Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Analisis Faktor-Faktor Risiko Pasien Katarak Di RSUD DR. R Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro Halayuda, Moch. Farrel Naufal; Martiningsih, Wahju Ratna; Diatri, Devita
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 10 (2025): Volume 12 Nomor 10
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i10.20115

Abstract

Katarak merupakan kondisi lensa mengalami kekeruhan terjadi akibat hidrasi cairan lensa, hilangnya protein lensa, atau kombinasi keduanya. Hal ini mengakibatkan penurunan produktifitas manusia yang berkualitas rendah, dan biaya perawatan yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan faktor risiko pasien terhadap kejadian katarak di RSUD dr. R Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro. Penelitian dilakukan dengan desain analitik obsevasional dengan case-control. Sampel penelitian adalah pasien katarak yang berkunjung di poli mata mata di RSUD DR. R Sosodoro Djatikoesoemo kota Bojonegoro. Hasil penelitan didapatkan dari 80 responden diantaranya 40 responden katarak dan 40 tidak katarak. Hasil perhitungan statistik memperlihatkan bahwa ada hubungan bermakna antara terjadinya katarak dengan faktor usia (p = 0,042), jenis kelamin (p = 036), riwayat glukoma (p = 0,043), diabetes mellitus (p = 0,013), pekerjaan (p = 0,012) sedangkan faktor merokok (p = 0,793), penggunaan Kortikosteroid (p = 0,745), dan trauma mata (p = 0,314) menunjukkan hubungan yang tidak bermakna. Pada variabel faktor risiko usia, jenis kelamin, riwayat glaukoma, diabetes mellitus, dan pekerjaan didapatakan hasil memiliki hubungan signifikan dengan katarak sedangkan faktor risiko merokok penggunaan kortikosteroid, dam trauma mata menunjukkan hubungan yang tidak signifikan.
HUBUNGAN ANTARA RIWAYAT DIABETES MELITUS DENGAN KEJADIAN KATARAK DI RS PANTI RAHAYU “YAKKUM” PURWODADI Maswa, Ulfi Khasana; Martiningsih, Wahju Ratna; Novitasari, Andra
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7 No 2 (2024): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyak faktor risiko yang dapat memengaruhi terjadinya katarak, yaitu proses penuaan, akibat bahan toksik khusus dan penyakit sistemik seperti diabetes melitus (DM). Penelitian tahun 2012 di RS Soedarso Pontianak, menunjukkan bahwa sebanyak 54% pasien katarak memiliki riwayat DM. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara riwayat diabetes melitus dengan kejadian katarak pada pasien di Rumah Sakit (RS) Panti Rahayu “Yakkum” Purwodadi. Penelitian observasional analitik dengan pendekatan case control. Kelompok kasus adalah pasien katarak (Katarak DM dan katarak tanpa DM) dan kelompok kontrol adalah pasien miopia (Miopia DM dan miopia tanpa DM), pemilihan sampel dengan teknik consecutive sampling sesuai kriteria inklusi yaitu responden yang berobat pada periode tahun 2020, menggunakan rekam medik yang berisi informasi usia, jenis kelamin, dan ada tidaknya riwayat DM pada pasien katarak tersebut di RS Panti Rahayu “Yakkum” Purwodadi. Penelitian ini dilakukan pada Desember 2021. Uji statistik menggunakan Chi-Square untuk analisis bivariat. Jumlah responden yang memenuhi kriteria inklusi sejumlah 72 orang masing-masing kelompok. Didapatkan jumlah pasien katarak lebih banyak berusia ≥50 tahun (88,9%), dan berjenis kelamin perempuan (62,5%), dan kelompok kasus yang memiliki riwayat DM 83,3% (60 orang) dan kelompok kontrol yang memiliki riwayat DM hanya 6,9% (5 orang). Hasil analisis diketahui p=0,000 dan OR=67,000 terdapat hubungan yang signifikan antara riwayat DM dengan kejadian katarak. Riwayat DM memiliki hubungan paling kuat dengan kejadian katarak Kata kunci : katarak, miopia, riwayat diabetes melitus DOI : 10.35990/mk.v7n2.p188-197
Hubungan Lama Melihat Dekat Dengan Kejadian Miopia Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Semarang Widayat, Selyvira Ayarani; Martiningsih, Wahju Ratna; Novitasari, Andra
ANATOMICA MEDICAL JOURNAL | AMJ Vol 9, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/amj.v9i1.26210

Abstract

Penyakit yang dikenal sebagai miopia terjadi apabila ada sinar yang berlebihan memasuki mata, memfokuskan gambar di depan retina. Melihat dengan waktu lama pada jarak dekat merupakan faktor yang secara signifikan mempengaruhi timbulnya miopia. Selain itu, timbulnya miopia juga dipengaruhi oleh tingkat pendidikan seseorang. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengidentifikasi  hubungan melihat pada jarak yang dekat dan waktu yang lama dengan derajat miopia pada mahasiswa kedokteran angkatan 2020 Universitas Muhammadiyah Semarang. Metode: Jenis penelitian menggunakan pendekatan observasional dan teknik simple random sampling. Instrumen penelitian pada studi ini adalah kuisioner. Hasil: Uji chisquare menunjukkan nilai lama membaca buku dan gadget dengan derajat miopia (p=0,002), jarak menggunakan gadget dengan derajat miopia (p=0,013), jarak membaca buku dengan derajat miopia (p=0,006),  jumlah watt lampu dengan derajat miopia (p=0,002). Kesimpulan: Durasi penggunaan buku dan gadget ≥2 jam, jarak melihat 30 cm, serta pencahayaan ruangan yang redup berasosiasi signifikan dengan peningkatan derajat miopia. Temuan ini menegaskan bahwa faktor perilaku visual dan lingkungan belajar berperan penting dalam kejadian miopia pada mahasiswa kedokteran, sehingga diperlukan edukasi dan penerapan kebiasaan melihat yang sehat sebagai upaya pencegahan progresivitas miopia.Kata kunci: miopia, lama melihat dekat, jarak melihat