Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

PERBEDAAN SUBJECTIVE WELL-BEING PADA PEREMPUAN BALI YANG MENIKAH SESAMA WANGSA DAN BERBEDA WANGSA Vratasti, I Gusti Ayu Maya; Wilani, Ni Made Ari
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.313 KB)

Abstract

Subjective wellbeing is a thorough assessment of the individual's life that involves cognitive and affective aspects. The cognitive aspect is reflected in the assessment of life satisfaction and affective aspect is reflected from the positive and negative affects felt by the individual, the happiness of individual is when positives affect more dominant than the negatives affect. Marriage is one of the most powerful predictors of subjective wellbeing . In the collective culture, happiness can be caused by social acceptance of their marital status. Wangsa is a social stratification system in Balinese society that divides people into specific groups based on lineage. Wangsa system affects the process and marriage system in Bali which resulted in the emergence of same and different wangsa marriages. Same wangsa marriage will be easier to obtain the consent of the parents marriage more than different wangsa marriage, as well as their social consequences that must be faced by a woman who married different wangsa. In modern times the implementation of wangsa system have been improper, and some rules related to different wangsa married have been more flexible compared to the ancient times. This study aimed to see the condition of subjective wellbeing in Balinese women who married the same and different wangsa. This study used quantitative methods. The sampling technique in this study was three-stage cluster random sampling. Total sample of 60 people, consisting of 30 Balinese women who married the same wangsa and 30 Balinese women married the different wangsa. Measure tool used was subjective wellbeing scale. Data analysis method used was independent sample t-test. The study stated that there was no difference of subjective wellbeing in Balinese women who married the same and different wangsa. Keyword: subjective wellbeing , balinese women, same wangsa married, defferent wangsa married.
HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL DENGAN MOTIVASI BELAJAR SISWA DI SMA NEGERI BALI MANDARA Pramana, A.A. Gede Krisna; Wilani, Ni Made Ari
Jurnal Psikologi Udayana Vol 5 No 01 (2018)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (723.167 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2018.v05.i01.p17

Abstract

SMA Negeri Bali Mandara merupakan sekolah dengan sistem asrama yang dirancang untuk menyediakan pendidikan berkualitas tinggi bagi generasi muda. Sekolah berasrama merupakan model sekolah yang memiliki tuntutan yang lebih tinggi jika dibanding sekolah reguler karena memiliki standar yang ketat dalam hal pendidikan dan disiplin. Motivasi belajar sangat diperlukan untuk dapat mendasari dan mengarahkan aktivitas belajar agar tercapai prestasi yang baik di sekolah berasrama. Motivasi belajar adalah dorongan internal dan eksternal pada siswa-siswa yang sedang belajar untuk mengadakan perubahan tingkah laku, pada umumnya dengan beberapa indikator atau unsur yang mendukung. Dukungan sosial sangat diperlukan untuk menjaga dan meningkatkan semangat atau motivasi belajar agar dapat sukses di sekolah berasrama. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara dukungan sosial dengan motivasi belajar. Subjek pada penelitian ini berjumlah 262 siswa SMA Negeri Bali Mandara. Alat ukur penelitian yang digunakan adalah skala dukungan sosial dan skala motivasi belajar. Hasil uji korelasi Product Moment menunjukan nilai 0,719 (p<0,05) dan R^2=0,517, sehingga dapat disimpulkan bahwa dukungan sosial memiliki hubungan dengan motivasi belajar dan 51,7% variasi dalam motivasi belajar ditentukan oleh variabel dukungan sosial. Hubungan dukungan sosial dengan motivasi belajar juga positif dan searah, artinya semakin tinggi dukungan sosial maka semakin tinggi juga motivasi belajar. Kata Kunci : dukungan sosial, motivasi belajar, siswa SMA Negeri Bali Mandara
Pengaruh citra tubuh terhadap penyesuaian diri pada remaja awal di SMPN 1 Denpasar Iswari, Ni Komang Anggun Sasmitha; Wilani, Ni Made Ari
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (572.836 KB)

Abstract

Pada masa remaja awal, hubungan sosial menjadi semakin dominan. Remaja akan melakukan segala kegiatan yang dapat mendongkrak eksistensinya dalam penyesuaian diri untuk bisa masuk ke dalam lingkungan sosial. Selama proses penyesuaian diri, sangat mungkin remaja mengalami konflik yang dapat menghambat perkembangan sosialnya. Konflik seperti stres dapat dialami remaja saat transisi dari Sekolah Dasar memasuki Sekolah Menengah Pertama karena berbagai perubahan-perubahan yang dialami, salah satunya yaitu pubertas. Aspek psikologis dari pubertas, yaitu perhatian remaja terhadap tubuhnya. Salah satu faktor yang memengaruhi penyesuaian diri yang menjelaskan cara remaja memandang diri sendiri, adalah citra tubuh. Citra tubuh bisa memengaruhi hubungan individu yang bersifat publik maupun paling intim dalam kehidupan sehari-hari. Ketidakpuasan terhadap citra tubuh dapat menyebabkan remaja merasa kurang percaya diri, bahkan kurang bahagia. Fenomena ini muncul di SMPN 1 Denpasar berdasarkan hasil studi pendahuluan. Berdasarkan pemaparan tersebut, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh citra tubuh terhadap penyesuaian diri pada remaja awal di SMPN 1 Denpasar. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan subjek berjumlah 191 remaja usia 12-15 tahun di SMPN 1 Denpasar. Subjek dipilih dengan menggunakan teknik probability sampling yaitu simple random sampling dengan metode undian. Instrumen penelitian ini menggunakan dua skala, yaitu skala Citra Tubuh dan skala Penyesuaian Diri. Metode analisis menggunakan regresi linier sederhana dengan hasil (t = 12,721; p = 0,000), sehingga dapat disimpulkan bahwa citra tubuh memiliki hubungan yang fungsional atau hubungan sebab akibat dengan penyesuaian diri pada remaja awal di SMPN 1 Denpasar. Nilai R sebesar 0,261 dan R square sebesar 0,068. Kata kunci: Citra tubuh, penyesuaian diri, remaja awal
Gambaran resiliensi mahasiswa psikologi penyintas perundungan kelompok sebaya Darmaja, Sutya Niki; Wilani, Ni Made Ari
Jurnal Psikologi Udayana Vol 8 No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2021.v08.i02.p01

Abstract

Bully is common case in every educational stage, including on college that involve college students. Bullying on college can take place when there is a chance. Bullying can decrease the wellbeing of the college student who is being survived by bullying. Bullying can occur on any college student in any department. A case describing the bullying’s experience on psychology student that pointed out the survivor able to rise up from bullying experience and reach positive achievements. That case indicates the role of resilience. By that case, this study focused on exploring the resilience on bullying survivor. Psychology student were selected to obtain how survivor’s knowledge about psychology contribute to the develop resilience, and the ‘Psychology Student’ itself were a unique subject for this study. The subject criterions are an active psychology student, already pass minimum four semester, haven’t take an academic leave on the first second year lectures, and bullied for more than six months. This study using theoretical coding Strauss and Corbin to analyze the data. The result on this study is an overview of resilience on bullying survivor including the bullying experience, coping, adaptation, reaching out, and the role of psychology knowledge on survivor. This study is expected increasing knowledge about resilience on bullying survivor to other researcher, the survivor itself, and other parties that will make use of this study’s result in the positive way.
Peran kesejahteraan psikologis dan asertivitas terhadap penyesuaian perkawinan pada individu dewasa awal di Bali Laksmi, Ni Luh Prema Shantika Putri; Wilani, Ni Made Ari
Jurnal Psikologi Ulayat Vol 11 No 2 (2024)
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jpu930

Abstract

Marital adjustment is a crucial process for couples in their first five years of marriage. In Bali, the number of conflicts, domestic violence, and divorce highlight challenges in marital adjustment. This study examines the role of psychological well-being and assertiveness in marital adjustment among young adults in Bali. The sample included 94 married individuals selected through incidental sampling. This quantitative study utilized three scales: the Marital Adjustment, the Psychological Well-being, and the Assertiveness. Results from multiple linear regression analysis indicated that psychological well-being and assertiveness together accounted for 27% of the variance in marital adjustment among young adults in Bali. The findings provide insights into factors influencing marital adjustment, which may be useful for addressing marital challenges in early adulthood in Bali.
Faktor Yang Mempengaruhi Kecemasan Pada Remaja SMA Yang Akan Melaksanakan Ujian Nasional Kita, Made Rania Artyanti; Wilani, Ni Made Ari
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 10 No 21 (2024): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.14488732

Abstract

Anxiety is a state when an individual feels anxious, uncertain, afraid of reality or perceived as a threat from an unknown source. This paper aims to provide information about the factors that cause anxiety in adolescents who will take the national exam, because many teenagers experience anxiety before the national exam. This paper uses a descriptive method by taking a literature review approach to previous research. The search was carried out using Google Scholar, Neliti and Garuda with journal publications in 2012-2022. Factors that cause anxiety in adolescents who will take national exams include social support, introverted and extroverted personality types, single parents, gender, anxiety traits, internal and external aspects, age and coping responses, family factors, social factors and institutional factors. Anxiety is a natural psychological condition when individuals experience anxiety, therefore social support is needed from both family and peers to increase attention to individual adolescents who are experiencing anxiety
Penyebab Perilaku Self-Harm Pada Remaja: Literature Review Suryananta, I Gusti Agung Dea; Wilani, Ni Made Ari
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 5 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i5.15150

Abstract

Perilaku seseorang guna melukai dirinya diartikan sebagai self-harm yang dimana perbuatan tersebut dilakukan dengan berbagai cara tanpa memandang ada atau tidaknya keinginan untuk bunuh diri. Tujuan dari tulisan ini ialah untuk melakukan kajian literatur terhadap penelitian-penelitian sebelumnya yang juga membahas terkait faktor penyebab perilaku self-harm pada remaja. Artikel ini merupakan studi literatur yang membahas literatur yang berkaitan dengan faktor penyebab perilaku self-harm pada remaja. Pengumpulan data untuk studi literature menggunakan pencarian jurnal yang bersumber dari internet database yaitu, Google Scholar dengan rentang tahun penelitian 2020-2022. Hasil dari penulisan ini menemukan bahwa terdapat faktor penyebab perilaku self-harm pada remaja antara lain, faktor sosial dan psikologis. Faktor sosial mencakup interaksi keluarga, hubungan interpersonal, pola asuh, dan pengalaman traumatis. Selain itu, faktor psikologis mencakup kesepian dan coping maladaptive yang berkontribusi dalam mempengaruhi perilaku self-harm pada remaja.
MENGUNGKAP DAMPAK GAME ONLINE TERHADAP PERILAKU DAN MOTIVASI BELAJAR ANAK: A LITERATURE REVIEW DARMAWAN, MADE AGUNG; WILANI, NI MADE ARI
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v4i4.4291

Abstract

Technological advancements have made online gaming a popular form of entertainment among children and adults alike. Although it is entertaining, online gaming has significant impacts, especially on the lives and development of children. This article aims to identify the effects arising from children who become addicted to online games, examining aspects such as their speech, behavior towards those around them, the influence of online games on their learning activities, and their health.The study utilizes a literature review method from 24 relevant national journals from 2016 to 2024. It has been found that online games greatly affect the lives and development of children who play them. Evidence shows that children who engage in online gaming with high intensity struggle to grasp educational material in school because they remain focused on the games they are playing and often talk with peers about these games. Consequently, they fail to understand the lessons being taught by their teachers, leading to unsatisfactory test scores.Moreover, children tend to use foul language when they experience defeat in online games. This behavior often stems from imitating peers and older individuals who also use harsh words during gameplay. Parents of children who play online games report that these kids frequently exhibit defiance towards their parents and teachers. Instances have been noted where children lie to their parents to gain permission to play online games, and they also become difficult to assist due to being engrossed in their gaming.Online gaming also adversely affects children's physical health; those who spend excessive time playing are likely to experience poor health due to a lack of physical activity, as most of their time is spent gaming rather than exercising. ABSTRAKKemajuan teknologi telah menjadikan game online sebagai hiburan yang populer di kalangan anak-anak hingga dewasa. Walaupun bersifat menghibur, namun game online memiliki dampak yang signifikan terutama bagi kehidupan dan perkembangan anak-anak. Artikel ini bertujuan untuk mengidentifikasi dampak yang timbul pada anak-anak yang mengalami kecanduan bermain game online, entah itu dilihat dari segi perkataannya, sikap yang anak lakukan kepada orang sekitarnya, pengaruh game online terhadap kegiatan belajar anak, dan kesehatan anak yang bermain game online. Kajian ini menggunakan metode studi literatur dari 24 jurnal nasional yang relevan dengan rentang tahun 2016-2024. Diketahui, game online sangat mempengaruhi kehidupan dan perkembangan anak-anak yang memainkannya. Hal ini dibuktikan dengan anak yang bermain game online dengan intensitas yang tinggi akan mengalami kesusahan dalam menerima materi pembelajaran di sekolah karena ia masih memfokuskan pikirannya pada game online yang ia mainkan dan berbicara dengan teman di sebelahnya mengenai game online yang ia mainkan, sehingga anak tidak akan mengerti materi yang sedang gurunya jelaskan dan anak akan mendapatkan nilai ulangan yang tidak memuaskan. Tidak hanya itu, anak akan cenderung berkata kasar apabila mengalami kekalahan saat bermain game online, hal ini terjadi karena anak meniru teman-temannya dan orang yang lebih tua mengucapkan kata-kata kasar ketika bermain game online. Dari pengakuan orang tua dari anak yang bermain game online, diketahui pula anak yang bermain game online cenderung membangkang atau tidak menuruti perintah dari orang tua dan gurunya. Hal ini dibuktikan dengan terdapat anak yang berbohong kepada orang tunya agar ia bisa bermain game online, selain itu anak juga susah dimintai tolong karena anak sedang asik bermain game online. Game online juga berdampak terhadap fisik anak dimana anak yang bermain game online kebanyakan memiliki kesehatan yang buruk karena kebanyakan waktunya hanya dihabiskan untuk bermain game online dan jarang berolahraga.
Intervensi Berbasis Yoga dan Manfaatnya untuk Pejuang Trauma: Kajian Literatur Dewi, Ni Komang Yuliani Satriya; Wilani, Ni Made Ari
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 13, No 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.13.1.2025.71-82

Abstract

Trauma adalah salah satu gangguan kesehatan mental yang disebabkan oleh kejadian luar biasa atau disebut dengan peristiwa traumatik yang menimbulkan ketakutan dan ketidakberdayaan. Penelitian WHO pada tahun 2017 menemukan bahwa sebanyak 70,4% responden dari 24 negara pernah mengalami peristiwa traumatik dalam hidup mereka. Keadaan finansial menjadi salah satu hambatan dalam mengakses perawatan dan pelayanan kesehatan untuk mengatasi trauma. Oleh karena itu, perlu adanya intervensi berupa perawatan yang terjangkau dan dapat diterapkan secara mandiri. Perawatan dengan pendekatan yoga terbukti dapat mengurangi trauma, namun belum ada penelitian yang menjelaskan apa saja intervensi berbasis yoga yang efektif bagi penyintas trauma. Sehingga, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi jenis dan manfaat intervensi berbasis yoga bagi penyintas trauma untuk meningkatkan kesejahteraannya. Penelitian ini menggunakan metode kajian literatur. Hasil dari penelitian ditemukan 4 jenis intervensi berbasis yoga untuk trauma psikologis, yaitu Trauma-Sensitive Yoga, Trauma-Informed Yoga, Traditional Yoga, dan integrasi berbagai teknik berbasis yoga. Penelitian ini harapannya dapat menambah wawasan individu mengenai jenis intervensi berbasis yoga untuk trauma psikologis, khususnya individu yang mengalami trauma. Selain itu, penelitian ini dapat menambah variasi penelitian dalam ilmu kesehatan, khususnya bidang psikologi dan keperawatan. 
Litterature Review: Faktor-Faktor yang Memengaruhi Pembentukan Citra Tubuh Pradnyani, Ni Wayan Kane Elisha; Wilani, Ni Made Ari
Jurnal Inovasi Global Vol. 3 No. 6 (2025): Jurnal Inovasi Global
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jig.v3i6.358

Abstract

Keinginan individu untuk tampil menarik di mata orang lain sangat berkaitan dengan bagaimana ia memandang dan merasakan tubuhnya sendiri. Citra tubuh, atau body image, merujuk pada persepsi dan perasaan seseorang terhadap daya tarik fisik serta aspek seksual dari tubuhnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji faktor-faktor yang mempengaruhi citra tubuh pada individu, agar dapat memberikan wawasan mengenai pengaruh aspek psikologis dan sosial dalam pembentukan citra tubuh. Dengan memahami berbagai faktor yang mempengaruhi citra tubuh, diharapkan dapat ditemukan strategi untuk mendukung kesehatan mental dan kesejahteraan individu. Pennulisan karya tulis ini menggunakan metode literature review. Pencarian data artikel menggunakan 2 basis data yaitu google scholar dan pubmed dengan menggunakan kata kunci ("citra tubuh" OR "ketidakpuasan tubuh") AND ("faktor" OR "penyebab" OR "determinan") untuk jurnal berbahasa Indonesia dan kata kunci kunci ("body image" OR "body dissatisfaction") AND ("factors" OR "determinan" OR “cause”) untuk jurnal Berbahasa inggris. Hasil review literatur menemukan dua tema besar untuk mengelompokkan factor yang memengaruhi pembentukan citra tubuh yaitu factor eksternal dan internal. Faktor internal terdiri dari eksternal terdiri dari kepribadian, gratitude, jenis kelamin serta karakteristik fisik. Sementara itu factor eksternal terdiri dari dukungan keluarga, interaksi teman sebaya dan eksposur media.