Puri, Lintang Waskita
Universitas Negeri Yogyakarta

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PERAN KONSELOR DALAM MENGEMBANGKAN BUDAYA SEKOLAH BERBASIS KARAKTER Lintang Waskita Puri; Siti Nurkholipah; Rahmatika Nur Aisyah Windra Putri
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 2, No 5: Mei 2017
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.278 KB) | DOI: 10.17977/jptpp.v2i5.9040

Abstract

Generation needs to be prepared in order to have the character as stated in the national education objectives. Basically characters are formed when is done repeatedly on a regular basis until it becomes a habit that will become a character, but without a good school culture it be difficult to do character education. Cultures in schools such as ceremonies to students  have been applied for a long time and require innovation. This encourages counselors to help develop the school culture by equipping students knowledge and understanding through information services. Hope, counselors can shape character of students by developing a culture.Generasi muda perlu disiapkan agar memiliki karakter seperti yang tertuang dalam tujuan pendidikan nasional. Pada dasarnya karakter terbentuk bila aktivitas dilakukan berulang-ulang secara rutin hingga menjadi suatu kebiasan yang akan menjadi sebuah karakter. Pemerintah berbicara mengenai pentingnya membentuk karakter, tetapi tanpa budaya sekolah yang bagus akan sulit melakukan pendidikan karakter. Budaya yang ada di sekolah, seperti upacara dan pemberian penghargaan pada siswa umumnya sudah diterapkan sejak lama dan memerlukan inovasi. Hal ini mendorong konselor berperan membantu mengembangkan budaya sekolah dengan membekali siswa pengetahuan dan pemahaman melalui layanan informasi. Harapannya, konselor dapat membentuk karakter siswa dengan cara mengembangkan budaya.
Kepuasan pengguna terhadap kualitas pelayanan jasa Fitness Center HSC Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Yogyakarta Martono Martono; Betrix Teofa Perkasa Wibafied Billy Yachsie; Hendra Setyawan; Nursida Arif; Lintang Waskita Puri
MEDIKORA Vol 21, No 2 (2022): Oktober
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/medikora.v21i2.53873

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepuasan pengguna di Fitness Center HSC Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Subjek penelitian ini adalah pengguna fitness center HSC Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Yogyakarta. Penelitian ini melibatkan sampel sejumlah 100 responden yang ditentukan menggunakan metode purposive sampling. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah survei menggunakan instrumen angket. Objek penelitian ini berupa kepuasan pengguna fitness center HSC yang meliputi tangible, reliability, responsiveness, assurance, dan emphaty. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif dengan mengkonversikan menjadi kategori sangat memuaskan, memuaskan, tidak memuaskan, dan sangat tidak memuaskan. Penelitian mengambil subjek pengguna fitness center HSC Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Yogyakarta menurut jenis kelamin antara pengguna laki-laki sebanyak 73 orang dan perempuan sebanyak 23 perempuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepuasan yang diterima oleh pengguna fitness center HSC Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Yogyakarta adalah memuaskan dengan presentase sebesar 82%. Berdasarkan hasil penelitian, secara umum kualitas pelayanan jasa yang diberikan adalah memuaskan baik yang dirasakan oleh member laki-laki maupun perempuan. Hasil penelitian ini dapat dijadikan acuan terhadap bagaimana kualitas pelayanan jasa yang diberikan fitness center HSC Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Yogyakarta kepada pengguna agar di masa yang akan datang dapat memberikan pelayanan jasa yang lebih baik.User satisfaction on quality of services in hsc fitness center Faculty of Sports Science Yogyakarta State UniversityAbstractThis study aims to determine user satisfaction with quality in the HSC fitness center, Faculty of Sports Science, Yogyakarta State University. This research is quantitative descriptive research. The subjects of this study were users of the HSC fitness center, Faculty of Sports Science, Yogyakarta State University. This study used a sample size of 100 respondents. Sampling using the purposive sampling method. The method used in data collection is a survey using a questionnaire instrument. The object of this research is the satisfaction of users in the HSC fitness center which includes tangible, reliability, responsiveness, assurance, and empathy. The data analysis technique used is a quantitative descriptive analysis by converting into categories of very satisfactory, satisfactory, unsatisfactory, and very unsatisfactory. The study took the subject of users of the HSC Fitness center, Faculty of Sports Science, Yogyakarta State University according to gender, between 73 male users and 23 female users. The results showed that the satisfaction received by users of the HSC fitness center, Faculty of Sports Science, Yogyakarta State University was satisfactory with a percentage of 82%. Based on the results of the study, in general, the quality of the services provided is satisfactory for both male and female members. The results of this study can be used as a reference for the quality of services provided by the HSC fitness center, Faculty of Sports Science, Yogyakarta State University
Hubungan Antara Interaksi Sosial dengan Konsep Diri Siswa Pasca Pandemi di SMA Negeri 1 Sewon Lintang Waskita Puri; Chici Pratiwi; Moh. Farozin; Budi Astuti; Martono Martono
Epistema Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ep.v4i1.61336

Abstract

Konsep diri terdiri atas bagaimana cara kita melihat diri sendiri sebagai pribadi dan bagaimana kita menginginkan diri sendiri menjadi manusia sebagaimana yang kita harapkan. Setiap individu memiliki harapan untuk menjadi diri yang ideal. Siswa yang menilai dirinya secara negatif terbentuk melalui bentuk interaksi sosial. Interaksi sosial merupakan suatu hubungan antara individu atau lebih, dimana kelakuan individu yang satu mempengaruhi, mengubah, atau memperbaiki kelakuan individu yang lain atau sebaliknya. Apabila siswa mampu berinteraksi sosial dengan baik, maka akan mengarah pada suatu kerjasama dengan orang lain. Namun apabila siswa tidak bisa berinteraksi sosial dengan baik akan mengarah pada pertentangan atau pertikaian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui“hubungan antara interaksi sosial dengan konsep diri siswa pasca pandemic di SMA Negeri 1 Sewon. Penelitian ini merupakan penelitian korelasi. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 282 siswa, sampel penelitian sejumlah 142 siswa dengan teknik proportionate stratified random sampling. Metode analisa data menggunakan korelasi product moment. Hasil analisis penelitian ini menunjukkan nilai analisis koefisien korelasi (r) sebesar 0,652 dengan p value 0.000. Jika nilai (r) = 0,652 0,165 (r tabel) dengan p value 0,000 α = 0,05 maka hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini diterima dan teruji kebenarannya. Nilai determinan (r2) sebesar 0,425 memiliki arti bahwa besarnya interaksi sosial yang dapat diterangkan oleh konsep diri sebesar 42,5% dan sisanya sebesar 57,5% disebabkan oleh variabel lain di luar interaksi sosial. Demikian dapat disimpulkan bahwa ada hubungan positif antara interaksi sosial dengan konsep diri siswa pasca pandemi di SMA Negeri 1 Sewon.
Efektivitas Konseling Kelompok Teknik Modeling Terhadap Peningkatan Efikasi Diri Pada Siswa MTs Negeri 9 Sleman Puri, Lintang Waskita
Indonesian Journal of Educational Counseling Vol 8 No 2 (2024): Juli 2024
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/001.202482.408

Abstract

The objectives to be achieved in this study are to determine the effectiveness of counseling modeling techniques on improving self-efficacy in students of MTs Negeri 9 Sleman. The type of research in this study is experimental research. The research design used in this study is quasi experiment. The form of design used is Non-equivalent Control Group Design. The study population was VIII grade students of MTs Negeri 9 Sleman consisting of 4 classes, totaling 125 students. The sampling technique in this study used purposive sampling. The criteria for determining the sample in this study were eighth grade students of MTs Negeri 9 Sleman, which indicated a low learning discipline problem. The data collection method uses a self-efficacy scale that has gone through an expert validation process. Data analysis using non-parametric statistics with Man Withney (U) and Wilcoxon tests. The results showed that the counseling of the modeling technique by combining live models and symbolic models proved effective for self-efficacy (sign = 0.027 <0.05). These results can be concluded that group counseling through effective modeling techniques on improving self-efficacy in students of MTs Negeri 9 Sleman
Profil efikasi diri siswa MAN Wonokromo Bantul Puri, Lintang Waskita; Astuti, Budi
Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 8 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.796 KB) | DOI: 10.25273/counsellia.v8i2.3243

Abstract

Efikasi diri dapat diartikan sebagai penilaian seseorang tentang kemampuan-kemampuan yang dimiliki individu dalam mencapai sesuatu yang telah ditargetkan. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan penjelasan secara deskriptif tentang efikasi diri pada siswa, khususnya kelas VIII MAN Wonokromo Bantul.Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif kuantitatif. Subyek yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII MAN Wonokromo Bantul sejumlah 282 siswa. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah simple random sampling. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan statistik diskriptif berupa frekuensi dan persentase. Berdasarkan analisis dan pembahasan diperoleh hasil bahwa efikasi diri siswa  kelas VIII MAN Wonokromo Bantul cenderung menunjukkan kategori sedang. Dari 142 siswa kelas VIII yang memiliki efikasi diri dengan kategori sangat rendah sebanyak 9 siswa (6,34%), efikasi diri dengan kategori rendah sebanyak 35 siswa (24,65%), efikasi diri dengan kategori sedang sebanyak 62 siswa (43,66%), efikasi diri dengan kategori tinggi sebanyak 26 siswa (18,31%) dan efikasi diri dengan kategori sangat tinggi sebanyak 10 siswa (7,04%). Seyogyanya hasil penelitian ini dapat menjadi panduan bagi guru bimbingan dan konseling sebagai upaya untuk membantu meningkatkan efikasi diri siswa. Self-efficacy can be interpreted as someone's assessment of the abilities that individuals have in achieving something that has been targeted. This study aims to provide a descriptive explanation of self-efficacy in students, especially grade VIII MAN Wonokromo Bantul. The research method used in this study is quantitative descriptive. The subjects used in this study were eighth grade students of MAN Wonokromo Bantul totaling 282 students. The sampling technique used in this study is simple random sampling. The data analysis technique used in this study is using descriptive statistics in the form of frequency and percentage. Based on the analysis and discussion, the results showed that the self-efficacy of eighth grade students of MAN Wonokromo Bantul tended to show moderate categories. Based on 142 class VIII students there were students who had self-efficacy in the very low category as many as 9 students (6.34%), self-efficacy in the low category as many as 35 students (24.65%), self-efficacy in the medium category of 62 students (43 , 66%), self-efficacy in the high category as many as 26 students (18.31%) and self-efficacy in the very high category as many as 10 students (7.04%). The results of this study should be a guide for teachers guidance and counseling as an effort to help improve student self-efficacy
PELATIHAN PELAKSANAAN ASESMEN BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM KURIKULUM MERDEKA PADA GURU BK SMP Wangid, Muhammad Nur; Pratiwi, Chici; Sari, Widiya Juwita; Puri, Lintang Waskita
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 4 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i4.31434

Abstract

Abstrak: Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan asesmen bimbingan dan konseling dalam Kurikulum Merdeka pada guru BK SMP Kabupaten Karanganyar Jawa Tengah. Pelatihan ini penting untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru BK dalam melakukan asesmen yang sesuai dengan pendekatan Kurikulum Merdeka, yang menekankan pada kebutuhan siswa. Kegiatan ini direncanakan untuk merespon kebutuhan guru BK SMP di lokasi tersebut tentang wawasan dan keterampilan dalam kurikulum merdeka khususnya mengenai asesmen layanan bimbingan dan konseling. Sasaran kegiatan pelatihan ini adalah guru BK yang tergabung dalam MGBK SMP Kabupaten Karanganyar, berjumlah 30 peserta. Metode yang digunakan adalah dengan teknik pelatihan dan pendampingan. Selama pelaksanaan kegiatan, para peserta dikenalkan, dilatih, dan didampingi secara berkelanjutan. Secara garis besar, kegiatan ini dimulai dari perencanaan kegiatan sampai menerapkan prosedur asesmen. Berdasarkan hasil pelaksanaan PKM dengan tema Pelatihan Pelaksanaan Asesmen Bimbingan dan Konseling dalam Kurikulum Merdeka Pada Guru BK SMP Kabupaten Karanganyar Jawa Tengah secara keseluruhan dapat terlaksana dengan baik dan sesuai dengan perencanaan. Hal ini didukung dengan hasil rata-rata setelah diberikan perlakuan sebesar 8,03 atau sebesar 18,09%. Selain peningkatan secara kuantitatif, para peserta juga menunjukkan antusiasme tinggi, dan komitmen untuk mengimplementasikan hasil pelatihan di satuan pendidikan masing-masing.Abstract: This activity aims to improve the understanding and skills of guidance and counseling assessment in the independent curriculum for junior high school guidance and counseling teachers in Karanganyar Regency, Central Java. This training is important to improve the knowledge and skills of guidance and counseling teachers in conducting assessments in accordance with the Independent Curriculum approach, which emphasizes student needs. This activity is planned to be held to respond to the needs of junior high school guidance and counseling teachers in the location regarding insight and skills in the independent curriculum, especially regarding the assessment of guidance and counseling services. The target of this training activity is guidance and counseling teachers who are members of the MGBK Junior High School in Karanganyar Regency, totaling 30 participants. The method used is training and mentoring techniques. During the implementation of the activity, participants are introduced, trained, and mentored continuously. In general, this activity starts from planning activities to implementing assessment procedures. Based on the results of the implementation of PKM with the theme of Guidance and Counseling Assessment Implementation Training in the Independent Curriculum for Junior High School Guidance and Counseling Teachers in Karanganyar Regency, Central Java, over all it can be implemented well and in accordance with the planning. This is supported by the average results after being given treatment of 8.03 or 18.09%. In addition to quantitative improvements, participants also showed high enthusiasm and commitment to implementing the training results in their respective educational units.