Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Hubungan Penggunaan Gawai dan Gangguan Visus Pada Siswa SMA Negeri 1 Kawangkoan Sumakul, Juschella J.; Marunduh, Sylvia R.; Doda, Diana V. D.
eBiomedik Vol 8, No 1 (2020): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.8.1.2020.27140

Abstract

Abstract: One of technological advances today is the presence of gadgets. Visual acuity is the ability of the eye to distinguish very specific parts of an object or a surface. At school-aged children, visual acuity disorder is one of the problems that can cause difficulties in carrying out various daily activities, especially studying. This study was aimed to determine the correlation between gadget usage and visual acuity disorders among students of SMA Negeri 1 Kawangkoan. This was a quantitative and analytical descriptive study using a cross sectional design that was performed on 184 students of SMA Negeri 1 Kawangkoan. Data were analyzed by using the chi-square correlation test. The results showed that of 184 respondents, there were 71 students with visual acuity disorders. The chi-square test obtained p-values of <0.05 for the relationships between time length (p=0.012), duration per day (p=0.028) and distance of gadget usage (p=0,008) and visual acuity disorder. Moreover, the chi-square test obtained a p-value of >0.05 for the relationships between position of gadget usage and visual acuity disorder (p=0.329). In conclusion, among students of SMA Negeri 1 Kawangkoan, there were significant relationships between time length, duration, and distance of using gadget and visual acuity disorder. Albeit, there was no significant relationship between possition of using gadget and visual acuity disorder.Keywords: gadget usage, visual acuity disorder. Abstrak: Salah satu bentuk kemajuan teknologi saat ini yaitu adanya gawai atau gadget. Visus atau ketajaman penglihatan adalah kemampuan mata dalam membedakan bagian-bagian yang sangat spesifik baik objek atau suatu permukaan. Pada anak usia sekolah, gangguan visus merupakan salah satu masalah yang dapat mengakibatkan kesulitan dalam melakukan berbagai aktivitas sehari-hari, terutama proses belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan penggunaan gawai dan gangguan visus pada siswa di SMA Negeri 1 Kawangkoan. Jenis penelitian ialah kuantitatif dan deskriptif analitik dengan desain potong lintang. Penelitian dilakukan terhadap 184 siswa di SMA Negeri 1 Kawangkoan. Uji statistik yang digunakan ialah uji chi-square. Hasil penelitian ini menunjukkan dari 184 responden, terdapat 71 siswa (39%) yang mengalami gangguan visus. Hasil uji chi-square mendapatkan nilai p<0,05 pada hubungan antara lama penggunaan (p=0,012), durasi penggunaan per hari (p=0,028) dan jarak penggunaan gawai (p=0,008) dengan gangguan visus. Selain itu, nilai p>0,05 untuk hubungan posisi penggunaan gawai dengan gangguan visus (p=0,329). Simpulan penelitian ini ialah pada siswa di SMA Negeri 1 Kawangkoan terdapat hubungan bermakna antara lama penggunaan, durasi penggunaan, dan jarak penggunaan gawai dengan gangguan visus namun tidak terdapat hubungan bermakna antara posisi penggunaan gawai dengan gangguan visus.Kata kunci: penggunaan gawai, gangguan visus
Hubungan Usia Menarche dengan Indeks Massa Tubuh pada Siswi Sekolah Menengah Atas Mawikere, Johana E.; Marunduh, Sylvia R.; Sapulete, Ivonny M.
e-CliniC Vol. 13 No. 1 (2025): e-CliniC
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v13i1.60183

Abstract

Abstract: Puberty is an important stage in the process of human growth and development. Menarche is the first menstrual period experienced by women. Early menarche is caused by various factors, one of which is nutritional status, which can be determined in adolescents by using body mass index (BMI). Early menarche causes increased risks of metabolic syndrome, diabetes mellitus, cardiovascular diseases, and breast cancer. This study aimed to evaluate the relationship between menarche age and body mass index among senior highs school students. This was an observational and analytical study with a cross-sectional approach. Sampling technique used was simple random sampling. Data were analyzed using the Spearman correlation test with a significance level of 0.05. The results obtained 246 female students as respondents. Majority of respondents experienced normal menarchial age (82.9%), and had normal BMI (58.1%). The Spearman correlation test obtained a p=0.000 (<0.05) and an r=-0.222, indicating a weak significant correlation with a negative direction. In conclusion, there is a significant correlation between the age of menarche and Body Mass Index among female students at SMAN 3 Manado. This implies that a higher BMI is associated with a greater likelihood of experiencing early menarche. Keywords: age of menarche; body mass index    Abstrak: Pubertas merupakan tahapan penting dalam proses pertumbuhan dan pekembangan manusia. Menarche merupakan periode menstruasi pertama yang dialami oleh seorang perempuan. Penurunan usia menarche ke semakin dini disebabkan oleh berbagai macam faktor salah satunya ialah status gizi. Menarche yang semakin dini menyebabkan peningkatan resiko penyakit sindrom metabolik, diabetes melitus, penyakit kardiovaskular, dan kanker payudara. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hubungan usia menarche dengan indeks massa tubuh (IMT) pada siswi Sekolah Menengah Atas. Jenis penelitian ialah observasional analitik dengan desain potong lintang. Teknik pengambilan sampel yakni simple random sampling. Untuk mengetahui status gizi digunakan IMT. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian mendapatkan 246 siswi sebagai responden. Sebagian besar responden memiliki usia menarche normal (82,9%) dan juga IMT normal (58,1%). Hasil uji korelasi Spearman mendapatkan nilai p=0,000 (<0,05) dan r=-0,222 yang menunjukkan hubungan bermakna dengan kekuatan korelasi lemah dan arah korelasi negatif. Simpulan penelitian ini ialah terdapat hubungan bermakna antara usia menarche dengan indeks massa tubuh pada siswi di SMAN 3 Manado, dengan kekuatan korelasi lemah dan arah korelasi negatif. Semakin besar IMT maka semakin tinggi kemungkinan mengalami menarche lebih dini.  Kata kunci: usia menarche; indeks massa tubuh
Perbandingan Kapasitas Vital Paksa Perokok Elektronik dan Perokok Tembakau Siwu, Imanuel L.; Engka, Joice N. A.; Marunduh, Sylvia R.
e-CliniC Vol. 13 No. 1 (2025): e-CliniC
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v13i1.60617

Abstract

Abstract: Smoking can cause reduced lung function such as decreased forced vital capacity (FVC), heart diseases, and cancer. An electronic cigarette or vape is an electrically powerful device that heats an e-liquid aerosol containing propylene, glycerin, glycol, nicotine, and various additives to produce aerosols that can be breathed. Electronic cigarettes are popular because they are considered as safer and healthier device than conventional cigarettes since they do not contain tobacco that is hazardous to health. This study aimed to find out the comparison of forced vital capacity of electronic smokers with tobacco smokers among students of Universitas Sam Ratulangi. This was an observational and analytical study with a cross-sectional study design. Samples consisted of 51 students obtained by using the purposive sampling method and met the inclusion and exclusion criteria. The results showed that highest percentages were found in respondents aged 20 years (39.2%), tobacco smokers (58.8%), and low FVC (76.5%). The independent sample t-test used to compare the FVC of electronic smokers with tobacco smokers obtained a p-value of 0.719 indicating there was no significant difference between the two groups. In conclusion, there is no significant comparison between the forced vital capacity values of electronic smokers and tobacco smokers among students of Universitas Sam Ratulangi. Keywords: FVC, electronic smokers; tobacco smokers    Abstrak: Merokok dapat menyebabkan penurunan fungsi paru antara lain penurunan kapasitas vital paksa (KVP), penyakit jantung dan kanker. Rokok elektronik atau vape adalah sebuah perangkat berdaya listrik yang memanaskan aerosol e-liquid yang mengandung propilena, gliserin, glikol, nikotin dan berbagai perasa yang aditif untuk menghasilkan aerosol yang bisa di hirup. Rokok elektronik atau vape populer karena dianggap sebagai perangkat yang lebih aman dan sehat daripada rokok konvensional karena tidak memiliki kandungan tembakau yang berbahaya bagi kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan KVP perokok elektronik dan perokok tembakau pada mahasiswa Universitas Sam Ratulangi. Jenis penelitian ialah analitik observasional dengan desain potong lintang. Sampel berjumlah 51 mahasiswa yang diperoleh dengan metode purposive sampling serta memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian mendapatkan persentase tertinggi pada responden berusia 20 tahun (39,2%), perokok tembakau (58,8%), dan hasil pengukuran KVP dengan nilai low (76,5%). Hasil uji independent sample t-test terhadap KVP perokok tembakau dan elektronik memperoleh nilai p=0,719, yang membuktikan bahwa tidak terdapat perbedaan bermakna antara nilai KVP perokok elektronik dan perokok tembakau. Simpulan penelitian ini ialah tidak terdapat perbandingan bermakna antara nilai kapasitas vital paksa perokok elektronik dan perokok tembakau pada mahasiswa Universitas Sam Ratulangi. Kata kunci: kapasitas vital paksa; perokok elektronik; perokok tembakau
Hubungan Durasi Tidur Malam Hari dengan Siklus Menstruasi pada Siswi SMP Kelas IX Koloay, Chelsea H. J.; Engka, Joice N. A.; Marunduh, Sylvia R.
Medical Scope Journal Vol. 8 No. 2 (2026): MEDICAL SCOPE JOURNAL
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/msj.v8i2.67063

Abstract

Abstract: Sleep is an important physiological process for energy recovery and hormonal balance, including maintaining a regular menstrual cycle. Hormonal imbalances caused by lack of sleep can lead to menstrual disorders such as oligomenorrhea and amenorrhea. Teenagers' sleep duration often decreases due to school activities and smartphone use, which can affect the hormonal system. Previous studies have shown inconsistent results regarding the relationship between sleep duration and the menstrual cycle. Therefore, this study aims to determine the relationship between nighttime sleep duration and the menstrual cycle in ninth-grade female students at SMP Negeri 1 Manado. This was  a quantitative observational and analytical study using a cross-sectional design. Data were obtained through the Sleep Timing Questionnaire (STQ) and a menstrual cycle questionnaire distributed via Google Forms. Data analysis was performed using the chi-square statistical test. The results showed that most respondents had insufficient nighttime sleep duration (70.5%) and regular menstrual cycles (61.4%). The chi-square statistical test showed no significant relationship between nighttime sleep duration and menstrual cycle, with a p-value of 0.052. In conclusion, there is no significant relationship between the duration of nighttime sleep and the menstrual cycle in ninth-grade female students at SMP Negeri 1 Manado. Keywords: nighttime sleep duration; menstrual cycle; junior high school students    Abstrak: Tidur merupakan proses fisiologis penting bagi pemulihan energi dan keseimbangan hormonal, termasuk dalam menjaga keteraturan siklus menstruasi. Ketidakseimbangan hormon akibat kurang tidur dapat menyebabkan gangguan menstruasi seperti oligomenore dan amenore. Durasi tidur remaja sering berkurang karena aktivitas sekolah dan penggunaan smartphone yang dapat memengaruhi sistem hormonal. Penelitian terdahulu menunjukkan hasil yang belum konsisten mengenai hubungan durasi tidur dan siklus menstruasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara durasi tidur malam hari dengan siklus menstruasi pada siswi kelas IX SMP Negeri 1 Manado. Jenis penelitian kuantitatif yang bersifat observasional analitik dengan desain potong lintang. Data diperoleh melalui Sleep Timing Questionnaire (STQ) dan kuesioner siklus menstruasi yang dibagikan melalui Google Form. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian mendapatkan sebagian besar responden memiliki durasi tidur malam hari yang kurang (70,5%) dan siklus menstruasi yang teratur (61,4%). Uji statistik chi-square menunjukkan tidak terdapat hubungan bermakna antara durasi tidur malam hari dengan siklus menstruasi dengan nilai signifikansi p=0,052. Simpulan penelitian ini ialah tidak terdapat hubungan bermakna antara durasi tidur malam hari dengan siklus menstruasi pada siswi kelas IX di SMP Negeri 1 Manado. Kata kunci: durasi tidur malam hari; siklus menstruasi; siswi SMP