Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Pemberdayaan Pengrajin Olahan Bandeng Melalui Diversifikasi Produk dan Pemasaran Digital di Kecamatan Pedurungan Semarang Imam Husni Al Amin; Fatkhul Amin; Firman Ardiansyah E.A; Joko Handoyo; Muhammad Lutfi
Servis : Jurnal Pengabdian dan Layanan kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2024): Desember
Publisher : CV. Nature Creative Innovation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program pengabdian ini bertujuan untuk memberdayakan Pengrajin olahan bandeng di Kecamatan Pedurungan Semarang melalui pengenalan teknologi tangkap modern, diversifikasi produk olahan bandeng, dan pemasaran berbasis digital. Dengan menggunakan pendekatan kaji tindak partisipatif (Participatory Action Research), kegiatan ini melibatkan survei, pelatihan, dan evaluasi untuk meningkatkan kapasitas mitra. Pelatihan diversifikasi produk menghasilkan inovasi seperti abon dan sate bandeng, yang memiliki daya tarik pasar lebih luas dan nilai tambah ekonomi. Selain itu, pemasaran daring melalui website dan media sosial memperluas akses pasar hingga ke luar daerah. Hasil program menunjukkan peningkatan produksi, kualitas produk, dan pendapatan mitra. Program ini diharapkan menjadi model pengembangan ekonomi berbasis teknologi yang berkelanjutan bagi wilayah pesisir lainnya.
PERANCANGAN SIG UMKM BLORA BERBASIS GEOJSO DAN GOOGLE MAPS Handoyo, Joko; Marahendra,, Wawan Dedi; Amin, Imam Husni Al; Nafiah, Khittatun
JURNAL TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI Vol. 15 No. 2 (2024): September
Publisher : UNIVERSITAS STEKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/jtikp.v15i2.880

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berperan penting dalam perekonomian Indonesia, terutama dalam penyerapan tenaga kerja dan pengembangan ekonomi daerah. Namun, informasi mengenai lokasi dan detail UMKM di Kabupaten Blora masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk merancang Sistem Informasi Geografis (SIG) berbasis web guna membantu masyarakat dan Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kabupaten Blora dalam mengetahui dan mengelola data UMKM. Menggunakan model pengembangan perangkat lunak waterfall, data UMKM dari 16 kecamatan dan 295 desa/kelurahan dikonversi dari SHP File ke GeoJSON AJAX dan dipetakan menggunakan Google Open Street Maps. Sistem ini menampilkan peta lokasi UMKM, informasi pemilik, produk, dan berita terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SIG memudahkan akses informasi UMKM dan membantu Dinas dalam mendata dan mengelola UMKM lebih efisien, menghasilkan laporan akurat, dan mempercepat penyebaran informasi UMKM secara online, mendukung pengembangan UMKM.
Analysis Of Readiness For Smart City Implementation In Blora City Indonesia Joko Handoyo; Indra Gunawan; Retno Wahyusari
International Conference On Digital Advanced Tourism Management And Technology Vol. 1 No. 1 (2023): International Conference on Digital Advanced Tourism, Management, and Technolog
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56910/ictmt.v1i1.58

Abstract

Smart city is a concept initiated by the forum for the future which is predicted to be able to solve all aspects of problems in the lives of urban communities. The Smart City Framework consists of six aspects, namely Smart Governance, Smart Economy, Smart Branding, Smart Living, Smart Society and Smart Environment. However, this concept is too broad and complex, covers many things and involves many parties who will be involved in its implementation, so it is needed mature concepts and frameworks as a reference in implementation. Apart from that, each city has different problem characteristics, so it is necessary to carry out analytical studies to find out the problems in each aspect of a smart city. This research aims to analyze the readiness for smart city implementation in the city of Blora, Central Java Province, Indonesia. This analysis will be carried out on 6 aspects of smart cities which will be divided into 17 variables. The approach taken is a qualitative method where an assessment of readiness to achieve achievement targets is carried out through interviews. From the analysis that has been carried out, it can be said that the readiness achieved by the City of Blora for Smart City implementation has reached 66.7% so it still really needs to be improved.
Flood Vulnerability Mapping in Cepu Subdistrict Using Mamdani Fuzzy Inference System for Disaster Risk Reduction Handoyo, Joko; Yudhana, Anton; Sunardi, Sunardi
MATRIK : Jurnal Manajemen, Teknik Informatika dan Rekayasa Komputer Vol. 25 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Bumigora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/matrik.v25i1.5390

Abstract

Floods pose a persistent and serious threat to Cepu Subdistrict, frequently causing significant economic loss, resident displacement, and damage to critical infrastructure. In response to this issue, and aligned with the National Disaster Management Agency's (BNPB) efforts to enhance landscape monitoring, a comprehensive analytical study was conducted. The purpose of this research was to assess and map the flood vulnerability levels across 17 villages in Cepu Subdistrict, categorizing them to facilitate more effective disaster response planning and resource allocation. The research method uses the Mamdani Fuzzy Inference System, an advanced computational approach adept at handling the non-linear relationships between environmental variables. This system allowed for a detailed analysis of the complex interactions among key flood-influencing factors, including rainfall intensity, watershed area, elevation, slope, and population density. The results of the quantitative research obtained from 17 villages in the Cepu Subdistrict show that Ngelo Village has the highest score of 65.16, categorized as a "high" risk level. In contrast, most other villages, such as Ngroto, Karangboyo, and Cabean, fell into the "medium" risk category with varying scores between 55.0 and 63.93. The model's accuracy was validated by evaluation metrics, with a Mean Absolute Error (MAE) of 8.67 and a Root Mean Squared Error (RMSE) of 10.29, indicating satisfactory predictive performance. The conclusion of this study emphasizes the urgent need for comprehensive and adaptive mitigation strategies, including early warning systems and community preparedness programs, to protect Cepu Subdistrict from future flood threats.
Fuzzy-Adaptive Smart Irrigation: Sistem Otomatis Penyiraman Tanaman Berbasis IoT dengan Prediksi Kebutuhan Air Real-Time Handoyo, Joko; Febrianto, Ervian
INSANtek Vol. 6 No. 2 (2025): November 2025
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/insantek.v6i2.11145

Abstract

Penelitian ini membahas perancangan, pengujian, dan implementasi prototipe sistem penyiraman tanaman otomatis menggunakan metode fuzzy logic berbasis Internet of Things (IoT). Tujuannya adalah mempermudah proses penyiraman tanaman, khususnya cabai, dengan mempertimbangkan kondisi lingkungan secara adaptif, karena penyiraman konvensional kurang efisien dan tidak mempertimbangkan kondisi suhu serta kelembapan tanah yang optimal (24°C–28°C and 70%–80%). Sistem dirancang menggunakan mikrokontroler ESP32 sebagai pusat pengendali yang terhubung dengan sensor DHT11 (suhu udara) dan sensor kelembapan tanah. Data dari kedua sensor diolah menggunakan metode logika fuzzy mamdani untuk menentukan durasi penyiraman secara otomatis. Pengguna juga dapat melakukan monitoring data sensor dan kontrol manual melalui aplikasi Blynk. Proses logika fuzzy terdiri dari fuzzifikasi, inferensi menggunakan rule base 9 aturan, dan defuzzifikasi menggunakan metode centroid. Pengujian fungsionalitas dilakukan dengan black box testing. Hasil pengujian menunjukkan bahwa komunikasi data antara perangkat keras dan perangkat lunak berjalan sinkron dan seluruh fungsi sistem beroperasi sesuai perancangan. Pengujian akurasi sensor menunjukkan rata-rata selisih 0,76% untuk DHT11 (dibandingkan termometer) dan rata-rata error 4,57% untuk sensor kelembapan tanah (dibandingkan higrometer), yang masih dalam batas toleransi wajar. Sementara itu, pengujian logika fuzzy mamdani dengan perbandingan hasil simulasi MATLAB menghasilkan rata-rata error 10,5%. Sistem mampu menyesuaikan durasi penyiraman berdasarkan kondisi suhu dan kelembapan. Penelitian ini berhasil membuat prototipe sistem penyiraman otomatis yang mampu menyesuaikan durasi penyiraman secara adaptif dan menyediakan kemudahan bagi pengguna dalam pemantauan serta pengendalian jarak jauh melalui IoT.
PENINGKATAN KOMPETENSI DIGITAL UMKM MELALUI TEKNOLOGI KECERDASAN BUATAN PADA KOMUNITAS SEDULUR BAKUL JOGOMUKTI SLEMAN Rochmadi, Tri; Wahyusari, Retno; Handoyo, Joko; Riadi, Imam; Muchlas, Muchlas
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 10 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i10.3138

Abstract

Transformasi digital sangat dibutuhkan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam upaya meningkatkan daya saing di era industri 4.0. Sebagian besar pelaku UMKM masih mengalami kendala dalam memanfaatkan teknologi digital, termasuk kecerdasan buatan (AI). Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), perguruan tinggi berperan menjembatani kesenjangan tersebut. Kegiatan PkM bertujuan untuk meningkatkan kompetensi digital pelaku UMKM melalui pelatihan pemanfaatan teknologi AI dalam pembuatan konten promosi. Mitra kegiatan adalah Komunitas Sedulur Bakul Jogomukti Sleman, yang mayoritas anggotanya belum optimal memanfaatkan teknologi digital. Metode yang digunakan meliputi observasi kebutuhan, perencanaan, pelaksanaan pelatihan, pre-test, post-test, dan evaluasi. Hasil pre-test menunjukkan lebih dari 50% peserta masih memiliki pengetahuan rendah tentang penggunaan AI. Hasil post-test menunjukkan peningkatan signifikan, di mana lebih dari 90% peserta menyatakan memahami dan mampu menggunakan AI untuk membuat konten promosi. Serta 62,5% peserta lebih percaya diri dalam membuat konten promosi. Kegiatan ini mendapat respon positif dari peserta, komunitas, hingga pihak eksternal. Pelatihan ini terbukti efektif meningkatkan literasi digital dan diharapkan mampu mendorong pemberdayaan ekonomi lokal berbasis teknologi.