri merupakan salah satu ustadz yang memanfaatkan perkembangan teknologi untuk mendongkrak popularitasnya dengan cara berdakwah di media youtube. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui strategi ustadz Hanan Attaki dalam berceramah di channel youtube nya dan faktor-faktor apa saja yang menjadi penghambat dan pendukung dalam strategi komunikasi yang dilakukan ustadz Hanan Attaki. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yaitu proses penelitian dan pembahasan yang berdasarkan pada metodologi yang menyelidiki suatu fenomena dan masalah manusia. Pada pendekatan ini peneliti mendekatkan sifat realitas yang terbangun secara sosial terhadap subjek yang akan diteliti. Adapun jenis metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Karena penelitian ini mendeskriptifkan suatu gejala, peristiwa, kejadian yang terjadi pada saat sekarang. Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan mengenai strategi yang digunkan Ustadz Hanan Attaki di media youtube, strategi yang digunakan ustadz Hanan Attaki yaitu menggunakan strategi frescare namanya, yaitu Strategi yang diibaratkan produk baru untuk menarik anak muda. Seperti ini lah yang dilakukan ustadz Hanan Attaki dalam menyampaikan dakwahnya kepada anak muda dengan basicnya yang sama aja yaitu Al-Qur’an dan Sunnah, tapi caranya yang berbeda yaitu dengan cara merubah penampilan UHA, narasi yang di pakai hal-hal yang kekinian, lebih memakai bahasa yang kalau dibilang pakai bahasa kaumnya. Dan faktor yang menjadi pendukung ustadz Hanan Attaki yaitu memudahkan Ustadz Hanan dalam menyampaikan dakwahnya dan menambahkan wawasan Islam dan ilmu pengetahuan lainnya untuk warga Net atau viwernya ustadz Hanan Attaki yang tidak sempat untuk mengikuti kajian yang disampaikan beliau karena kesibukan masing-masing. Sedangkan faktor penghambat nya Ada saja beberapa postingan ustadz Hanan yang play pun sering banyak yang tiba-tiba hilang bahkan diblokir dan lain-lain. Dan adanya netizen yang mungkin belum paham atas dasar strategi yang digunakan ustad Hanan.
Pelaksanaan Bisnis Waralaba Produk Dan Merek Dagang Menurut Perspektif Hukum Islam (Studi Kasus Di Outlet Donat Bakar Cabang Haurgeulis) Irma Rachmayani; Irvan Iswandi; Ahmad Asrof Fitri
Jurnal Hukum dan HAM Wara Sains Vol 1 No 02 (2022): Jurnal Hukum dan HAM Wara Sains
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.959 KB)

Abstract

Perdagangan saat ini lebih banyak didominasi oleh perdagangan produk dan jasa. Model perdagangan yang menjadi minat banyak orang saat ini adalah waralaba. Konsep waralaba mengandalkan kemampuan mitra usaha dalam mengembangkan dan menjalankan kegiatan usaha waralaba. Ada dua jenis waralaba, yaitu format bisnis dan waralaba produk dan merek dagang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi bisnis waralaba produk dan merek dagang Donat Bakar/DOKAR ditinjau dari hukum Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi bisnis waralaba produk dan merek dagang Donat Bakar/DOKAR ditinjau dari perspektif hukum Islam dengan menggunakan metode kualitatif-deskriptif dimana penulis melakukan observasi dan menganalisis langsung data yang diperoleh di lapangan baik secara tertulis. bentuk atau bentuk lisan. Hasil penelitian diketahui bahwa sistem waralaba DOKAR cabang Haurgeulis merupakan jenis waralaba produk dan merek dagang yang menggunakan konsep waralaba lepas. Dalam aspek akad, waralaba ini tidak termasuk koperasi menurut Islam karena modalnya hanya dilakukan oleh perseorangan atau perseorangan dan tidak ada bagian untung rugi. Analisis yang lebih tepat adalah waralaba Donat Bakar menggunakan akad Al-bai’ dalam hal penjualan merek tersebut. Dalam aspek manajemen, sistem produksi, distribusi, dan manajemen telah ditata sesuai dengan prinsip kejujuran dan keadilan menurut Islam dan selain itu franchise ini memiliki program rutin saling berbagi dengan tujuan agar Pelaksanaan waralaba ini sejalan dengan syariat Islam karena tidak hanya memikirkan keuntungan tetapi juga keuntungan bagi orang lain. Sehingga setelah melakukan penelitian ini, peneliti memperoleh kesimpulan bahwa dalam pelaksanaan bisnis, bisnis franchise produk dan merek dagang di Cabang Donat Bakar Haurgeulis secara keseluruhan sudah sesuai dengan syariat Islam.
Tinjauan TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP PROMOSI PENJUALAN MELALUI GAME GOYANG SHOPEE (Studi Kasus Pada E-commerce Shopee) Insan Al Awal; Irvan Iswandi; Ahmad Asrof Fitri
Jurnal Hukum dan HAM Wara Sains Vol 2 No 01 (2023): Jurnal Hukum dan HAM Wara Sains
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (514.225 KB) | DOI: 10.58812/jhhws.v2i01.153

Abstract

Belakangan ini e-commerce yang paling banyak ditemukan oleh generasi millennial khususnya wanita adalah e-commerce Shopee. Penggunaan Game Online sebagai media promosi masih jarang digunakan terutama pada platform e-commerce dan marketplace lainnya. Penggunaan game online dalam platform jual beli online merupakan salah satu bentuk strategi promosi yang dilakukan oleh perusahaan Shopee untuk menarik minat konsumen agar lebih mengenalnya, dan tentunya mereka sangat antusias dalam berbelanja karena banyak bentuk potongan harga setelahnya. memainkan game online ini. Peneliti melakukan penelitian ini dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana promosi yang dilakukan oleh pelayanan agar tidak menimbulkan kekecewaan konsumen terhadap pelayanan yang diberikan. bermain game online mengguncang Shopee untuk mendapatkan diskon dan bagaimana hukum Islam meninjau promosi menggunakan game online mengguncang Shopee pada e-commerce Shopee untuk mencapai tujuan tersebut peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian ini dianalisis secara deskriptif dengan menggunakan metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem promosi dengan permainan online sebagai bentuk potongan harga yang banyak diminati diantaranya adalah permainan goyang Shopee, permainan yang selalu ada setiap hari dan tidak tergantung pada event tertentu, praktek promosi dengan cara bermain Game online goyang Shopee diperbolehkan jika memenuhi rukun, syarat, prinsip muamalah dan etika dalam bermain. Misalnya dalam suatu permainan penyampaian pesan tentang suatu produk yang dipromosikan harus sesuai dengan ketentuan dan sesuai dengan syarat dan ketentuan yang berlaku, tidak melebih-lebihkan suatu.
Analisis Konten "E-book Praktis !! Belajar Bahasa Arab dari Nol" Untuk Pembelajaran Bahasa Arab Andry Fajar; Ahmad Dardiri; Ahmad Asrof Fitri
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i2.13203

Abstract

Sumber belajar bahasa Arab bisa dari manapun bukan hanya dari buku yang dicetak di kertas tetapi sekarang bisa di kemas secara simple dan dengan mudah bisa di bawa kemanapun dalam bentuk e-book. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian literatur (library research), dengan tujuan untuk mengetahui apakah penulisan e-book : “Praktis!! Belajar Bahasa Arab dari Nol” telah sesuai dengan landasan keilmuan penulisan buku teks, dengan metode analisis isi (content analysis). Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara dokumentasi dan wawancara. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa penulisan e-book tersebut belum sesuai dengan landasan keilmuan penulisan buku teks, hal tersebut karena masih ada kekurangan dalam aspek pemaparan referensi dan belum merujuk pada standar kompetensi dan kompetensi dasar dalam kurikulum pemerintah. Kelebihan e-book ini memiliki tampilan yang menarik, materi yang lengkap yang disertai penjelasan melaui rekaman suara. Pengaplikasiannya mudah dan praktis dan materi yang disampaikan melalui rekaman suara sangat jelas dan lugas. Adapun dari segi kekurangannya e-book ini belum menyertakan referensi kepustakaan, tidak memiliki instruksi belajar yang mengarahkan siswa ketika menggunakan materi pendidikan sehingga mereka dapat menggunakannya secara maksimal