Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Persepsi remaja terhadap pemakaian gigi tiruan di SMAN 3 Denpasar I Gusti Ayu Intan Nirmala Sari; Desak Nyoman Ari Susanti; Ni Made Ari Wilani
Bali Dental Journal Vol. 4 No. 1 (2020): January 2020
Publisher : School of Dentistry Faculty of Medicine Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51559/bdj.v4i1.248

Abstract

Background Permanent tooth lost can interfere adolescent activities such as eating and socializing. Tooth loss should be treated with denture use. Riskesdas Province Bali in 2013 showed a gap between the prevalance of permanent teeth loss in adolescents (34,39%) and denture use in adolescents of age group 15-24 year (3,7%). This condition described most adolescents who experience permanent tooth loss did not have the same perception of denture use. The purpose of this study was to investigate adolescent perception about denture use in SMAN 3 Denpasar.Methods: This study was a descriptive study with a cross-sectional design by using questionnaire. The sampling technique used is stratified random sampling by selecting a random sample in each class of every strata. The collected data were analyzed by descriptive statistical analysis technique.Result: The results showed, 4.9% of adolescents have good perception, 90.2% of adolescents have enough perception, and 4.9% of adolescents have less perception of the use of denture in SMAN 3 Denpasar.Conclusion: Generally adolescents in SMAN 3 Denpasar are enough to understand the benefits and purpose of the use of denture. Latar belakang: Kehilangan gigi permanen dapat mengganggu aktivitas remaja seperti makan dan bersosialisasi. Kondisi kehilangan gigi ini sebaiknya dirawat dengan pemakaian gigi tiruan. Riskesdas Provinsi Bali tahun 2013 menunjukkan adanya kesenjangan prevalensi kehilangan gigi permanen pada remaja (34,39%) dengan pemakaian gigi tiruan pada remaja kelompok usia 15-24 (3,7%). Kondisi ini menggambarkan sebagian besar remaja yang mengalami kehilangan gigi permanen tidak memiliki persepsi yang sama terhadap pemakaian gigi tiruan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi remaja terhadap pemakaian gigi tiruan di SMAN 3 Denpasar.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan desain cross-sectional yang menggunakan kuesioner. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Stratified Random Sampling dengan memilih sampel secara acak pada setiap kelas di setiap strata. Data yang telah terkumpul kemudian dianalisis dengan teknik analisis statistik deskriptif.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan sebesar 4,9% remaja memiliki persepsi dengan kategori baik, 90,2% remaja memiliki persepsi dengan kategori cukup, serta 4,9% remaja memiliki persepsi dengan kategori kurang terhadap pemakaian gigi tiruan.Simpulan: Secara umum remaja di SMAN 3 Denpasar cukup memahami manfaat serta tujuan pemakaian gigi tiruan.
PERAN LITERASI KESEHATAN MENTAL, LOKUS KONTROL, DAN GENDER TERHADAP SIKAP MENCARI BANTUAN PROFESIONAL PSIKOLOGI PADA MAHASISWA I Dewa Ayu Srideswari Putri; Ni Made Ari Wilani
Jurnal RAP (Riset Aktual Psikologi Universitas Negeri Padang) Vol 13, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/rapun.v13i2.119029

Abstract

As an undergraduate student, individuals are faced with various challenges and risk to experience psychological problems. The positive attitude toward seeking professional psychological help is needed by students to have a tendency to seek rather than refuse professional help so that they can solve psychological problems that have been experienced. Individual attitudes toward seeking professional help are influenced by several factors such as mental health literacy, locus of control, and gender. This study is aimed to determine the role of mental health literacy, locus of control, and gender toward attitudes to seek professional psychological help on undergraduate students in Bali. This study was conducted using a quantitative survey method with the research subjects were 318 undergraduate students at universities in Bali aged 18-25 years and domiciled in Bali. The results of the multiple regression test showed that there were roles of mental health literacy, locus of control, and gender in increasing the attitudes toward seeking professional psychological help (F=24,040; p=0,000<0,05). Mental health literacy, locus of control, and gender also partially played a role in increasing attitudes toward seeking professional psychological help (mental health literacy: t=5,749, p=0,000; internal locus of control: t=4,147, p=0,000; external locus of control: t=2,236, p=0,026; gender: t=3,222, p=0,001). The implication of this research is to provide consideration for issues that prevent students from seeking professional psychological help.
PERAN DUKUNGAN SOSIAL TEMAN SEBAYA DAN PENERIMAAN DIRI TERHADAP CITRA TUBUH NEGATIF REMAJA AWAL PEREMPUAN DI KOTA DENPASAR Ni Putu Ratih Cahya Pratiwi; Ni Made Ari Wilani
PSIKOLOGI KONSELING Vol 14, No 1 (2023): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/konseling.v14i1.48101

Abstract

Masa remaja adalah masa peralihan dalam rentang kehidupan manusia, yang menimbulkan beberapa masalah. Salah satu masalah yang terjadi pada masa remaja merupakan citra tubuh negatif. Kepedulian terhadap tubuh di kalangan remaja sangat kuat, terlebih pada kelompok remaja awal perempuan yang sedang mengalami masa pubertas. Dukungan sosial teman sebaya dan penerimaan diri diduga berpengaruh terhadap citra tubuh negatif remaja awal perempuan di Kota Denpasar. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran dukungan sosial teman sebaya dan penerimaan diri terhadap citra tubuh negatif remaja awal perempuan di Kota Denpasar. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode skala, yaitu skala dukungan sosial teman sebaya, skala penerimaan diri, dan skala citra tubuh negatif. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 170 remaja awal perempuan di Kota Denpasar yang diambil dengan two stage cluster sampling. Analisis data penelitian ini menggunakan teknik regresi berganda dan didapatkan nilai signifikansi sebesar 0,000 dan nilai koefisien sebesar 0,290. Hal tersebut mengungkapkan bahwa dukungan sosial teman sebaya dan penerimaan diri berperan sebesar 29% terhadap citra tubuh negatif
HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSIONAL DAN PENYESUAIAN PERNIKAHAN PADA PRIA DEWASA AWAL DI DENPASAR Dewi, Putu Yunita Trisna; Wilani, Ni Made Ari
Jurnal Psikologi Udayana Vol 3 No 2 (2016)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.772 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2016.v03.i02.p11

Abstract

Getting married and starting a new family are one of the developing tasks in the early adulthood. In the first 2 years of marriage, couples need to do a marital adjustment. One of the factors that support the successful of marital adjustment is the ability to express feelings to your partner. Men find it difficult to express their feelings for their traditional views about gender roles in society oriented men and Denpasar most people still follow this view. The traditional view emphasizes men as breadwinners, a figure that is strong, not easy to complain and suppress his feelings. The ability to express emotions have a strong relationship with the marital adjustment so that it takes emotional intelligence in the marriage relationship. The aim of this study is to find out the relation between emotional intelligence and marital adjustment among early adulthood men in Denpasar.This study is a quantitative correlation study. The amount of the subject in the study is 66 young adult men with the criteria of the age limit is 20 – 40 years old, have been married with the age of marriage is not more than 2 years. The technique of collecting data used was purposive sampling. The measuring instrument used in the study was emotional intelligence scale with the reliability 0,885 and the scale of marital adjustment with the reliability 0,882. The result after examining the hypotheses by using the method of correlation data analysis by Spearman shows that the significance level is 0,008 (sig<0,05). The value is showing that there is a significant correlation between emotional intelligence and marital adjustment among early adulthood men. The correlation coefficient between emotional intelligence and marital adjustment is 0,323 that means 32,3% variations in marital adjustment are determined by emotional intelligence, meanwhile the other 67,7% are determined by other variables which are not analyzed in this study.Keywords : Emotional Intelligence, Marital Adjustment, Early Adulthood Men
Peran determinasi diri dan dukungan sosial terhadap kematangan karier pada remaja siswa SMA kelas XII di Denpasar Dharmasatya, Adjie; Wilani, Ni Made Ari
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kematangan karier merupakan keselarasan antara perilaku dan sikap karier nyata dengan perilaku dan sikap karier yang diharapkan pada rentang usia tertentu di tiap fase perkembangan. Bentuk kematangan karier pada fase remaja khususnya remaja siswa kelas XII adalah kemampuan menentukan jurusan studi lanjut. Kematangan karier dapat dipengaruhi oleh faktor internal yaitu determinasi diri dan faktor eksternal yaitu dukungan sosial. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang bertujuan untuk mengetahui peran determinasi diri dan dukungan sosial terhadap kematangan karier. Subjek dalam penelitian ini adalah 173 remaja siswa kelas XII di Denpasar. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala kematangan karier, skala determinasi diri, dan skala dukungan sosial. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi berganda. Hasil uji regresi berganda menunjukkan nilai koefisien regresi sebesar 0,561, nilai koefisien determinasi sebesar 0,315 dan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p<0.05) dengan koefisien beta terstandarisasi pada variabel determinasi diri 0,179 dan dukungan sosial sebesar 0,464. Hasil ini menunjukkan determinasi diri dan dukungan sosial secara bersama-sama berperan meningkatkan kematangan karier pada remaja siswa SMA kelas XII di Denpasar.
Hubungan antara citra tubuh dengan kecenderungan body dysmorphic disorder (BDD) pada remaja akhir laki-laki di Denpasar Ganeswari, Anak Agung Istri Galuh; Wilani, Ni Made Ari
Jurnal Psikologi Udayana Vol 6 No 01 (2019)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.796 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2019.v06.i01.p07

Abstract

Masa remaja juga merupakan suatu tahap dalam perkembangan individu mengalami perubahan-perubahan yang sangat pesat diantaranya perubahan fisik. Hal ini yang mendasari remaja cenderung lebih banyak memperhatikan penampilan fisik. Pada masa sekarang bentuk tubuh remaja akhir laki-laki adalah bentuk tubuh atletis dan proporsional dengan bentuk tubuh kurus dengan otot. Tak jarang hal tersebut menimbulkan ketidakpuasan pada tubuh remaja akhir laki-laki, ketidakpuasan ini jika terjadi secara terus menerus maka dapat menyebabkan munculnya kecenderungan Body Dysmorphic Disorder. Individu dengan Body Dysmorphic Disorder (BDD) biasanya melebih-lebihkan daya tarik dari kecantikan wajah dan merendahkan penampilan sendiri. Salah satu faktor yang menyebabkan adalah citra tubuh, citra tubuh merupakan pemikiran seseorang tentang bagaimana penilaian dari orang lain terhadap bentuk tubuhnya. Adanya distorsi dan citra tubuh yang negatif yang menyebabkan munculnya ketidakpuasan tubuh pada remaja akhir laki-laki. Berdasarkan pemaparan tersebut tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara citra tubuh dengan kecenderungan Body Dysmorphic Disorder (BDD) pada remaja akhir laki-laki di Denpasar. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan subjek sejumlah 208 remaja akhir laki-laki dengan rentang usia 17-22 tahun yang merupakan mahasiswa di Denpasar yang dipilih dengan menggunakan teknik probability sampling yaitu cluster area. Instrumen penelitian terdapat dua, yaitu skala citra tubuh (r= 0,912) dan skala kecenderungan Body Dysmorphic Disorder (BDD) (0,909). Metode analisis menggunakan korelasi product moment dengan hasil signifikansi sebesar 0,007 (p<0,05), sehingga kesimpulan penelitian ini yaitu terdapat hubungan antara citra tubuh dengan kecenderungan Body Dysmorphic Disorder (BDD) pada remaja akhir laki-laki di Denpasar. Kata kunci: Kecenderungan Body Dysmorphic Disorder (BDD), citra tubuh, remaja akhir laki-laki.
Pengaruh Teknik Mnemonik terhadap Kemampuan Membaca Aksara Bali pada Siswa Kelas III Sekolah Dasar Negeri 1 Batubulan Yogantari, Luh Putu Winda; Wilani, Ni Made Ari
Jurnal Psikologi Udayana Vol 5 No 2 (2018)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (720.512 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2018.v05.i02.p20

Abstract

Pendidikan tingkat Sekolah Dasar mempunyai peranan penting bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan yang dimiliki, salah satunya yaitu harus menguasai kemampuan membaca. Terdapat mata pelajaran yang mengajarkan cara membaca huruf lain selain abjad yaitu aksara Bali dengan kompetensi dasar yang harus dikuasi adalah mampu membaca permulaan aksara Bali. Adapun permasalahan yang dihadapi siswa kelas III SDN 1 Batubulan yaitu kesulitan dalam mengingat lambang aksara Bali. Kemampuan dalam mengingat bentuk dan bunyi huruf merupakan dasar untuk membaca. Teknik yang dapat digunakan untuk membantu permasalahan tersebut yaitu teknik mnemonik. Mnemonik merupakan teknik untuk meningkatkan penyimpanan dan pengambilan informasi dalam memori. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik mnemonik terhadap kemampuan membaca aksara Bali pada siswa kelas III SDN 1 Batubulan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen yang bersifat pre-experimental designs dengan One-Group Pretest-Posttest Design. Teknik pengambilan sampel menggunakan nonprobability sampling dengan teknik purposive sampling. Jumlah subjek yang diperoleh yaitu 18 siswa. Tahapan penelitian terdiri dari pretest, perlakuan dan post test. Alat ukur yang digunakan adalah tes kemampuan membaca aksara Bali yang terdiri dari 20 soal. Perlakuan diberikan selama tiga kali dalam seminggu selama 6 sesi. Analisis data menggunakan Wilcoxon Signed-Rank Test menunjukkan hasil dengan signifikansi (p = 0.000 ? 0.05) yang artinya Ho ditolak. Adapun nilai effect size (r = 0.5625) menunjukkan bahwa perlakuan memiliki efek yang besar. Dapat disimpulkan bahwa teknik mnemonik memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan membaca aksara Bali pada siswa kelas III SDN 1 Batubulan. Kata kunci: mnemonik, kemampuan membaca aksara Bali, siswa kelas III SD
Peran kecerdasan emosional dan motivasi berprestasi terhadap penyesuaian diri mahasiswa baru Fakultas Kedokteran Universitas Udayana angkatan 2018 Pratiwi, Ni Putu Padmadita Nanda; Wilani, Ni Made Ari
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (432.419 KB)

Abstract

Penyesuaian diri adalah respon mental dan perilaku mahasiswa baru untuk mengatasi dan menyelaraskan kebutuhan, harapan, serta tuntutan yang berasal dari diri sendiri serta dari lingkungan sekitar melalui upaya-upaya tertentu. Penyesuaian diri memfasilitasi mahasiswa baru untuk membentuk dan mempertahankan hubungan yang baik dengan dirinya sendiri serta lingkungannya, terutama di lingkungan perguruan tinggi. Penyesuaian diri dipengaruhi oleh kecerdasan emosional dan motivasi berprestasi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif untuk mengetahui peran kecerdasan emosional dan motivasi berprestasi terhadap penyesuaian diri mahasiswa baru. Jumlah subjek dalam penelitian ini adalah 226 orang mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Udayana angkatan 2018. Alat ukur penelitian ini adalah skala penyesuaian diri, skala kecerdasan emosional, dan skala motivasi berprestasi. Teknik analisis data penelitian ini adalah regresi berganda. Hasil uji regresi berganda menunjukkan nilai koefisien regresi sebesar 0,805, nilai koefisien determinasi sebesar 0,648, dan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p<0,05) dengan koefisien terstandarisasi pada variabel kecerdasan emosional sebesar 0,425 dan motivasi berprestasi sebesar 0,437. Hasil penelitian menunjukkan kecerdasan emosional dan motivasi berprestasi berperan terhadap peningkatan penyesuaian diri mahasiswa baru Fakultas Kedokteran Universitas Udayana angkatan 2018. Kata kunci: Kecerdasan emosional, mahasiswa baru, motivasi berprestasi, penyesuaian diri
Peran kecerdasan emosi terhadap kepuasan pernikahan pada remaja yang menikah muda di Bali Asak, Ni Luh Ari Pradnyadewi; Wilani, Ni Made Ari
Jurnal Psikologi Udayana Vol 6 No 02 (2019)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.023 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2019.v06.i02.p13

Abstract

Dalam 10 tahun terakhir, menikah dilakukan pada usia yang lebih muda yakni remaja. Berdasarkan hasil survei sosial dan ekonomi nasional tahun 2012, Bali menempati peringkat 19 dalam prevalensi pernikahan remaja. Selain banyaknya pernikahan, data lainnya menunjukkan bahwa terdapat banyak kasus perceraian yang dilakukan oleh pasangan remaja. Kasus perceraian meningkat 10 persen setiap tahunnya di Bali, tepatnya di Kota Denpasar. Perceraian disebabkan oleh ketidakcocokan yang menjadi indikasi ketidakpuasan pada pernikahan. Salah satu aspek yang memengaruhi kepuasan pernikahan adalah kecerdasan emosi. Kecerdasan emosi merupakan hal yang harus dimiliki untuk menjaga kelangsungan pernikahan, terutama di usia muda. Berdasarkan pemaparan tersebut, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran kecerdasan emosi terhadap kepuasan pernikahan pada remaja yang menikah muda di Bali. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan subjek sejumlah 66 remaja usia 16-22 tahun yang telah menikah dan berdomisili di Bali. Subjek dipilih dengan menggunakan teknik probability sampling yaitu cluster area. Daerah yang digunakan dalam penelitian ini yakni Kota Denpasar, Kabupaten Gianyar, Kabupaten Bangli, Kabupaten Klungkung, Kabupaten Tabanan. Instrumen penelitian ini menggunakkan dua skala, yaitu skala Kecerdasan Emosi dan skala Kepuasan Pernikahan. Metode analisis menggunakan regresi linear sederhana dengan hasil (t =7,334; p = 0,000), sehingga dapat disimpulkan bahwa kecerdasan emosi dapat meramalkan kepuasan pernikahan pada remaja yang menikah muda di Bali. Nilai R sebesar 0,676 dan R square sebesar 0,457 yang berarti varian kecerdasan emosi dapat menjelaskan sebesar 45,7% taraf varian kepuasan pernikahan. Kata kunci: Kecerdasan emosi, kepuasan pernikahan, pernikahan muda.
Peran kecerdasan emosional terhadap kecemasan menghadapi ujian pada mahasiswa tahun pertama Program Studi Pendidikan Dokter di Fakultas Kedokteran Agus, Hagelin Putri; Wilani, Ni Made Ari
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.476 KB)

Abstract

Mahasiswa tahun pertama sangat membutuhkan bantuan selama periode awal di perguruan tinggi. Masalah dan konflik yang dihadapi di tahun pertama adalah penyesuaian akademik seperti, perubahan gaya belajar dari sekolah menengah atas ke perguruan tinggi, tugas-tugas perkuliahan, dan target pencapaian nilai. Mahasiswa kedokteran rentan mengalami kecemasan, karena sistem belajar pada program studi pendidikan dokter yang kompleks dan padat. Adanya tuntutan akademik, harapan keluarga dan masyarakat juga turut meningkatkan beban psikologis mahasiswa yang dapat berakibat pada kecemasan. Dalam hal ini salah satu rangsangan yang membangkitkan kecemasan adalah situasi saat ujian. Kecemasan menghadapi ujian adalah suatu keadaan atau perasaan yang tidak menyenangkan yang mengakibatkan mahasiswa mengalami perasaan khawatir dan takut, karena memikirkan penilaian dari hasil belajarnya selama pendidikan. Banyak faktor yang dapat memengaruhi kecemasan mahasiswa tahun pertama saat menghadapi ujian salah satunya adalah kecerdasan emosional. Kecerdasan emosional merupakan kecakapan emosi untuk mengendalikan diri sendiri, daya tahan ketika menghadapi rintangan, mengendalikan impuls, mengatur suasana hati serta mengelola kecemasan agar tidak mengganggu kemampuan berpikir serta mampu berempati dan berharap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kecerdasan emosional dengan kecemasan pada mahasiswa tahun pertama yang akan menghadapi ujian. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa tahun pertama di Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Udayana angkatan 2017 yang berjumlah 100 orang. Hasil uji regresi linear sederhana mendapatkan hasil nilai R2 mendapatkan nilai sebesar 0,097 yang artinya kecerdasan emosional memberikan sumbangan sebesar 9,7%, sedangkan sisanya ditentukan oleh faktor-faktor lain di luar variabel kecerdasan emosional. Kata kunci: Kecemasan menghadapi ujian, kecerdasan emosional, mahasiswa tahun pertama