Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

THE SIGNIFICANCE OF LINGUISTIC APPROACH IN SHARḤ ḤADĪTH OF MIṢBĀḤ AL-ẒALĀM BY MUHAJIRIN AMSAR Fatihunnada Fatihunnada; Nailil Huda; Hannanah Thabrani
ILMU USHULUDDIN Vol. 9, No. 1, July 2022
Publisher : Peminat Ilmu Ushuluddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/iu.v9i1.17966

Abstract

This paper strengthens the research of Shittu and Adebolu (2016) confirming that Arabic language science: semantics, naḥw-ṣarf, and balāghah has an important role in understanding ḥadīth. In addition, this research also strengthens Asmaʿ al-Khatab and Ali Younis affirming that the Arabic style of ḥadīth in terms of balāghah can provide a more comprehensive understanding of the historical facts of ḥadīth and the substance of ḥadīth teachings. In particular, this research concludes that Muhajirin Amsar (d. 2003) as one of the Indonesian ḥadīth experts has a deep concern about understanding ḥadīth with a language approach. This is proven by the study of semantics, naḥw-ṣarf, and balāghah in the Miṣbāḥ al-Ẓalām as a work that explains the legal ḥadīth of Islamic law.
Transmisi Keilmuan Kitab Fathul Qarib di Pesantren Yapink dan Attaqwa Bekasi Rusli Hasbi; Nailil Huda; Fatihunnada Fatihunnada; Rizqa Ahmadi
Refleksi: Jurnal Kajian Agama dan Filsafat Vol 21, No 1 (2022): Refleksi
Publisher : Faculty of Ushuluddin Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ref.v21i1.24659

Abstract

Fathul Qorib is the main reference for Islamic law studies in Indonesian Islamic boarding schools (Pesantren) because this book has a historical scientific heritage from the classical period of Islam. Indonesian Pesantrens have different characteristics in reading and learning Fathul Qorib based on conditions that develop and occur in the surrounding area. This paper uses the observation method by observing and interviewing students, ustadz/teachers, and kiai to trace patterns of knowledge transmission. The object of this research is Pesantren YAPINK and Attaqwa located in Bekasi district with two different types of Pesantren in terms of religious ideological background and the early history of the establishment of the Islamic boarding school. From the results of the research conducted, the reading of Fathul Qorib at the Pesantren YAPINK and Attaqwa has similarities and differences. The transmission of knowledge at YAPINK comes from internal and external sources because the teachers of the Fathul Qorib are graduated of YAPINK and other Pesantren such as Ploso Kediri and Sarang, while Attaqwa comes from internal-only because all Fathul Qorib teachers are from Attaqwa graduated. 
Pentingnya Bahasa Arab dalam Pendidikan Diplomasi dan Hubungan Internasional Huda, Nailil; Afrita, Juwika
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 4 No. 11 (2023): Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi)
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/japendi.v4i11.2335

Abstract

Penelitian ini membahas peran penting Bahasa Arab dalam diplomasi antara Indonesia dan Mesir, terutama pada periode awal kemerdekaan Indonesia dan dukungan Mesir terhadapnya. Penguasaan Bahasa Arab, khususnya oleh diplomat ulung seperti Haji Agus Salim, menjadi kunci dalam membangun hubungan diplomatik yang erat dan memperoleh dukungan internasional. Penelitian ini bertujuan untuk menggali lebih dalam mengenai peran Bahasa Arab dalam pendidikan, terutama ketika diposisikan dalam konteks diplomasi dan hubungan internasional Penelitian ini menggunakan metode studi literatur sebagai pendekatan awal untuk menggali pemahaman mendalam terkait sejarah hubungan diplomatik antara Indonesia dan Mesir. Penelitian ini juga menyoroti relevansi Bahasa Arab dalam konteks pendidikan diplomasi. Integrasi Bahasa Arab dalam kurikulum pendidikan diharapkan dapat memfasilitasi komunikasi efektif, membentuk pemahaman mendalam tentang nilai-nilai kultural, dan menghasilkan generasi yang mampu berperan aktif dalam diplomasi global. Tantangan dan peluang dalam pengajaran Bahasa Arab perlu diatasi untuk memaksimalkan manfaatnya dalam pendidikan modern. Pemahaman mendalam tentang Bahasa Arab menjadi faktor kunci dalam membangun kerjasama antarnegara dan mempromosikan perdamaian dunia di era globalisasi. Penguasaan Bahasa Arab memiliki peran signifikan dalam sejarah hubungan diplomasi antara Indonesia dan Mesir serta memberikan kontribusi penting dalam konteks pendidikan diplomasi dan hubungan internasional.
Artificial Intelegence dalam Efektivitas Komunikasi Bahasa Arab di Era Digital Juwika Afrita; Nailil Huda; Wirdah Fachiroh; Moh Ali; M Khoirul Hadi Al Asy Ari
Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 5 No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) telah membawa transformasi signifikan dalam dunia pendidikan, termasuk dalam pembelajaran bahasa Arab yang selama ini dianggap kompleks, khususnya dalam aspek komunikasi. Keterbatasan interaksi, kurangnya latihan berbicara, serta rendahnya kepercayaan diri menjadi tantangan utama dalam penguasaan keterampilan komunikasi bahasa Arab. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penggunaan AI, khususnya aplikasi Talkpal AI, dalam meningkatkan kemampuan komunikasi bahasa Arab di era digital. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan pendekatan PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses). Data diperoleh dari berbagai database akademik seperti Google Scholar, Scopus, SINTA, dan DOAJ dengan rentang tahun 2018–2026. Hasil seleksi menunjukkan bahwa 12 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Talkpal AI efektif dalam meningkatkan keterampilan berbicara (maharah kalam), kelancaran (fluency), ketepatan pelafalan (pronunciation), serta penguasaan kosakata. Selain itu, penggunaan AI juga terbukti mampu meningkatkan kepercayaan diri dan mengurangi kecemasan berbicara pada pembelajar bahasa Arab. Dengan demikian, integrasi AI dalam pembelajaran bahasa Arab menjadi solusi inovatif yang mendukung efektivitas komunikasi secara lebih interaktif, adaptif, dan berkelanjutan.
Revitalisasi Pembelajaran Tasawuf di Era Digital untuk Mengatasi Krisis Moralitas Generasi Z Nailil Huda; Juwika Afrita; Muhammad Riza Fahim; Gusmawan
Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 5 No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Generasi Z, sebagai generasi digital-native, menghadapi tantangan moralitas yang kompleks di era digital, termasuk disinformasi, adiksi teknologi, dan penurunan nilai-nilai etika. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi revitalisasi pembelajaran tasawuf sebagai pendekatan strategis dalam mengatasi krisis moralitas Generasi Z. Dengan menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR), penelitian ini menganalisis literatur terkait tasawuf, pendidikan Islam, dan teknologi digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tasawuf menawarkan nilai-nilai seperti keikhlasan, introspeksi diri, dan kesederhanaan yang relevan untuk membentuk karakter moral Generasi Z. Integrasi tasawuf dengan teknologi digital, melalui aplikasi, media sosial, dan gamifikasi, membuka peluang untuk meningkatkan partisipasi generasi muda dalam pembelajaran spiritual. Namun, tantangan seperti risiko distorsi nilai dan rentang perhatian yang pendek memerlukan pendekatan inovatif yang tetap menjaga esensi tasawuf. Kesimpulannya, revitalisasi pembelajaran tasawuf tidak hanya menjadi solusi terhadap krisis moralitas, tetapi juga membangun fondasi spiritual yang kokoh bagi Generasi Z. Penelitian ini memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan pendidikan Islam berbasis teknologi untuk membentuk generasi yang berkarakter Islami
Kontekstualisasi Hadis Tentang Larangan Bepergian Bagi Perempuan Tanpa Mahram (Studi Analisis Pada Mahasantri Ma’had Al-Jami’ah UIN Jakarta) Suci Amalia; Rizki Faiza Firdausi; Nailil Huda
Tadabbur: Jurnal Integrasi Keilmuan Vol. 2 No. 01 (2023): Tadabbur: Jurnal Integrasi Keilmuan
Publisher : Mahad Al Jamiah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/tadabbur.v2i01.32719

Abstract

Abstrak:                         Hadis merupakan sumber ajaran islam kedua setelah kitab al-Quran. Memahami hadis adalah sesuatu pekerjaan yang rumit karena dibutuhkan analisis yang cermat untuk memahami makna tekstual dan kontekstualnya. Karena pada kondisi sekarang yang tentunya sudah berbeda dari zaman dahulu. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana hukum perempuan yang bepergian tanpa pendampingan mahram khususnya pada praktik di Mabna Syarifah Mudaim Ma’had al-Jami’ah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Kajian ini penting untuk dilakukan kontekstualisasi dalam pemahaman hadis.  Dengan menggunakan metode pendekatan kualitatif, penulis melakukan studi pustaka dengan mengumpulkan beberapa hadis tentang larangan perempuan bepergian tanpa mahram serta berbagai pendapat ulama yang menjelaskan tentang permasalahan tersebut. Kemudian permasalahan tersebut dikaitkan dengan kasus di Mabna Syarifah Mudaim Mahad Al-Jamiah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.  Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa boleh hukumnya bagi mahasantri Mabna Syarifah Mudaim Mahad al-Jamiah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta bepergian dengan tujuan belajar karena keamanan yang menjadi alasan utama sudah terjamin baik selama perjalanan maupun saat menetap di daerah tujuan.  Abstract: Hadith is the second source of Islamic references after Quran. To understand it not only textually, but must understand it contextually as well. Because the current conditions are different from the past. This aims to find out how the law of women who travel without being accompanied by a mahram, especially in practice at Mabna Syarifah Mudaim Ma'had al-Jami'ah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. This makes it important to do contextualization in understanding hadith. By using a qualitative approach method, the author conducted a literature study by collecting several hadiths about the prohibition of women traveling without a mahram as well as various opinions of scholars explaining this problem. Then these problems are connected with the case at Mabna Syarifah Mudaim Mahad Al-Jamiah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. The results of this study concluded that it is permissible for students of Mabna Syarifah Mudaim Mahad al-Jamiah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta to travel for the purpose of studying because security which is the main reason is guaranteed both during the trip and when staying in the destination area.
Orientasi Kajian Hadis Kontemporer Indonesia (Studi Artikel E-Jurnal Dalam Portal Moraref 2015-2017) Nailil Huda; Ade Pahrudin
Refleksi: Jurnal Kajian Agama dan Filsafat Vol. 17 No. 2 (2018)
Publisher : Faculty of Ushuluddin Syarif Hidayatullah State Islamic University, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ref.v17i2.10204

Abstract

This study examines the development, orientation and characteristics of the study of contemporary traditions in all online journals PTKI Indonesia on the portal Moraref. According to R. Michel Feener and Daniel Djuned, the study of hadith in Indonesia is growing dynamically and PTKI is at the center of its development. This is contradictory to Martin Van Bruinessen and Ahmad Rafiqi's assertion that the opposite is even less likely to develop. The methodology used by the author is descriptive-content analysis. Where the authors make all the journal articles containing the hadith studies in the Moraref Portal as the main data in the study, in addition to the literature relating to the study of hadith as secondary data. This research found Characteristics of study of Hadith in Indonesia if traced through e- journals that have been indexed Moraref categorized in six categories, namely thematic Hadith Studies with the number of articles 80 articles, Hadith scholarship as many as 74 articles, Studies of Hadits and hadith thinking with 49 articles, as many as 35 articles Hadith Studies orientalisme as many as 36 articles Studies of living hadith as many as 18 articles. So the most dominant in the study of hadith in Indonesia is a thematic research both in religious rituals and social issues.
Transmisi Keilmuan Kitab Fathul Qarib di Pesantren Yapink dan Attaqwa Bekasi Rusli Hasbi; Nailil Huda; Fatihunnada Fatihunnada; Rizqa Ahmadi
Refleksi: Jurnal Kajian Agama dan Filsafat Vol. 21 No. 1 (2022)
Publisher : Faculty of Ushuluddin Syarif Hidayatullah State Islamic University, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ref.v21i1.24659

Abstract

Fathul Qorib is the main reference for Islamic law studies in Indonesian Islamic boarding schools (Pesantren) because this book has a historical scientific heritage from the classical period of Islam. Indonesian Pesantrens have different characteristics in reading and learning Fathul Qorib based on conditions that develop and occur in the surrounding area. This paper uses the observation method by observing and interviewing students, ustadz/teachers, and kiai to trace patterns of knowledge transmission. The object of this research is Pesantren YAPINK and Attaqwa located in Bekasi district with two different types of Pesantren in terms of religious ideological background and the early history of the establishment of the Islamic boarding school. From the results of the research conducted, the reading of Fathul Qorib at the Pesantren YAPINK and Attaqwa has similarities and differences. The transmission of knowledge at YAPINK comes from internal and external sources because the teachers of the Fathul Qorib are graduated of YAPINK and other Pesantren such as Ploso Kediri and Sarang, while Attaqwa comes from internal-only because all Fathul Qorib teachers are from Attaqwa graduated.