Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Understanding On The Management Of Sport Injuries Through Sport Massage And Rice Method For Ipsi Pencaksilat Athletes In Pekalongan District Mega Widya Putri; Gilang Nuari Panggraita; Idah Tresnowati; Ati safitri; Resty Agustryani
GANDRUNG: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2021): GANDRUNG: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Fakultas Olahraga dan Kesehatan, Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/gandrung.v2i2.1316

Abstract

The aim of this The aim of this community service is to provide knowledge in the field of handling sports injuries through sports massage and the rice method for pencak silat athletes in Pekalongan Regency theoretically and practically in increasing knowledge of handling sports injuries in the field. This community service is carried out in Pekalongan Regency. The material presented at this seminar is about handling sports injuries through sports massage and the rice method. The results of the implementation of this community service activity are expected to provide knowledge to athletes, especially pencaksilat athletes in Pekalongan Regency and can produce quality masseurs for the recovery needs of athletes in Pekalongan Regency.
Profil Kebugaran Jasmani Pesilat Remaja Berprestasi di Kota Pekalongan Yustiana Nabila; M. Riski Adi Wijaya; Idah Tresnowati; Mega Widya Putri
Unimuda Sport Journal : Jurnal Pendidikan Jasmani Vol. 4 No. 1 (2023): Unimuda Sport Journal : Jurnal Pendidikan Jasmani
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pencak silat merupakan tradisi asal dari Indonesia yang sangat kental terhadap kebudayaannya. Pencak silat dapat di katakana sebagai olahraga prestasi dalam semua kalangan usia, prestasi pencak silat berpengaruh pada keadaan kebugaran jasmani seseoranng, salah satunya kondisi fisik. Dengan begitu wajib dilakukannya tes kebugaran jasmnai agar setiap atlet mengetahui keadaan tubuh dan menyadari akan pentingnya kondisi fisik dalam melakukan olahraga pencak silat. Tujuan dari penelitian tersebut adalah agar dapat mengetahui kebugaran jasmani seorang atlet pencak silat remaja. Berdasarkan hasil dari survey yang di dapat serta pengambilan angket yang diberikan kepada 10 pelatih di setiap perguruan pencak silat Kota Pekalongan maka di dapatkan bahwa 80% atau 8 dari 10 perguruan belum pernah melakukan tes dan pengukuran kebugaran jasmani dan 20% memberikan keterangan sudah melakukan tetapi tidak menyertakan hasil yang fakta mengenai tes dan pengukuran kebugaran jasmani
Strengthening Floor Gymnastics Learning to Reduce Anxiety and Enhance Students' Learning Interest Idah Tresnowati; Gilang Nuari Panggraita; Lukman Alfaris; Larasati; Nurul Aqil Nahari Fasyil
GANDRUNG: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2026): GANDRUNG: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Fakultas Olahraga dan Kesehatan, Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/gandrung.v7i2.9360

Abstract

Floor gymnastics learning often causes anxiety among students due to fear of injury, lack of self-confidence, and limited mastery of movement techniques. These conditions may lead to low learning interest and suboptimal learning outcomes. This Community Service Program (PkM) aimed to strengthen the learning process of floor gymnastics in order to reduce students' anxiety and enhance their interest in learning through a safe, gradual, and enjoyable instructional approach. The program was conducted on May 8, 2026, at MA Salafiyah Syafi’iyah Proto, Pekalongan Regency, involving students as participants. The implementation methods included the delivery of educational materials on the importance of mental preparedness in floor gymnastics learning, demonstrations of basic techniques, guided step-by-step practice sessions, and continuous motivation and feedback throughout the learning process. The results indicated that the program made a positive contribution to improving students' self-confidence in participating in floor gymnastics activities. Students demonstrated greater willingness to perform each movement, showed higher enthusiasm during the learning activities, and displayed stronger motivation to engage in the learning process. It is expected that this program will create a more conducive learning environment, thereby reducing students' anxiety and increasing their interest in learning floor gymnastics. Furthermore, the program serves as an effort to support student-centered physical education by promoting a balanced development of both physical and psychological aspects.
Hubungan Kekuatan Otot Lengan dan Kekuatan Otot Tungkai dengan Kecepatan Renang Gaya Bebas pada Siswa Ekstrakurikuler Renang MTs Muhammadiyah Batang Irwan; Gilang Nuari Panggraita; Mega Widya Putri; Idah Tresnowati
Jendela Olahraga Vol. 11 No. 03 (2026): Juli 2026
Publisher : UPT Penerbitan Universitas PGRI Semarang Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jo.v11i3.930

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kekuatan otot lengan dan kekuatan otot tungkai dengan kecepatan renang gaya bebas pada siswa ekstrakurikuler renang MTs Muhammadiyah Batang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Populasi berjumlah 22 siswa ekstrakurikuler renang dan seluruhnya dijadikan sampel dengan teknik sampel jenuh. Kekuatan otot lengan diukur menggunakan tes push-up, kekuatan otot tungkai menggunakan leg dynamometer, dan kecepatan renang gaya bebas menggunakan tes renang gaya bebas 25 meter. Data dianalisis menggunakan korelasi pearson dan regresi linear berganda pada taraf signifikansi α = 0,05. Hasil menunjukkan: (1) terdapat hubungan signifikan antara kekuatan otot lengan dengan kecepatan renang gaya bebas (sig. = 0,000 < 0,05, R = -0,826) dengan kategori sangat kuat; (2) terdapat hubungan signifikan antara kekuatan otot tungkai dengan kecepatan renang gaya bebas (sig. = 0,001 < 0,05, R = -0,652) dengan kategori kuat; dan (3) terdapat hubungan signifikan secara bersama-sama antara kekuatan otot lengan dan kekuatan otot tungkai dengan kecepatan renang gaya bebas (sig. = 0,000 < 0,05, R = -0,848). Temuan ini menegaskan bahwa kekuatan otot lengan dan tungkai merupakan faktor fisik dominan yang menentukan performa renang gaya bebas. Program latihan sebaiknya menekankan pengembangan kekuatan otot lengan dan tungkai untuk meningkatkan kecepatan renang.
Hubungan Antara Komposisi Lemak Tubuh dengan Kecepatan Renang Gaya Bebas pada Atlet Vega Swimming Club Faiq Allam; Mega Widya Putri; Jamaludin Yusuf; Idah Tresnowati
JURNAL PENDIDIKAN OLAHRAGA Vol. 16 No. 4 (2026): JURNAL PENDIDIKAN OLAHRAGA
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpo.v16i4.4947

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara komposisi lemak tubuh dengan kecepatan renang gaya bebas 50 meter pada atlet Vega Swimming Club. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Populasi penelitian berjumlah 25 atlet berusia 11–15 tahun yang seluruhnya dijadikan sampel menggunakan teknik total sampling. Komposisi lemak tubuh diukur menggunakan kaliper lipatan kulit, sedangkan kecepatan renang diukur melalui tes renang gaya bebas 50 meter. Analisis data menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas, uji linearitas, dan uji korelasi Momen Produk Pearson. Hasil penelitian menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar -0,245 dengan nilai signifikansi 0,238 (p > 0,05), sehingga tidak terdapat hubungan yang signifikan antara komposisi lemak tubuh dengan kecepatan renang gaya bebas 50 meter pada atlet Vega Swimming Club. Dapat disimpulkan bahwa komposisi lemak tubuh tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan kecepatan renang gaya bebas 50 meter pada atlet Vega Swimming Club. Faktor lain seperti teknik renang, kekuatan otot, daya tahan, koordinasi gerak, dan program latihan diduga dapat berkontribusi terhadap performa renang atlet, tetapi faktor-faktor tersebut tidak diuji dalam penelitian ini.
Analisis Keterampilan Passing Bawah pada Peserta Ekstrakurikuler Bola Voli di MTs Muhammadiyah Pekajangan Khanan Ma&#039;sum; Gilang Nuari Panggraita; Idah Tresnowati; M. Riski Adi Wijaya
JURNAL PENDIDIKAN OLAHRAGA Vol. 16 No. 4 (2026): JURNAL PENDIDIKAN OLAHRAGA
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpo.v16i4.4949

Abstract

Passing bawah merupakan salah satu teknik dasar yang sangat penting dalam permainan bola voli karena berperan dalam menerima servis, mengendalikan serangan lawan, serta menjadi awal dalam penyusunan seranganPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterampilan passing bawah pada peserta ekstrakurikuler bola voli di MTs Muhammadiyah Pekajangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Populasi penelitian berjumlah 22 peserta ekstrakurikuler bola voli dan seluruh populasi dijadikan sampel melalui teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan tes keterampilan passing bawah bola voli. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan statistik deskriptif berupa rata-rata, standar deviasi, distribusi frekuensi, dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 22 peserta terdapat 2 peserta (9,09%) berada pada kategori baik sekali, 5 peserta (22,73%) kategori baik, 6 peserta (27,27%) kategori cukup, 7 peserta (31,82%) kategori kurang, dan 2 peserta (9,09%) kategori kurang sekali. Nilai rata-rata yang diperoleh sebesar 6,91 dengan standar deviasi 3,78. Kategori yang paling dominan adalah kategori kurang dengan persentase 31,82%. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa keterampilan passing bawah peserta ekstrakurikuler bola voli di MTs Muhammadiyah Pekajangan secara umum masih berada pada kategori kurang. Hasil penelitian ini dapat menjadi bahan evaluasi bagi pelatih dalam menyusun program latihan yang lebih terarah dan berkelanjutan untuk meningkatkan keterampilan passing bawah peserta ekstrakurikuler bola voli.