Bahran Taib
Universitas Khairun

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PENGEMBANGAN METODE EKSPERIMEN UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN SAINS PADA ANAK KELOMPOK B DI TK PEMBINA 3 KELURAHAN TABAM KOTA TERNATE Bahran Taib; Prihastri Septianingsih
EDUKASI Vol 19, No 2 (2021): Edisi Oktober 2021
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/j.edu.v19i2.3833

Abstract

In general, this research was conducted to improve children's scientific ability through the experimental method. In particular, this research was conducted to determine the increase in scientific ability with the theme of learning fruit plants in children in Group B TK Pembina 3, Tabam Village, Ternate City by using the experimental method. This research is a classroom action research. The subjects in this study were children in Group B of TK Pembina 3 for the 2020/2021 academic year, with a total of 15 students. This research is collaborative between researchers, classroom teachers and school principals. Variable data were collected through structured observation. The results of this study indicate that the experimental method can improve scientific ability in recognizing fruit plants in group B TK Pembina 3. In the first cycle the success rate is 60%, which means only 7 children whose learning outcomes are complete, then in the second cycle the success rate increases to 86 ,7% which means that 13 children's learning outcomes are complete. Thus the success of learning in cycle II is very good because the success rate has met the researchers' criteria, namely >80%.
Implementasi Seni Gerak Dan Lagu Dalam Membentuk Karakter Anak Usia 4-5 Tahun Di PAUD Kemala Bhayangkari Bahran Taib; Rita Samad; Winda Oktaviani; Meisar Irham
Jurnal Ilmiah Cahaya Paud Vol 4, No 2 (2022): Jurnal Ilmiah Cahaya Paud (Edisi November)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/cahayapd.v4i2.5337

Abstract

Pendidikan Anak Usia Dini dapat diselengggarakan melalui jalur pendidikan formal, non formal, informal. Pendidikan Anak Usia Dini merupakan salah satu bentuk penyelenggaraan pendidikan yang menitik beratkan pada peletakan dasar kearah pertumbuhan dan enam aspek perkembangan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bentuk implementasi seni gerak dan lagu dalam membentuk karakter anak di PAUD Kemala Bhayangkari Kota Ternate. Metode yang digunakan ialah kualitatif deskriptif tekhnik yang digunakan wawancara dan dokumentasi. Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah para guru dan anak yang berada di PAUD Kemala Bhayangkari Kota Ternate. Hasil penelitian menunjukan bahwa pembentukan karakter dapat di lakukan melalui banyak hal seperti melalui sikap mandiri, kreatif dan rasa tanggung jawab yang mulai di biasakan dalam diri anak melalui proses pembelajran seni gerak dan lagu. 1) Mandiri melatih anak dalam sikap kemadirian yang mana anak di ajarkan agar dapat melakukan gerakan dan lagu sendiri. Melatih sikap kepercayaan dirinya dalam melakukan gerakan dan lagu. 2) Guru melatih kreatifitas anak dalam hal seni gerak dan lagu dalam pembentukan karakter, dimana anak melakukan gerakan-gerakan yang unik yang di buat sendiri oleh ibu guru kemudian di gabungkan dengan musik dan lagu. 3) Rasa tanggung jawab yang di miliki anak dalam mengikuti semua proses pembelajaran yang di perintahkan oleh ibu guru selama proses pembeajaran seni gerak dan  lagu.
Meningkatkan Kemampuan Berbicara Anak Melalui APE Puzzle Pada Usia 4-5 Tahun Di TK Pembina 02 Jambula Kota Ternate Bahran Taib; Nurhamsa Mahmud; Rita Samad; Sartika Topina
Jurnal Ilmiah Cahaya Paud Vol 5, No 2 (2023): Jurnal Ilmiah Cahaya Paud (Edisi November)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/cahayapd.v5i2.6891

Abstract

Abstrak: Penelitian dilakukan dengan tujuan untuk memahami penggunaan dalam meningkatkan kemampuan berbicara anak melalui APE Puzzle pada usia 4-5 tahun di TK Pembina 2 Jambula Kota Ternate. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini di laksanakan dalam dua siklus yaitu siklus I dan siklus II. Dengan masing-masing empat tahap yang terdiri dari perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian ini terdiri atas 6 anak kelas A TK Pembina 02 Jambula Kota Ternate. Hasil Penelitian yang diperoleh yakni kemampuan berbicara anak mengalami peningkatan melalui media APE Puzzle pada aspek kelancaran berbicara anak dan artikulasi kata anak. Besar peningkatan dengan jumlah nilai rata-rata 52.08% pada siklus I dan jumlah nilai rata-rata 81.25% pada siklus II. Oleh karena itu, kemampuan berbicara anak dapat ditingkatkan melaui penggunaan media APE Puzzle.
Analisis Kemandirian Dan Disiplin Pada Kegiatan Rutin Untuk Anak Usia 4-5 Tahun Di PAUD Alkhairat Skeep Bahran Taib; Nurhamsa Mahmud; Rita Samad; Rosita Wondal; Darmawati Darmawati; Sarmija Banapon
Jurnal Ilmiah Cahaya Paud Vol 6, No 1 (2024): Jurnal Ilmiah Cahaya Paud (Edisi Mei)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/cahayapd.v6i1.7554

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kemandirian dan disiplin pada kegiatan rutin bagi anak usia 4-5 tahun di PAUD Alkhairaat Skeep. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Subjek penelitian terdiri dari guru wali kelas dan peserta didik kelas A di PAUD Alkhairaat Skeep. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian tentang kemandirian dan disiplin pada kegiatan rutin di PAUD Alkhairaat skeep, dapat disimpulkan bahwa: 1). Kemandirian: Guru membiarkan anak melakukan segala sesuatu atau aktivitas dengan cara mandiri, memberikan kesempatan kepada anak untuk melakukan aktivitas di kelas secara mandiri, seperti membuka sepatu, meletakan tas, makan dan mencuci tangan sendiri. 2). Disiplin: Guru memberikan pembiasaan yang berulang kali kepada anak. Dengan metode ini, anak dapat mengingat kegiatan yang sering dilakukan di sekolah dan dapat membantu meningkatkan daya ingat anak. Jika anak mengalami kesulitan atau kebingungan, guru dapat memberikan bimbingan dan pelatihan tambahan.