Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Penguatan Nilai-nilai Pancasila Melalui Budaya Sekolah Berbasis Kearifan Lokal Di SMA Se-Malang Raya Moh Wahyu Kurniawan; Rose Fitria Lutfiana
Jurnal Civic Hukum Vol. 6 No. 1 (2021): Mei 2021
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jch.v6i1.15254

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (a) menganalisa jenis budaya sekolah berbasis kearifan lokal; (b) menganalisa penanaman nilai-nilai Pancasila melalui budaya sekolah berbasis kearifan lokal dan (c) mengetahui hambatan dan solusi dalam penanaman nilai-nilai Pancasila melalui budaya sekolah berbasis kearifan lokal. Penelitian ini dilakukan di sekolah menengah atas se Malang Raya yang meliputi tiga lokasi yaitu MAN Kota Batu, SMA Negeri 3 Malang dan MAN 3 Donomulyo Malang. Jenis dan pendekatan penelitian yang digunakan yaitu kualitatif deskriptif dengan menggunakan metode wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teknik pemeriksaan keabsahan data dengan yaitu teknik triangulasi, sedangkan metode analisis data yang digunakan bersifat deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (a) penguatan nilai-nilai Pancasila di SMAN 9 Malang terdapat dalam kegiatan tari tradisional, karawitan, sinau sosial dan bela negara; (b) penguatan nilai-nilai Pancasila di MAN Kota Batu terdapat dalam kegiatan karawitan dan banjani; dan (c) penguatan nilai-nilai Pancasila di MAN 3 Donomulyo Malang terdapat dalam kegiatan tari tradisional, banjari dan pagar nusa.
PENGUATAN KARAKTER RELIGIUS BERBASIS BUDAYA SEKOLAH DI SD MUHAMMADIYAH 4 BATU Moh Wahyu Kurniawan
Elementary School: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran ke-SD-an Vol. 8 No. 2 (2021): ELEMENTARY SCHOOL (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Ke-SD-an)
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.532 KB) | DOI: 10.31316/esjurnal.v8i2.1393

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan strategi penguatan karakter religius berbasis budaya sekolah di SD Muhammadiyah 4 Batu. Metode penelitian menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Prosedur penelitian menggunakan pra-penelitian, pelaksanaan dan analisis data. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data terdiri dari pengumpulan, reduksi dan penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Teknik keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian strategi penguatan karakter religious berbasis budaya sekolah di SD Muhammadiyah 4 Batu yaitu pertama, penanaman nilai karakter religius terintegrasi dalam kegiatan pembelajaran meliputi, sebelum dan sesudah pembelajaran melakukan berdoa besama; pada proses pembelajaran guru memberikan pesan pesan moral untuk membentuk karakter religius peserta didik; peserta didik diajak melakukan sholat berjama'a meliputi sholat dhuha dan dhuhur. Kedua, melalui habitulasi yaitu melalui pembiasaan kegiatan kokulikuler dan ektrakulikuler di sekolah
PENGARUH METODE SOSIODRAMA TERHADAP HASIL BELAJAR PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN Kurniawan, Moh Wahyu; Elviana, Premita Sari Octa
P2M STKIP Siliwangi Vol 8 No 2 (2021): Volume 8 Nomor 2: November 2021
Publisher : IKIP Siliwangi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/p2m.v8i2p158-164.2502

Abstract

This study aims to analyze the effect of the sociodrama method on learning outcomes in the cognitive domain and attitude of responsibility at SMA Negeri 8 Kediri City, East Java Province. This research was conducted in learning Citizenship Education on the basic competencies of analyzing efforts to promote, respect, and enforce human rights in class X in the 2016/2017 academic year. This type of research is a quasi-experimental design with Pretest-Posttest Control Group Design. The technique of collecting data on learning outcomes is a test using multiple choice questions, while the data uses a self-assessment and peer assessment questionnaire technique. The data were analyzed using a two-sample t-test that was not correlated. The results showed that there was no significant effect of the sociodrama method with the teacher's written script on the learning outcomes of students in class X in learning Pancasila and citizenship education.
Penguatan Nilai-Nilai Antikorupsi Berbasis Pendekatan Aksiologis kepada Peserta Didik SMA Rahmandani, Fahdian; Handayani, Trisakti; Kurniawan, Moh. Wahyu; Samsuri, Samsuri
Pendekar: Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol 7, No 4 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/pendekar.v7i4.26012

Abstract

Abstract: This research aims to assess the distribution of character integrity through an axiological approach, and determine the character integrity of high school level students. This research uses an unbalanced combination research method (concurrent embed) with a qualitative approach as the primary method and a quantitative approach as the secondary method. The qualitative approach is conducted using a case study method focused on corruption, while the quantitative approach is used to measure students' integrity scores. This research was conducted at SMAN 1 Sleman, SMAN 2 Bantul, and SMAN 6 Yogyakarta. The subjects of this research include the Deputy Principal for Student Affairs, Deputy Principal for Curriculum, Civics Teachers, and students. The sample in this study was 375 students. Qualitative data collection techniques use observation, interviews and documentation. Quantitative data collection techniques use questionnaires. The research results show that: (1) Strengthening the integrity character of students through an axiological approach carried out curricularly and extracurricularly. Curricularly this is done through Civics subjects and extracurricularly it is done through extracurricular activities by getting students accustomed to practicing the values of integrity in every activity. (2) Students have a character of integrity that is classified as very good. Student integrity score/value ≥ .1SBx. From this research, the axiological approach in strengthening anti-corruption values has a significant contribution to achieving a high level of integrity among students, equipping them with a strong understanding of integrity to prevent corruption in the future. Moving forward, this anti-corruption education model can not only be applied in DIY but is also expected to be adaptable in other regions with local context adjustments.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menilai penguatan karakter integritas melalui pendekatan aksiologi, dan mengetahui karakter integritas peserta didik tingkat SMA. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kombinasi tidak berimbang (concurrent embed) yaitu pendekatan kualitatif sebagai metode primer dan pendekatan kuantitatif sebagai metode sekunder. Pendekatan kualitatif dilakukan dengan metode studi kasus yaitu korupsi, sementara pendekatan kuantitatif dilakukan untuk mengukur skor/nilai integritas siswa. Penelitian ini dilakukan di SMAN 1 Sleman, SMAN 2 Bantul, dan SMAN 6 Yogyakarta. Subjek penelitian ini meliputi Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan, Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum, Guru PPKn, dan siswa. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 375 siswa. Teknik pengumpulan data kualitatif menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik pengumpulan data kuantitatif menggunakan angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Penguatan karakter integritas peserta didik melalui pendekatan aksiologi dilakukan secara kurikuler dan ekstrakurikuler. Secara kurikuler dilakukan melalui mata pelajaran PPKn dan secara ekstrakurikuler dilakukan melalui kegiatan ekstrakurikuler dengan membiasakan peserta didik untuk mengamalkan nilai-nilai integritas pada setiap aktivitasnya. (2) Peserta didik memiliki karakter integritas yang tergolong sangat baik. Skor/nilai integritas siswa ≥ .1SBx. Dari penelitian ini, pendekatan aksiologis dalam penguatan nilai-nilai antikorupsi memiliki kontribusi signifikan terhadap pencapaian tingkat integritas yang tinggi di kalangan siswa di mana siswa dibekali pemahaman yang kuat tentang integritas untuk mencegah tindakan korupsi di masa depan. Ke depan, model pendidikan antikorupsi ini tidak hanya dapat diterapkan di DIY, tetapi diharapkan juga di daerah lain dengan penyesuaian konteks lokal masing-masing.
Gerakan Literasi Sekolah Dalam Upaya Membentuk Warga Negara Demokratis Peserta Didik Sekolah Menengah Atas Kurniawan, Moh Wahyu; Darmawan, Cecep; Sapriya, Sapriya; Syaifullah, Syaifullah
Jurnal Moral Kemasyarakatan Vol 9 No 1 (2024): Volume 9, Nomor 1 - Juni 2024
Publisher : Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jmk.v9i1.10317

Abstract

Gerakan literasi sekolah merupakan program penting untuk diberikan kepada peserta didik melalui aktivitas pembelajaran maupun kegiatan di luar kelas, menumbuhkan minat baca peserta didik diperlukan program yang terencana dan sistematis. Tujuan penelitian ini ialah menganalisis implementasi program literasi sekolah dalam membentuk warga negara demokratis. Metode dalam penelitian ini ialah menggunakan diskripstif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, dokumentasi, dan wawancara, Teknik analisis data menggunakan Miles dan Huberman meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menemukan bahwa terdapat dua pendekatan gerakan literasi sekolah dalam membentuk warga negara demokratis yaitu pertama, terintegrasi melalui semua mata pelajaran, lebih khusus melalui pendidikan kewarganegaraan. Hal ini menunjukkan bahwa materi yang diberikan merupakan materi esensial dalam membentuk warga negara demokratis. Kedua, melalui kegiatan intrakulikuler dan ekstrakulikuler seperti karya ilmiah remaja yang menjadi unggulan sekolah dalam mengembangkan literasi peserta didik, hambatan program gerakan literasi sekolah dalam membentuk warga negara demokratis yaitu secara internal dan eksternal. Secara internal terdapat beberapa kesadaran peserta didik tentang motivasi minat membaca masih rendah dan faktor eksternal ialah kurangnya ketersediaan bahan bacaan yang berkaitan tentang warga negara demokratis.