Claim Missing Document
Check
Articles

Perbandingan Performa dan Skalabilitas Arsitektur Multi-Tenant Database pada Sistem Backend Point of Sale Ahmad Nur Sajidan; I Made Suartana
Journal of Informatics and Computer Science (JINACS) Vol. 7 No. 04 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak— Sistem Point of Sale (POS) berbasis Software as a Service (SaaS) menghadapi tantangan penting dalam memilih arsitektur basis data multi-tenant yang tepat, yaitu antara pendekatan single-database (shared-schema) dan multi-database per tenant, karena masing-masing membawa konsekuensi berbeda terhadap performa, skalabilitas, dan efisiensi sumber daya. Perbandingan kedua arsitektur dilakukan melalui pengujian eksperimental menggunakan API berbasis Golang, basis data PostgreSQL, dan workload generator Locust dengan mengadaptasi pola benchmark TPC-C. Skala pengujian divariasikan dari skala kecil (5 tenant, 50 user) hingga ekstrem (150 tenant, 1.500 user). Hasil pengujian menunjukkan kedua arsitektur memberikan performa setara dan stabil, dengan throughput mencapai 170 RPS, waktu respons di bawah 12 milidetik, dan error rate 0% pada beban puncak, serta mampu berskala secara hampir linear terhadap peningkatan beban. Perbedaan signifikan justru terlihat pada efisiensi server basis data: arsitektur single-database terbukti 2,65 kali lebih hemat memori, stabil pada penggunaan sekitar 950 MB RAM, dan mampu mempertahankan cache hit ratio 98,88%. Sebaliknya, arsitektur multi-database mengalami lonjakan konsumsi RAM hingga 210,9% (mencapai 2.518 MB) akibat beban pemeliharaan ratusan connection pool independen, disertai peningkatan aktivitas disk write 16%-40%. Temuan ini menunjukkan bahwa arsitektur single-database lebih sesuai untuk platform POS berskala startup atau UMKM karena efisiensi biaya infrastruktur, dengan syarat penerapan validasi kode yang ketat, sedangkan arsitektur multi-database lebih cocok bagi bisnis berskala korporasi (enterprise) yang membutuhkan isolasi privasi absolut meskipun harus mengalokasikan kapasitas infrastruktur yang lebih besar. Kata Kunci— Point of Sale (POS), SaaS, Multi-tenant, Arsitektur Basis Data, Performa, Skalabilitas.
Sistem Validasi Integritas Dokumen Digital Menggunakan Merkle Tree Hashing Kartika Dwi Prayoga; I Made Suartana
Journal of Informatics and Computer Science (JINACS) Vol. 7 No. 04 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak— Peralihan pengelolaan dokumen fisik menuju dokumen digital menuntut adanya mekanisme yang dapat menjamin keaslian serta keutuhan berkas secara teknis, mengingat banyak sistem yang masih hanya mengandalkan penyimpanan berkas dan pengaturan hak akses tanpa metode kriptografis yang mampu mendeteksi perubahan isi secara presisi. Penelitian ini bertujuan merancang dan membangun platform berbasis web untuk penerbitan serta validasi dokumen digital dengan menerapkan struktur Merkle Tree yang dipadukan fungsi hash SHA-256, sehingga sekumpulan dokumen dapat diringkas menjadi satu nilai Merkle root dan diverifikasi melalui mekanisme Merkle proof. Pendekatan yang digunakan bersifat eksperimental dengan tahapan rekayasa perangkat lunak, mencakup perancangan arsitektur sistem berbasis framework Laravel, pembentukan struktur pohon hash secara batch, serta pengujian performa pada variasi jumlah dokumen. Hasil uji menunjukkan bahwa algoritma SHA-256 terbukti unggul dibandingkan MD5 dalam mencegah collision, tetap konsisten menghasilkan Merkle root yang sama pada kondisi jumlah dokumen genap maupun ganjil, serta mampu mendeteksi manipulasi sekecil satu karakter dengan avalanche effect mendekati 50%. Mekanisme Merkle proof mencatatkan tingkat akurasi verifikasi sebesar 100%, dengan waktu pembentukan pohon yang meningkat seiring jumlah dokumen namun waktu verifikasi yang tetap stabil karena kedalaman pohon hanya bertumbuh secara logaritmik. Dapat disimpulkan bahwa sistem yang dikembangkan efektif menjaga integritas dokumen digital secara efisien meski volume dokumen terus bertambah. Kata Kunci— Integritas Dokumen, Merkle Tree, SHA-256, Merkle proof, Validasi Digital
Pengembangan Sistem Manajemen Gudang Berbasis Web Dengan Event-Driven Architecture Candra Bagus Ainur Rochman; I Made Suartana
Journal of Informatics and Computer Science (JINACS) Vol. 7 No. 04 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak— Sistem manajemen gudang berbasis web rentan mengalami degradasi kinerja saat menangani lonjakan transaksi secara bersamaan, terutama ketika arsitektur yang digunakan memproses seluruh alur bisnis secara sinkron dalam satu jalur permintaan. Penelitian ini bertujuan mengimplementasikan Event-Driven Architecture (EDA) sebagai penyesuaian arsitektur pada sistem WMS berbasis web dan mengevaluasi pengaruhnya terhadap latensi serta throughput dibandingkan arsitektur modular monolith. Penelitian menggunakan desain eksperimen kuantitatif before after pada sistem WMS yang dibangun dengan stack Laravel React MySQL dan dijalankan di lingkungan Docker Kubernetes. Penerapan EDA dilakukan dengan memindahkan proses pendukung (pencatatan log, notifikasi, dan pembaruan dashboard) ke pemrosesan asinkron menggunakan Laravel Queue dengan Redis sebagai message broker. Pengujian dilakukan pada tiga use case, yaitu Inbound/Receiving, Stock Adjustment, dan Outbound Confirmation, dengan beban bertahap 50, 100, dan 200 request per second menggunakan k6, serta pemantauan sumber daya melalui Hasil pengujian menunjukkan EDA unggul signifikan pada Inbound dan Outbound. Pada beban normal Outbound, latensi end-to-end turun dari 18,84 detik menjadi 204 milidetik dan throughput meningkat 55,09%. Pada stress test UC-03, throughput meningkat 645,95% dengan success rate 100%, sementara modular monolith mengalami kegagalan fungsional hingga 81% akibat database lock contention. Sebaliknya, EDA menunjukkan keterbatasan pada adjustment karena overhead antrian dan validasi duplikasi data memperparah kontesi basis data yang menggunakan pessimistic locking. Disimpulkan bahwa penerapan EDA secara inkremental efektif meningkatkan kinerja dan skalabilitas WMS, khususnya pada operasi dengan alur bisnis kompleks. Disarankan penerapan eventual consistency secara penuh dan penggantian pessimistic locking dengan optimistic locking untuk mengoptimalkan performa pada seluruh skenario.   Kata Kunci— Warehouse Management System, Event-Driven Architecture, Modular Monolith, Latensi, Throughput, Skalabilitas.
Pengembangan Aplikasi Web Layanan Kesehatan Fisioterapi Dengan Penerapan Sistem Autentikasi Json Web Token (JWT) Untuk Manajemen Role-Based Access Control (RBAC) Adi Indra Pratama; I Made Suartana
Journal of Informatics and Computer Science (JINACS) Article In Press
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak— Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan aplikasi web layanan fisioterapi yang aman dan efisien dengan menerapkan autentikasi berbasis JSON Web Token (JWT) serta manajemen hak akses berbasis peran (Role-Based Access Control/RBAC). Latar belakang penelitian ini adalah kebutuhan pengelolaan data pasien yang sensitif dan pentingnya kontrol akses yang terstruktur untuk menjaga kerahasiaan dan integritas informasi medis. Sistem dikembangkan menggunakan Laravel sebagai backend, Vite/React sebagai frontend, serta MySQL sebagai basis data, dan diuji melalui unit testing, API testing, dan end-to-end testing menggunakan Mock Service Worker. JWT memungkinkan pengelolaan sesi secara stateless, sementara RBAC mengatur hak akses sesuai peran pengguna (admin, terapis, pasien). Hasil implementasi menunjukkan aplikasi mampu menyediakan autentikasi yang aman, pengelolaan hak akses yang tepat, serta interaksi real-time antara pengguna. Evaluasi menggunakan metrik keamanan dan fungsionalitas mengindikasikan bahwa kombinasi JWT dan RBAC efektif meningkatkan keamanan data serta efisiensi operasional aplikasi. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi pada pengembangan layanan kesehatan digital yang aman, terkontrol, dan sesuai standar perlindungan data. Kata Kunci— : Fisioterapi, JSON Web Token, RBAC, Laravel, Vite/React, Keamanan Data, Aplikasi Web.
Rancang Bangun Aplikasi Monitoring Peminjaman Aset pada Diskominfo Kabupaten Magetan Hayu Nimalasari; I Made Suartana
Journal of Informatics and Computer Science (JINACS) Article In Press
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak— Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Magetan mengelola aset TIK untuk mendukung e-Government, namun prosedur peminjaman antarunit kerja/OPD masih konvensional. Kondisi ini menyebabkan birokrasi persetujuan yang lambat 2–3 hari, tumpang tindih jadwal, dan tidak adanya kontrol dinamis untuk mendeteksi keterlambatan pengembalian Barang Milik Daerah (BMD). Penelitian ini merancang aplikasi monitoring peminjaman aset berbasis web dengan fitur deteksi keterlambatan secara dinamis menggunakan metode Rapid Application Development (RAD). Sistem dikembangkan dengan Laravel 10, PHP 8.1+, dan MySQL 8.0, serta disimulasikan pada intranet lokal sesuai kebijakan keamanan data pemerintah. Kebaruan terletak pada mekanisme otomasi perubahan status 'Terlambat' berbasis kueri dinamis di layer aplikasi yang dievaluasi setiap modul diakses, bukan scheduler atau database trigger. Pendekatan ini dilengkapi dengan audit trail tb_otomasi_keterlambatan untuk menjamin akuntabilitas BMD sesuai Perda Kabupaten Magetan No. 1 Tahun 2021. Pengujian menggunakan Requirements Traceability Matrix (RTM) dan Blackbox Testing 19 skenario menunjukkan tingkat keberhasilan fungsional 100%. Sistem mampu mengubah proses manual menjadi real-time, memvalidasi stok otomatis, dan mencatat keterlambatan tanpa intervensi admin. Disimpulkan bahwa aplikasi layak diadopsi untuk digitalisasi tata kelola aset pemerintah daerah karena telah memenuhi kebutuhan fungsional, teknis, dan operasional.   Kata Kunci— Monitoring Peminjaman Aset, Kueri Dinamis, Rapid Application Development, Laravel, Blackbox Testing.
Rancang Bangun Aplikasi KGB PNS Berbasis Web pada Diskominfo Kabupaten Magetan Felya Tri Kusumawati; I Made Suartana
Journal of Informatics and Computer Science (JINACS) Article In Press
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak— Pengelolaan administrasi Kenaikan Gaji Berkala (KGB) Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Magetan masih dilakukan secara manual, sehingga rawan terjadi keterlambatan pemantauan jadwal jatuh tempo yang berdampak pada tertundanya hak finansial pegawai. Pembaruan struktur gaji pokok melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 5 Tahun 2024 turut memperbesar risiko kesalahan hitung apabila dilakukan secara manual. Penelitian ini bertujuan merancang, membangun, dan menguji Aplikasi Monitoring KGB berbasis web sebagai solusi otomasi tata kelola administrasi kepegawaian. Sistem dikembangkan menggunakan metodologi Waterfall dengan framework Laravel dan basis data MySQL, ditujukan bagi pengguna tunggal (single-user) yaitu Admin Kepegawaian. Aplikasi mengintegrasikan empat fitur utama: sinkronisasi data massal melalui import berkas Excel dari SIMPEG Magetan, kalkulator otomatis masa kerja dan nominal gaji berdasarkan PP No. 5 Tahun 2024, pembuatan draf dokumen Surat Keputusan (SK) dalam format PDF, serta early warning system berbasis Telegram Bot API untuk notifikasi jatuh tempo secara real-time. Pengujian fungsional dilakukan dengan metode Black-Box Testing dan dilengkapi User Acceptance Testing (UAT) menggunakan skala Likert kepada dua responden inti. Hasil pengujian Black-Box menunjukkan tingkat keberhasilan 100% pada seluruh modul utama, sedangkan hasil UAT menunjukkan tingkat kelayakan rata-rata 94% dengan kategori Sangat Layak. Dengan demikian, aplikasi ini terbukti layak diimplementasikan untuk meningkatkan efisiensi, akurasi, dan ketepatan waktu pengelolaan administrasi KGB di lingkungan Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Magetan.   Kata Kunci— Kata Kunci: Kenaikan Gaji Berkala, Metodologi Waterfall, White-Box Testing, Laravel, Telegram Bot API.
Penerapan Arsitektur MVVM pada Pengembangan Aplikasi Android AI.YAM untuk Deteksi Ayam Mati Oktariyan Nur Saputra; I Made Suartana
Journal of Informatics and Computer Science (JINACS) Article In Press
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak—Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tantangan peternak dalam mencegah penyebaran penyakit akibat keterlambatan identifikasi kematian ayam. Kehadiran teknologi kecerdasan buatan Artificial Intelligence(AI) pada aplikasi Android berpotensi meningkatkan produktivitas peternak melalui pemantauan data secara langsung (real-time). Penelitian ini bertujuan mengembangkan aplikasi Android bernama AI.YAM yang terintegrasi dengan model AI yang terhubung layanan cloud untuk mendeteksi ayam mati, serta menguji fungsionalitas dan performanya. Aplikasi ini dikembangkan menggunakan arsitektur Model-View-ViewModel(MVVM) untuk memisahkan logika bisnis dan antarmuka pengguna demi kemudahan perawatan. Pengujian fungsionalitas dilakukan menggunakan pendekatan black-box testing. Sementara itu, pengujian performa memanfaatkan Android Studio Profiler untuk mengukur penggunaan CPU dan memori, serta Logcat untuk mengukur waktu respons klasifikasi gambar. Hasil penelitian menunjukkan penerapan arsitektur MVVM berhasil menghubungkan AI.YAM dengan layanan cloud untuk sinkronisasi penyimpanan data sesuai dengan rencana pengujian fungsionalitas. Pada pengujian performa di Android versi 16, Logcat mencatat total waktu respons 2260 ms (4 ms unggah data dan 2256 ms inferensi). Pengujian Profiler menunjukkan penggunaan CPU sebesar 1% dan konsumsi memori 285,6 MB. Kesimpulannya, arsitektur MVVM berhasil membuat aplikasi AI.YAM berjalan dengan stabil dan ringan.   Kata Kunci—AI.YAM, Model-View-ViewModel(MVVM), Android, Artificial Intelligence(AI), Google Cloud Platform, Logcat, Profiler.
Integrasi Clean Architecture Dan Microservices Dalam Pengembangan Sistem Inventaris Laboratorium Vincent Louis Fernando Fernando; I Made Suartana
Journal of Informatics and Computer Science (JINACS) Article In Press(1)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak— Pengelolaan inventaris laboratorium memiliki peran penting dalam menunjang kelancaran operasional serta memastikan pemantauan aset dapat dilakukan secara berkesinambungan. Meskipun demikian, sebagian besar sistem inventaris laboratorium masih dibangun menggunakan arsitektur monolitik yang cenderung memiliki keterbatasan dari sisi modularitas, skalabilitas, dan kemudahan pemeliharaan. Penelitian ini bertujuan mengembangkan sistem inventaris laboratorium berbasis web dengan mengombinasikan pendekatan Microservices dan Clean Architecture untuk menghasilkan sistem yang lebih fleksibel, modular, dan mudah dikembangkan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian terapan dengan pendekatan deskriptif eksploratif. Tahapan yang dilakukan meliputi analisis kebutuhan, perancangan sistem, implementasi, hingga evaluasi. Sistem dikembangkan menggunakan bahasa pemrograman Go (Golang) dengan framework Gin, PostgreSQL sebagai sistem manajemen basis data, serta Docker untuk mendukung proses deployment. Penerapan arsitektur Microservices dilakukan dengan memecah sistem menjadi beberapa layanan yang berdiri sendiri, sedangkan Clean Architecture diterapkan untuk mengatur struktur internal setiap layanan melalui pemisahan layer presentation, application, repository, dan database. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Microservices dan Clean Architecture mampu menghasilkan sistem inventaris laboratorium dengan pembagian tanggung jawab yang lebih terstruktur, mendukung pengembangan fitur secara independen, serta meningkatkan maintainability dan readability kode. Evaluasi sistem dilakukan melalui pengujian unit, pengujian integrasi, pengujian fungsional, serta analisis kualitas kode menggunakan SonarQube. Berdasarkan hasil evaluasi, sistem yang dikembangkan telah memenuhi kebutuhan fungsional pengguna dan memberikan fleksibilitas yang lebih baik untuk pengembangan jangka panjang yang skalabel.   Kata Kunci— Sistem Inventaris Laboratorium, Microservices, Clean Architecture, Golang, Maintainability, Skalabilitas.
Evaluasi Penggunaan Aplikasi Sistem Informasi Wartawan Dan Media Magetan (Siwama) Menggunakan Post-Study System Usability Questionnaire (PSSUQ) Siti Maimunah; I Made Suartana
Journal of Informatics and Computer Science (JINACS) Article In Press(1)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak — Perkembangan teknologi informasi mendorong instansi pemerintah untuk mengembangkan sistem informasi yang mampu meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelayanan publik. Salah satu implementasinya adalah Sistem Informasi Wartawan dan Media Magetan (SIWAMA) yang dikembangkan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Magetan sebagai media pengelolaan data wartawan dan media. Meskipun telah digunakan dalam mendukung proses administrasi, evaluasi terhadap tingkat usability aplikasi perlu dilakukan untuk mengetahui sejauh mana sistem mampu memenuhi kebutuhan pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat usability aplikasi SIWAMA menggunakan metode Post-Study System Usability Questionnaire (PSSUQ). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei yang didukung data kualitatif melalui wawancara. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner PSSUQ yang terdiri atas 16 butir pernyataan dan diberikan kepada 30 responden yang merupakan pengguna aplikasi SIWAMA. Data dianalisis dengan menghitung nilai rata-rata setiap item, setiap dimensi PSSUQ yang meliputi System Quality, Information Quality, dan Interface Quality, serta nilai keseluruhan (Overall Score). Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi SIWAMA memiliki tingkat usability yang baik. Nilai rata-rata Overall Score sebesar 6,14, dengan nilai System Quality sebesar 6,19, Information Quality sebesar 6,28, dan Interface Quality sebesar 5,94. Dimensi Information Quality memperoleh nilai tertinggi, yang menunjukkan bahwa informasi yang disajikan aplikasi dinilai jelas, akurat, dan sesuai dengan kebutuhan pengguna. Sementara itu, dimensi Interface Quality memperoleh nilai terendah, sehingga masih diperlukan pengembangan pada aspek desain antarmuka, navigasi, dan pengalaman pengguna (user experience).   Kata Kunci: SIWAMA, Usability, PSSUQ, Sistem Informasi, Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Magetan
Implementasi Arsitektur Microservices Multibahasa Terdistribusi Berbasis Cloud dalam Aplikasi Pembelajaran Bahasa Jepang Imersif Manzil Nilanj Akbar; I Made Suartana
Journal of Informatics and Computer Science (JINACS) Article In Press(1)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak— Bahasa Jepang merupakan bahasa asing dengan jumlah peminat yang sangat tinggi. Namun, diperlukan pendekatan pembelajaran non-konvensional yang lebih interaktif, yaitu metode pembelajaran imersif untuk mendorong akuisisi kosakata bahasa Jepang yang lebih efektif. Untuk mendukung hal tersebut, dikembangkan aplikasi pembelajaran bahasa Jepang berbasis Android dengan backend microservices terdistribusi pada infrastruktur cloud. Penelitian dilakukan melalui tahapan studi literatur, analisis kebutuhan, perancangan, implementasi, dan pengujian sistem. Microservices terdiri atas enam layanan yang diimplementasikan menggunakan bahasa Go dan Python dengan model automatic speech recognition. Implementasi dilakukan dalam lingkungan Cloud, memanfaatkan layanan seperti AWS EC2, RDS, S3, dan CloudAMQP. Deployment microservices dilakukan melalui Docker dan Kubernetes dengan mendistribusikan layanan ke tiga node. Hasil uji fungsional menunjukkan seluruh fitur berjalan sesuai rancangan. Pengujian performa menunjukkan bahwa arsitektur terpusat unggul pada sebagian besar metrik performa dan efisiensi sumber daya, sedangkan arsitektur terdistribusi mampu menurunkan penggunaan GPU dan VRAM. Dalam uji kelayakan sistem, diperoleh tingkat character error rate transkripsi sebesar 8,0905% dan skor penerimaan pengguna sebesar 93,2% dengan kategori sangat baik. Hasil tersebut menunjukkan bahwa sistem mampu mendukung pembelajaran bahasa Jepang imersif. Kata kunci— pembelajaran bahasa Jepang imersif, microservices, sistem terdistribusi, infrastruktur cloud, aplikasi Android.