Claim Missing Document
Check
Articles

STUDI KOMPARATIF: DUKUNGAN KELUARGA DALAM MERAWAT PASIEN KANKER PAYUDARA YANG MENJALANI KEMOTERAPI Marwiyah Marwiyah; Mutia Nadra Maulida; Antarini Idriansari
Proceeding Seminar Nasional Keperawatan Vol 7, No 1 (2021): Proceeding Seminar Nasional 2021
Publisher : Proceeding Seminar Nasional Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagian besar pasien kanker payudara menjalani pengobatan kemoterapi. Kemoterapi dapat menyebabkan efek samping bagi pasien secara fisik dan psikologis oleh karena itu pasien sangat membutuhkan bantuan keluarga untuk mengatasi efek samping kemoterapi yang dialaminya. Namun keluarga seringkali tidak mengetahui efek samping kemoterapi dan bagaimana cara untuk mengatasi efek samping tersebut oleh karena itu, hal tersebut perlu dikomunikasi dengan baik. Sebagai perawat yang berperan sebagai edukator masalah tersebut dapat diatasi dengan memberikan edukasi kesehatan kepada keluarga pasien. Edukasi tentang efek samping kemoterapi dapat diberikan menggunakan metode video edukasi. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi eksperiment dengan rancangan one group pretest posttest. Penentuan sampel dengan metode non random sampling sebanyak 48 responden. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dukungan keluarga. Hasil analisis data untuk variabel dukungan keluarga menggunakan uji McNemar didapatkan nilai p value = 0,002 yang berarti terdapat perbedaan antara dukungan keluarga sebelum dan setelah diberikan edukasi tentang efek samping kemoterapi.Kata Kunci: Edukasi kesehatan, kanker payudara, kemoterapi, dukungan keluarga
PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN REMAJA PUTRI MENGENAI PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI (SADARI) Amrina Rosyadah Beta; Mutia Nadra Maulida; Putri Widita Muharyani
Proceeding Seminar Nasional Keperawatan Vol 5, No 1 (2019): Proceeding Seminar Nasional Keperawatan 2019
Publisher : Proceeding Seminar Nasional Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.657 KB)

Abstract

AbstrakAngka kejadian kanker payudara baik di dunia maupun di Indonesia semakin meningkat. Tingginyaangka kejadian kanker payudara tersebut berhubungan pengetahuan mengenai kanker payudara danbagaimana mendeteksinya secara dini. Salah satu deteksi dini kanker payudara adalah dengam melakukanpemeriksaan payudara sendiri atau SADARI. Penelitian ini dilakukan untuk melihat sejauh manapengetahuan dan keterampilan remaja mengenai pemeriksaan payudara sendiri (SADARI). Desain yangdigunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Penentuan sampeldengan menggunakan metode stratified random sampling sebanyak 49 responden. Data dianalisis dandidapatkan hasil bahwa masih kurangnya pengetahuan remaja mengenai pemeriksaan payudara sendiri(85,7%), begitu juga dengan keterampilan yang masih dalam kategori tidak terampil melakukanpemeriksaan payudara sendiri (100%). Masih rendahnya tingkat pengetahuan remaja mengenaipemeriksaan payudara sendiri (SADARI) dan remaja belum terampil melakukan pemeriksaan payudarasendiri (SADARI) dalam upaya deteksi dini kanker payudara.Kata kunci: keterampilan, pengetahuan, pemeriksaan payudara sendiri (SADARI)AbstractThe incidence of breast cancer both in the world and in Indonesia is increasing. The high incidence ofbreast cancer is related to knowledge about breast cancer and how to detect it early. One early detectionof breast cancer is by doing breast self-examination. This research was conducted to see the extent ofadolescent knowledge and skills regarding breast self-examination (BSE).The design used in this studywas descriptive with a cross sectional approach. Determination of the sample using 49 stratified randomsampling methods. Data were analyzed and it was found that there was still a lack of knowledge ofadolescents about breast self-examination (85.7%), as well as skills that were still in the unskilledcategory of breast self-examination (100%). The low level of knowledge of adolescents about breast selfexamination (BSE) and adolescents are not yet skilled in conducting breast self-examination (BSE) in theearly detection of breast cancer.Keywords: skills, knowledge, breast self-examination (BSE)
PEMBERIAN AROMATERAPI JAHE TERHADAP PENURUNAN INTENSITAS NYERI PADA IBU POST SECTIO CAESAREA Safrina Santi; Mutia Nadra Maulida; Nurna Ningsih
Proceeding Seminar Nasional Keperawatan Vol 6, No 1 (2020): Proceeding Seminar Nasional Keperawatan 2020
Publisher : Proceeding Seminar Nasional Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sectio Caesarea merupakan tindakan persalinan melalui insisi pada abdomen. Tindakan tersebut akan berdampak pada ibu salah satunya yaitu nyeri post sectio caesarea. Peran perawat sangat berpengaruh dalam mengurangi nyeri yang dirasakan ibu. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian aromaterapi jahe terhadap intensitas nyeri post sectio caesarea. Desain penelitian ini adalah jenis kuantitatif pra eksperimental dengan menggunakan rancangan one group pretes-postest design. Sampel penelitian ini berjumlah 15 responden yang diambil dengan teknik purposive samping. Hasil penelitian  menunjukkan bahwa intensitas skala nyeri sebelum dilakukan intervensi adalah 7,6 dan sesudah dilakukan adalah 5,6. Hasil analisis didapatkan bahwa p value sebesar 0,000 dari nilai α < 0,05 yang berarti ada pengaruh pemberian aromaterapi jahe terhadap intensitas nyeri post sectio caesarea di Rumah Sakit Islam Siti Khadijah Kota Palembang.Semua responden mengalami penurunan skala nyeri setelah diberikan aromaterapi jahe. Aromaterapi jahe dapat digunakan sebagai salah satu terapi untuk  mengatasi nyeri post sectio caesarea. Kata kunci: Aromareapi Jahe, Nyeri, Post Sectio Caesarea
GAMBARAN PENGETAHUAN DAN SIKAP PERAWAT MENGENAI PERAWATAN PALIATIF Mutia Nadra Maulida; Nabila Rizky Oktadini; Neza Purnamasari
Proceeding Seminar Nasional Keperawatan Vol 3, No 1 (2017): Proceeding Seminar Nasional Keperawatan 2017
Publisher : Proceeding Seminar Nasional Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (519.324 KB)

Abstract

Perawatan paliatif sebagai pendekatan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien dan keluarga dalam menghadapi masalah terkait dengan penyakit mengancam jiwa. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran pengetahuan dan sikap perawat mengenai perawatan paliatif. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perawat yang berada di Rumah Sakit Bhayangkara Palembang pada tahun 2017. Metode pengambilan sampel dalam penelitian ini dengan menggunakan non probability sampling dan dilakukan secara purposive sampling berjumlah 54 responden. Selanjutnya data dianalisis dan didapatkan hasil sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan (79.6%), usia responden < 30 tahun (53.7%), responden berpendidikan diploma III (70.4%), dan masa kerja < 5 tahun (55.6%) serta semua responden belum pernah mengikuti pelatihan mengenai perawatan paliatif (100%). Dari hasil analisis pengetahuan dan sikap, mayoritas pengetahuan (64.8%) dan sikap (59.3%) responden mengenai perawatan paliatif masih kurang. Menurut Craig (2007) seluruh anggota tim perawatan paliatif harus memenuhi kriteria dan kesadaran akan tugas dan tanggungjawabnya yaitu akan memberikan perawatan secara individu dan keluarga dengan mendukung nilai, harapan dan kepercayaan, jika dilaksanakan dengan baik maka akan meningkatkan kualitas hidup pasien dan keluarga antara lain dengan adanya pengetahuan dan sikap yang baik maka pelaksanaan perawatan paliatif juga akan baik.
Breastfeeding Supports dalam Upaya Membangun Masyarakat Berdaya dan Sadar ASI Eksklusif Putri Widita Muharyani; Antarini Idriansari; Mutia Nadra Maulida; Sri Maryatun
JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat) VOL. 5 NOMOR 2 SEPTEMBER 2021 JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat)
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (146.954 KB) | DOI: 10.30595/jppm.v5i2.6038

Abstract

Asupan nutrisi terbaik pada 6 bulan pertama kehidupan anak adalah berasal dari Air Susu Ibu (ASI). Namun pada kenyataannya, masih banyak bayi yang tidak mendapatkan haknya untuk mendapatkan nutrisi terbaik. Faktor kurangnya kesadaran masyarakat dan minimnya dukungan dari lingkungan merupakan salah satu penyebab dari belum tercapainya target cakupan pemberian ASI eksklusif. Tujuan kegiatan ini adalah membangun masyarakat yang berdaya dan sadar akan pentingnya pemberian ASI eksklusif. Metode yang digunakan adalah edukasi kepada kader dalam membantu keberhasilan menyusui serta pembentukan breastfeeding support di lingkungan ibu menyusui sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat. Sasaran kegiatan ini adalah kader posyandu dan ibu menyusui di wilayah kerja Puskesmas Sako. Adapun hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah adanya peningkatan pengetahuan, pemahaman dan ketrampilan kader posyandu terkait pemenuhan kebutuhan nutrisi pada bayi dengan pemberian ASI eksklusif serta terbentuknya breastfeeding supports. Diharapkan pihak puskesmas dapat melanjutkan kegiatan yang telah diinisiasi bersama sebagai salah satu upaya peningkatan capaian pemberian ASI eksklusif.
Effleurage Massage for Pain Relief in Pregnant Women Mutia Nadra Maulida
Conferences of Medical Sciences Dies Natalis Vol. 2 No. 1 (2020): Conference of Medical Sciences Dies Natalis Faculty of Medicine Universitas Sri
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (578.394 KB)

Abstract

Pregnancy is an event that begins with conception and ends with the onset of labor. Pregnancy is divided into three trimesters, the first trimester (0-12 weeks), the second trimester (13-27 weeks), and the third trimester (28-40 weeks). During the pregnancy process will cause various changes in all body systems, both physiological changes and psychological changes that can cause discomfort to pregnant women. Physiological changes that often occur in pregnant women such as dyspnea, insomnia, gingivitis, frequent urination, pressure and discomfort in the perineum, back pain, constipation, varicose veins, fatigue, Braxton hicks contractions, leg cramps, ankle edema. Not only physiologically, changes in pregnant women also occur psychologically such as changes in mood and increased anxiety.One of the physiological changes that pregnant women often complain about is back pain. According to Ratih (2016), the results of research on pregnant women in various regions of Indonesia reached 60-80% of people who experience back pain in their pregnancy. The reported prevalence of back pain in pregnancy varies from 50% in the UK and Scandinavia to 70% in Australia. Back pain experienced by pregnant women will peak at week 24 to week 28, just before abdominal growth reaches its maximum point. Most back pain during pregnancy occurs due to changes in the spinal muscles, as much as 70%.Back pain in pregnant women can be treated both pharmacologically and non pharmacologically. One of the non-pharmacological therapies that can be given is Effleurage Massage, which provides a gentle, slow and uninterrupted massage on the back of pregnant women so that it can cause relaxation and reduce pain.
COPING MECHANISM OF BREAST CANCER PATIENTS UNDERGOING CHEMOTHERAPY DURING THE COVID-19 PANDEMIC Mutia Nadra Maulida; Putri Widita Muharyani; Eka Yulia Fitri; Karolin Adhisty
Conferences of Medical Sciences Dies Natalis Vol. 3 No. 1 (2021): Conference of Medical Sciences Dies Natalis Faculty of Medicine Universitas Sri
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.35 KB)

Abstract

Cancer is one of the most common non-communicable and chronic diseases in the world, one of them is breast cancer. Breast cancer is a disorder in the growth of normal breast cells which is characterized by abnormal cells arising from normal cells that can infiltrate lymph tissue and blood vessels. This will have a major impact on patients undergoing chemotherapy and their families, especially during the COVID-19 pandemic. Not only physically but also psychologically, economically and in other aspects of life, which certainly affect the coping mechanisms of patients and families. One of the support efforts that can be provided by nurses as educators is the intensification of health education activities through community service activities in the form of counseling and coaching to improve the coping mechanisms of breast cancer patients.
Perbedaan Kemampuan Adaptasi pada ibu hamil risiko tinggi dan risiko rendah primigravida trimester pertama Mutia Nadra Maulida; Intansari Nurjannah; Wiwin Lismidiati
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol. 4 No. 2 (2017): Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan: Kehamilan diawali oleh peristiwa konsepsi hingga usia kehamilan mencapai 38-42 minggu. Selama proses tersebut, ibu hamil mengalami perubahan sehingga dibutuhkan kemampuan adaptasi untuk mampu beradaptasi dengan perubahan yang terjadi selama masa kehamilan yang akan terjadi baik pada ibu hamil yang berisiko tinggi maupun yang berisiko rendah terutama primigravida trimester pertama. Tujuan penelitian ini yaitu untuk melihat perbedaan kemampuan adaptasi pada ibu hamil risiko tinggi dan risiko rendah primigravida trimester pertama.Metode: Desain penelitian dengan pendekatan cross sectional. Sampel yaitu dalam penelitian ini adalah ibu hamil baik yang memiliki risiko tinggi maupun risiko rendah. Penentuan sampel menggunakan teknik non probability sampling dengan metode consequtive sampling. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 84 responden, 42 responden risiko tinggi dan 42 responden risiko rendah. Penelitian ini menggunakan uji Mann Whitney untuk melihat perbedaan antara kelompok ibu risiko tinggi dan risiko rendah dengan derajat kepercayaan 95%, α = 0,05 bermakna apabila p ≤ 0,05.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan kemampuan adaptasi pada ibu hamil risiko tinggi dan risiko rendah primigravida trimester pertama (p < 0,05).Simpulan: Ada perbedaan kemampuan adaptasi pada ibu hamil risiko tinggi dan risiko rendah primigravida trimester pertama.
KEBUTUHAN PERAWATAN SUPORTIF PASIEN KANKER PAYUDARA Mutia Nadra Maulida; Putri Widita Muharyani; Karolin Adhisty
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol. 8 No. 1 (2021): Vol 8, No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/JKS.V8i1.15924

Abstract

Tujuan: Pengkajian kebutuhan perawatan suportif bagi pasien kanker payudara penting untuk merencanakan program perawatan suportif bagi penderita kanker payudara. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki kebutuhan perawatan suportif penderita kanker payudara. Metode: Dalam studi deskriptif-korelasi yang diikuti dengan analisis regresi logistik, 181 pasien kanker payudara berpartisipasi melalui metode purposive sampling. Supportive Care Needs Survey (SCNS-SF34) digunakan untuk pengumpulan data. Kuesioner ini menilai kebutuhan dalam lima domain: psikologis, sistem dan informasi kesehatan, kehidupan fisik dan sehari-hari, seksualitas, serta perawatan dan dukungan. Hasil: Peserta menunjukkan banyak kebutuhan perawatan suportif yang tidak terpenuhi, terutama dalam domain psikologis serta perawatan dan dukungan. Pemodelan regresi logistik mengungkapkan bahwa peserta kemoterapi pertama kali memiliki lebih banyak kebutuhan yang tidak terpenuhi di semua domain dan mereka dengan durasi pengobatan yang lama melaporkan domain psikologis adalah yang paling menonjol. Simpulan: Psikologis merupakan kebutuhan yang sangat diperlukan untuk pengembangan program perawatan pendidikan yang mendukung bagi penderita kanker payudara. Selain itu, perhatian dan dukungan dari anggota keluarga merupakan sumber penting untuk membantu mengembangkan program.
KELUHAN FORWARD HEAD POSTURE SELAMA PERKULIAHAN DARING COVID 19 PADA MAHASISWA ILMU KEPERAWATAN Diny Artika Sari; Dhona Andhini; Mutia Nadra Maulida
Proceeding Seminar Nasional Keperawatan Vol 8, No 1 (2022): Proceeding Seminar Nasional Keperawatan 2022
Publisher : Proceeding Seminar Nasional Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Forward head posture (FHP) adalah salah satu kelainan postur dimana kepala mengarah ke depan pada bidang sagital menjauhi dari garis vertikal bahu, ditandai dengan tidak segarisnya kepala dengan bahu. FHP sangat memengaruhi kehidupan manusia dimana dalam jangka panjang dapat menyebabkan nyeri leher kronis, gangguan ketegangan otot, dan berpengaruh juga pada aktivitas sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran keluhan forward head posture pada mahasiswa keperawatan selama perkuliahan daring di masa pandemi covid-19. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif, tenik pengambilan data dengan kuisioner online. Sampel penelitian sebanyak 87 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keluhan yang banyak dialami oleh mahasiswa adalah nyeri punggung (punggung terasa berat dan pegal) sebanyak 69 orang (79,3%), diikuti dengan nyeri leher (leher terasa berat dan pegal) sebanyak 61 orang (70,1%), diikuti otot leher terasa tegang sebanyak 56 orang (64,4%), nyeri kepala (sakit kepala, kepala terasa pusing dan berat) sebanyak 54 orang (62,1%) dan nyeri leher meningkat apabila menunduk sebanyak 48 orang (55,2%) dengan pemakaian laptop dan smartphone durasi tinggi sebanyak 79 orang (90,8%), dan durasi rendah sebanyak sebanyak 8 orang (9,2%). Perlu diberikan informasi mengenai penggunaan laptop dan smartphone yang benar beserta dampak penggunaannya pada mahasiswa sehingga nantinya dapat meminimalisasi keluhan forward head posture akibat penggunaan laptop dan smartphone.Kata kunci: Forward head posture, Muskuloskeletal disorders