Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Implementation Distortion of Indonesian Health Card (KIS)-Contribution Assistance Recipients (PBI): Studies in Jakarta, Bogor, and Depok Muthmainnah, Yulianti
Jurnal Perempuan Vol 22, No 1 (2017): Women and Public Policy
Publisher : Yayasan Jurnal Perempuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (18.573 KB)

Abstract

This paper not only narrated the National Social Security System in Healthcare, but also findings of fact of the direct field practice of the registration of Indonesian Health Card (KIS)-Contribution Assistance Recipients (PBI) for poor women, minorities, and other vulnerable groups in the poor area of Jakarta, Bogor, and Depok. This research undertaken by students of semester 5th Department of Primary School Teacher Education UHAMKA during October-December 2016 to fulfill the task of “ibadah sosial” (social worship) onsubjects Kemuhammadiyahan.
LGBT’s Human Rights in the Indonesian Interior Policies Muthmainnah, Yulianti
Jurnal Perempuan Vol 20, No 4 (2015): Plurality of Gender & Sexualities
Publisher : Yayasan Jurnal Perempuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (18.569 KB)

Abstract

Human rights which were convened by international laws and United Nations is at present universally ideal. However in implementation, this universality was contrained by interior politics, soveregnity, religious interpretation, and culture. Issues of LGBT has received wave of protests internationally and nationally though their rights are guaranteed within laws. Include LGBT issue has been debated on the national an local level. On the other hand, state has responsibility to promote, to protect, and to fulfill human rights for every single person, even people with sexual orientation and gender identity from any harms and violences. This paper will explore how human rights in Indonesia interior politics will protect LGBT groups.
Implementation Distortion of Indonesian Health Card (KIS)-Contribution Assistance Recipients (PBI): Studies in Jakarta, Bogor, and Depok Muthmainnah, Yulianti
Jurnal Perempuan Vol 22, No 1 (2017): Women and Public Policy
Publisher : Yayasan Jurnal Perempuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34309/jp.v22i1.158

Abstract

This paper not only narrated the National Social Security System in Healthcare, but also findings of fact of the direct field practice of the registration of Indonesian Health Card (KIS)-Contribution Assistance Recipients (PBI) for poor women, minorities, and other vulnerable groups in the poor area of Jakarta, Bogor, and Depok. This research undertaken by students of semester 5th Department of Primary School Teacher Education UHAMKA during October-December 2016 to fulfill the task of “ibadah sosial” (social worship) onsubjects Kemuhammadiyahan.
LGBT’s Human Rights in the Indonesian Interior Policies Muthmainnah, Yulianti
Jurnal Perempuan Vol 20, No 4 (2015): Plurality of Gender & Sexualities
Publisher : Yayasan Jurnal Perempuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34309/jp.v20i4.22

Abstract

Human rights which were convened by international laws and United Nations is at present universally ideal. However in implementation, this universality was contrained by interior politics, soveregnity, religious interpretation, and culture. Issues of LGBT has received wave of protests internationally and nationally though their rights are guaranteed within laws. Include LGBT issue has been debated on the national an local level. On the other hand, state has responsibility to promote, to protect, and to fulfill human rights for every single person, even people with sexual orientation and gender identity from any harms and violences. This paper will explore how human rights in Indonesia interior politics will protect LGBT groups.
Perempuan-Perempuan ‘Pembawa Pesan’ dalam Layar Kaca Muthmainnah, Yulianti
MAARIF Vol 13 No 1 (2018): Islam dan Media: Kontestasi Ideologi di Era Revolusi Digital
Publisher : MAARIF Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.151 KB) | DOI: 10.47651/mrf.v13i1.13

Abstract

Dua puluhan tahun lalu, media yang bisa mendekatkan jarak yang jauh serta bisa diakses dengan mudah, hanya butuh beberapa menit saja dengan cara mengirimkan tulisan adalah email. Kini, di tahun 2018, email bahkan bisa mengirimkan gambar, suara, dan video bergerak. Selain itu, ada facebook, dropbox, skipe, instagram, twitter dan lain sebagainya. Media-media sosial di atas berkembang sangat cepat. Informasi baik yang benar ataupun tidak (hoax) dari belbagai manca negara dengan mudah bisa tersebar hingga ke pelosok negeri. Sekalipun perkembangan tehnologi dan akses pada media demikian luas, gambar layar kaca maupun layar lebar tetap memiliki tempat tersendiri. Industri film tetap hidup, pun film-film yang berdurasi panjang, bersambung hingga beberapa episode nyaris selalu ditunggu penonton. Ada kenikmatan tersendiri ketika menonton film, apalagi bila film bisa diakses dalam genggaman tangan. Film-film tersebut bisa dinikmati sambil berdiri di atas bis atau kereta dengan mudah melalui aplikasi iflix. Lantas, bagaimana film-film tersebut mencitrakan perempuan? Artikel ini mengkaji bagaimana film menjadi medium komunikasi, bukan saja sekadar hiburan, tetapi juga sebagai media yang mampu memberikan pencerahan dan pendidikan. Juga berperan sebagai alat propaganda atas sebuah tujuan, yang pada akhirnya disadari atau tidak akan membawa pengaruh yang kuat terhadap pola pikir suatu masyarakat.
‘Aisyiyah dan Ijtihad Berkemajuan Hak-Hak Perempuan Muthmainnah, Yulianti
MAARIF Vol 14 No 2 (2019): Memperkuat Kembali Moderatisme Muhammadiyah: Konsepsi, Interpretasi, Strategi da
Publisher : MAARIF Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.296 KB) | DOI: 10.47651/mrf.v14i2.66

Abstract

Artikel ini mengeksplorasi kontribusi ‘Aisyiyah selama rentang waktu 21 tahun pasca-Reformasi (1998-2019) dalam bidang fikih dan pandangan agama dengan perspektif keadilan bagi perempuan dan anak sehingga berkontribusi pada penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT) dan tujuan pernikahan monogami.
Refleksi Pendidikan Pancasila, Dar al-Ahdi Wa al-Syahada, dan Islam Wasathiyah; Daya Laku (Agensi) dan Paradigma Orang Muda Muthmainnah, Yulianti
MAARIF Vol 16 No 1 (2021): Muhammadiyah dan Moderasi Islam
Publisher : MAARIF Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47651/mrf.v16i1.137

Abstract

Muhammadiyah, organisasi keagamaan modern terbesar di Indonesia—dan dunia—berkontribusi besar dalam pembentukan negara bangsa Indonesia, termasuk perumusan Pancasila. Melalui konsep Dar al-Ahdi Wa al-Syahada, Muhammadiyah bersepakat pada ideologi Pancasila. Salah satu implementasi, penetrasi nilai-nilai Pancasila tercermin dalam mata kuliah Pendidikan Pancasila yang diintegrasikan dengan mata kuliah Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) di Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM), salah satunya Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan Jakarta. Penelitian ini mengkaji paradigma orang muda (mahasiswi/a) terhadap Pancasila, potensi mereka sebagai daya laku (agensi) untuk mengamalkan nilai-nilai Pancasila yang berperspektif Islam dan gender untuk moderasi beragama. Metode penelitian observasi selama pembelajaran, diskusi terfokus, dan narasi mahasiswi/a dari tugas individu. Hasil penelitian menunjukkan ketidaktahuan orang muda akan kontribusi Muhammadiyah dalam penyusunan Pancasila dan pembentukan negara bangsa Indonesia karena tidak disebutkan dalam buku-buku Pendidikan Pancasila. Mereka setuju Pancasila senafas dan tidak bertentangan dengan nilai-nilai Islam, serta kesiapan orang muda sebagai daya laku (agensi) nilai-nilai Pancasila, moderasi beragama untuk orang muda.
LGBT’s Human Rights in the Indonesian Interior Policies Yulianti Muthmainnah
Jurnal Perempuan Vol. 20 No. 4 (2015): Plurality of Gender & Sexualities
Publisher : Yayasan Jurnal Perempuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34309/jp.v20i4.22

Abstract

Human rights which were convened by international laws and United Nations is at present universally ideal. However in implementation, this universality was contrained by interior politics, soveregnity, religious interpretation, and culture. Issues of LGBT has received wave of protests internationally and nationally though their rights are guaranteed within laws. Include LGBT issue has been debated on the national an local level. On the other hand, state has responsibility to promote, to protect, and to fulfill human rights for every single person, even people with sexual orientation and gender identity from any harms and violences. This paper will explore how human rights in Indonesia interior politics will protect LGBT groups.
Implementation Distortion of Indonesian Health Card (KIS)-Contribution Assistance Recipients (PBI): Studies in Jakarta, Bogor, and Depok Yulianti Muthmainnah
Jurnal Perempuan Vol. 22 No. 1 (2017): Women and Public Policy
Publisher : Yayasan Jurnal Perempuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34309/jp.v22i1.158

Abstract

This paper not only narrated the National Social Security System in Healthcare, but also findings of fact of the direct field practice of the registration of Indonesian Health Card (KIS)-Contribution Assistance Recipients (PBI) for poor women, minorities, and other vulnerable groups in the poor area of Jakarta, Bogor, and Depok. This research undertaken by students of semester 5th Department of Primary School Teacher Education UHAMKA during October-December 2016 to fulfill the task of “ibadah sosial” (social worship) onsubjects Kemuhammadiyahan.
PERAN-PERAN DOMESTIK DAN PENGASUHAN ANAK DI AKAR RUMPUT: Potret Feminis Laki-Laki di Lima Kota/Kabupaten Yulianti Muthmainnah
QAWWAM Vol. 15 No. 1 (2021): Gender Mainstream
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/qawwam.v15i1.3347

Abstract

Penelitian ini menggunakan teknik-teknik antropologis, untuk memotret dinamika baru laki-laki yang menerapkan semangat kesetaraan dan keadilan gender di ranah keluarga. Mereka, baik disertai maupun tanpa kesadaran feminisme, menolak genderisasi pembagian kerja seperti melakukan pengasuhan anak, mendukung karir istri, mendengarkan suara perempuan, terlibat dalam diskusi kesehatan reproduksi, dan sebagainya. Penelitian dilakukan tahun 2016. Tahun 2020 dikembangkan dengan memilih beberapa narasumber dan melakukan dua hal. Pertama, meneliti apakah ada pencapaian para tokoh dan istrinya setelah empat tahun sejak pertama kali penelitian dilakukan. Kedua, apakah para tokoh tetap melakukan peran-peran domestik dan pengasuhan ketika mendapatkan pencapaian itu. Metode penelitian yang digunakan wawancara, observasi, dan kajian pustaka. Bila tahun 2016 penelitian dilakukan dengan observasi langsung dan wawancara pada suami, tahun 2020 penelitian difokuskan wawancara pada istri tanpa melakukan observasi terutama ketika kebijakan covid-19, semua orang bekerja dan belajar dari rumah. Tujuan penelitian ini untuk membuktikan bahwa nilai-nilai gender dan kreteria feminisme bisa diaplikasikan di akar rumput, bahkan oleh siapapun yang tidak belajar feminis di lima kota/kabupaten. Hasilnya, walaupun para narasumber tidak mengetahui feminis laki-laki dan sebagai besar tidak merasa sebagai feminis, tetapi memenuhi indikator seorang feminis dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Artinya, isu feminis sudah diterima di akar rumput, sekalipun masih memiliki tantangan tersendiri.