Awang Eka Novia Rizali
Unknown Affiliation

Published : 8 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

DESAIN MATRAS KEBUGARAN UNTUK MENUNJANG KINERJA KARYAWAN Rumzi Rumzi; Ariani Rachman; Diah Asmarandani; Awang Eka Novia Rizali
PROSIDING SEMINAR NASIONAL CENDEKIAWAN PROSIDING SEMINAR NASIONAL CENDEKIAWAN 2018 BUKU II
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/semnas.v0i0.3492

Abstract

Desain atau perancangan dalam paper ini dikembangkan dari permasalahan masyarakat urban pada umumnya yaitu padatnya aktivitas sehari-hari yang menyebabkan minimnya waktu untuk berolah raga. Di satu sisi, kebugaran menjadi salah satu prioritas penting bagi masyarakat khususnya para karyawan perusahaan. Namun di sisi yang lain kesibukan bekerja menyebabkan kesehatan menjadi dikesampingkan. Paper ini bertujuan membahas desain matras yang didesain untuk menghasilkan rancangan baru dengan memodifikasi fitur untuk memikat daya konsumsi peminat, serta untuk memberikan kemudahan bagi konsumen melakukan kegiatan olahraga. Target penggunanya adalah karyawan yang memiliki kesibukan tinggi sehingga masih dapat melakukan aktivitas berolah raga tanpa harus mengorbankan waktu menuju ke tempat kebugaran. Metode yang digunakan adalah metode value analysis yang dikemukakan oleh John Chris Jones dengan menguraikan 4 tahap dalam proses perancangan yaitu: definition phase, creative phase, analysis and selection dan presentation. Metode tersebut kemudian dikaitkan dengan hasil kuesioner untuk menentukan desain yang sesuai. Berdasarkan hasil analisis disimpulkan bahwa untuk memenuhi kebutuhan para karyawan dalam berolah raga dan menjaga kebugaran perlu dibuat perancangan desain matras yang mampu mengatasi masalah keterbatasan ruang dan waktu dengan fitur-fitur menarik sehingga kegiatan berolahraga menjadi lebih menyenangkan. 
TINJAUAN SEMIOTIK PRODUK PADA GEROBAK MAKANAN KETOPRAK KHAS DI JAKARTA Awang Eka Novia Rizali; Elda Franzia Jasjfi; Ribka Emmanauli
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 18 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1068.145 KB) | DOI: 10.25105/dim.v18i1.10601

Abstract

AbstractMeans of food selling in the form of carts are commonly found in Jakarta urban area. One of them is Jakarta’s typical food cart of ketoprak’s food cart. The increase of this Jakarta’s typical food industries made several kinds of ketoprak’s food carts in unique characteristic. The object of this research is ketoprak’s food cart in Jakarta urban area, especially in housing area of Sector 1-9 Bintaro Jaya. The ketoprak’s food cart has a unique characteristic of form and meaning and certain function related to their user in Jakarta, which is interesting to explore and becoming the problem of this research. This research aims to understand the meanings of sign and for of ketoprak’s food cart as a representation of urban community behaviors, and to understand the relation between ketoprak’s food cart form to the user’s activity when selling and making ketoprak. The method in this research is qualitative descriptive, with product design semiotic approach which are analysis of semantic, syntactic, hyletic and pragmatic dimension of ketoprak’s food cart. The data collecting methods are observation and interview to user (seller). The result of this research is ketoprak’s food cart description and models classification and relation of meaning and form in semantic, syntactic, hyletic, pragmatic dimension, and also operational ergonomics and mobility of the users. Key word: food cart, ketoprak, product semiotics, meaning, form   AbstrakSarana berjualan dalam bentuk gerobak masih banyak ditemui di wilayah perkotaan Jakarta. Salah satunya adalah gerobak makanan khas Jakarta yaitu ketoprak. Perkembangan industri kecil makanan khas Jakarta ini membuat terdapat beberapa macam bentuk gerobak makanan ketoprak yang memiliki karakteristik yang khas. Objek penelitian ini adalah gerobak makanan ketoprak yang terdapat di wilayah kota Jakarta, khususnya di kawasan wilayah perumahan Bintaro Jaya sektor 1-9. Gerobak makanan ketoprak memiliki kekhasan bentuk dengan makna dan fungsi tertentu yang berhubungan dengan kondisi penggunanya di Jakarta, yang menarik untuk dikaji lebih lanjut dan menjadi masalah dalam penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk memahami makna tanda, bentuk gerobak makanan ketoprak sebagai representasi perilaku masyarakat urban dan juga untuk memahami relasi antara bentuk produk gerobak makanan ketoprak dengan aktivitas pengguna saat menjajakan dan mengolah makanan ketoprak. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, dengan pendekatan semiotika desain produk yaitu analisis dimensi semantik, sintaktik, hiletik dan pragmatik dari objek produk gerobak makanan ketoprak. Pengumpulan data dilakukan melalui metode observasi dan pengumpulan data faktual dari objek penelitian dalam lingkup ruang penelitian, melalui wawancara terhadap pengguna (pedagang). Hasil penelitian ini adalah deskripsi bentuk gerobak ketoprak berdasarkan kelompok-kelompok modelnya, dan relasi perbedaan makna dan bentuk gerobrak makanan dalam dimensi semantik, sintaktik, hiletik, pragmatik, serta fungsi dan kegunaan, ergonomi operasional dan mobilitas sarana oleh pedagang yang menggunakannya. Kata Kunci: gerobak makanan, ketoprak, semiotika produk, makna, bentuk
Peningkatan Kreativitas Generasi Z dalam Memanfaatkan Limbah Kayu Sebagai Mosaik pada Produk di Kampung Kedung Halang Serikat, Cilebut Barat, Jawa Barat Ariani Ariani; Awang Eka Novia Rizali; Erlina Novianti; Silviana Amanda Aurelia Tahalea; Asih Retno Dewanti
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 4 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i4.9391

Abstract

Hingga saat ini, masih terdapat generasi Z di Kampung Kedung Halang Serikat yang belum mendapat arahan untuk terlibat dalam kegiatan yang menstimulasi perkembangan kreativitas mereka. Sebagian besar dari mereka menggunakan waktu senggang untuk berinteraksi sosial dalam lingkup virtual, termasuk di media sosial, bermain game, dan aktivitas lain yang tidak lepas dari gadget atau gawai. Merujuk pada kondisi tersebut, tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), yang diprakarsai oleh Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Universitas Trisakti, memutuskan untuk mengadakan pelatihan yang bertujuan untuk meningkatkan potensi kreativitas di kalangan generasi Z, dengan memanfaatkan limbah kayu yang mudah dijumpai di sekitar mereka. Materi yang diberikan disesuaikan dengan karakteristik mereka, yakni merancang mosaik dari potongan-potongan kayu menjadi pola estetik pada berbagai produk, dengan mempertimbangkan warna dan ukuran tertentu. Metode yang ditempuh adalah dengan melakukan eksperimen pada tahap persiapan, serta metode parsipatori dan pendampingan selama pelatihan. Partisipan terdiri dari lima individu muda berusia 15 hingga 22 tahun. Kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 25 April dan 06 Mei 2023 ini menghasilkan 2 meja, 2 gantungan baju, dan 1 cermin. Dengan bekal pengetahuan dan keterampilan tersebut diharapkan dapat mengasah kreativitas dan meningkatkan produktivitas, sehingga stigma yang melekat pada generasi Z yang dianggap tidak dapat lepas dari internet dan gadget (gadget freak), dapat tergeser dengan aktivitas kreatif yang mereka hasilkan.The substantial presence of Generation Z residing in Kampung Kedung Halang has not been channeled towards activities that foster their creative potential. They spend their free time socially interacting in the virtual world, including on social media, playing games, and other activities that cannot be separated from their gadgets. Referring to this condition, the Community Service team initiated by the Faculty of Art and Design (FSRD) Universitas Trisakti decided to hold a training aimed at enhancing the creative potential of Generation Z by utilizing wood waste that is easily found in their environment. The materials given are adjusted to their characteristics, which entail designing mosaics from wooden pieces into aesthetic patterns in various products, considering specific colors and sizes. The methodology involved experimentation in the preparation stage, participatory methods, and guidance during the training. The participants consisted of five young individuals aged 15 to 22 years. On April 25 and May 6, 2023, activities were carried out, producing two tables, two hangers, and one mirror. The knowledge and skills they acquired are expected to sharpen their creativity and productivity, shifting the stigma attached to Generation Z as being inseparable from the internet and gadgets (gadget freaks) to the creative activities they produce. 
RELASI BENTUK, FUNGSI, DAN MAKNA JEMBATAN PENYEBERANGAN ORANG (JPO) KAWASAN JALAN JENDERAL SUDIRMAN, JAKARTA BAGI MASYARAKAT URBAN: The Relation of Form, Function, and Purpose of Crossing Bridge on Jendral Sudirman District in Urban Society Awang Eka Novia Rizali; Elda Franzia Jasjfi; Erick Teguh Leksono; Charles S. Marpaung; Joseph Setiawan Cahyadi
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 20 No. 1 (2023): Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain, Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/dim.v20i1.17742

Abstract

The Jalan Jenderal Sudirman area, Jakarta, is a rapidly developing urban center area. The People's Crossing Bridge (JPO) in the Jalan Jenderal Sudirman area, Jakarta has undergone revitalization. The six research objects, namely JPO Ratu Plaza – Senayan, JPO Gelora Bung Karno (GBK), JPO Polda Metro Jaya, JPO without roof in front of Indofood Tower, JPO Pinisi, and JPO Dukuh Atas, have various forms as a result of the DKI Jakarta Regional Government revitalization, but the relationship with function and meaning. Therefore this study aims to understand the relationship between the form, function, and meaning of JPO products in the Jalan Sudirman area, Jakarta, which represents the behavior and activities of urban communities as users. The research method used is descriptive qualitative, to elaborate and describe descriptively the relation of form, function, and meaning of JPO to users, especially urban communities. The results of this study reveal that the six JPOs in the Jalan Jenderal Sudirman area, Jakarta, have become a representation of the behavior and activities of the Jakarta urban community as users. The city of Jakarta as a dynamic metropolis is reflected in the forms of the JPO and the behavior of its users. Keyword: design, pedestrian bridge, Jakarta, urban society
ANALISA TAPAK DALAM PELETAKKAN RUANG PADA RUMAH TINGGAL DENGAN MENGGUNAKAN BAHASA PEMROGRAMAN KOMPUTER: SITE ANALYSIS IN PLACING SPACES IN RESIDENCES USING COMPUTER PROGRAMMING LANGUAGE Erick Teguh Leksono; Rully A.D. Soeriaatmadja; Awang Eka Novia Rizali; Resky Annisa Damayanti; Nabila Bunga Ramadhan
Jurnal Seni dan Reka Rancang: Jurnal Ilmiah Magister Desain Vol. 7 No. 1 (2024): Jurnal Seni dan Reka Rancang : Jurnal Ilmiah Magister Desain
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/jsrr.v7i1.19862

Abstract

Ilmu pengetahuan, dan teknologi  serta informasi berkembang pesat di Era digital dan terus meningkat , apalagi sudah banyaknya produk inovasi digital yang dihasilkan, dan dapat memberikan solusi dan memudahkan masyarakat dalam melakukan segala aktivitasnya. khususnya di tengah pandemi global COVID-19 dan keadaan serupa yang mungkin akan terjadi lagi. Situasi ini memotivasi untuk dilakukannya kajian dalam konteks arsitektur dan desain interior, yang datanya kami coba olah dan evaluasi secara digital, dan diharapkan dapat berkesinambungan untuk menciptakan produk digital. Produk digital diharapkan berupa aplikasi perangkat lunak yang dapat masyarakat dalam mewujudkan rumah hunian, yang dapat mendukung terciptanya lingkungan mikro  hunian yang layak huni dan iklim makro yang lebih baik dalam mengurangi pemanasan global serta pembangunan berkelanjutan. Kajian dilakukan dengan menyusun beberapa algoritma dari berbagai sumber literatur dan mengujinya dengan  bahasa pemrograman dengan bantuan perangkat bahasa pemrograman komputer yang bersifat open source. Hasil dapat berupa kumpulan data yang dapat disimpan secara digital dan dimanfaatkan pada tahap selanjutnya.    
Empowerment of Karang Taruna through Training on the Upcycling of Container Wood Waste into Wall Lamps Awang Eka Novia Rizali; Ariani Ariani; Elda Franzia Jasjfi; Resky Annisa Damayanti; Mahsa Raffa Raffa Luthta; Siti Marshaula Lyravega
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 6, No 4 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v6i4.12241

Abstract

Karang Taruna of RT. 10 RW. 005 Kedoya Selatan Village, Kebon Jeruk District, West Jakarta, is a platform for the development of the youth with the objective of promoting social welfare within the community. The results of field observations indicate that Karang Taruna RT. 10 RW. 005 Kedoya Selatan Village does not currently have any productive activities that are focused on the development of the potential of its members and the community in its vicinity. The Community Service team at the Faculty of Fine Arts and Design (FFAD) Trisakti University is motivated by this circumstance to offer training in order to empower the Karang Taruna in the region. The training is designed to instruct individuals on how to create wall lamps by upcycling container wood waste. This activity also seeks to educate participants on the process of converting container wood waste into functional products, in addition to developing their creativity and skills. The experimental method was employed in the preparation stage of this community service activity, while the mentoring method was combined with the PAR (Participatory Action Research) approach to actively engage the participants in the activities. The training session, which took place on Saturday, March 02, 2024, at the Materials and Processes Practicum Room at Trisakti University in West Jakarta, was attended by a total of 10 (ten) male participants between the ages of 17 and 26. The training resulted in the production of 10 wall lamps that functioned effectively and the enhancement of the skills, creativity, and knowledge of the members of Karang Taruna Kedoya Selatan regarding the management of container wood waste.
KAJIAN ESTETIKA PENERANGAN JALAN UMUM DI KAWASAN JALAN SENOPATI, JALAN SURYO, JALAN WOLTER MONGINSIDI, DAN JALAN GUNAWARMAN, JAKARTA SELATAN: AESTHETIC STUDY OF PUBLIC STREET LIGHTINGIN THE AREA OF ​​JALAN SENOPATI, JALAN SURYO,JALAN WOLTER MONGINSIDI, AND JALAN GUNAWARMAN, SOUTH JAKARTA Awang Eka Novia Rizali; Ariani, Ariani; Jasfi, Elda Franzia; Damayanti , Resky Annisa; Ali, Raphael Jordan
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 21 No. 1 (2024): Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain, Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/dim.v21.i1.21325

Abstract

Street Lighting is a public facility that is used to improve road safety by lighting the road at night and helping road users to see the road they are on more clearly at night.  The areas around Jalan Senopati, South Jakarta, are residential and commercial areas where people are busy carrying out their daily activities.  These three road areas are equipped with pedestrians and supporting facilities in the form of revitalized street lighting.  The objects of this research are street lighting located in the areas of Jalan Senopati, Jalan Suryo, Jalan Wolter Monginsidi, and Jalan Gunawarman, South Jakarta.  The focus of the research problem is the various forms and aesthetic elements of street lighting in the areas of Jalan Senopati, Jalan Suryo, Jalan Wolter Monginsidi, and Jalan Gunawarman, South Jakarta, and how aesthetics are applied to street lighting ornaments in these areas.  The research method used is descriptive qualitative, to identify and describe the application of aesthetics to street lighting ornaments in the areas of Jalan Senopati, Jalan Suryo, Jalan Wolter Monginsidi, and Jalan Gunawarman, South Jakarta.  The results of this research are that there is a diversity of aesthetic elements used in street lighting, namely in the form of the development of geometric shapes, local wisdom cultural ornaments, and forms of narrative depiction of urban activities in the area.  Application of ornamental aesthetics to areas and empty spaces that does not interfere with the functional purpose and benefits of the product as street lighting in the area.
INDOOR PLAYGROUND UNTUK DEWASA SEBAGAI FASILITAS HEALING DI MAL: INDOOR PLAYGROUND FOR ADULTSAS A HEALING FACILITY IN MALL Maya Dafina; Ariani; Awang Eka Novia Rizali; Woro Asty Werdina; Hendy Rosadi
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 22 No. 1 (2025): Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain, Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/dim.v22.i1.25024

Abstract

The intensity of urban stress experienced by adults in big cities, such as Jakarta, has led to the emergence of active recreational facilities that play a role in restoring physical and mental balance. Play activities have the potential to be a medium for healing, but until now, play areas in shopping centers are still dominated by concepts for children, making them less relevant for adult users. This study aims to examine the potential for developing indoor playgrounds for adults as active recreational facilities in malls. The method applied is a descriptive qualitative approach through literature study, direct observation of six playground facilities in the Jakarta-Tangerang area, and a survey of 57 adult respondents. The results show that the facilities are not suitable for adult needs, particularly in terms of privacy, safety, activity balance, and design approach. Based on these findings, this study formulates the concept of an Adult Interactive Play Lounge that integrates moderate physical activity, creative activities, social elements, and interactive technology to provide a holistic healing experience in an urban mall environment.