Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

REFORMULASI STRATEGI HABITS OF MIND MATEMATIS TERHADAP KEMAMPUAN MATHEMATICAL CRITICAL THINKING DALAM MEWUJUDKAN GENERASI EMAS BERKARAKTER Bety Miliyawati
JNPM (Jurnal Nasional Pendidikan Matematika) Vol 1, No 1 (2017): EDISI MARET
Publisher : Universitas Swadaya Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (480.488 KB) | DOI: 10.33603/jnpm.v1i1.247

Abstract

Artikel ini berisi hasil kajian tentang reformulasi strategi habits of mind matematis terhadap kemampuan mathematical critical thinking dalam mewujudkan generasi emas berkarakter. Dalam kurikulum nasional untuk mata pelajaran matematika mensyaratkan bahwa siswa selain dibekali pengetahuan dan keterampilan, juga perlu dibekali sikap spiritual dan sikap sosial. Hal ini dimaksudkan agar kelak dikemudian hari apabila menjadi pemimpin atau anggota masyarakat, mempunyai kepribadian utuh, pandai, trampil dan bersikap kompeten. Kemampuan MCT meliputi 6 komponen, yaitu (1) kemampuan mengidentifikasi asumsi yang diberikan; (2) kemampan merumuskan pokok-pokok permasalahan; (3) kemampuan menentukan akibat dari suatu kententuan yang diambil; (4) kemampuan mendekteksi adanya bias berdasarkan pada sudut pandang yang berbeda; (5) kemampuan mengungkap data/definisi/teorema dalam menyelesaikan masalah; dan (6) kemampuan mengevaluasi argument yang relevan dalam menyelesaikan masalah. Selanjutnya, strategi HOM matematis terdiri atas 5 komponen sebagai berikut: 1) mengeksplorasi ide-ide matematis; 2) merefleksi kesesuian atau kebenaran jawaban; 3) bertanya pada diri sendiri tentang aktivitas matematika yang telah dilakukan; 4) memformulasi pertanyaan; dan 5) mengkonstruksi contoh. Implementasi strategi HOM matematis perlu dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan dalam pembelajaran matematika, akan menghasilkan siswa yang unggul terhadap kemampuan MCT dan yang terpuji. Dengan demikian, pembahasan artikel ini difokuskan pada bagaimana reformulasi strategi HOM matematis terhadap MCT dalam proses pembelajaran matematika untuk mewujudkan generasi emas berkarakter.Kata Kunci: Strategi HOM Matematis, Mathematical Critical Thinking, Indikator MCT
HILIRISASI PENGGUNAAN OPERASI SUKU ALJABAR DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI SD Wahid Umar; Bety Miliyawati
PEDAGOGIK Vol 11, No 1 (2023)
Publisher : PEDAGOGIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mathematics as one of the sciences has an object of study in the form of abstract ideas and concepts and their relationships, the development of which is structured in a structured and logical process using special terms and symbols. Mathematical concepts can be utilized not only by mathematics itself but can be used or applied to other sciences. The purpose of learning mathematics in schools is to provide opportunities for students to be able to think systematically, critically, logically and creatively. For this reason, students need to be trained to be able to apply the concepts learned in mathematics in relation to everyday life. One of these efforts is by linking the concept of algebraic operations to learning mathematics in elementary schools. The application of this concept is directed at solving math problems in elementary school. This study is a literature review related to downstream learning processes and mathematical thinking habits of elementary school teacher and student prospective teachers. This is closely related to the characteristics of mathematics as a science and human activity, namely that mathematics is a pattern of thinking and/or a means to train thinking skills carefully, clearly and accurately. Therefore, the question in this research is: how to provide additional insight for elementary school teacher and student prospective teachers in creatively utilizing their existing knowledge to teach mathematics to elementary school students? The results of downstreaming the use of algebraic operations are considered appropriate, can provide additional insight to teachers and prospective elementary school students by constructing mathematical concepts through the habit of thinking mathematically.
PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN SELF-EFFICACY MATEMATIS SISWA SMA DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN INVESTIGASI Bety Miliyawati
SIGMA DIDAKTIKA: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : SIGMA DIDAKTIKA: Jurnal Pendidikan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/sigmadidaktika.v1i2.49416

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan peningkatan kemampuan berpikir kritis dan self-efficacy matematis siswa antara siswa yang mendapat pembelajaran dengan menggunakan pendekatan investigasi dan siswa yang mendapat pembelajaran dengan menggunakan pendekatan konvensional. Penelitian ini dilaksanakan di salah satu SMA Negeri di Cimahi. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan disain kuasi eksperimen dengan instrumen penelitian yang digunakan berupa tes kemampuan berpikir kritis dan non-tes. Dalam pelaksanaannya tes dilakukan dua kali yakni sebelum dan sesudah pembelajaran (pretes dan posttest). Analisis data dilakukan dengan metode deskiptif kuantitatif, digunakan untuk mendeskripsikan data hasil tes awal dan tes akhir untuk melihat perbedaan rerata gain score ternormalisasi dan self-efficacy antara kedua kelompok sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis siswa yang pembelajarannya menggunakan pendekatan investigasi lebih baik daripada siswa yang pembelajarannya menggunakan pendekatan konvensional; Tidak terdapat perbedaan Self-efficacy matematis siswa yang pembelajarannya menggunakan pendekatan investigasi dengan self-efficacy matematis siswa yang pembelajarannya menggunakan pendekatan konvensional; Tidak terdapat asosiasi antara kemampuan berpikir kritis dengan self-efficacy siswa terhadap matematika. Abstract: This study aims to compare the enhancement of mathematical critical thinking ability and self-efficacy between students who receive learning by using investigative approaches and the learning of students who obtained using conventional approaches. The research was carried out in one of the high school in Cimahi. The study was a quantitative study with a quasi-experimental design with the research instruments used in the form of critical thinking skills test and the non-test. In practice the test has done twice before and after learning (pretest and posttest). Data analysis was performed with deskiptive quantitative method, is used to describe the initial test result data and the final test to find the difference in mean gain score normalized and self-efficacy between the two groups of samples. The results showed that the enhancement in critical thinking ability of students learning mathematical investigation approach is better than students who learned using the conventional approach. There were no differences in mathematical self-efficacy learning of students using investigative approaches mathematical self-efficacy with students who learned using the conventional approach. There is no association between critical thinking ability with students' self-efficacy toward mathematics.
Constructing Realistic Mathematics Learning Assisted by Augmented Reality Technology to Improve Students' Mathematical Creative Thinking Ability Students' Mathematical Creative Thinking Hurulean, Fadila Annura; Miliyawati, Bety
Scientechno: Journal of Science and Technology Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : Yayasan Pendidikan Islam Daarut Thufulah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55849/scientechno.v3i1.788

Abstract

This article presents the results of quasi-experimental research with posttest control group design that examines the context of realistic mathematics assisted by Augmented Reality Technology (ART) on students' mathematical creative thinking skills. The population in this study were all public elementary school students in Ternate City. The sample involved 110 fourth grade students from two high and medium school level elementary schools. The instruments used were initial mathematical ability test, mathematical creative thinking ability test and student attitude scale. The research data for pretest, post-test, and normalized gain scores of mathematical creative thinking ability were analyzed by two-way ANOVA and Mann-Whitney and post hoc test of One-Way ANOVA. The assumptions of normality and homogeneity of variance were performed first before using this combined statistical test. The results showed that students who received learning through Realistic mathematics context assisted by Augmented Reality Technology (ART) were significantly superior to the improvement of mathematical creative thinking skills compared to students who received Ordinary Learning (OL). The results of this study also found that there was no interaction between Mathematical Creative Thinking Ability (MCTA) and students' attitude scale in terms of both school levels.
URGENSI STRATEGI DISPOSITION HABITS OF MIND MATEMATIS Bety Miliyawati
Jurnal Infinity Vol 3 No 2 (2014): Jurnal Infinity Vol 3 No. 2 September 2014
Publisher : IKIP Siliwangi and I-MES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/infinity.v3i2.p174-188

Abstract

ABSTRAKKebiasaan berpikir (habits of mind) memiliki peranan penting dalam proses pembelajaran dan perkembangan individu dalam membantu memecahkan masalah. Habits Of Mind (HOM) adalah kebiasaan berpikir secara fleksibel, mengelola secara empulsif, mendengarkan dengan empati, membiasakan mengajukan pertanyaan, kebiasaan menyelesaikan masalah secara efektif, membiasakan menggunakan pengetahuan masa lalu untuk situasi baru, membiasakan berkomunikasi, berpikir jernih dengan tepat, menggunakan semua indera ketika mengumpulkan informasi, mencoba cara berbeda dan menghasilkan ide-ide yang baru, kebiasaan untuk merespon, kebiasaan untuk mengambil resiko, biasa bertanggung jawab, memiliki rasa humor, membiasakan berpikir interaktif dengan orang lain, bersikap terbuka dan mencoba terus-menerus. Hal ini sejalan dengan tujuan Kurikulum 2013, yaitu mempersiapkan generasi bangsa agar memiliki kemampuan hidup sebagai pribadi dan warga negara yang produktif, kreatif, inovatif, dan afektif. Artikel ini dikaji didasarkan atas analisis terhadap: (1) karakteristik matematika, (2) habits of mind matematis, dan (3) disposition contoh strategi HOM dalam pembelajaran matematika yang dikembangkan pada siswa.Kata Kunci    : Pembelajaran, Karakteristik Matematika, Habits of Mind Matematis ABSTRACTHabits of mind have an important role in the learning process and the development of individuals in helping to solve the problem. Habits Of Mind (HOM) is the habit of thinking flexibly, manage empulsif, listening with empathy, get used to ask questions, solve problems effectively habit, the habit of using past knowledge to new situations, to get used to communicate, think clearly, precisely, using all the senses when gathering information, trying different ways and generate new ideas, habits to respond, the habit to take risks, the usual charge, have a sense of humor, familiarize interactive thinking with others, be open and try constantly. This is in line with the curriculum goals in 2013, which is preparing a generation of people that have the ability to live as individuals and productive citizens, creative, innovative, and affective. This article is assessed based on an analysis of: (1) the characteristics of mathematics, (2) the mathematical habits of mind, and (3) disposition example HOM in mathematics learning strategies developed in students.Keywords: Learning, Mathematics Characteristics, Habits of Mind Mathematics
Sosialisasi Pembuatan Media Pembelajaran Interaktif dengan Lectora Inspire di SD Negeri Karang Bagja Miliyawati, Bety; Budianingsih, Yanry; Gadzali, Silvy Sondari
Jurnal Media Pengabdian Komunikasi Vol 4, No 2 (2024): Jurnal Media Pengabdian Komunikasi
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/medikom.v4i2.331

Abstract

Abstract Technology-based interactive learning media is one of the alternatives for teachers in providing learning in the classroom to make it more varied and interesting. The technology is the use of laptops and the lectora inspire application. A teacher must be able to create interesting learning media that is tailored to the needs of students. However, not all teachers are skilled at creating learning media, especially technology-based interactive learning media. Therefore, it is necessary to conduct socialization for teachers, especially at SDN Karang Bagja in creating interactive learning media based on lectora inspire. The purpose of this community service activity is to provide a seminar on the benefits of information technology in education, especially learning in elementary schools, as well as how to create or present interesting learning media using the lectora inspire application to teachers at SDN Karang Bagja. The methods used are in the form of seminars and direct practical assistance to teachers at SDN Karang Bagja. Before this community service activity was carried out, the teachers were given a questionnaire in the form of a google form, based on the results of the questionnaire it was found that the teachers at SDN Karang Bagja had never created interactive learning media based on digital (technology) and did not know or recognize the lectora inspire application. The results of the community service activities in the form of seminars are an increase in participants' knowledge about the benefits of technology in learning and participants understand and can practice making interactive learning media based on Lectora Inspire. Keywords: Media; learning; interaktif; lectora inspire. Abstrak Media pembelajaran interaktif berbasis teknologi merupakan salah satu alternatif guru dalam memberikan pembelajaran di kelas agar lebih bervariatif dan menarik. Teknologi yang dimaksud adalah penggunaan laptop dan aplikasi lectora inspire. Seorang guru harus mampu membuat media pembelajaran yang menarik dan disesuaikan dengan kebutuhan siswa. Namun tidak semua guru terampil membuat media pembelajaran terutama media pembelajaran interaktif berbasis teknologi. Oleh karena itu perlu dilakukan sosialisasi bagi guru-guru khususnya di SDN Karang Bagja dalam pembuatan media pembelajaran interaktif berbasis lectora inspire. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah memberikan seminar terkait dengan kebermanfaatan teknologi informasi dalam pendidikan khususnya pembelajaran di sekolah dasar, serta bagaimana langkah pembuatan atau penyajian media pembelajaran yang menarik menggunakan aplikasi lectora inspire kepada para guru di SDN Karang Bagja. Adapun metode yag digunakan adalah berupa seminar dan pendampingan praktik langsung kepada para guru di SDN Karang Bagja. Sebelum dilaksanakan kegiatan pengabdian ini para guru diberikan angket dalam bentuk google form, berdasarkan hasil angket tersebut diketahui bahwa para guru di SDN Karang Bagja belum pernah membuat media pembelajaran interaktif berbasis digital (teknologi) dan belum mengetahui atau mengenal aplikasi lectora inspire. Hasil dari kegiatan pengabdian dalam bentuk seminar ini adalah adanya penambahan pengetahuan peserta tentang kebermanfaatan teknologi dalam pembelajaran serta peserta menjadi paham dan dapat mempraktekkan dalam pembuatan media pembelajaran interaktif berbasis lectora inspire. Kata-kata kunci: Media; pembelajaran; interaktif; lectora inspire.
Pendampingan Pelatihan Pengoperasian Mesin Potong Rumput Untuk Optimalisasi Panen Rumput Gajah Pada Kelompok Tani Mandiri Rancage Curugrendeng Jaja Jaja; Kasda Kasda; Bety Miliyawati; Zoffan Wahidi; Aldi Suparman; Yadi Faturohman
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 4 No. 3 (2024): Juli-September 2024
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jai.v4i3.1014

Abstract

Kelompok Tani Mandiri Rancage Curugrendeng memiliki jumlah anggotanya sebanyak 63 orang dan saat ini berkegiatan dalam usaha budidaya rumput dengan luas kebun mencapai 62 hektar yang tersebar di tiga wilayah yaitu di Subang, Sumedang dan Purwakarta. Hasil panen berupa rumput segar dikirim ke industri peternakan sapi yang ada di sekitar Subang dan Bandung. Setiap kelompok rata-rata dapat mengirim rumput setiap bulannya sekitar 180 ton. Kondisi saat ini kelompok tani masih mengalami masalah dalam peningkatan panen rumput karena keterbatasan sumber daya manusia untuk memanen. Dengan cara panen yang manual dan alat bantu arit dan parang, hasil panennya baru mencapai 6-7 ton/hari/7jam yang dikerjakan oleh lima orang mulai dari memotong, mengumpulkan serta memuat ke dalam mobil truk.Untuk memberikan solusi terhadap permasalahan yang terjadi pada kelompok tani Mandiri Rancage, maka Tim Pengabdian Universitas Subang melakukan pendampingan pelatihan pengoperasian mesin pemotong (reaper 4GL120, hand tractor 101 Diesel 188) untuk memanen rumput,Hasil dari pendampingan pelatihan pengoperasian mesin pemotong, terpilih dua orang operator untuk mengoperasikan mesin pemotong dan hasil aplikasi mesin dilapangan ada peningkatan kapasitas panen rumput rata-rata mencapai 10-14 ton/hari.
Pengembangan Konsep Dasar Matematika Kontekstual Berbasis Kearifan Lokal Maluku Utara Umar, Wahid; Sirajudin, Nuraini; Miliyawati, Bety
Jurnal Pendidikan Guru Matematika Vol 5, No 2 (2025): Mei
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jpgm.v5i2.10071

Abstract

Kemampuan abstraksi peserta didik umumnya ditopang oleh pengalamaan dan pengamatan yang ada di lingkungan mereka. Pembelajaran konsep-konsep dasar matematika seringkali dimulai melalui pengalaman dan pengamatan secara sistematis dan terencana menggunakan alat, bahan dan benda-benda yang dikenal peserta didik sehari-hari sehingga memiliki waktu retensi lebih lama dalam ingatan peserta didik. Selain itu pemaknaan konsep-konsep dasar matematika akan menjadi lebih mudah karena dikaitkan dengan kearifan lokal yang sesuai. Hal inipun terkait dengan Undang-undang Guru dan Dosen, salah satu kemampuan yang diharapkan dari guru matematika adalah kemampuan pedagogik yang diantaranya merancang bahan ajar kontekstual yang dapat digunakan sebagai peningkatan kualitas proses belajar mengajar di kelas. Pada tulisan ini akan mendiskusikan proses pembelajaran kontekstual berbasis kearifan lokal yang sangat dikenal masyarakat provinsi Maluku Utara. Pembahasan didahului dengan menguraikan topik bahasan dunia budaya matematika, matematika kontekstual, kemudian dibahas bahan-bahan kearifan lokal yang digunakan sebagai basis pembelajaran, berturut-turut untuk menanamkan konsep peluang dan statistika, geometri, bilangan, dan aritmetika sosial. Pembelajaran terkait konsep-konsep matematika dirancang dengan memanfaatkan bahan-bahan kearifan lokal tersebut berpotensi meningkatkan hasil belajar peserta didik setempat.
ANALISIS PROSES BERPIKIR SISWA DALAM LITERASI MATEMATIS PEMBAGIAN DITINJAU DARI ASIMILASI DAN AKOMODASI Umar, Wahid; Miliyawati, Bety
PEDAGOGIK Vol 13, No 1 (2025)
Publisher : Prodi PGSD FKIP Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/pedagogik.v13i1.10112

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggali karakteristik proses berpikir siswa kelas 3 Sekolah Dasar (SD) pada saat menyelesaikan soal pembagian. Pembagian merupakan konsep yang sulit dipelajari oleh siswa. Sehingga perlu mengetahui karakteristik siswa dalam melakukan aktivitas pembagian. Penelitian ini dilakukan secara eksploratif, dengan pendekatan deskriptif kualitatif yaitu penelitian yang menganalisis karakteristik proses berpikir siswa saat melakukan aktivitas membagi dalam bentuk studi kasus. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas 3 SD Negeri 8 Kota Ternate yang berjumlah 18 siswa, terdiri dari 8 siswa taki-lakı dan 10 siswa perempuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, karakteristik proses berpikir siswa pada saat melakukan aktivitas membagi meliputi 3aktivitas mental, yaitu: asimilasi, akomodasi, dan ekuilibrium. Karakteristik proses berpikir ketiga subjek penelitian terhadap materi pembagian berada pada kategori rendah dari indikator literasi matematis level satu dalam menentukan aktivitas pembagian. Dengan kata lain bahwa sebagian besar siswa belum mampu menggunakan indikator literasi matematis level satu dalam menyelesaikan soal pembagian.
Konstruksi Garis Bilangan melalui Pembelajaran Matematika Hilirisasi Menggunakan Pendekatan PMR untuk Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Umar, Wahid; Sirajudin, Nuraini; Miliyawati, Bety
Jurnal Pendidikan Guru Matematika Vol 5, No 3 (2025): September
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jpgm.v5i3.10699

Abstract

Dalam pembelajaran matematika dengan pendekatan PMR terdapat empat tahap yang diharapkan dilalui oleh mahasiswa untuk sampai pada suatu konsep, yaitu: tahap dunia nyata, tahap pembentukan skema, tahap membangun pengetahuan, dan tahap formal abstrak. Sementara itu, salah satu strategi yang dikembangkan dalam buku ajar Matematika SD yang disusun dengan menggunakan pendekatan PMR untuk menyelesaikan masalah penjumlahan dan pengurangan adalah dengan garis bilangan. Dalam buku tersebut, tim penulis memberikan pengalaman-pengalaman yang berbeda-beda dalam empat tahap pembelajaran yang berbeda untuk sampai pada konstruksi garis bilangan. Dalam buku tersebut, tim penulis juga memberikan pengalaman bagi mahasiswa tentang bagaimana mahasiswa dapat menyelesaikan masalah penjumlahan dan pengurangan dengan garis bilangan menggunakan pendekatan PMR. Bagaimana memunculkan ide mahasiswa untuk mengkonstruksi garis bilangan dalam pembelajaran melalui buku pedoman mahasiswa yang disusun dengan menggunakan pendekatan PMR dan bagaimana menggunakan garis bilangan tersebut untuk menyelesaikan masalah penjumlahan dan pengurangan? Pertanyaan ini yang akan coba dijawab penulis dalam artikel ini. Oleh karena itu, fokus dalam penelitian pengembangan ini bertujuan untuk menjelaskan tentang pengalaman-pengalaman apa saja yang perlu dialami oleh mahasiswa untuk sampai pada konsep garis bilangan di tahap formal abstrak dan pengalaman untuk menyelesaikan masalah penjumlahan dan pengurangan menggunakan garis bilangan dengan pendekatan PMR.