Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Transmisi

PENGARUH KONDISI OPERASIONAL TERHADAP UMUR PAKAI MECHANICAL SEAL PADA POMPA SENTRIFUGALPENGARUH KONDISI OPERASIONAL TERHADAP UMUR PAKAI MECHANICAL SEAL PADA POMPA SENTRIFUGAL Budha Maryanti
TRANSMISI Vol 10, No 1 (2014): Edisi Pebruari 2014
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jtmt.v10i1.4603

Abstract

Kebocoran mechanical seal dapat terjadi karena adanya aus pada carbon seal face. Mechanical seal bekerjaseperti bearing, maka kondisi operasi yang menyebabkan kerusakan bearing juga dapat merusak mechanicalseal sehingga umur pakainya dapat menurun secara signifikan jika masalah tersebut tidak ditangani secaratepat. Penelitian dilakukan dengan pengamatan langsung ke obyek dan bertujuan untuk menganalisa kondisioperasi dan mengetahui umur pakai mechanical seal pada pompa sentifugal yang digunakan untuk memompaair baku dari kolam penampungan ke tangki pengolahan dan penjernihan air Water Treatment Processing(WTP). Hasil penelitian menunjukkan penyebab utama kerusakan mechanical seal disebabkan oleh fluidaproduk (air kolam) yang dipompa mengandung pasir, lumpur dan kotoran sisa daun-daun (NTU4000),yang menyumbat saluran pelumas dan pendingin sealfaces mechanical seal, sehingga menyebabkantimbulnya panas akibatnya carbon sealface cepat mengalami aus ketika beroperasi pada kondisi kering (dryrunning). Saat pompa sentrifugal beroperasi pada musim hujan yang cukup tinggi intensitasnya dapatmeningkatkan perbedaan tekanan (ΔP) antara sisi hisap dengan sisi tekan pompa, yang ikut meningkatkantekanan sealface (Psf), gaya tekan mechanical seal (Fp), dan gaya total mechanical seal, yang menyebabkanumur pakai mechanical seal menurun, hanya mencapai 856 jam (± 17%), tidak sesuai perhitungan estimasiumur nominal (Lms) yang mencapai 5052 jam.
PENGARUH KETEBALAN PEMAKANAN TERHADAP KEKASARAN PERMUKAAN PADA MATERIAL S45C Budha Maryanti
TRANSMISI Vol 12, No 2 (2016): Edisi September 2016
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.476 KB) | DOI: 10.26905/jtmt.v12i2.956

Abstract

Process that uses a CNC lathe is required to have the results of surface roughness (roughness) is small with a definite degree of roughness. To get the product that has a surface roughness as expected, can be influenced by several factors one of which is the thickness of the funeral. The purpose of this study to determine the extent of the influence of the thickness of the funeral to the surface roughness at S45C material. This research was carried out on the shaft material S45C specimens with diameter of 50 mm with a rotary speed of 1600 rpm using a CNC turning machine MT3040. Ingestion thickness variation using a 0.1 mm; 0.15 mm; 0.2 mm; 0.25 mm and 0.3 mm. Ingestion of motion while using only 0.15 mm / rotation by using a chisel insert VCMT 160 404 with a chisel tip radius of 0.4 mm. Results of research for the material S45C 50 mm diameter suitable parameter is the funeral 0.15 mm thick at 1600 rpm rotation produces minimum roughness Ry, Rmax = 11.76 ?m and 0.10 mm thick feeds at 1600 rpm rotation Ra = 2.67 ?m, and Rz = 11.03 lm. Meanwhile, if the funeral 0.30 mm thick and round 1400 rpm generate greater roughness is Ra = 3.65 ?m, Ry (Rmax) = 16.07 ?m and Rz = 13.28 lm
PENGENDALIAN KOROSI PADA BOOM BURNER MENGGUNAKAN METODA KATODIK DENGAN ALUMINIUM DAN SENG SEBAGAI ANODA KORBAN Ferly Komul; Budha Maryanti
TRANSMISI Vol 10, No 2 (2014): Edisi September 2014
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jtmt.v10i2.4617

Abstract

Korosi sebagai salah satu proses elektrokimia menghasilkan dampak yang buruk dan merugikan. Selain kerusakan peralatan-peralatan yang terbuat dari logam, korosi juga secara tidak langsung dapat mempengaruhi kinerja suatu peralatan. Efek negatif semakin terlihat jelas apabila korosi menyerang peralatan yang berhubungan dengan kelestarian lingkungan. Salah satu contoh adalah boom burner yang digunakan di industri minyak bumi dan gas alam. Tujuan dari penelitian adalah untuk menganalisa penyebab terjadinya korosi pada pipa, efek-efek yang ditimbulkan serta membandingkan laju korosi antara 2 (dua) anoda korban, yaitu; aluminium dan seng. Metode perlindungan katodik sebagai salah satu cara mengurangi laju korosi telah banyak di pergunakan pada industri-industri di masa sekarang ini. Penelitian ini dilakukan selama 720 jam dengan memanfaatkan aluminium dan seng sebagai anoda korban. Setiap 72 jam, dilakukan pengambilan data ketebalan pipa menggunakan thickness tester. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab utama terjadinya korosi pada pipa boom burner adalah sisa air yang masih menggenang di dalam pipa. Perolehan data yang diambil pada bagian bawah pipa, boom burner yang tidak diproteksi mengalami laju korosi sebesar 9,8972 mpy. Penggunaan seng sebagai anoda korban berhasil mengurangi laju korosi hingga 3,0295 mpy, sedangkan aluminium lebih mampu mengurangi laju korosi hingga 2,2710 mpy.
PENGARUH PUTARAN FAN KONDENSOR TERHADAP PERFORMANSI SISTEM REFRIGERASI DENGAN MENGGUNAKAN REFRIGERAN HIDROKARBON Hadi Riyanto; Budha Maryanti
TRANSMISI Vol 12, No 1 (2016): Edisi Februari 2016
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jtmt.v12i1.4489

Abstract

Penggunaan sistem refrigerasi selama ini masih menggunakan refrigeran sintetis seperti R-134a (HFC) dan sekarang sudah banyak beralih menggunakan refrigeran hidrokarbon (HC). Berbagai penelitian yang telah dilakukan sebelumnya menyatakan bahwa pemakaian refrigeran hidrokarbon juga akan meningkatkan nilai performansi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh putaran fan kondensor terhadap performansi sistem refrigerasi dengan menggunakan kedua jenis refrigerant tersebut. Penelitian dilakukan di laboratorium mesin pendingin Program Studi Teknik Mesin Universitas Balikpapan dengan menggunakan satu unit alat uji sistem refrigerasi yang telah dimodifikasi dengan menambahkan fan/ kipas pada kondensor dan pressure gauge. Pengujian dengani variasi kecepatan putaran fan kondensor akan terlihat perbedaan nilai Coefficient of performance (COP). Penggunaan R-134a pada kecepatan putaran fan kondensor 300 rpm sebesar 2,84; pada 700 rpm sebesar 2,91 dan pada 1100 rpm sebesar 2,97 dimana terjadi peningkatan pada setiap variasinya sebesar 2,06% sampai 2,46%. Kemudian untuk hidrokarbon MC-134 pada kecepatan putaran fan kondensor 300 rpm sebesar 2,87; pada 700 rpm sebesar 3,01dan pada 1100 rpm sebesar 3,07 dimana tiap-tiap variasinya terjadi peningkatan nilai COP sebesar 2% sampai 4,87%. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa putaran fan kondensor sangat berpengaruh terhadap performansi sistem refrigerasi
Analisis Perbandingan Nilai Suaian Mounting Main Pin pada Bucket Hitachi EX3600 BU0052 Sadat N S Sidabutar; Budha Maryanti; Rahmat Tri Wahyudi
TRANSMISI Vol 17, No 2 (2021): September 2021
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jtmt.v17i2.6571

Abstract

ABSTRACTMounting the main pin on the HITACHI EX3600 bucket is one of the components of the bucket that supports unit work in mining production at PT. THIESS, material wear is one of the problems encountered considering the mounting main pin is used as a place to place the bushing which minimizes friction between the mounting main pin and the bucket pin. Giving an adjusted value to the mounting hole of the main pin is one of the more concerns in order to reduce maintenance costs and repair costs in order to increase the company's profit value. This research was conducted at PT. THIESS, Balikpapan Support Facilities which will be implemented in a period of approximately 3 months. This study uses data collection techniques including: literature study, observation, interviews, and documentation. The independent variables in this study are the number of samples as much as 1 main pin mounting hole (9 measurement points), the dependent variable is the comparison of the effect of the adjustment value on the efficiency of repair costs, and the control variable is measuring the percentage of wear and tear with an adjustment limit of -0.15mm. from the outer diameter of the bushing of 200.34 mm – 200.39 mm. Based on the measurement data and calculation results on the efficiency of repair costs, it shows results of 0.08% and can save repair budget costs up to $ 2,157.20. Thus, the comparison of the adjustment value that is still within the size tolerance limit will be able to save repair costs of $ 2,157.20 compared to the custom value that has passed the size tolerance limit above 200.20 mm. The highest percentage of wear occurs at points A1I.b worth 47% and the lowest percentage of wear occurs at points A1I.a, A1III.a, A1III.b, A1III.c with a value of 27%. Meanwhile, the highest wear rate occurs at points A1I.a and A1I.b with a wear rate value of 0.0000448934 mm/hour and the smallest wear rate occurs at points A1III.a A1III.b with a wear rate value of 0.000016835 mm/hour.           Keywords : mounting main pin, wear rate, efficiency.  ABSTRAKMounting main pin pada bucket HITACHI EX3600 merupakan salah satu komponen bucket yang mendukung kerja unit dalam produksi pertambangan di PT. THIESS, keausan material menjadi salah satu problem yang ditemui mengingat mounting main pin digunakan sebagai tempat peletakan bushing yang meminimalisir gesekan antara mounting main pin dengan pin bucket. Pemberian nilai suaian pada lubang mounting main pin menjadi salah satu perhatian lebih agar dapat menekan  biaya perawatan maupun biaya perbaikan guna meningkatkan nilai profit perusahaan. Penelitian ini dilakukan di PT. THIESS, Balikpapan Support Facilities yang dilaksanakan dalam kurun waktu kurang lebih selama 3 bulan. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data diantaranya: studi literatur, observasi, interview, dan dokumentasi. Adapun variabel bebas pada penelitian ini adalah jumlah sampel sebanyak 1 lubang mounting main pin (9 titik pengukuran), variabel terikat perbandingan pengaruh besar nilai suaian terhadap efisiensi repair cost, dan variabel kontrol pengukuran persentase keausan dan laju keausan dengan limit suaian sebesar -0,15mm dari diameter luar bushing sebesar 200,34 mm – 200,39 mm. Berdasarkan data pengukuran dan hasil perhitungan pada efisiensi biaya perbaikan menunjukkan hasil sebesar 0,08% dan dapat menghemat biaya anggaran perbaikan hingga $2,157.20. Dengan demikian, perbandingan nilai suaian yang masih berada dalam limit toleransi ukuran akan dapat menghemat biaya perbaikan sebesar $2,157.20 dibandingkan dengan nilai suaian yang telah melewati limit toleransi ukuran diatas 200,20 mm. Persentase keausan tertinggi terjadi pada titik A1I.b senilai 47% dan persentase keausan terendah terjadi pada titik A1I.a, A1III.a, A1III.b, A1III.c dengan nilai 27%. Sedangkan untuk laju keausan tertinggi terjadi pada titik A1I.a dan A1I.b dengan nilai laju keausan sebesar 0,0000448934 mm/jam dan laju keausan terkecil terjadi pada titik A1III.a A1III.b dengan nilai laju keausan sebesar 0,000016835 mm/jam  Kata kunci : mounting main pin, laju keausan, efisiensi.