Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Pelatihan Peningkatan Ketrampilan Akupresure pada Tunanetra di Masjid Cheng Hoo Surabayao Surabaya Jenny Sunariani; Raden Tatang Santanu Adikara
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 3 No 5 (2023): JAMSI - September 2023
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.899

Abstract

Penyandang disabilitas menyangkup mereka yang memiliki keterbatasan fisik mental, intelektual atau sensoris dalam jangka waktu yang tidak sebentar (lama). Mereka seringkali dianggap sebagai masyarakat yag tidak produktif bahkan tidak mampu menjalankan tugas dan tanggung jawab secara optimal sehingga menimbulkan hak-hak yang dimilikinya diabaikan. Masih banyaknya penyandang disabilitas yang hidup dibawah garis kemiskinan disertai tingkat pendidikan yang sangat rendah. Kemudian peran usaha yang masih kurang maksimal dapat menimbulkan penghasilan yang tidak mencukupi kebutuhannya. Pelatihan bertujuan untuk memperbaiki dan memungkinkan individu yang mengalami kekurangan dalam penglihatannya dapat mencukupi kehidupan dengan menerapkan ilmu kedokterannya pada akupresure, nantinya akan dilakukan pada pelatihan peningatan akupressur tunanetra bertempat di Masjid Cheng Hoo Surabaya. Rencana yang ingin diadakan pada 20 anggota peserta tunanetra beserta pendamping adalah pelatihan peningkatan akupressur pada tunanetra yang merupakan rangkain usaha berproses mencakup suatu bidang ilmu yang sesuai dengan bidang kedokteran dan dilakukan oleh sebuah tim yang memiliki keahlian. Metode dilakukan dengan cara meragakan gerakan yang disertai suara yang nantinya pedamping tunanetra tersebut akan membantu mengarahkan sesuai gerakan yang diperagakan oleh narasumber. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah penghasilan mereka dapat bertambah, berguna untuk orang lain dan juga kegiatan ini bisa dilaksanakan lagi di tahun depan sehingga para penyandang tunanetra dapat mengembangkan potensi dan kemampuan untuk dapat hidup mandiri secara sosial dan ekonomi melalui pelatihan peningkatan keterampilan akupresur.
Determination of ABO blood group based on secretors or non-secretors analysis in body fluids Fery Setiawan; Ahmad Yudianto; Arif Rahman Nurdianto; Jenny Sunariani; Latief Mooduto
Qanun Medika - Jurnal Kedokteran FK UMSurabaya Vol 8 No 02 (2024): Qanun Medika Vol 08 No 02 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jqm.v8i02.20561

Abstract

Criminal acts often leave traces analyzed by law enforcement, especially by the Indonesian National Police (POLRI). Sometimes, various items were found and analyzed to link the victim and the perpetrator. Blood, the most abundant body fluid, found in crime scenes, consists of cellular and liquid elements. The forensic focuses on red blood, which can be wet or dried at the crime scene. Sometimes, there was no blood or bloodstains found, but objects related to other body fluids, such as: condoms, toothbrushes, the mouth of glass cups, straws, etc, could be found. Blood group analysis could still be carried out based on secretor gene (Se) considering that 80% of the population was of the secretor group. There are two chromosomes related to blood regulation, namely: chromosomes no. 9 and 19. The former relates to the ABO blood group and the latter relates to the secretory phenotype. The basic principle of secretors was antigens found on the surface of red blood cells and all body fluids, except cerebrospinal fluid. The pattern of inheritance on chromosomes 9 and 19 is based on the probability law by Mendell. It stated that all of genotypes (homozygous dominant-recessive or heterozygous) would be passed on to their offspring.