Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Pemanfaatan Batu Angus di Lereng Timur Gunung Gamalama Pulau Ternate Sebagai Media Pembelajaran Geografi di SMA Samsi Awal; Muhsinatun Siasah Masruri
Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 17, No 1 (2019): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.889 KB) | DOI: 10.21831/gm.v17i1.28294

Abstract

Erupsi gunungapi Gamalama pada tahun 1907 menghasilkan perubahan bentuk tubuh gunungapi berupa hamparan batu angus. Objek batu angus ini merupakan salah satu objek geografi tetapi belum dimanfaatkan. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan keberadaan batu angus sebagai media pembelajaran geografi di SMA. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen. Data penelitian dikumpulkan melalui data hasil belajar siswa yang dianalisis dengan menggunakan uji t-test. Hasil penelitian menunjukan bahwa Hasil belajar dengan menggunakan media alam Outdoor Learning lebih tinggi dibandingkan media power point. Peningkatan hasil belajar itu dapat dilihat dari ketercapaian kriteria ketuntasan hasil belajar siswa yang diperoleh. Pada pre-test kelas X IPS 1 SMA Negeri 5 Kota Ternate, siswa yang mencapai nilai kriteria ketuntasan minimum sebesar (25%) sedangkan pada post-test hasil belajar siswa mengalami peningkatan mencapai (79%). Pada pre-test kelas X IPS 1 SMA Negeri 6 Kota Ternate, siswa yang mencapai kriteria ketuntasan minimum 19%. Setelah pembelajaran diterapkan dengan menggunakan media alam berbasis outdoor learning menjadi 88%. Pembelajaran outdoor learning dengan mengamati langsung objek materi yang diajarkan membuat siswa merasa antusias dan aktif ketika pembelajaran berlangsung.
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN EKONOMI SMA/MA DENGAN MATERI PERMINTAAN DAN PENAWARAN Fitria Endang Susana; Muhsinatun Siasah Masruri
Jurnal Inovasi Teknologi Pendidikan Vol 2, No 1 (2015): April
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.683 KB) | DOI: 10.21831/tp.v2i1.5204

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) menghasilkan multimedia  pembelajaran ekonomi kelas X SMA/MA dengan materi permintaan dan penawaran dan (2) mengetahui kelayakan dan efektivitas multimedia tersebut untuk meningkatkan hasil belajar ekonomi. Jenis peneli-tian ini adalah penelitian dan pengembangan yang terdiri atas tiga tahapan, yaitu penyu-sunan program/konsep, pengembangan produk dan evaluasi. Tahap penyusunan program/ konsep meliputi penentuan tujuan pembelajaran, perumusan materi pembelajaran, penentu-an strategi pembelajaran, serta mendesain dan merumuskan evaluasi formatif dan menetap-kan aplikasi. Langkah kedua adalah pengembangan produk yang meliputi pembuatan desain media (storyboard dan flowchartview), pengumpulan bahan (material collecting), dan assembly atau pengorganisasian bahan ke dalam tampilan. Proses berikutnya adalah evaluasi produk yang terdiri beberapa tahapan yaitu evaluasi ahli materi dan ahli media, uji coba perorangan, uji coba kelompok kecil, dan uji coba lapangan. Hasil uji coba menunjukkan bahwa rerata skor aspek pemograman sangat baik, materi/isi sangat baik dan aspek media/ tampilan sangat baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas multimedia pembelajar-an  ekonomi kelas X dengan materi permintaan dan penawaran tergolong layak digunakan sebagai media pembelajaran, dan cukup efektif meningkatkan hasil belajar ekonomi.Kata kunci: ekonomi, multimedia_____________________________________________________________________ DEVELOPING ECONOMICS MULTIMEDIA FOR THEGRADE STUDENTS OF SENIOR HIGH SCHOOL/ ISLAMIC HIGH SCHOOL FOR TEACHING SUPPLY AND DEMAND Abstract This research aims at: (1) producing a multimedia for economics learning used  for the grade students of Senior High School/ Islamic High School on the topic of supply and demand; and (2) finding out the feasibility and effectiveness of the interactive multimedia in improvingthe learning result of economics.This research was a Research and Development (RD) study conducted in three steps: developing/ making a concept, developing a product and evaluating the product. The first step is developing a concept which included identifying and determining the performance objective. The second is learning material, and the teaching strategies, designing the formative assessment, and production, consisting of designing the storyboard and flowchart view, and assembling or organizing the screenview materials. The next process is product evaluation which consisted of some steps: subject-matter and media expert evaluation, individual  try out, small group try out, and field try out. The data were collected through a questionnaire and observation. The data are used to know the feasibility of the multimedia. Cognitive tests (pretest and posstest) are used to know the effectiveness of the interactive multimedia.  The data were analyzed using the quantitative descriptive technique. The results show the average score on the instructional aspect is very good , on the concept aspect is very good and on the media aspects is very good. From this result the quality of economics multimedia for the grade students on supply and demand materials in terms of the aspects of instruction, content, and media is very good, and succed in achieving the target score.Keywords: ecomonics, multimedia.
PENGGUNAAN METODE JIGSAW DENGAN BANTUAN MEDIA UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN KERJA SAMA DAN HASIL BELAJAR IPS Nunung Sri Rochaniningsih; Muhsinatun Siasah Masruri
Harmoni Sosial: Jurnal Pendidikan IPS Vol 2, No 1 (2015): March
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.351 KB) | DOI: 10.21831/hsjpi.v2i1.4602

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan (1) keterampilan kerja sama, dan (2) hasil belajar IPS. Subjek penelitian adalah 20 peserta didik kelas VIII F SMP N 1 Piyungan tahun pelajaran 2013/2014. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, tes, dan catatan lapangan. Analisis data yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian sebagai berikut. (1) Terjadi peningkatan keterampilan kerja sama peserta didik setelah diterapkan metode Jigsaw dengan bantuan media gambar dan artikel bergambar. Pada siklus I keterampilan kerja sama peserta didik dengan kriteria baik 65%,  meningkat menjadi 90% pada siklus II. (2) Terjadi peningkatan hasil belajar IPS. Pada siklus I dengan media gambar dan pembagian kelompok berdasarkan prestasi akademik  rata-rata hasil belajar 73,75, dan ketuntasan hasil belajar 50%. Pada siklus II dengan media artikel bergambar dan pembagian kelompok berdasarkan prestasi akademik dan keberagaman gender rata-rata hasil belajar meningkat menjadi 84,75, dan ketuntasan hasil belajar 95%. Kata kunci: metode Jigsaw, media pembelajaran, keterampilan kerja sama, hasil belajar IPS ______________________________________________________________THE USE OF MEDIA-AIDED JIGSAW METHOD TO IMPROVE TEAMWORK SKILL AND SOCIAL STUDIES LEARNING ACHIEVEMENT Abstract This Study aims to improve (1) teamwork skill, and (2) Social studies learning achievement. The Subject is 20 students of class VIII F of Junior High School I Piyungan, Bantul at the first semester in the academic year of 2013/2014. The data were collected through observation,  tests, and fied notes. The data were analyzed using the quantitatif descriptive technique. The results of the study are as.  (1) There was an improvement in the students’ teamwork skill after the apllication of the Jigsaw method by  picture and pictured article media. In cycle I, the students’ teamwork skill wich good criteria is 65% and increases into 90% in cycle II. (2) There was an improvement social studies learning achievement. In cycle I, through picture media and grouping based on academic achievement, the average  learning achievement was 73.75 and the learning achievement mastery was 50%. In cycle II,through pictured article media,grouping based on academic achievement and gender variety, the average learning achievement was 84.75 and the learning achievement mastery was 95%. Keywords: jigsaw method, instructional media, teamwork skill, social studies learning achievement
PENGARUH PENGGUNAAN STRATEGI PETA KONSEP TERHADAP HASIL BELAJAR IPS PESERTA DIDIK DI SMP Sahra Sahra; Muhsinatun Siasah Masruri
Harmoni Sosial: Jurnal Pendidikan IPS Vol 1, No 2 (2014): September
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (728.184 KB) | DOI: 10.21831/hsjpi.v1i2.2441

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh strategi peta konsep terhadap hasil belajar IPS di SMP Negeri I Unter Iwes Sumbawa Tahun Ajaran 2012/2013. Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimen dengan rancangan faktorial 2x2. Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas VII.1 SMPN 1 Unter Iwes sebagai kelompok eksperimen dan kelas VII.1 SMPN 2 Sumbawa sebagai kelompok kontrol. Data diperoleh dengan: (1) tes, untuk mengukur pemahaman peserta didik terhadap konsep IPS, dan (2) angket dengan skala likert, untuk menggolongkan peserta didik dengan minat IPS dan non IPS. Untuk validasi empiris, instrumen diujicobakan pada siswa kelas VIII-4  dan VIII-6 SMP Negeri 1 Unter Iwes Sumbawa dengan hasil 46 butir angket yang valid dari 75 butir, dan untuk soal tes hasil belajar, terdapat 30 butir yang valid dari 40 butir soal. Data dianalisis menggunakan analisis variansi dua jalan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) strategi pembelajaran peta konseplebih efektif untuk meningkatkan hasil belajar IPS yang komprehensif dari pada strategi ceramah (dengan rataan 76,47 68,69; Fo= 8,84; a 0,05); (2)  hasil belajar peserta didik dengan minat IPS lebih tinggi dibandingkan hasil belajar peserta didik minat non IPS (dengan rataan 73,59 72,10; Fo = 7,09; a 0,05); dan (3) terdapat interaksi pengaruh antara strategi pembelajaran dan minat terhadap hasil belajar dengan (Fo = 12,98; pada a 0,05).  Dengan demikian strategi peta konsep lebih efektif daripada strategi ceramah untuk meningkatkan hasil belajar IPS. Oleh karena itu peta konsep dapat digunakan sebagai pembelajaran IPS untuk mencapai hasil belajar, terutama pada siswa yang minat IPS.Kata Kunci: peta konsep, minat dan hasil belajar
Keefektifan model pembelajaran dalam meningkatkan hasil belajar geografi ditinjau dari keterpaan media elektronik siswa SMA Stefania Octaviana Meo; Muhsinatun Siasah Masruri
Harmoni Sosial: Jurnal Pendidikan IPS Vol 5, No 1 (2018): March
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (614.184 KB) | DOI: 10.21831/hsjpi.v5i1.11233

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan keefektifan antara model Discovery Learning dan model Problem-Based Learning dalam meningkatkan hasil belajar geografi peserta didik, ditinjau dari keterpaan media elektronik, serta mengetahui interaksi pengaruh antara  model pembelajaran dan keterpaan media elektronik terhadap hasil belajar geografi.Penelitian  ini  merupakan penelitian  kuasi  eksperimen. Analisis  data  dilakukan  menggunakan analisis deskripsi dan inferensial.  Hasil penelitian ini adalah: (1) Model Discovery Learning lebih efektif jika dibandingkan dengan model Problem-Based Learning dengan nilai rata-rata72 63 dan tarafsignifikan 0.00. (2) Hasil belajar dengan keterpaan media elektonik tinggi lebih baik daripada hasil belajar dengan ketepaan media elektronik rendah,  nilai rata-rata 71.99 65 dengan tarafsignifikan 0,00. (3) Hasil belajar peserta didik dengan keterpaan media massa elektronik tinggi pada model Discovery Learning lebih baik dari pada model Problem-Based Learningnilai rata-rata 77.59 63 dengan tarafsignifikan 0,00. (4) Hasil belajar peserta didik dengan keterpaan media massa elektronik rendah pada model Discovery Learning lebih baik dari pada model Proble- Based Learningnilai rata-rata 67.59 62.77 dengan taraf signifikan 0,00. (5) Model Discovery Learning lebih efektif dari pada model Problem-Based Learning jika dilihat dari keterpaan media elektronik tinggi dan rendah.Kata kunci: discovery learning,problem- based learning, media elektronik THE EFFECTIVENESS OF TEACHING MODEL IN IMPROVING GEOGRAPHY LEARNING OUTCOMES BASED ON ELECTRONIC MEDIA EXPOSURE AT HIG SCHOOLAbstractThis study aims to compare the effectiveness between the Discovery Learning model and the model of Problem-Based Learning  to improving the geography learning outcomes , based on electronic media exposure, and  analyzing the interaction effect between models of learning and electronic media exposure on the outcomes of the geography learning. This study was a  quasi-experimental.  Data analysis was performed using descriptive analysis and inferential. The experiment data, was analized by Anava, and the result of this research are :  (1)  Discovery Learning is more effective than model of Problem-Based Learning (72 62 and significance 0.00); (2) Learning outcames of student with high electroncc media exposure is more than the outcames of student with low electronic media exposure (71.99 65 and significance 0.00); (3)  The Learning outcame  of students with high electrinic media exposure in Discovery Learning model is more than the learning outcame of students Problem -Based Learning model (77.59 63 and significance 0.00); (iv) Learning outcame  of students with low electrinic media exposure in  Discovery Learning model is more than the learning outcame  of students Problem-Based Learning model (67.59 62.77and significance 0.00; (5) From the perspectiveof the both of the high and low electronic media exposure,the model Discovery Learning model is more effective than the Problem-Based Learning.Keywords: Effectiveness, learning model, electronic media exposure
KEEFEKTIFAN VCT DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH UNTUK MENINGKATKAN NILAI NASIONALISME, DEMOKRASI, DAN MULTIKULTURAL Mursetyadi Yuli Sadono; Muhsinatun Siasah Masruri
Harmoni Sosial: Jurnal Pendidikan IPS Vol 1, No 1 (2014): March
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (599.117 KB) | DOI: 10.21831/hsjpi.v1i1.2429

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan pembelajaran sejarah dengan menerapkan Value Clarification Technique (VCT) untuk meningkatkan nilai nasionalisme, demokrasi dan multikultural, dengan memperhatikan gaya belajar siswa Visual dan Auditori). Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperiment. Data dianalisis menggunakan analisis faktorial 2x2 dengan α= 0,05. Hasil penelitian menunjukan bahwa rerata hasil belajar afektif siswa dengan pembelajaran VCT lebih tinggi daripada siswa yang belajar dengan teknik konvensional (151,47138,91; α 0,000). Kesimpulannya, teknik klarifikasi nilai (VCT) efektif untuk penanaman nilai nasionalisme, demokrasi, dan multikultural melalui pembelajaran sejarah, baik pada siswa yang bergaya belajar auditori maupun visual.Kata Kunci: Keefektifan, VCT, Gaya Belajar
Relevansi fenomena lingkungan kawasan borobudur sebagai sumber belajar geografi Widodo, Edi; Rifa'atussa'adah, Nahida; Riantika, Rasti Fajar Peni; Masruri, Muhsinatun Siasah; Hastuti, Hastuti
Geomedia Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol. 21 No. 2 (2023): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/gm.v21i2.52355

Abstract

Keunikan candi dan fenomena lingkungan kawasan sekitar Borobudur dapat dijadikan sumber belajar geografi. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan fenomena lingkungan di kawasan sekitar Borobudur untuk dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar geografi. Teknik pengumpulan data meliputi pengamatan lapangan, wawancara mendalam terhadap responden kunci, dan selanjutnya dokumentasi. Validasi data menggunakan trianggulasi teknik menurut Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan terdapat keunikan fenomena lingkungan yang ada pada kawasan sekitar candi Borobudur layak digunakan sebagai sumber pembelajaran geografi secara kontekstual pada jenjang sekolah menegah atas. Hasil kajian menatakan relevansi fenomena tersebut dapat digunakan untuk sumber belajar geografi sekolah menengah atas pada materi pembelajaan sistem informasi geografis, hidrosfer, kebencanaan, penginderaan jauh dan litosfer. Pengembangan Candi Borobudur sebagai prioritas wisata Dunia, diharapkan memperhatikan nilai edukatif yang terkandung di dalamnya supaya fenomena lingkungan yang dapat dijadikan sumber belajar tidak hilang.