Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

SEBARAN MATERIAL PADATAN TERSUSPENSI DI PERAIRAN MUARA SUNGAI KETIWON, TEGAL Qualifa, Fortina; Atmodjo, Warsito; Marwoto, Jarot
Journal of Oceanography Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1008.719 KB)

Abstract

 Muara Sungai Ketiwon merupakan salah satu lokasi yang berpotensi mengalami pendangkalan akibat pengendapan sedimen tersuspensi. Potensi dari terjadinya pendangkalan tersebut dapat diketahui dengan menentukan nilai dari material padatan tersuspensi. Besar konsentrasi material padatan tersuspensi di laut dipengaruhi oleh arus pasang surut.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui persebaran material padatan tersuspensi pada saat pasang menuju surut dan surut menuju pasang di perairan Muara Sungai Ketiwon, Tegal. Materi utama yang digunakan berupa data sedimen tersuspensi dan data arus yang berupa arah arus dan nilai kecepatan arus. Materi penunjang berupa data pasang surut bulan Mei 2015 dan Peta Rupa Bumi Indonesia (RBI) Tegal tahun 1999 dengan skala 1:25.000. Metode penelitian berupa studi kasus. analisa yang digunakan berupa kuantitatif. Penentuan lokasi penelitian menggunakan metode purposive sampling. Pengambilan  sampel air dilakukan pada 20 stasiun dengan 3 kedalaman, yaitu pada kedalaman 0.2d, 0.6d dan 0.8d. Peta dari sebaran material padatan tarsuspensi menggunakan software ArcGIS 10.Hasil dari penelitian bulan Mei menunjukkan bahwa nilai batimetri memiliki nilai antara 2,82 m - 5,78 m. Nilai material padatan tersuspensi pada kondisi menuju pasang pada kedalaman 0,2d memiliki nilai antara 10 mg/l - 194 mg/l, kedalaman 0,6d memiliki nilai antara 35 mg/l - 203 mg/l, kedalaman 0,8d memiliki nilai antara 38 mg/l - 218 mg/l, sedangkan kondisi menuju surut pada kedalaman 0,2d memiliki nilai antara 14 mg/l - 315 mg/l, kedalaman 0,6d memiliki nilai antara 37 mg/l - 324 mg/l, kedalaman 0,8d memiliki nilai antara 45 mg/l - 346 mg/l. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa jumlah material padatan tersuspensi yang terbanyak terdapat di muara sungai dan mengecil menuju laut.
STUDI SEBARAN KONSENTRASI LOGAM BERAT Pb DAN Cu DALAM SEDIMEN DI PANTAI KENJERAN SURABAYA Hutomo, Landi Prasetyo; Wulandari, Sri Yulina; Marwoto, Jarot
Journal of Oceanography Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pantai Kenjeran Surabaya merupakan salah satu daerah yang menjadi obyek pariwisata laut. Sekarang ini di sepanjang pesisir Pantai Kenjeran dikuasai pengembang yang membangun usahanya atau memperluas usahanya di bidang industri properti dan industri makanan. Hal ini dapat memicu kerusakan pesisir Pantai Kenjeran disamping pencemaran yang berasal dari pembuangan limbah industri maupun sampah yang dibuang sembarangan disekitar pantai. Dalam limbah tersebut diduga mengandung polutan logam berat Pb dan Cu yang bersifat toksik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi dan sebaran logam berat Pb dan Cu dalam sedimen di perairan Pantai Kenjeran Surabaya. Penentuan titik lokasi penelitian ini menggunakan metode purposive dengan jumlah 10 stasiun yang dapat mewakili wilayah perairan tersebut. Metode Penelitian yang digunakan adalah kuantitatif yaitu dengan memakai variable, reliabilitas, statistik, hipotesis, replika dan skala. Analisa kandungan Pb dan Cu dilakukan dengan metode AAS (Atomic Absorption Spectofotometry) yang dilaksanakan di Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan Surabaya Provinsi Jawa Timur. Data yang diamati adalah konsentrasi  logam berat Pb dan Cu sebagai data primer dan kualitas perairan berupa data pH, DO, suhu, salinitas sebagai variabel pendukung. Hasil penelitian menunjukan bahwa daerah muara sungai (stasiun 10) lebih tinggi di bandingkan dengan stasiun lain yaitu untuk kandungan Pb sebesar 13,5933 mg/Kg dan kandungan Cu sebesar 30,7187 mg/Kg. Bedasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan nilai kandungan logam berat Cu dalam sedimen lebih tinggi daripada kandungan logam berat Pb.
PEMODELAN DISTRIBUSI SALINITAS DAN SUHU PERMUKAAN LAUT PERAIRAN SELAT BALI BAGIAN SELATAN PADA MUSIM TIMUR Hernomo, Arindri Diestya; Purwanto, Purwanto; Marwoto, Jarot
Journal of Oceanography Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (606.916 KB)

Abstract

Bagian penting dari gambaran oseanografi adalah deskripsi distribusi parameter suhu dan salinitas laut yang mempengaruhi sifat fisika, kimia dan biologi perairan.Memasuki musim timur, Perairan Selat Bali memiliki pola kesuburan yang ditandai dengan rendahnya suhu permukaan dan tingginya salinitas perairan. Tujuan dari penelitian ini adalah memodelkan sebaran suhu dan salinitas lapisan permukaanPerairan Selat Bali bagian selatan secara horizontal pada musim timur.Sebaran suhu dan salinitas disimulasikan menggunakan modul RMA2 dan RMA4 dalam sofware SMS 8.1 dan 11.1. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan penentuan lokasi menggunakan metode purposive sampling.Hasil simulasi sebaran salinitas di Perairan Selat Bali bagian selatan menunjukkan salinitas bergerak menyebar dari selatan ke barat daya nilainya semakin tinggi (30 – 33,9 psu) dan suhu pada lapisan permukaan menunjukkan pola sebaran dari selatan ke utara nilainya semakin tinggi (28 – 30oC). Pola sebaran tersebut dipengaruhi oleh adanya proses adveksi-difusi di perairan.
PERAMALAN PASANG SURUT DI PELABUHAN PERIKANAN PANTAI TELUK SALEH SUMBAWA Guntara, Otto; Handoyo, Gentur; Marwoto, Jarot
Journal of Oceanography Vol 6, No 4 (2017)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.94 KB)

Abstract

Karateristik dan peramalan pasang surut dapat diketahui dengan cara perhitungan mengenai data amplitudo dan beda fase yang merupakan komponen pasang surut. Peramalan pasang surut ditujukan untuk memperoleh informasi tinggi muka air laut di masa mendatang pada saat dan lokasi tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karateristik pasang surut dengan metode Admiralty meramalkan pasang surut dengan menggunakan software MIKE 21 dan software NAO Tide untuk mengetahui kedudukan muka air laut diperairan Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Teluk Saleh, Sumbawa selama 5 tahun kedepan. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data pasang surut pengamatan pada lokasi penelitian dan koordinat lokasi penelitian. Hasil penelitian dengan mengunakan metode Admiralty menunjukan bahwa tipe pasang surut di Perairan Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Teluk Saleh, Sumbawa adalah tipe pasang surut campuran condong ke harian tunggal dengan nilai Formzahl sebesar 1,53.
Geomorfologi Perairan Muara Sungai Kaliboyo Batang Jawa Tengah Shofian, Tyandi; Atmodjo, Warsito; Marwoto, Jarot
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (971.338 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v8i4.25412

Abstract

ABSTRAK : Sungai Kaliboyo merupakan salah satu daerah aliran sungai (DAS) yang ada di Kabupaten Batang. Muara Sungai Kaliboyo terletak di Desa Roban, dimana mayoritas masyarakat memanfaatkan sebagai sarana transportasi dan sumber mata pencaharian. Perairan yang dulu digunakan sebagai jalur transportasi kini mengalami perubahan berupa pendangkalan pada aliran muara, sehingga berdampak pada terhambatnya aktivitas nelayan khususnya alur keluar masuk kapal. Informasi geomorfologi ialah hal vital untuk perencanaan dan pemanfaatan perairan di masa mendatang salah satunya pengerukan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kondisi geomorfologi perairan Muara Sungai Kaliboyo, Kabupaten Batang. Penelitian ini dilakukan dengan pemeruman kedalaman menggunakan instrumen singlebeam echosounder tipe Garmin GPSMap 585 untuk mengetahui kedalaman perairan, serta grab sampler untuk mengambil sampel sedimen dasar. Pengolahan data diproses dengan menggunakan software ArcGIS 10.4 dan Surfer 11 untuk mendapatkan hasil kontur batimetri dan persebaran sedimen guna mengetahui kondisi geomorfologi. Berdasarkan hasil penelitian, menunjukkan bahwa muara sungai terjadi pendangkalan hingga kedalaman 0,5 m. Kemiringan perairan berkisar 0,47% hingga 1,95% yang dikategorikan datar. Kondisi geomorfologi berupa pantai berpasir dengan didominasi gelombang dan debit sungai. ABSTRACT : Kaliboyo River is one of the river basins (DAS) in Batang Regency. The Kaliboyo River Estuary is located in Roban Village, where the majority of the civilization uses it as transportation route and a source of livelihood. The waters that used to be used as a transportation route are now undergoing changes in the form of siltation in the estuary flow, so that it has an impact on the inhibition of fishing activities, especially the shipping channel, in and out of ships. Geomorphological information is important for the planning and utilization of water in the future, one of which is dredging. The purpose of this study was to determine the geomorphological conditions of the Kaliboyo Estuary waters, Batang Regency. This research was conducted by depth analysis using a Garmin GPSMap 585 singlebeam echosounder instrument to determine the depth of the waters, as well as a grab sampler to take basic sediment samples. Data processing was processed using ArcGIS 10.4 and Surfer 11 software to obtain the results of bathymetry contours and sediment distribution to determine geomorphological conditions. Based on the results of the study, it shows that river mouths shallow to a depth of 0.5 m. The water slope ranges from 0.47% to 1.95% which is categorized flat. Geomorphological conditions is sandy beaches dominated by waves and river discharge.
PREDIKSI WAKTU SPAWNING KARANG ACROPORA PADA MUSIM PERALIHAN KEDUA DI PULAU SAMBANGAN KEPULAUAN KARIMUNJAWA JEPARA Komarudin, Agus Nurul; Munasik, Munasik; Marwoto, Jarot
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485.475 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v2i4.3688

Abstract

Knowledge of coral reproduction in Indonesian waters were divided into three groups, there are the spawning time which occurs in first transition season or before East season (January to April), the spawning time which occurs in second transition season or before West season (September-November), and the spawning time which occurs throughout the year. This study aims to predicted spawning time of Acropora by observe gonad maturity level during second transition season (September-October 2012) at Sambangan Island Karimunjawa Archipelago Jepara. The method used in this research was descriptive method. Distribution and composition Acropora were observed using Line Intercept Transect (LIT) method. Spawning time of Acropora was determined by presence or absence of gonad contents, and the maturity level of the gonads deferred to Hanafy et al. (2009). Gonad was examine in new moon phase, before full moon phase, and after full moon phase. The result show that distribution and composition of coral species Acropora at Sambangan Island in depth of 1-3 m was known 5 species of the stations I, 6 species at station II, and 8 species at station III with the highest cover composition at each station was a species A. formosa. Total 8 species Acropora were observe however only two species were found content of gonad. There were Acropora carduus and A. formosa. The gonad of coral A. carduus matured earlier than A. formosa. Gonad maturity of A. carduus occurred in September 2012 (new moon) and then gonad didn’t found in the phase before the full moon. Gonad maturity of coral A. formosa occured on the full moon phase in October 2012 and the phase after full moon the colony hadn’t contain gonads. Based on this information spawning of two species of Acropora likely occurred in different moon phase. Species of A. carduus has been spawned before the full moon phase and species A. formosa has been doing spawning after the full moon phase in October 2012.
Kajian Pergerakan Mikroplastik dengan Parcels di Perairan Pulau Sintok, Kepulauan Karimunjawa Marganita, Dia; Marwoto, Jarot; Widiaratih, Rikha
Indonesian Journal of Oceanography Vol 4, No 2 (2022): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijoce.v4i2.14177

Abstract

Mikroplastik adalah partikel kecil dari sampah plastik yang mengalami fragmentasi selama berada di alam. Ukurannya yang kecil dan ketahanannya yang lama menyebabkan mikroplastik berbahaya jika terakumulasi di dalam tubuh makhluk hidup. Sehingga kajian mengenai pergerakan mikroplastik perlu dilakukan untuk mengetahui persebaran mikroplastik yang sudah berada di lingkungan, terutama lingkungan laut. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengetahui pergerakan (tujuan dan sumber) mikroplastik di Perairan Pulau Sintok. Pulau Sintok merupakan salah satu pulau di Kepulauan Karimunjawa yang menjadi destinasi singgah dan bertelur penyu. Pulau Sintok, sebagai pulau yang tidak berpenghuni, memiliki potensi untuk terkontaminasi partikel mikroplastik yang terbawa oleh pergerakan arus. Pergerakan mikroplastik dilakukan dengan pemodelan particle tracking dengan Parcels dan model GOFS 3.1 yang telah divalidasi dengan data pengukuran arus ADCP. Pemodelan particle tracking menggunakan dua skenario, yaitu forward time dan backward time dengan masing-masing runtime 7 hari, 30 hari, dan 60 hari pada Musim Peralihan I tahun 2020. Dari pemodelan particle tracking, partikel mikroplastik bergerak menuju arah timur laut Laut Jawa dan diduga berasal dari Pulau Kemujan dan utara Pulau Jawa, tepatnya yaitu Sungai Cisanggarung, Kota Cirebon, dan Sungai Citarum. Kata kunci: Mikroplastik, Particle Tracking, Parcels, Karimunjawa Abstract Study of Microplastic Movement with Parcels in Sintok Island Waters, Karimunjawa Archipelago Microplastics are small particles of plastic waste that undergo fragmentation while in nature. Their small size and long durability make microplastics dangerous if they accumulate inside living things. A study of microplastic movement needs to be carried out to determine the distribution of microplastics that are already in the environment, especially the marine environment. This research was conducted to understand the movement (destination and source) of microplastics in Sintok Island Waters. Sintok Island is one of the islands in the Karimunjawa Archipelago that is also a stopping-by and spawning destination for sea turtles. Sintok Island, as an uninhabited island, has the potential to be contaminated with microplastic particles carried by sea currents. The movement of microplastics is carried out using particle tracking modeling with Parcels and the GOFS 3.1 model which has been validated with ADCP current data. The particle tracking modeling uses two scenarios, namely forward time and backward time with runtime of 7 days, 30 days, and 60 days in the Transition season I 2020 for each scenario. From the particle tracking modeling, microplastic particles move towards the northeast of the Java Sea and are estimated to have come from Kemujan Island and northern Java Island, namely Cisanggarung River, Cirebon City, and Citarum River.Keywords: Microplastic, Particle Tracking, Parcels, Karimunjawa
Pemodelan Hidrodinamika pada Musim Barat di Pantai Gosong Kalimantan Barat sebagai Calon Tapak PLTN Pertama di Indonesia pada Tahun 2025 Wiyadi, Haidar Thahir; Muslim, Muslim; Marwoto, Jarot
Indonesian Journal of Oceanography Vol 4, No 2 (2022): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijoce.v4i2.14308

Abstract

Indonesia berencana membangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) pertama di Pantai Gosong, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat. Pembangunan rencananya akan dimulai tahun 2025. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa kondisi hidrodinamilka di perairan Pantai Gosong pada musim barat. Model hidrodinamika bisa dijadikan acuan untuk memperkirakan sebaran berbagai macam limbah radionuklida yang terlepas ke lautan ketika PLTN mengalami kecelakaan. Metode yang digunakan yaitu metode kuantitatif dengan pemodelan 2D. Model disimulasikan menggunakan Modul Hidrodinamika pada software MIKE 21 dengan skenario selama 15 hari dengan kondisi saat pasang tertinggi dan surut terendah pada Januari 2025. Berdasarkan hasil yang didapat, perairan Pantai Gosong memiliki tipe pasang surut campuran condong ke harian ganda. Parameter angin berperan lebih besar terhadap hidrodinamika. Hasil model menunjukkan perbedaan yang signifikan antara kondisi pasang tertinggi dan surut terendah, yang mana kecepatan arus saat surut terendah lebih besar ketimbang kecepatan arus saat pasang tertinggi. Pola pergerakan arus saat kondisi pasang dominan ke arah timur laut dengan kecepatan 0,010 m/s – 0,610 m/s, arah arus berasal dari selatan kemudian berbelok ke arah timur laut. Pola pergerakan arus pada saat kondisi surut dominan ke arah barat laut dengan kecepatan sebesar 0,010 m/s – 1,021 m/s, arah arus berasal dari timur laut kemudian berbelok ke arah barat laut. Kata kunci: Model Hidrodinamika, Musim Barat, Pantai Gosong Abstract Indonesia plans to build the first nuclear power plant (NPP) in Gosong Coast, Bengkayang Regency, West Kalimantan Province. Construction is planned to start in 2025. This study aims to analyze the hydrodynamic conditions in the waters of Gosong Beach in the west monsoon. The hydrodynamic model can be used as a reference for estimating the distribution of various kinds of radionuclide waste that is released into the ocean when a nuclear power plant has an accident. The method used is quantitative method with 2D modeling. This model is simulated using the Hydrodynamics Module on MIKE 21 software with a scenario for 15 days which includes conditions during the highest and lowest tides in January 2025. Based on the results obtained, the waters of Gosong Beach have mixed semidiurnal tidal type. Wind parameters play a greater role in hydrodynamic conditions. The model results show a significant difference between the highest and lowest tide conditions, where the current velocity at the lowest low tide is greater than the current velocity at the highest tide. The pattern of current movement during tidal conditions is dominant to the northeast at a speed of 0.010 m/s – 0.610 m/s, with the current direction coming from the south and then turning to the northeast. The pattern of current movement at low tide is dominant to the northwest with a speed of 0.010 m/s – 1.021 m/s, with the current direction coming from the northeast and then turning to the northwest. Keywords: Hydrodinamic Model, West Monsoon, Gosong Coast
Analisis Sebaran Sedimen Berdasarkan Ukuran Butir di Perairan Pantai Baron, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta Naufalina, Nadhira Eka; Marwoto, Jarot; Rochaddi, Baskoro
Indonesian Journal of Oceanography Vol 4, No 2 (2022): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijoce.v4i2.13934

Abstract

Sebuah pantai yang terletak pada Kabupaten Gunung Kidul provinsi DIY, memiliki karakteristik serta potensi ekonomi yang khas dan tentunya berbeda dengan daerah lain. Pantai Baron memiliki karakteristik bentuk yang menjorok ke arah daratan (membentuk teluk) yang memiliki muara sungai. Pada kawasan pesisir perlu dilakukan pengamatan terhadap efek arus laut untuk dianalisa besarnya energi yang bekerja dan mempengaruhi perpindahan sedimen pada dasar perairan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui jenis sedimen yang     sangat dominan dan pengaruh kecepatan arus terhadap sebaran sedimen pada Perairan Pantai Baron. Pengambilan data lapangan dilakukan menggunakan metode kuantitatif dan metode deskriptif yang bersifat eksploratif untuk mengetahui hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ukuran butir sedimen perairan Pantai Baron dominan Sand dengan kandungan presentasinya mencapai 99,63 % sand, 0,32 % clay, dan 0,03 % silt dan mendapat nilai korelasi sebesar 0,0078 di mana nilai tersebut sangat kecil korelasinya. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa jenis sedimen yang paling dominan adalah pasir dan arus tidak memiliki pengaruh terhadap distribusi besar ukuran butir sedimen. Kata kunci: Persebaran ukuran butir, arus, Pantai Baron, Gunung Kidul Abstract One of the beaches located in Gunung Kidul Regency, DIY province, has unique characteristics and economic potential and is certainly different from other regions. Baron Beach has a characteristic shape that protrudes towards the mainland (forming a bay) which has a river mouth. In coastal areas, it’s necessary to observe the effect of ocean currents to analyze the amount of energy that works and affects the movement of sediment at the bottom of the waters. The purpose of this study was to determine the most dominant type of sediment and the effect of current velocity on the distribution of sediment in Baron Coastal Waters. Field data collection was carried out on March 15-21, 2021 at 7 station points using quantitative methods and descriptive exploratory methods to find out the results of the research. The results showed that the grain size of the waters of Baron Beach was dominant Sand with the presentation content reaching 99.63% sand, 0.32% clay, and 0.03% silt and the correlation value was 0.0078 where the correlation value was very small. Based on the results of the study, it can be concluded that the most dominant type of sediment is sand and currents have no influence on the distribution of the grain size of the sediment. Keywords: Grain size distribution, current, Baron Beach, Gunung Kidul
Pengaruh Ekman Mass Transport dan Ekman Pumping Velocity Terhadap Upwelling di Perairan Selatan Pulau Bali-Sumbawa Putri, Elsa Mayora Jovanka; Wirasatriya, Anindya; Marwoto, Jarot
Indonesian Journal of Oceanography Vol 5, No 3 (2023): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijoce.v5i3.15244

Abstract

Upwelling merupakan pengangkatan massa air laut dari perairan yang lebih dalam ke permukaan. Massa air tersebut membawa banyak nutrien yang selanjutnya akan mempengaruhi pertumbuhan fitoplankton. Biomassa fitoplankton dapat diidentifikasi memlalui pengukuran klorofil-a. Selain tingginya klorofil-a, proses upwelling ini juga ditandai dengan massa air yang memiliki suhu yang lebih rendah. Faktor pembangkit upwelling disebabkan oleh angin yang selanjutnya menyebabkan adanya Ekman Mass Transport (EMT) dan Ekman Pumping Velocity (EPV). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh EMT dan EPV terhadap nilai sebaran suhu permukaan laut dan konsentrasi klorofil-a yang digunakan untuk mendeteksi upwelling di Perairan Selatan Bali-Sumbawa. Hasil penelitian menunjukkan adanya parameter lain yang mempengaruhi upwelling selain angin, yaitu EMT dan EPV. Pengaruh EPV berperan lebih kuat dibanding EMT dalam mempengaruhi terjadinya upwelling di Perairan Selatan Pulau Bali-Sumbawa, berakibat pada suhu permukaan laut yang rendah dan klorofil-a tinggi di wilayah A dibanding dengan wilayah B dan C. Akibat Dinamika Ekman yang terjadi menyebabkan Perairan Selatan Pulau Bali-Sumbawa mengalami upwelling dengan kekuatan yang berbeda.