Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Infrastructure, and Labor Market on Poverty in Indonesia Adlina Khairunnisa; Prayudha Ananta
Riset Akuntansi dan Bisnis Indonesia Vol 2 No 3 (2026): August
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), STIE Krakatau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61401/rabi.v2i3.508

Abstract

Purpose: This study examines the influence of institutional, quality, infrastructure development, and labor market conditions on poverty reduction in Indonesia. Methodology: This study employs a quantitative approach using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). This study utilizes secondary data obtained from the National Research and Innovation Agency (BRIN), Statistics Indonesia (BPS), the Worldwide Governance Indicators (WGI), and several other official institutions. The variables examined in this study include institutions, infrastructure, the labor market, and poverty. Results: The findings reveal that institutional quality, infrastructure, and labor market conditions exert negative and statistically significant effects on poverty. Among the independent variables, the labor market made the strongest contribution to poverty reduction. Conclusions: Improvements in institutional quality, infrastructure provision, and labor market performance are crucial for reducing poverty in Indonesia. The labor market is identified as the most influential factor because it directly affects employment opportunities and household incomes. Limitations: This study is limited to three explanatory variables, while other factors beyond the research model may also contribute to the poverty dynamics. Contribution: This study provides empirical evidence of the importance of institutional strengthening, infrastructure expansion, and labor market development as strategic instruments for poverty alleviation in Indonesia.
Apakah Peran Pemerintah Meningkatkan Motivasi Berwirausaha Perempuan? Margiyana Retno Wulan; Prayudha Ananta
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1334

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) perempuan memiliki peran strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi serta menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat. Namun, pelaku UMKM perempuan masih menghadapi berbagai hambatan, seperti keterbatasan akses terhadap kebijakan publik, permodalan, jaringan bisnis, dan pelatihan kewirausahaan yang dapat memengaruhi motivasi dalam mengembangkan usaha. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh akses kebijakan publik, bantuan modal, jaringan bisnis, dan pelatihan kewirausahaan terhadap motivasi berwirausaha pelaku UMKM perempuan di Kota Bandar Lampung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Square (SEM-PLS) menggunakan perangkat lunak SmartPLS 4.1.1.8. Sampel penelitian berjumlah 140 pelaku UMKM perempuan yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner dan observasi langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akses kebijakan publik, bantuan modal, jaringan bisnis, dan pelatihan kewirausahaan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi berwirausaha. Akses kebijakan publik menjadi faktor dengan pengaruh terbesar terhadap motivasi berwirausaha dengan nilai koefisien jalur sebesar 0,312, diikuti oleh pelatihan kewirausahaan sebesar 0,240, bantuan modal sebesar 0,232, dan jaringan bisnis sebesar 0,175. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,778 menunjukkan bahwa keempat variabel independen mampu menjelaskan 77,8% variasi motivasi berwirausaha pelaku UMKM perempuan. Penelitian ini menegaskan bahwa dukungan pemerintah melalui kebijakan yang mudah diakses, penyediaan modal, penguatan jaringan bisnis, dan peningkatan kompetensi melalui pelatihan menjadi faktor penting dalam meningkatkan motivasi serta keberlanjutan usaha perempuan.