Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

PENGARUH PENDIDIKAN POLITIK TERHADAP KEPEMIMPINAN PESERTA DIDIK PADA ORGANISASI KESISWAAN DI SMA PASUNDAN CIKALONGKULON Almi Nurdina; iyep candra hermawan; banan sarkosih
Jurnal Pendidikan Politik, Hukum Dan Kewarganegaraan Vol 10, No 1 (2020): Jurnal Pendidikan Politik, Hukum, dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jpphk.v10i1.849

Abstract

Negara Indonesia merupakan negara yang menganut sistem politik yang berlandaskan ideologi Pancasila, pendidikan politik sangat berharga dan wajib disampaikan kepada para generasi muda yang bertujuan untuk memberikan pemahaman sekaligus pendoktrinan tentang sistem politik yang diterapkan di Indonesia. Pendidikan politik yang disampaikan kepada generasi muda, diharapkan pada nantinya, para generasi muda bisa sadar tentang hak dan kewajiban sebagai warga negara Indonesia, sepantasnya proses pendidikan politik dapat membentuk dan mengembangkan sifat kepemimpinan peserta didik dalam menjalankan organisasi kesiswaan. Sekolah memiliki peranan penting yang mendasar dalam pembentukan karakter peserta didik dalam kehidupan bernegara. Sesuai dengan tujuan pendidikan yang tercantum dalam Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Proses pendidikan politik yang dilaksanakan di sekolah tidak terpaku hanya dilaksanakan di dalam ruang kelas belajar yang hanya mengajarkan kepada para peserta didik tentang teori-teori politiknya saja, tetapi para peserta didik juga diajarkan dengan prakteknya dalam kegiatan politik. Oleh sebab itu, penelitian ini dilakukan dengan mengambil judul Pengaruh Pendidikan Politik Terhadap Kepemimpinan Peserta Didik pada Organisasi Kesiswaan di SMA Pasundan Cikalongkulon.
MENGGALI NILAI-NILAI DEMOKRASI BERBASIS KEARIFAN LOKAL SUNDA SEBAGAI PENGEMBANGAN MATERI PEMBELAJARAN PKN DI SEKOLAH iyep candra hermawan
Jurnal Pendidikan Politik, Hukum Dan Kewarganegaraan Vol 7, No 1 (2017): Jurnal Pendidikan Politik, Hukum, dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Nilai-nilai demokrasi (democracy values) adalah nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh semua bangsa di dunia. Diantaranya nilai kebebasan, keterbukaan, persamaan, keadilan, dan tanggung jawab. Nilai-nilai tersebut merupakan bagian penting baik dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Suatu negara dipandang demokratis apabila menjunjung tinggi dan menegakkan nilai-nilai demokrasi tersebut. Dikaitkan dengan kearifan lokal ternyata nilai-nilai demokrasi itu telah menjadi prinsip hidup dalam kearifan budaya Sunda. Sikap dan perilaku dalam budaya Sunda yang tentu kukuh pengkuh (berpegang teguh) pada landasan adat istiadat Sunda. Seperti ditegaskan dalam ungkapan “kudu nyanghulu ka hukum, nunjang ka nagara, mupakat ka balarea”. Hal ini sejalan dengan prinsip demokrasi yang dinyatakan oleh International Commission of Jurists tentang ciri pemerintahan demokratis berdasarkan rule of law, maupun yang telah banyak digagas oleh pakar hukum kenegaraan. Menggali nilai-nilai demokrasi dalam kearifan budaya lokal Sunda dapat menjadi pengembangan materi ajar dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di sekolah.  Kata Kunci: nilai demokrasi, kearifan lokal, pendidikan kewarganegaraan
PERANAN KURIKULUM 2013 DALAM MENUMBUHKAN PENGUATAN KARAKTER DISIPLIN PADA PESERTA DIDIK DI SMA NEGERI 2 CIANJUR Khairunisa Fajriyanti; Iyep Candra Hermawan; Sumarna Sumarna
Jurnal Pendidikan Politik, Hukum Dan Kewarganegaraan Vol 10, No 2 (2020): Jurnal Pendidikan Politik, Hukum, dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peranan Kurikulum 2013 dalam menumbuhkan karakter disiplin pada peserta didik. Kurikulum 2013 mengedepankan penguatan pendidikan karakter peserta didik di sekolah. Salah satu karakter yang diperkuat di sekolah adalah disiplin. Karakter disiplin harus dimiliki oleh setiap peserta didik agar dapat mengatur kehidupannya sehingga menjadi tertib dan teratur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di SMA Negeri 2 Cianjur Kurikulum 2013 memiliki peranan yang positif bagi penguatan karakter disiplin peserta didik. Implementasi Kurikulum 2013 dilaksanakan melalui serangkaian aktivitas yang sudah tersusun secara sistematis yang dilakukan sejak peserta didik tiba di sekolah sampai tiba waktunya pulang. Kegiatan yang dilakukan di sekolah sudah terjadwal dan harus diikuti peserta didik dengan tertib sesuai waktu yang telah ditentukan. Penerapan Kurikulum 2013 tidak terlepas dari peran guru yang merupakan orang tua peserta didik di sekolah yang membina peserta didik agar dapat memperkuat karakter disiplin. Keberhasilan pendidikan bukan hanya dilihat dari aspek pengetahuan dan keterampilan, tetapi dilihat juga dari sikap yang dimiliki oleh peserta didik setelah menyelesaikan pendidikan. Maka dari itu, Kurikulum 2013 memiliki peranan positif dalam menumbuhkan penguatan karakter disiplin pada peserta didik.
ANALISIS TEORI CONE OF EXPERIENCE EDGAR DALE PADA PEMBELAJARAN PPKN DENGAN METODE JIGSAW “WARUNG HIERARKI”  PACET Indriyani, Dina; Ucu Rohimah; Iyep Candra Hermawan
Integralistik Vol. 35 No. 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/aqcj0f50

Abstract

Penggunaan metode dalam proses pembelajaran merupakan suatu keniscayaan agar pembelajaran dapat berlangsung dengan efektif dan efisien. Oleh karena itu, metode yang digunakan harus senantiasa dilakukan inovasi dan pengembangan sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis penerapan teori Cone of Experience karya Edgar Dale dalam pembelajaran PPKn dengan metode Jigsaw “Warung Hierarki” di SMKN 1 Pacet. Pendekatan penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur, dimana data diperoleh melalui analisis terhadap berbagai sumber teori, jurnal, buku terkait konsep pembelajaran PPKn, metode Jigsaw, serta teori Cone of Experience menjadi fokus utama dalam analisis ini. Hasil analisis menunjukkan bahwa penerapan teori Cone of Experience dalam pembelajaran PPKN dengan metode Jigsaw “Warung Hierarki” memiliki implikasi yang signifikan terhadap proses pembelajaran. Metode Jigsaw mendorong siswa untuk aktif terlibat dalam pembelajaran kolaboratif, sementara teori Cone of Experience memberi pandangan akan pentingnya pengalaman langsung dalam proses belajar. Sehingga integrasi kedua konsep ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi PPKn dan memperkuat keterampilan sosial mereka. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan strategi pembelajaran yang lebih efektif dalam konteks pembelajaran PPKn di sekolah. Nilai praktis dari penelitian ini juga dapat membantu guru dan pembuat kebijakan dalam merancang program pembelajaran yang lebih berorientasi pada pengalaman siswa dan pengembangan keterampilan kolaboratif.
PERANAN PEMBELAJARAN PPKn DALAM MEMPERKOKOH KARAKTER PESERTA DIDIK DI SMK PGRI 2 CIANJUR Grestiani, Gina; Hermawan, Iyep Candra; Sarkosih, Banan
Jurnal Pendidikan Politik, Hukum Dan Kewarganegaraan Vol 12, No 1 (2022): Jurnal Pendidikan Politik, Hukum, dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jpphk.v12i1.2007

Abstract

Mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan dan Pendidikan Karakter merupakan salah satu mata pelajaran yang wajib diajarkan untuk menciptakan warga Negara yang baik dan berkarakter. Berkaitan dengan pendidikan karakter penulis melakukan penelitian di SMK PGRI 2 Cianjur dengan judul Peranan Pembelajaran PPKn dalam memperkokoh karakter peserta didik di SMK PGRI 2 Cianjur. Pembelajaran ini diharapkan dapat meningkatkan perubahan tingkah laku peserta didik mencapai tujuan dalam mengetahui nilai-nilai, moral, norma, kejujuran dan religius untuk membentuk karakter peserta didik agar kokoh. Metode Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan teknik penelitian berupa observasi, angket dan wawancara. Populasi penelitian yaitu siswa XI SMK PGRI 2 Cianjur yang berjumlah 142 yang terdiri dari 5 kelas. Sample penelitian diambil dengan cara random yaitu 30 orang siswa. Berdasarkan hasil penelitian maka diperoleh bahwa pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan dan Pendidikan Karakter sudah dilaksanakan dengan baik, hal tersebut terlihat pada peserta didik yang sudah mampu merubah tingkah lakunya dalam mengikuti pembelajaran. Maka dari itu Peranan Pembelajaran PPKn dalam memperkokoh Karakter peserta didik akan mampu memiliki karakter yang baik untuk diterapkan di kelas maupun di luar kelas.
PERANAN GURU PPKN DALAM MENANGGULANGI BULLYING DI SMP NEGERI 4 CIBEBER Puspitasari, Indah; Hermawan, Iyep Candra; Indriyani, Dina
Jurnal Pendidikan Politik, Hukum Dan Kewarganegaraan Vol 13, No 2 (2023): Jurnal Pendidikan Politik, Hukum, dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jpphk.v13i2.3752

Abstract

Artikel ini membahas mengenai penelitian yang dilakukan oleh peneliti diharapkan dapat mengetahui, memperjelas dan mengkaji lebih dalam tentang peranan guru PPKn dalam menanggulangi bullying di SMP Negeri 4 Cibeber. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) diharapkan mampu menanamkan kesadaran pada setiap individu untuk tertib dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan instrumen observasi dan wawancara. Populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik SMP Negeri 4 Cibeber. Teknik pengambilan sampel yang digunakan oleh peneliti adalah purposive sampling karena sampel yang diambil sesuai dengan kriteria penelitian. Berdasarkan penelitian bahwa, peranan guru PPKn mempunyai peran penting untuk peserta didik. Guru Pendidikan Kewarganegaraan (PPKn) di SMP 4 Cibeber mengajarkan tentang moral, pendidikan karakter, bela negara, dan disiplin. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan bukan hanya sekedar teori namun, harus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari baik berada di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat. Jenis bullying yang ditemukan, yaitu verbal bullying dan physical bullying. Simpulan penelitian ini peranan guru PPKn dalam menanggulangi bullying di SMP Negeri 4 Cibeber, yaitu membimbing peserta didik yang bertanggung jawab, mempunyai akhlak yang mulia, dan menghormati semua perbedaan terhadap peserta didik yang lain. Berbagai tindakan tersebut berpengaruh secara signifikan terhadap pemahaman, sikap dan perilaku peserta didik. Saran untuk guru PPKn dan pihak sekolah memberikan pengawasan lebih kepada korban dan pelaku bullying.Kata kunci: Peranan Guru PPKn, Bullying
PRAKTIK GERAKAN LITERASI SEKOLAH TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA dalam PEMBELAJARAN PPKn DI SMA NEGERI 1 MANDE Syafrizal, Risas; Hermawan, Iyep Candra; Sofwan, Prima Yuana
Jurnal Pendidikan Politik, Hukum Dan Kewarganegaraan Vol 11, No 2 (2021): Jurnal Pendidikan Politik, Hukum, dan Kewarganegraan
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jpphk.v11i2.1695

Abstract

Gerakan literasi sekolah merupakan gerakan yang bertujuan untuk menumbuhkan dan meningkatkan budaya literasi peserta didik yang dituangkan dalam program pembiasaan-pembiasaan positif yang diterapkan di sekolah. Melalui gerakan literasi sekolah peserta didik mampu memiliki kemampuan membaca dengan pemahaman yang tinggi, kemampuan menulis yang baik, kemampuan berbicara yang baik, serta kemampuan menguasai media dan teknologi digital. Berdasarkan hal tersebut peneliti memiliki ketertarikan untuk melakukan penelitian mengenai praktik gerakan literasi sekolah yang dilaksanakan di SMA Negeri 1 Mande.   Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pelaksanaan program gerakan literasi sekolah, peran guru dalam program gerakan literasi sekolah serta bentuk evaluasi dari gerakan literasi sekolah. Secara teoretis, manfaat dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan gerakan literasi sekolah di SMA Negeri 1 Mande, memahami konsep-konsep baru yang berkaitan dengan pengaruh literasi terhadap prestasi belajar siswa dalam mata pelajaran PPKn.Penelitian ini dibuat menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Melalui penggunaan teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan studi dokumen. Sampel penelitian adalah peserta didik SMA Negeri 1 Mande yang berjumlah 3 orang, guru mata pelajaran PPKn serta kepala perpustakaan SMA Negeri 1 Mande.Hasil dari penelitian yang dilakukan oleh penulis di SMA Negeri 1 Mande diketahui bahwa dalam pelaksanaan gerakan literasi sekolah di SMA Negeri 1 Mande terbagi dalam dua program yaitu, program mingguan dan program harian. Di dalam pelaksanaan gerakan literasi sekolah guru memiliki peran penting dalam setiap kegiatannya, pelaksanaan evaluasi pada gerakan literasi sekolah dilakukan dengan metode penugasaan kepada peserta didik untuk membaca buku sebanyak 25 buku dan merangkum hasil bacaan pada buku tulis, serta diketahui juga bahwa melaui program gerakan literasi sekolah berpengaruh terhadap prestasi belajar peserta didik dalam pembelajaran PPKn hal tersebut ditunjukan dengan perolehan nilai rapor yang dimiliki oleh peserta didik yang meraih nilai di atas kriteria ketuntasan minimal (KKM), perolehan prestasi dalam perlombaan dengan bertemakan PPKn serta perubahan sikap pada peserta didik yang kearah yang lebih positif.