Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PERENCANAAN PENYEDIAAN AIR MINUM DI KOTA SANGGAU Maulina, Syarifah Melly
Jurnal Teknik Sipil Vol 12, No 2 (2012): Edisi desember 2012
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtsft.v12i2.1560

Abstract

AbstrakKota Sanggau merupakan kota yang berpotensiuntuk berkembang yang memerlukan perbaikan sarana dan prasarana, antara laindalam penyediaan air bersih. Perencanaan ini bertujuan untuk menganalisiskebutuhan air masyarakat di Kota Sanggau, menganalisis ketersediaan dankualitas Sumber Air Riam Engkuli serta menentukan pengolahan yang tepat,membuat rencana intake, jalur pipatranmisi serta reservoir. Perencanaanyang dilakukan mencakup survei topografi dengan GPS, analisis kuantitas airdengan memprediksi laju kebutuhan air domestik dan non-domestik, analisiskualitas air dengan pengujian sampel air secara in-situ dan ex-situ,analisis ketersediaan air sumber air baku Mandi Bintang dengan metode Mock,perhitungan debit andalan 99% dengan cara Weibull, serta menganalisis jaringanpipa transmisi menggunakan program EPANET 2.0. Hasil pengujian menunjukkan kualitas sumber airbaku Riam Engkuli sesuaibaku mutu sebagai air baku, air bersih dan air minum, tapi warna masih tidaksesuai, sehingga dilakukan penurunan warna hingga bersih dan aman bagikesehatan. Unit pengolahan terdiri dari koagulasi, flokulasi, sedimentasi,filtrasi, dan desinfeksi. Ditinjau dari segi kuantitas, sumber air baku RiamEngkuli dapat mencukupi seluruh kebutuhan air bersih masyarakat Kota Sanggauyang pada tahun 2028 sebesar 162,3 liter/detik dengan kebutuhan jam puncaksebesar 284,1 liter/detik. Dari perhitungan debit andalan probabilitas 99% diperolehdebit sebesar 993,70 liter/detik. Hasil debit terukur di lapangan sebesar 908,5liter/detik. Dari segi kontinuitas, dapat dikatakan bahwa sumber air ini selalumengalir dan memenuhi kebutuhan air bersih sepanjang tahun. Dengan metoda Mock,diperoleh debit terendah terjadi pada bulan September sebesar 182,6 liter/detikdan debit tertinggi terjadi pada bulan November sebesar 1847,5 liter/detik.Hasil desain teknis diperoleh panjang jalur pipa transmisi (jarak intake ke reservoir) 270 m menggunakanpipa HDPE 6 sepanjang 155,2 m dan 8sepanjang 114,61 m, letak intake beradapada ketinggian +60 dpl, digunakan jenis groundreservoir berukuran 24242 m dengan kapasitas 1152 m3yang terletak pada ketinggian +53 dpl. Sistem pengaliran menggunakan dua pompa,satu pompa yang digunakan dan satu sebagai cadangan. Pembangunan reservoirdirencanakan per tahap di mana reservoir pertama terbuat dari beton berukuran 10102 m yangakan melayani desa-desa yang terdekat dengan sumber air.Kata-kata kunci: perencanaanpenyediaan air minum,kota sanggau, kualitas, kuantitas, ketersediaan air
ANALISIS CURAH HUJAN UNTUK PENDUGAAN DEBIT BANJIR DAN DEBIT ANDALAN DENGAN METODE FJ MOCK (Studi Kasus: Sungai Kapuas Kecamatan Tayan Hilir Kabupaten Sanggau) Syarifah Melly Maulina; Ranty Christiana; Muji Listyo Widodo
Akselerasi : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 3, No 2 (2022): Februari
Publisher : Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/aks.v3i2.4580

Abstract

Indonesia adalah negara tropis yang memiliki dua musim, yaitu musim kemaran dan musim hujan. Salah satu bentuk bencana yang terjadi dari perubahan iklim yaitu banjir. Banjir terjadi akibat dari pola curah hujan yang tinggi dimana air hujan tersebut tidak terserap/tertampung lagi di sungai. Kabupaten Sanggau merupakan salah satu wilayah di Kalimantan Barat yang pernah terendam banjir akibat dari curah hujan yang tinggi. Selain itu, Kabupaten Sanggau dialiri oleh Sungai Kapuas dengan luas DAS 80.320,28 km2 meluap hingga air sampai ke daratan dan membanjiri permukiman warga. Dalam meminimalisis terjadinya banjir akibat curah hujan yang tinggi, maka diperlukan pengendalian banjir salah satunya analisis debit puncak pada Sungai Kapuas dengan menggunakan pendekatan metode Hidrograf Satuan Sintetis (HSS) Snyder. Debit banjir rencana Sungai Kapuas dengan periode ulang 25 tahun untuk Sungai Kapuas berdasarkan hasil analisis menggunakan metode HSS Snyder adalah 4.165,35 m3/detik. Dari hasil tersebut, debit terkecil adalah 2333,116 m3/detik pada periode ulang 2 tahun dan debit banjir rencana terbesar adalah 5287,04 m3/detik pada periode ulang 100 tahun. Ketersediaan Air/Debit andalan Sungai Kapuas dengan menggunakan hasil perhitungan debit Metode Mock menunjukan bahwa debit andalan 90% didapat rata-rata 1687,07 m3 /detik, dan 95% didapat rata-rata 1547,10 m3 /detik.Kata Kunci : banjir, Sungai Kapuas, debit, HSS Snyder, curah hujan
ANALISIS KUALITAS AIR DAERAH IRIGASI RAWA SELAKAU KOMPLEKS KECAMATAN SELAKAU KABUPATEN SAMBAS Syarifah Melly Maulina; Arif Parabi; Ika Muthya Anggraini
Akselerasi : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 3, No 2 (2022): Februari
Publisher : Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/aks.v3i2.4581

Abstract

Daerah Irigasi Rawa Selakau Kompleks yang terletak di Kabupaten Sambas mempunyai luas sebesar 5.904,8 Ha yang terdiri dari luas baku DIR Selakau A sebesar 2.298 Ha dan luas baku DIR Selakau A sebesar 3.606,8 Ha. Saat ini petani maupun pemerintah daerah Kabupaten Sambas belum mengetahui apakah air derah irigasi Selakau Kompleks masih sesuai atau tidak untuk irigasi. Untuk menjawab kekhawatiran terhadap kualitas air irigasi yang digunakan maka perlu dilakukan penelitian kualitas air irigasi di Daerah Irigasi Selakau Kompleks. Pengambilan data untuk penelitian ini terdiri dari dua bagian, yaitu pengambilan sample air dilapangan dan uji kualitas air di laboratorium. Dari hasil pemeriksaan kualitas air permukaan di atas, dapat dilihat bahwa sebagian besar parameter pencemaran air di lokasi studi masih berada dibawah baku mutu lingkungan kategori Air Kelas II berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 22 Tahun 2021, Tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (Lampiran VI-Baku Mutu Air Nasional). Kata Kunci: irigasi; kualitas air; selakau kompleks
PASAR RAKYAT YANG MEMPENGARUHI KINERJA JALAN SETELAH PEKERJAAN PENGGANTIAN JEMBATAN RUAS JALAN Ranty - Christiana; Irvhaneil Irvhaneil; Syarifah Melly Maulina
Racic : Rab Construction Research Vol 8 No 2 (2023): DESEMBER
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/racic.v8i2.3450

Abstract

Puring market is located on riverside of the Kapuas river that operates 24 hours. The Ministry of Public Works and Public Housing in 2020 carried out the work to replace khatulistiwa road (Pontianak) and the completion of the work in 2021 was at the Puring market location, when the bridge work was carried out it was certain that there would be quite a high vehicle delay. It is necessary to review the side friction and road performance due to the Puring market activity after the bridge replacement work has been completed. The method used for this research is a descriptive quantitative method with data collection to determine side friction and road performance. Calculations will be made based on the Indonesian Road Capacity Manual (MKJI). The results of the research show that road performance is close to saturation with the resulting value of DS = 0.74. This provides evidence that there is an impact by these market activities on the performance of the Pontianak Katulistiwa road after the operation of the new bridge. The side barrier survey indicates that the area is included in a commercial area with very high roadside activity.
ANALISIS EFEKTIVITAS PANJANG SEGMENTASI BATANG VERTIKAL PADA RANGKA KANOPI BAJA KANTILEVER Manurung, Sondang Sylvia; Violeta, Iona; Maulina, Syarifah Melly
Jurnal Teknik Sipil Vol 21, No 2 (2021): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2021
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtst.v21i2.50663

Abstract

Pemasangan kanopi untuk bangunan-bangunan sederhana lazimnya memanfaatkan material konstruksi yang praktis seperti baja ataupun baja ringan. Bahkan pemasangannya pun seringkali dipercayakan kepada tenaga kerja yang hanya mengandalkan pengalaman kerja namun tidak memiliki pengetahuan mumpuni mengenai konstruksi yang dikerjakannya tersebut. Hasilnya adalah rangka pemikul kanopi yang understrength ataupun overstrength. Akibatnya, timbul banyak permasalahan di kemudian hari. Oleh karena itu, gagasan studi analisis mengenai panjang segmentasi batang vertikal pada rangka baja kanopi ini dilakukan dengan harapan supaya aplikasi pemasangan rangka kanopi baja kantilever dilakukan secara efektif, efisien, dan ekonomis namun tetap mengutamakan aspek keamanan secara struktural. Model struktur yang ditinjau dalam penelitian ini berupa rangka batang kantilever (jepit-bebas) dengan panjang bentang total 3 m. Rangka batang kantilever disimulasikan dengan 5 model yang berbeda jumlah segmentasinya. Analisis pemodelan sederhana rangka batang 2 dimensi menggunakan software ETABS dibantu dengan perhitungan manual. Dari hasil penelitian, diperoleh bahwa penambahan segmentasi batang vertikal pada rangka baja kanopi kantilever dapat menghasilkan nilai lendutan yang semakin kecil yang berarti juga kekakuan struktur rangka menjadi lebih besar namun peningkatan jumlah kebutuhan material relatif konsisten. Dengan kata lain, pada titik tertentu, peningkatan nilai kekakuan struktur rangka batang kantilever ini tidak diimbangi dengan efektivitas kebutuhan material.
ANALISIS KUALITAS AIR DAERAH IRIGASI LUBUK ANTUK KECAMATAN HULU GURUNG KABUPATEN KAPUAS HULU Wahyu, Zainal; Maulina, Syarifah Melly; Widodo, Muji Listyo
Jurnal Teknik Sipil Vol 20, No 1 (2020): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2020
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtst.v20i1.41603

Abstract

Desa Lubuk Antuk Kecamatan Hulu Gurung memiliki lahan daerah irigasi fungsional seluas 38,11 Ha. Saat ini petani maupun pemerintah daerah Kabupaten Kapuas Hulu belum mengetahui apakah air daerah irigasi Lubuk Antuk masih sesuai atau tidak untuk irigasi. Untuk menjawab kekhawatiran terhadap kualitas air irigasi yang digunakan maka perlu dilakukan penelitian kualitas air irigasi di Daerah Irigasi Lubuk Antuk. Pengambilan data untuk penelitian ini terdiri dari dua bagian, yaitu pengambilan sampel air di lapangan dan uji kualitas air di laboratorium. Dari hasil pemeriksaan kualitas air permukaan, dapat dilihat bahwa hampir semua parameter pencemaran air di lokasi masih berada dibawah baku mutu lingkungan kategori Air Kelas III berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air. Hanya satu parameter di titik lokasi yang melebihi baku mutu, yaitu BOD. Sehingga dapat dikatakan bahwa kualitas air irigasi di Daerah Irigasi Lubuk Antuk masih memenuhi baku mutu yang telah ditetapkan.