Articles
FREEDOM IN PRISON: THE TRANSFORMATIVE IMPACT OF PSIT (PSYCHO-SPIRITUAL INTEGRATIVE THERAPY) ON THE PSYCHOLOGICAL WELL-BEING OF INCARCERATED PEOPLE
Fridari, I Gusti Ayu Diah;
Wilani, Ni Made Ari;
Hartawan, Anak Agung Gede;
Budd, Thomas Andrew
Jurnal Psikologi Vol 21, No 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14710/jp.21.2.104-114
The department of counseling services at Kerobokan Prison, Bali, Indonesia reported to the researcher of this study that some of their inmates experienced psychological complaints which were impacting their physical health. The researcher conducted this study with the aim of providing a means of relief for the inmates, as well as to examine the impact of a Psycho-Spiritual Integrative Therapy (PSIT) as an intervention. A qualitative research method was used with a multiple case study approach with a thematic analysis to determine the influence of the intervention on the participants’ sense of life aspiration and psychological well-being. Fifteen male prisoners, who were serving 10 or more years for drug related offenses, completed the PSIT and participated in a post interview. The researcher found 5 main themes related to the participants’ experiences over the course of the intervention, which were regret, forgiveness, acceptance, belief, and affirmation. The participant reports indicate the beginning of a transformative change in perspective which may be beneficial for creating a new life for themselves upon their release from prison. Further research is necessary to assess long-term changes in the participants’ perspectives, and how they have integrated their awareness for their return to society. The findings of this research may be included into a residential health services module for the counseling services department at Kerobokan Prison, as well they may be influential in further public health research
Intervention Academic Stress in Adolescents
Maha Yuni, I Gusti Ayu Setia;
Wilani, Ni Made Ari
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 14, No 2 (2025): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30872/psikostudia.v14i2.18088
Academic stress in adolescents often affects their emotional and cognitive well-being, which can interfere with academic achievement and quality of life. This study aims to explore interventions that can reduce academic stress in adolescents with an approach based on stress management techniques and social support. The method used is a literature study that reviews various studies on academic stress in adolescents and effective intervention strategies. Based on the literature, relaxation techniques, time management, and social support from family and school have been shown to reduce academic stress in adolescents. In conclusion, an integrated intervention approach between psychological skills and environmental support is very important to overcome academic stress in adolescents. Stres akademik pada remaja sering kali mempengaruhi kesejahteraan emosional dan kognitif mereka, yang dapat mengganggu prestasi akademik serta kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi intervensi yang dapat mengurangi stres akademik pada remaja dengan pendekatan yang berbasis pada teknik manajemen stres dan dukungan sosial. Metode yang digunakan adalah studi literatur yang meninjau berbagai penelitian mengenai stres akademik pada remaja serta strategi intervensi yang efektif. Berdasarkan literatur, teknik relaksasi, pengelolaan waktu, dan dukungan sosial dari keluarga dan sekolah terbukti dapat mengurangi stres akademik remaja. Kesimpulannya, pendekatan intervensi yang terintegrasi antara keterampilan psikologis dan dukungan lingkungan sekitar sangat penting untuk mengatasi stres akademik pada remaja.
Bullying Pada Remaja : Apa Sajakah Dampaknya Terhadap Psikologis dan Prestasi Akademik Korban?
Dewi, Putu ayu ratih kumala;
Wilani, Ni Made Ari
JURNAL PSIKOLOGI MANDALA Vol. 9 No. 2 (2025): JURNAL PSIKOLOGI MANDALA
Publisher : Universitas Dhyana Pura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36002/jpm.v9i2.3113
Bullying is an action carried out by a group or a particular individual that aims to hurt or frighten others. This harassment or Bullying case still occurs today, one of them in Indonesia. Based on data from the Indonesian Child Protection Commission (KPAI), that from 2011 - 2018 showed an increase each year. During the 2016-2020 period the Indonesian Child Protection Commission (KPAI) had received complaints from 480 children who were victims of Bullying at their schools. Seeing this, the preparation of this literature aims to provide an understanding to the reader about the dangers or negative impacts of Bullying on victims. The results showed that the impact of Bullying on the psychological victims was a decrease in self -confidence, anxiety, not wanting to get along, not excited, sad, angry, hated himself even to the tendency of depression. While the impact on the victim's academic achievement is, a decrease in learning motivation.
DAMPAK PSIKOLOGIS PADA ANAK KORBAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA
Praptini, Ida Ayu Trianiyoga;
Wilani, Ni Made Ari
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 3 (2024): Volume 7 No 3 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jrpp.v7i3.29023
Kekerasan anak dalam rumah tangga menjadi hal yang masih sering dijumpai di masyarakat. Anak-anak seringkali menjadi korban dalam pelampiasan emosi orang-orang dewasa di sekitarnya. Keluarga yang seharusnya memberikan rasa aman dan nyaman, justru menanamkan rasa takut di kehidupan anak. Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan mengenai dampak yang dialami oleh anak korban kekerasan dalam rumah tangga. Literatur yang menjadi rujukan dalam kajian literatur ini adalah jurnal-jurnal yang membahas kekerasan pada anak dalam rumah tangga dengan kriteria inklusi penelusuran yaitu anak yang mengalami kekerasan dalam rumah tangga, membahas terkait dampak psikologis kekerasan, tahun terbit jurnal 2017-2022 dan free full text dengan topik kekerasan pada anak. Berdasarkan kajian literatur, didapatkan hasil bahwa anak yang mengalami kekerasan baik secara fisik, verbal, emosional, psikis, maupun seksual mengalami gejala gangguan psikologis. Gangguan ini menyebabkan disfungsi pada perkembangan dan sosial anak-anak korban kekerasan tersebut.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI KEPUASAN PERNIKAHAN PADA PASANGAN PERNIKAHAN JARAK JAUH DI INDONESIA: LITERATURE REVIEW
Martini, Ni Kadek Dwi;
Wilani, Ni Made Ari
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 12, No 8 (2025): Nusantara : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/jips.v12i8.2025.3288-3301
Pencapaian kepuasan pernikahan yang dialami oleh pasangan dalam pernikahan jarak jauh merupakan indikator penting untuk menjaga keutuhan dan kestabilan kehidupan keluarga, meskipun terpisah oleh jarak dan waktu. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi faktor-faktor yang berkontribusi terhadap kepuasan pernikahan pada pasangan yang menjalani pernikahan jarak jauh di Indonesia. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur terhadap artikel-artikel yang diterbitkan antara tahun 2018 hingga 2023, yang bersumber dari Google Scholar. Temuan dari analisis terhadap 10 artikel menunjukkan adanya faktor personal dan sosial yang memengaruhi kepuasan pernikahan dalam konteks pernikahan jarak jauh. Faktor personal meliputi komitmen, pemecahan masalah, penyesuaian pernikahan, religiusitas, dan keterbukaan diri. Sementara itu, faktor sosial mencakup komunikasi interpersonal, keberadaan anak, dan hubungan baik dengan keluarga. Suami dan istri berperan penting dalam mendorong dan mendukung satu sama lain untuk mencapai kepuasan pernikahan, meskipun terpisah jarak.
HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSIONAL DAN PENYESUAIAN PERNIKAHAN PADA PRIA DEWASA AWAL DI DENPASAR
Putu Yunita Trisna Dewi;
Ni Made Ari Wilani
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 3 No. 2 (2016)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24843/JPU.2016.v03.i02.p11
Getting married and starting a new family are one of the developing tasks in the early adulthood. In the first 2 years of marriage, couples need to do a marital adjustment. One of the factors that support the successful of marital adjustment is the ability to express feelings to your partner. Men find it difficult to express their feelings for their traditional views about gender roles in society oriented men and Denpasar most people still follow this view. The traditional view emphasizes men as breadwinners, a figure that is strong, not easy to complain and suppress his feelings. The ability to express emotions have a strong relationship with the marital adjustment so that it takes emotional intelligence in the marriage relationship. The aim of this study is to find out the relation between emotional intelligence and marital adjustment among early adulthood men in Denpasar.This study is a quantitative correlation study. The amount of the subject in the study is 66 young adult men with the criteria of the age limit is 20 – 40 years old, have been married with the age of marriage is not more than 2 years. The technique of collecting data used was purposive sampling. The measuring instrument used in the study was emotional intelligence scale with the reliability 0,885 and the scale of marital adjustment with the reliability 0,882. The result after examining the hypotheses by using the method of correlation data analysis by Spearman shows that the significance level is 0,008 (sig<0,05). The value is showing that there is a significant correlation between emotional intelligence and marital adjustment among early adulthood men. The correlation coefficient between emotional intelligence and marital adjustment is 0,323 that means 32,3% variations in marital adjustment are determined by emotional intelligence, meanwhile the other 67,7% are determined by other variables which are not analyzed in this study. Keywords : Emotional Intelligence, Marital Adjustment, Early Adulthood Men
PERBEDAAN SUBJECTIVE WELL-BEING PADA PEREMPUAN BALI YANG MENIKAH SESAMA WANGSA DAN BERBEDA WANGSA
I Gusti Ayu Maya Vratasti;
Ni Made Ari Wilani
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus: Cultural Health Psychology (2017)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24843/
Subjective wellbeing is a thorough assessment of the individual's life that involves cognitive and affective aspects. The cognitive aspect is reflected in the assessment of life satisfaction and affective aspect is reflected from the positive and negative affects felt by the individual, the happiness of individual is when positives affect more dominant than the negatives affect. Marriage is one of the most powerful predictors of subjective wellbeing . In the collective culture, happiness can be caused by social acceptance of their marital status. Wangsa is a social stratification system in Balinese society that divides people into specific groups based on lineage. Wangsa system affects the process and marriage system in Bali which resulted in the emergence of same and different wangsa marriages. Same wangsa marriage will be easier to obtain the consent of the parents marriage more than different wangsa marriage, as well as their social consequences that must be faced by a woman who married different wangsa. In modern times the implementation of wangsa system have been improper, and some rules related to different wangsa married have been more flexible compared to the ancient times. This study aimed to see the condition of subjective wellbeing in Balinese women who married the same and different wangsa. This study used quantitative methods. The sampling technique in this study was three-stage cluster random sampling. Total sample of 60 people, consisting of 30 Balinese women who married the same wangsa and 30 Balinese women married the different wangsa. Measure tool used was subjective wellbeing scale. Data analysis method used was independent sample t-test. The study stated that there was no difference of subjective wellbeing in Balinese women who married the same and different wangsa. Keyword: subjective wellbeing , balinese women, same wangsa married, defferent wangsa married.
PERAN DUKUNGAN SOSIAL TEMAN SEBAYA DAN KONSEP DIRI TERHADAP PENYESUAIAN DIRI DI SEKOLAH PADA SISWA SMP KELAS VII DI KECAMATAN TABANAN
Putu Indah Sukasari;
Ni Made Ari Wilani
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 4 No. 2 (2017)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24843/JPU.2017.v04.i02.p08
Penyesuaian diri di sekolah adalah kemampuan individu dalam menghadapi perubahan pada lingkungan sekolah yang baru dan di dalamnya terdapat usaha untuk mencapai hubungan harmonis antara tuntutan lingkungan sekolah yang baru dengan tuntutan yang berasal dari dalam diri individu. Penyesuaian diri di sekolah dipengaruhi oleh faktor lingkungan teman sebaya dan konsep diri. Penelitian ini bertujuan untuk melihat peran dukungan sosial teman sebaya dan konsep diri terhadap penyesuaian diri di sekolah pada siswa SMP kelas VII di Kecamatan Tabanan. Subjek penelitian ini adalah siswa SMP kelas VII di Kecamatan Tabanan yang diwakili oleh SMP Negeri 1 Tabanan sebanyak 308 subjek. Metode pengambilan data menggunakan skala dukungan sosial teman sebaya, skala konsep diri, dan skala penyesuaian diri di sekolah. Teknik pengambilan sampel menggunakan two stage cluster sampling. Hasil analisis regresi berganda menunjukkan F=77,030; dengan signifikansi 0,000 (p<0,05) hal ini berarti bahwa dukungan sosial teman sebaya dan konsep diri secara bersama-sama berperan terhadap penyesuaian diri di sekolah. Koefisien determinasi (R Square) sebesar 0,336 artinya sumbangan efektif dukungan sosial teman sebaya dan konsep diri terhadap penyesuaian diri di sekolah sebesar 33,6% sedangkan sisanya sebesar 66,4% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Kata kunci: dukungan sosial teman sebaya, konsep diri, penyesuaian diri di sekolah, siswa SMP kelas VII
HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL DENGAN MOTIVASI BELAJAR SISWA DI SMA NEGERI BALI MANDARA
A.A. Gede Krisna Pramana;
Ni Made Ari Wilani
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 5 No. 1 (2018)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24843/JPU.2018.v05.i01.p17
SMA Negeri Bali Mandara merupakan sekolah dengan sistem asrama yang dirancang untuk menyediakan pendidikan berkualitas tinggi bagi generasi muda. Sekolah berasrama merupakan model sekolah yang memiliki tuntutan yang lebih tinggi jika dibanding sekolah reguler karena memiliki standar yang ketat dalam hal pendidikan dan disiplin. Motivasi belajar sangat diperlukan untuk dapat mendasari dan mengarahkan aktivitas belajar agar tercapai prestasi yang baik di sekolah berasrama. Motivasi belajar adalah dorongan internal dan eksternal pada siswa-siswa yang sedang belajar untuk mengadakan perubahan tingkah laku, pada umumnya dengan beberapa indikator atau unsur yang mendukung. Dukungan sosial sangat diperlukan untuk menjaga dan meningkatkan semangat atau motivasi belajar agar dapat sukses di sekolah berasrama. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara dukungan sosial dengan motivasi belajar. Subjek pada penelitian ini berjumlah 262 siswa SMA Negeri Bali Mandara. Alat ukur penelitian yang digunakan adalah skala dukungan sosial dan skala motivasi belajar. Hasil uji korelasi Product Moment menunjukan nilai 0,719 (p<0,05) dan R^2=0,517, sehingga dapat disimpulkan bahwa dukungan sosial memiliki hubungan dengan motivasi belajar dan 51,7% variasi dalam motivasi belajar ditentukan oleh variabel dukungan sosial. Hubungan dukungan sosial dengan motivasi belajar juga positif dan searah, artinya semakin tinggi dukungan sosial maka semakin tinggi juga motivasi belajar. Kata Kunci : dukungan sosial, motivasi belajar, siswa SMA Negeri Bali Mandara
Pengaruh Teknik Mnemonik terhadap Kemampuan Membaca Aksara Bali pada Siswa Kelas III Sekolah Dasar Negeri 1 Batubulan
Luh Putu Winda Yogantari;
Ni Made Ari Wilani
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 5 No. 2 (2018)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24843/JPU.2018.v05.i02.p20
Pendidikan tingkat Sekolah Dasar mempunyai peranan penting bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan yang dimiliki, salah satunya yaitu harus menguasai kemampuan membaca. Terdapat mata pelajaran yang mengajarkan cara membaca huruf lain selain abjad yaitu aksara Bali dengan kompetensi dasar yang harus dikuasi adalah mampu membaca permulaan aksara Bali. Adapun permasalahan yang dihadapi siswa kelas III SDN 1 Batubulan yaitu kesulitan dalam mengingat lambang aksara Bali. Kemampuan dalam mengingat bentuk dan bunyi huruf merupakan dasar untuk membaca. Teknik yang dapat digunakan untuk membantu permasalahan tersebut yaitu teknik mnemonik. Mnemonik merupakan teknik untuk meningkatkan penyimpanan dan pengambilan informasi dalam memori. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik mnemonik terhadap kemampuan membaca aksara Bali pada siswa kelas III SDN 1 Batubulan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen yang bersifat pre-experimental designs dengan One-Group Pretest-Posttest Design. Teknik pengambilan sampel menggunakan nonprobability sampling dengan teknik purposive sampling. Jumlah subjek yang diperoleh yaitu 18 siswa. Tahapan penelitian terdiri dari pretest, perlakuan dan post test. Alat ukur yang digunakan adalah tes kemampuan membaca aksara Bali yang terdiri dari 20 soal. Perlakuan diberikan selama tiga kali dalam seminggu selama 6 sesi. Analisis data menggunakan Wilcoxon Signed-Rank Test menunjukkan hasil dengan signifikansi (p = 0.000 ? 0.05) yang artinya Ho ditolak. Adapun nilai effect size (r = 0.5625) menunjukkan bahwa perlakuan memiliki efek yang besar. Dapat disimpulkan bahwa teknik mnemonik memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan membaca aksara Bali pada siswa kelas III SDN 1 Batubulan. Kata kunci: mnemonik, kemampuan membaca aksara Bali, siswa kelas III SD