Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Online Shopping Addiction dalam Perspektif Islam Maslahah Puput Winarsih; Ilham Mundzir
As-Syar i: Jurnal Bimbingan & Konseling Keluarga  Vol. 6 No. 3 (2024): As-Syar’i: Jurnal Bimbingan & Konseling Keluarga
Publisher : Institut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/as.v6i3.6007

Abstract

The rapid development of information technology has changed consumer behavior, especially when it comes to online shopping. Ease of access to information and transactions via the internet has created a new phenomenon, namely online shopping addiction (OSA). OSA is defined as the tendency to shop excessively and compulsively over the internet, which can cause economic, social, and emotional problems. Research shows a positive correlation between internet addiction and online shopping addiction. Although online shopping provides convenience, it can also have negative impacts such as compulsive buying and financial problems. OSA can be measured along six dimensions: salience, mood modification, tolerance, withdrawal, conflict, and relapse. Individual coping skills play an important role in overcoming compulsive shopping tendencies. Individuals with good active coping skills tend to be better able to manage situational demands and have a lower risk of developing addictive behaviors such as OSA. Understanding OSA and the factors that influence it is important for developing effective prevention and intervention strategies in overcoming the problem of online shopping addiction in this digital era.
Exposing Self-Esteem in Adoptive Children: Implications of Literature Review's Findings Winarsih, Puput; Mundzir, Ilham
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 13, No 1 (2025): Volume 13, Issue 1, Maret 2025
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikoborneo.v13i1.17882

Abstract

Family is a social environment that can influence the growth and development of a child, in a normal family consisting of a father, mother and child. A family can be said to be successful if the child can express himself, convey his feelings, achieve and can be useful to society. However, not all families have children. Women are often considered the cause of couples not having children, which ultimately leads to the family adopting. This study aims to examine the relationship between adoption and self-esteem in adopted children through a literature review. Self-esteem is an important aspect in a child's psychological development, especially for adopted children who may face additional challenges in forming their self-identity. The method used in this study is a systematic literature study that includes an analysis of previous scientific articles on factors that influence the self-esteem of adopted children. The results of the study indicate that the self-esteem of adopted children is influenced by various factors, such as parenting style, openness of communication about adoption status, and involvement in the culture of origin. Adopted children with strong social support from their adoptive families show higher levels of self-esteem than those who do not receive sufficient support. The conclusion of the study shows that the literature review shows that self-esteem of adopted children can increase through foster family support, good adaptability, and positive self-acceptance. Conversely, self-esteem can decrease due to social pressure, lack of family support, and difficulty adapting to a new environment. Although existing research has provided initial understanding, further studies are needed to develop effective interventions that take into account the unique characteristics of each adopted child. Keluarga merupakan lingkungan sosial yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan seorang anak, dalam sebuah keluarga normalnya terdiri dari ayah, ibu dan anak. Sebuah keluarga dapat dikatakan berhasil apabila sang anak dapat berekpresi, menyampaikan perasaanya, berprestasi dan dapat bermanfaat bagi masyarakat. Namun, tidak semua keluarga memiliki anak. Wanita sering kali dijadikan sebagai penyebab pasangan tidak memiliki anak sehingga membuat keluarga tersebut pada akhirnya melakukan adopsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara adopsi dan harga diri (self-esteem) pada anak-anak yang diadopsi melalui tinjauan literatur. Self-esteem merupakan aspek penting dalam perkembangan psikologis anak, terutama bagi anak-anak adopsi yang mungkin menghadapi tantangan tambahan dalam membentuk identitas diri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur sistematis yang mencakup analisis terhadap artikel-artikel ilmiah terdahulu mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi self-esteem anak-anak yang diadopsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa self-esteem anak adopsi dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti gaya pengasuhan, keterbukaan komunikasi tentang status adopsi, dan keterlibatan dalam budaya asal. Anak-anak yang diadopsi dengan dukungan sosial yang kuat dari keluarga angkat menunjukkan tingkat self-esteem yang lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak mendapat dukungan yang cukup. Kesimpulan penelitian menunjukan bahwa Tinjauan literatur menunjukkan self-esteem anak adopsi dapat meningkat melalui dukungan keluarga asuh, kemampuan adaptasi yang baik, dan penerimaan diri yang positif. Sebaliknya, self-esteem dapat menurun akibat tekanan sosial, kurangnya dukungan keluarga, dan kesulitan beradaptasi dengan lingkungan baru. Meski penelitian yang ada telah memberikan pemahaman awal, masih diperlukan studi lebih lanjut untuk mengembangkan intervensi yang efektif dengan mempertimbangkan keunikan karakteristik setiap anak adopsi.
Pergeseran Makna Sabar dalam Bahasa Indonesia El Hafiz, Subhan; Mundzir, Ilham; Rozi, Fahrul; Pratiwi, Lila
Jurnal Ilmiah Penelitian Psikologi Vol 1 No 1 (2015): 2015
Publisher : Psikologi UHAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jippuhamka.v1i1.9197

Abstract

Sabar merupakan kata serapan dari bahasa Arab yang banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Selain kata yang berfungsi dalam bahasa Indonesia, kata ini juga memiliki makna yang berhubungan dengan nilai agama Islam. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah terjadi pergeseran makna kata Sabar dalam bahasa Indonesia yang dapat mempengaruhi proses internalisasi nilai sabar ini. Penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian kuantitatif pada 86 responden mahasiswa. Analisa data dilakukan menggunakan metode korelasional terhadap data berupa, skor penilaian diri pada aspek kesabaran dan skor yang didapat dari skala kesabaran yang disusun berdasarkan konsep sabar yang mengacu pada tafsir Al Misbah. Hasilnya tidak ada hubungan antara sabar yang disusun berdasarkan konsep tafsir dengan sabar dalam penilaian diri. Hal ini menunjukkan bahwa kata sabar telah mengalami pergeseran makna. Dengan demikian, perlu tindakan untuk meluruskan makna kata sabar karena kata ini juga mengandung konsep nilai agama yang akan diinternalisasikan dalam kehidupan individu.Sabar
Konstruksi Psikologi Istiqamah Dalam Literatur Tafsir Mundzir, Ilham
Jurnal Ilmiah Penelitian Psikologi Vol 6 No 1 (2020): 2020
Publisher : Psikologi UHAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jippuhamka.v6i1.9257

Abstract

Istiqamah merupakan salah satu konsep psikologi positif yang termuat atau terkandung di dalam al-Qur'an, sebagai sumber utama ajaran Islam. Kata istiqamah pada prinsipnya berarti melaksanakan sesuatu secara baik, benar dan berkesinambungan. Dalam Bahasa Indonesia, kata istiqamah ini sering diartikan dengan konsisten dan konsekuen. Tulisan ini bermaksud mengelaborasi makna istiqamah di dalam sejumlah literature tafsir al-Qur'an menggunakan aplikasi al-Qur'an al-Bahis serta dua tafsir berbahasa Indonesia. Ayat-ayat yang memuat kata istiqamah didata kemudian dihimpun dan dicari kata-kata kuncinya. Sehingga terumuskan sebuah tawaran teori psikologi istiqamah, untuk dilihat perbandingannya dengan konsep yang hampir sama dalam Psikologi.
Hubungan religiositas dengan social media addictions pada mahasiswa Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka Nur Peni, Wike; Mundzir, Ilham
Indonesian Journal of Counseling and Development Vol. 6 No. 1 (2024): July 2024
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kerinci, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32939/ijcd.v6i1.4188

Abstract

Excessive social media use among students has been linked to detrimental impacts on mental, physical, and academic well-being. This study investigated the relationship between religiosity and social media addiction among 102 college students Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka. Employing an accidental sampling technique, data were collected using the MUDRAS religiosity scale and a modified social media addiction scale. Data analysis was carried out using the Pearson correlation test in SPSS 20. Pearson correlation analysis revealed a significant negative correlation (-0.212) between religiosity and social media addiction, suggesting that higher levels of religiosity are associated with lower levels of social media addiction. These findings support the notion of religiosity as a potential protective factor against this prevalent issue. Future research should explore this relationship in greater depth to develop effective prevention and intervention strategies
PEMBERDAYAAN PEREMPUAN KEPALA KELUARGA DHUAFA MELALUI MODAL USAHA DI KOTA BEKASI Naufal Aditya, Muhamad; Hidayatul Akbar, Amarendry; Armansyah, Ricky; Mundzir, Ilham
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 1 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i1.53-62

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan keluarga kurang mampu dengan perempuan sebagai tulang punggung keluarga di daerah Jatiasih, Kota Bekasi. Program ini dilaksanakan oleh tim kolaborasi antara dosen dan mahasiswa dari Fakultas Psikologi Uhamka Jakarta menggunakan metode Youth Participatory Action Research (YPAR). Metode ini memungkinkan mahasiswa untuk secara aktif membangun pengetahuan mereka dengan mengidentifikasi masalah sosial dan mencari solusinya melalui kerja sama. Dalam pelaksanaan program, tim melibatkan mahasiswa dalam semua tahap, mulai dari pemilihan keluarga mitra, perancangan program, hingga evaluasi akhir.Hasil dari program ini menunjukkan peningkatan kesejahteraan keluarga mitra, terutama dalam stabilitas penghasilan melalui usaha warung. Dengan bantuan berupa perlengkapan dan bahan usaha, Ibu Sartika mampu meningkatkan kondisi perekonomiannya. Selain itu, kegiatan penggalangan dana dan edukasi publik tentang kepekaan sosial berhasil meningkatkan keterlibatan aktif masyarakat dalam membantu sesama. Penggalangan dana dilakukan secara online dan melalui donasi langsung dari masyarakat, berhasil mengumpulkan total Rp 2.200.000, melebihi target awal sebesar Rp 2.122.000. Program ini tidak hanya memberikan manfaat langsung kepada keluarga mitra, tetapi juga memberikan pengalaman belajar yang berharga bagi mahasiswa. Melalui keterlibatan dalam seluruh proses pengabdian, mahasiswa memahami pentingnya prinsip keagenan (agency) dan pemberdayaan masyarakat. Program ini berkontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan di bidang pemberdayaan masyarakat dan pendidikan, khususnya dalam mempromosikan kesejahteraan sosial dan ekonomi melalui pendekatan YPAR.