Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA BALOK TERHADAP KREATIVITAS ANAK USIA 5-6 TAHUN (Penelitian Eksperimen di TK Al – Khairiyah Cilegon - Banten) Pranindya Anisa; Ratih Kusumawardani; Kristiana Maryani
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini Vol 5, No 2 (2018): JPP PAUD Untirta
Publisher : Early Childhood Teacher Education Department UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2664.118 KB) | DOI: 10.30870/jpppaud.v5i2.4701

Abstract

Creativity is the ability that everyone has to create or produce something new through his imagination. The imagination generated by one’s thinking can lead to creativity. Beams are one of the educational game tools generally made of wood. The usage on creativity of children aged 5-6 years. Research method using quasi experimental method with a sample of 40 children in the experimental class and 40 children in the control class. Data was analyzed using SPSS 22. purpose of the study was to determine the effect of mediThe results showed that the percentage of independent statistical sample test value of significance post-test of creativity for experimental class and control class that is 0,109 0,05 mean data of creativity post-test for experiment class and control class that is H1 = there is a significant influence on the creativity of children 5-6 years. The mean value of experimental class is mean = 32,8958, standard deviation = 4,88262, standard error mean = 0,70475, mean value mean control class mean mean = 20,2917 standard deviation = 3,77539, standard error mean = 0,54493 obtained ttable = (0,05/2 ; 96 -2 – 1) = (0,025 ; 93) = 1,989 ttable with dk = 24 + 24 + 2 = 50 and a =0,05 1,109, thitung = 14,148H1 : received. Therefore, the child’s creativity ability can be said to increase when given treatment in the ezperimental class and the child raises the developmental indicator independently. It can be concluded, that through learning with the media beam can improve the creativity of children aged 5-6 years in kindergarten al-khairiyah cilegon-banten.
Penggunaan Alat Peraga dalam Pengenalan Konsep Matematika pada Anak Usia Dini di TK Al-Falah Kota Cilegon Dini Riani; Kristiana Maryani
Kiddo: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. 3 No. 1 (2022)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/kiddo.v3i1.5211

Abstract

This research aims to describe how teachers at Al-Falah Cilegon Kindergarten use teaching materials or props to introduce mathematical concepts and responses or direct impacts experienced by students in the learning process. The subjects in this study were 3 teachers who taught and along with the principal, 5 kindergarten A students and 8 kindergarten students in grade B. Researchers chose qualitative methods because they wanted the results of in-depth research on the phenomenon to be studied. In addition, researchers used this method because the study subjects involved preschoolers who could not be approached with quantitative approaches, such as working on scales and questionnaires, so researchers chose qualitative methods by examining data with in-person interviews, library studies, observations and documentation.
Effectiveness Asistensi Mengajar In Improving Quality Of Learning Through The MBKM Program Latifah Nur Restiningtyas; Tri Sayekti; Kristiana Maryani
ThufuLA: Jurnal Inovasi Pendidikan Guru Raudhatul Athfal Vol 10, No 1 (2022): ThufuLA: Jurnal Inovasi Pendidikan Guru Raudhatul Athfal
Publisher : PIAUD IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/thufula.v10i1.13085

Abstract

This research was motivated by the Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) program. Asistensi Mengajar program is one of the innovations designed by the Indonesian Ministry of Education and Culture in 2021 to facilitate educational units, especially ECE institutions. This study aimed to determine the effectiveness of Asistensi Mengajar in Raudhatul Athfal Al-Izzah Serang-Banten. This research shows; (1) the application of the Asistensi Mengajar program, (2) the role of Asistensi Mengajar in improving the quality of learning, (3) the influence faced by the program. Using descriptive qualitative research method Miles and Huberman model. The subjects of this study were 5 teachers in grades A3, B1, B3, B6, and B7 with 5 Asistensi Mengajar students. The data were obtained through interviews, documentation, and observations which were processed for 3 months. The results of this study, are; (1) Asistensi Mengajar provides new changes for learning, (2) there is an increase in children as long as Asistensi Mengajar is involved in the learning process, (3) the impact it has is the difference in teacher parenting patterns with Teaching Assistant (TA). This research implies that teachers and Asistensi Mengajar must work together to support effective learning.Penelitian ini dilatarbelakangi oleh program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Program Asistensi Mengajar menjadi salah satu inovasi baru yang dirancang oleh kemdikbud pada tahun 2021 dalam memfasilitasi satuan pendidikan, khususnya lembaga PAUD. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui Efektivitas Asistensi Mengajar dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di Raudhatul Athfal Al-Izzah Serang-Banten. Penelitian ini menunjukkan; (1) penerapan program Asistensi Mengajar terhadap peserta didik, (2) peran Asistensi Mengajar dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, (3) pengaruh yang dihadapi program tersebut. Menggunakan metode penelitian Kualitatif deskriptif model Miles dan Huberman. Subjek penelitian ini adalah 5 guru kelas A3, B1, B3, B6, dan B7 dan 5 orang mahasiswa Asistensi Mengajar. Data didapatkan melalui hasil wawancara, dokumentasi, dan hasil observasi yang diolah selama 3 bulan. Hasil penelitian ini, adalah; (1) Asistensi Mengajar memberikan perubahan baru bagi pembelajaran, (2) terdapat peningkatan pada anak selama Asistensi Mengajar terlibat dalam proses pembelajaran, (3) dampak yang dimiliki adalah perbedaan pola asuh guru dengan Asistensi Mengajar. Penelitian ini berimplikasi pada guru dan asisten pengajar harus memiliki kerja sama untuk menunjang pembelajaran yang efektif.
The Effect of Pop-Up Book Media On Children's Speech Ability Ilah Holilah; Kristiana Maryani; Ratih Kusumawardani; Isti Rusdiyani
KINDERGARTEN: Journal of Islamic Early Childhood Education Vol 5, No 2 (2022): November
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/kjiece.v5i2.14404

Abstract

ABSTRAK. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh media pop up book terhadap kemampuan berbicara anak. Penelitian dilakukan pada kelompok B dengan usia 5-6 tahun di Taman Kanak-Kanak Kecamatan Baros, Kabupaten Serang-Banten khususnya di TK Kasih Bunda dan TK Mangga. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian quasi eksperimen dengan desain non-equevalent control group design dengan sampel 30 anak, kelas B1 pada TK Kasih Bunda sebanyak 15 anak sebagai kelas eksperimen dan kelas B1 pada TK Mangga sebanyak 15 anak sebagai kelas kontrol.             Penelitian ini dilakukan selama 2 minggu, instrument yang digunakan dalam penelitian ini berupa pedoman observasi dengan analisis data menggunakan SPSS 22. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata kemampuan berbicara anak kelompok eksperimen saat pretest sebesar 38,47 dan untuk kelompok kontrol rata-ratanya sebesar 40,33. Sementara itu hasil posttest pada kelompok eksperimen rata-ratanya sebesar 42,93 % dan kelompok kontrol rata-ratanya menjadi 40,73%. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh media pop up book terhadap kemampuan berbicara anak.  Kata Kunci : Media Pop Up Book, Kemampuan Berbicara, Anak Usia 5-6 TahunABSTRACT. This study aims to determine whether or not influence of pop up book media on  children’s speaking ability. The study was conducted on group B aged 5-6 years in Kindergarten, Baros District, Serang-Banten Regency, especially in Kasih Bunda Kindergarten and Mangga Kindergarten. The method used in this study is a quasy-experimental study with a non-equevalent control group design with a sample of 30 children, class B1 at Kasih Bunda Kindergarten as many as 15 children as the experimental class and class B1at Mangga Kindergarten as many as 15 children as control class. The research was conducted for 2 weeks, instrument used in this study showed that the average speaking ability of the experimental group children t the pretest was 38,47 and for the control group the average was 40,33. Meanwhile, the posttest results in the experimental group average 42,93% and the control group average 40,73%. This shows that the there is an influence of pop up book media on children’s speaking ability of children 5-6 years.Keywords: Pop Up Book Media, Speaking ability, Children 5-6 years.
Pengaruh Media Loose Parts terhadap Kemampuan Mengenal Konsep Pola pada Anak Usia 4-5 Tahun Aas Syifaul Kholiyah; Kristiana Maryani; Cucu Atikah
SELING: Jurnal Program Studi PGRA Vol 9 No 1 (2023): Januari 2023
Publisher : Program Studi PGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29062/seling.v9i1.1540

Abstract

Pemahaman pola merupakan salah satu ranah perkembangan dalam pemikiran logis-matematis, pemahaman pola penting diajarkan pada anak usia dini karena pemahaman pola merupakan dasar dari pengetahuan mengenai matematika pada jenjang berikutknya. Kemampuan mengenal konsep pola dapat dipahami dengan baik jika media yang digunakan oleh guru bervariasi serta pemberian stimulasi yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media loose parts terhadap kemampuan mengenal konsep pola pada anak usia 4-5 tahun. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif (Quasi Eksperimen) dengan desain Nonequivalent Control Group Design. Penelitian ini menggunakan dua sampel yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol yang masing-masing terdiri dari 15 anak usia 4-5 tahun, serta diberikan perlakuan yang berbeda. Berdasarkan hasil analisis data menggunakan statistic parametric dengan uji-t berupa uji paired sample t-test pada kelompok eksperimen diketahui nilai sig. (2 tailed) bernilai 0,000 < 0,05 maka adanya pengaruh yang signifikan, dengan nilai rata-rata postest pada kelompok eksperimen sebesar 40,26 dari pretest nya 35,46 . Sehingga dapat disimpulkan bahwa media loose parts berpengaruh terhadap kemampuan mengenal konsep pola anak usia 4-5 tahun.
The Influence of Parental Attachment on the Independence of 5-6 Years Old Children Syifa Liwahul Rochmah; Kristiana Maryani; Fahmi Fahmi
TEMATIK: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Pendidikan Anak Usia Dini Vol 9, No 1 (2023): TEMATIK: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/tematik.v9i1.46487

Abstract

This research is motivated by the problem of low child independence. The purpose of this study was to determine the effect of attachment on the independence of children aged 5-6 years. Using a quantitative research approach with the ex-post facto method. The population used in this study were 176 children aged 5-6 years in RA throughout the District of Jombang - Cilegon, Banten. Sampling using the slovin formula as many as 63 children. Data collection techniques using questionnaires, with data analysis techniques to test the hypothesis t. Based on the findings regarding attachment to the independence of children aged 5-6 years that there are children who have high independence, the attachment of parents is high and vice versa. Children's independence is seen in children's behavior while in the school environment and outside of school. The results of attachment research on the independence of children aged 5-6 years show a significant value of 0.034 <0.05, so it can be interpreted that there is a significant influence between attachments on the independence of children aged 5-6 years.
PENGARUH POLA ASUH ORANG TUA TUNGGAL TERHADAP KEMAMPUAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK USIA 5-6 TAHUN Rd. Syifa Nafi'ah; Siti Khosiah; Kristiana Maryani
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 9 No. 2 (2023): Volume 09 No 02, Juni 2023
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v9i2.1050

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pola asuh orangtua tunggal terhadap kemampuan sosial emosional anak usia 5-6 tahun di Desa Kadu Jangkung, kecamatan Mekar Jaya, Pandeglang-Banten. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode Expost facto dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 20 orangtua tuggal. Jumlah sampel yang diambil berdasarkan teknik total sampling yaitu 20 orangtua tunggal di desa. Kadu jangkung, kecamatan. Mekar jaya, pandeglang-banten. Teknik pengumpulan data menggunakan skala likert. Pengujian validitas dan reabilitas instrument, uji normalitas dan uji hipotesis yang diolah dengan bantuan program SPSS 29.0 for windows. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut, terdapat pengaruh positif dan signifikan pola asuh orangtua tunggal trhadap kemmapuan sosial emosional anak usia 5-6 tahun di desa. Kadu jangkung, kecamatan. Mekar jaya, pandeglang-banten. Hal tersebut dapat dilihat dari nilai signifikan yang diperoleh yaitu 0.011<0.005 yang artinya H0 ditolak dan H1 diterima. Maka, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan pola asuh orangtua tunggal terhadap kemampuan sosial emosional anak usia 5-6 tahun di Desa. Kadu Jangkung, Kecamatan. Mekar Jaya, Pandeglang-Banten.
UPAYA GURU DALAM MENGOPTIMALKAN KEMANDIRIAN ANAK USIA 5-6 TAHUN DI RA AL-IZZAH KOTA SERANG Desy Nur Fitriani; Kristiana Maryani; Cucu Atikah
Jurnal Anak Usia Dini Holistik Integratif (AUDHI) Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Prodi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/jaudhi.v6i1.2020

Abstract

Kemandirian adalah suatu sikap dan perilaku yang tidak mudah bergantung dengan orang lain dalam menyelesaikan tugas-tugasnya. Kemandirian juga merupakan sikap yang harus dibentuk oleh guru dan orang tua untuk membangun kepribadian anak.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kemandirian anak usia 5-6 tahun, upaya guru dalam mengoptimalkan kemandirian anak usia 5-6 tahun, bentuk kerjasama guru dan orangtua dalam mengoptimalkan kemandirian anak, dan upaya guru dalam mengevaluasi kemandirian anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian yaitu penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Peneliti menggunakan instumen pendukung berupa pedoman observasi dan pedoman wawancara. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan menggunakan field research. Hasil dari penelitian ini adalah kemandirian anak sudah berkembang sesuai harapan terlihat ketika anak mampu berinisiatif, anak memiliki rasa percaya diri, anak tidak bergantung pada orang lain, dan anak mampu menyelesaikan masalah. Upaya guru dalam mengoptimalkan kemandirian anak dilakukan melalui pembiasaan terkait dengan kegiatan anak dalam kesehariannya. Kerjasama antara guru dan orangtua dilakukan dengan menjalin komunikasi secara berkesinambungan baik itu secara langsung maupun melalui WA Grup serta pertemuan rutin komite sekolah. Dan evaluasi guru terhadap kemandirian anak dilaksanakan dengan cara pengumpulan dan pengolahan informasi yang diantaranya dengan menggunakan catatan anekdot.
Peran lembaga Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) terhadap Kasus kekerasan Anak Usia Dini Mutia Syawalistiani Putri; Kristiana Maryani; Atin Fatimah
Jurnal Ilmiah POTENSIA Vol 8 No 2 (2023): JULI
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jip.8.2.361-370

Abstract

Anak usia dini sejatinya memiliki hak pada saat masih didalam kandungan. Persepsi serta pemahaman masyarakat terkait hak anak usia dini yang masih minim menyebabkan masyarakat itu sendiri kurang memperhatikan keadaan anak usia dini. Melindungi anak-anak dari lingkungan yang berdampak negative yang dapat merugikan anak dari setiap aspek perkembangannya. Pentingnya menjaga kesehatan mental anak usia dini demi pembentukan karakter anak yang baik. Maraknya kasus kekerasan anak usia dini yang menjadi sorotan pemerintah. Peneliti menemukan kasus yang berkaitan dengan kasus kekerasan anak usia dini yang terjadi di kecamatan Pabuaran yang membuat gempar warga sekitar. Maka dari itu, pemerintah membuat komitmen untuk menghadirkan sebuah lembaga pemberdayaan perempuan dan anak usia dini yang disebut lembaga Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan Dan Anak (P2TP2A). Lembaga Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan Dan Anak (P2TP2A) merupakan sebuah layanan yang terbentuk dilator belakangi terkait perlindungan terhadap perempuan dan anak usia dini. Lembaga P2TP2A ini memberikan beberapa layanan untuk menangani kasus kekerasan yang terjadi seperti trauma terhadap anak dan perempuan dengan memberikan konseling dan rehabilita. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu menggunakan metode penelitian kualitatif karena peneliti ingin memberikan sebuah temuan-temuan kekerasan yang terjadi terhadap anak usia dini serta peran lembaga P2TP2A dalam menangani kasus dengan mendeskripsikannya.
Penggunaan aplikasi tik tok pada anak usia 5-6 tahun di desa banjarnegara kecamatan pulosari kabupaten pandeglang Widia Pratiwi; Laily Rosidah; Kristiana Maryani
Jurnal Pendidikan Anak Vol 11, No 2 (2022): Jurnal Pendidikan Anak
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpa.v11i2.53903

Abstract

Aplikasi Tik Tok adalah aplikasi sosial media online berbasis video yang memberikan special effects unik dan menarik, sehingga dapat menarik perhatian banyak kalangan terutama pada anak-anak. Anak di usia 5-6 tahun ini anak senang bermain, karakteristik anak yang senang bermain membuat anak tertarik untuk memainkan aplikasi Tik Tok beserta fitur fitur yang ada di dalamnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak penggunaan aplikasi tik tok pada anak usia 5-6 tahun di desa Banjarnegara. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian anak usia 5-6 tahun dan orang tua. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan mencakup tiga bagian yaitu reduksi data, penyaji data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa, konten aplikasi Tik Tok yang cenderung ditonton oleh anak usia 5-6 Tahun yaitu konten mukbang, kartun, dan make up. Rata-rata penggunaan aplikasi Tik Tok selama 2 jam perhari. Dampak penggunaan aplikasi Tik Tok pada anak usia 5-6 tahun terdapat dampak negatif dan positif. Dampak negatifnya yaitu anak menjadi malas belajar, sedangkan dampak positifnya yaitu dapat mendorong kreativitas dan membantu anak dalam mengasah keterampilan mengedit video.