Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

PENGARUH LIKUIDITAS, SALES GROWTH, LEVERAGE, DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP PROFITABILITAS PERUSAHAAN SEKTOR CONSUMER CYCLICALS Rifatul Mafrudhoh; Syaiful Bahri; Nur Ainiyah
Journal of Islamic Economics and Finance Vol. 3 No. 1 (2026): Agustus
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/joieaf.v3i1.4417

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh likuiditas, sales growth, leverage, serta ukuran perusahaan terhadap profitabilitas perusahaan sektor consumer cyclicals yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada periode 2021–2025. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan sumber data berupa laporan keuangan tahunan perusahaan yang diperoleh sebagai data sekunder. Penentuan sampel dilakukan melalui metode purposive sampling berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan, sehingga menghasilkan 30 perusahaan dengan total 150 observasi selama lima tahun pengamatan. Pengujian hipotesis dan analisis hubungan antarvariabel dilakukan dengan menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa likuiditas, sales growth, dan leverage tidak berpengaruh terhadap profitabilitas. Temuan ini mengindikasikan bahwa perubahan pada tingkat likuiditas, pertumbuhan penjualan, maupun penggunaan utang belum mampu memberikan pengaruh yang berarti terhadap kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba selama periode penelitian. Sebaliknya, ukuran perusahaan terbukti berpengaruh negatif terhadap profitabilitas, sehingga peningkatan skala perusahaan tidak selalu diikuti oleh peningkatan kemampuan menghasilkan laba. Secara bersama-sama, likuiditas, sales growth, leverage, dan ukuran perusahaan terbukti berpengaruh terhadap profitabilitas. Nilai koefisien determinasi sebesar 10,8% menunjukkan bahwa model penelitian mampu menjelaskan variasi profitabilitas sebesar 10,8%, sementara 89,2% lainnya dipengaruhi oleh faktor lain di luar variabel yang digunakan dalam penelitian.
PENGARUH BIAYA BAHAN BAKU, BTKL DAN BOP TERHADAP BEBAN POKOK PENJUALAN DIMODERASI VOLUME PENJUALAN Marischa Anindia Rosanti; Nur Ainiyah; Hari Setiono
Journal of Islamic Economics and Finance Vol. 3 No. 1 (2026): Agustus
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/joieaf.v3i1.4420

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh biaya bahan baku, BTKL, dan BOP terhadap beban pokok penjualan dimoderasi volume penjualan pada perusahaan subsektor home and personal care yang terdaftar di BEI periode 2022–2025. Menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif kausal dan teknik purposive sampling, terpilih sampel 9 perusahaan dengan analisis data menggunakan IBM SPSS 26. Seluruh data ditransformasi kedalam logaritma natural (Ln) untuk menstabilkan varians skala nominal nominal miliaran rupiah. Uji asumsi klasik menunjukkan data berdistribusi normal, terbebas dari multikolinearitas, autokorelasi, dan heteroskedastisitas. Hasil regresi linier berganda menunjukkan model fit () dengan . Biaya bahan baku tidak berpengaruh terhadap beban pokok penjualan (), sedangkan BTKL () dan BOP () berpengaruh positif terhadap beban pokok penjualan. Hasil MRA menunjukkan volume penjualan tidak memoderasi pengaruh biaya bahan baku (), namun terbukti memoderasi BTKL () dan BOP (). Efek moderasi terjadi karena BTKL dan BOP bersifat semi-variabel/tetap yang sensitif terhadap skala produksi, berbeda dengan bahan baku yang bersifat variabel murni. Implikasinya, efisiensi bahan baku tidak bergantung pada volume penjualan sehingga manajemen harus berfokus pada pengadaan material dan negosiasi harga pemasok. Penelitian ini bermanfaat untuk evaluasi efisiensi biaya manajemen serta referensi keputusan investasi
DETERMINAN PROFITABILITAS: PERAN LIKUIDITAS, AKTIVITAS, LEVERAGE, DAN UKURAN PERUSAHAAN PADA PERUSAHAAN SUB SEKTOR CONSUMER SERVICE Nia Rahmadani; Syaiful Bahri; Nur Ainiyah
Journal of Islamic Economics and Finance Vol. 3 No. 1 (2026): Agustus
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/joieaf.v3i1.4438

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh likuiditas, aktivitas, leverage, dan ukuran perusahaan terhadap profitabilitas pada perusahaan sub-sektor consumer service yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2021–2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif kausal. Sampel dipilih melalui teknik purposive sampling dan menghasilkan 31 perusahaan dengan 155 observasi. Analisis dilakukan menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas yang diproksikan dengan Total Asset Turnover (TATO) berpengaruh positif dan signifikan terhadap profitabilitas, sedangkan likuiditas yang diukur dengan Current Ratio (CR), leverage yang diproksikan dengan Debt to Equity Ratio (DER), dan ukuran perusahaan yang diukur berdasarkan Ln total aset tidak berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas. Model penelitian memiliki nilai Adjusted R-Square sebesar 0,108, yang menunjukkan bahwa variabel independen mampu menjelaskan 10,8% variasi profitabilitas. Nilai signifikansi uji model sebesar 0,000] menunjukkan bahwa model regresi signifikansecara simultan
PENGARUH KEBIJAKAN DIVIDEN, PROFITABILITAS, DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP KEBIJAKAN UTANG PERUSAHAAN PERTUMBUHAN TINGGI PADA PERUSAHAAN SUB SEKTOR MAKANAN DAN MINUMAN Ainun Malik; Nur Ainiyah; Muhammad Bahril Ilmiddaviq
Journal of Islamic Economics and Finance Vol. 3 No. 1 (2026): Agustus
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/joieaf.v3i1.4443

Abstract

Penelitian ini menganalisis pengaruh kebijakan dividen, profitabilitas, dan ukuran perusahaan terhadap kebijakan utang pada perusahaan sub sektor makanan dan minuman berpertumbuhan tinggi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2021–2025. Kebijakan utang diproksikan dengan debt to equity ratio (DER), yang menggambarkan proporsi utang terhadap ekuitas dalam pembiayaan perusahaan. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif asosiatif kausal, dengan data sekunder dari laporan keuangan tahunan. Melalui purposive sampling, diperoleh 22 perusahaan sebagai sampel sehingga total observasi selama lima tahun berjumlah 110 data, yang selanjutnya dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan kebijakan dividen dan profitabilitas masing-masing berpengaruh signifikan, dengan arah positif untuk kebijakan dividen dan negatif untuk profitabilitas, terhadap kebijakan utang, sementara ukuran perusahaan tidak berpengaruh signifikan. Temuan ini mengindikasikan bahwa keputusan pendanaan internal melalui pembagian dividen dan kemampuan menghasilkan laba lebih menentukan kebijakan utang dibandingkan skala perusahaan. Penelitian ini memperkaya literatur struktur modal pada konteks perusahaan berpertumbuhan tinggi di pasar berkembang.
PENGARUH TINGKAT PENERAPAN DAN PEMAHAMAN SAK EMKM TERHADAP KINERJA KEUANGAN PADA UMKM SEKTOR KULINER MOJOKERTO Frida Ma'rifatunnadivha; Nur Ainiyah; Hari Setiono
Journal of Islamic Economics and Finance Vol. 3 No. 1 (2026): Agustus
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/joieaf.v3i1.4444

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan sektor yang berkontribusi besar terhadap perekonomian Indonesia. Banyak pelaku UMKM yang belum menerapkan maupun memahami Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil, dan Menengah (SAK EMKM) secara optimal. Penelitian bertujuan menguji pengaruh tingkat penerapan SAK EMKM dan pemahaman SAK EMKM pelaku UMKM terhadap kinerja keuangan UMKM sektor kuliner di kawasan Trawas, Kabupaten Mojokerto. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui penyebaran kuesioner 51 pelaku UMKM berdasarkan teknik purposive sampling. Analisis data regresi linear berganda. Tingkat penerapan SAK EMKM berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan. Di sisi lain, pemahaman SAK EMKM tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan. Tingkat penerapan SAK EMKM secara konsisten dapat meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan serta kinerja usaha, sedangkan pemahaman terhadap SAK EMKM yang tidak disertai dengan implementasi belum memberikan dampak terhadap peningkatan kinerja keuangan
PENGARUH PROFITABILITAS, FINANCIAL DISTRESS, DAN LEVERAGE TERHADAP KONSERVATISME AKUNTANSI PADA PERUSAHAAN SEKTOR KESEHATAN Ina Rohmahlia; Nur Ainiyah; M. Bahril Ilmidaviq
Journal of Islamic Economics and Finance Vol. 3 No. 1 (2026): Agustus
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/joieaf.v3i1.4466

Abstract

Perubahan lingkungan bisnis pada perusahaan sektor kesehatan selama masa pemulihan setelah pandemi COVID-19 dapat memengaruhi kondisi keuangan serta kebijakan perusahaan dalam menyajikan informasi akuntansi. Konservatisme akuntansi, yang berkaitan dengan cara perusahaan menghadapi ketidakpastian dalam pengakuan informasi keuangan. Studi ini dilaksanakan guna memperoleh temuan berdasarkan pengujian terhadap data yang tersedia mengenai pengaruh profitabilitas, financial distress, dan leverage terhadap konservatisme akuntansi pada perusahaan sektor kesehatan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia selama periode 2021–2025. Sampel ditentukan melalui purposive sampling dan diperoleh 10 perusahaan dengan keseluruhan 50 observasi. Data dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profitabilitas berpengaruh negatif dan signifikan terhadap konservatisme akuntansi, sedangkan financial distress dan leverage berpengaruh positif dan signifikan. Secara simultan, ketiga variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap konservatisme akuntansi. Secara praktis, hasil penelitian dapat menjadi acuan bagi manajemen, investor, dan kreditor dalam mempertimbangkan kualitas pelaporan keuangan berdasarkan profitabilitas, financial distress, dan leverage perusahaan.Hasil penelitian tersebut selaras dengan perspektif Teori Keagenan dan Teori Akuntansi Positif, yang menguraikan bahwa keadaan finansial perusahaan serta dorongan kepentingan ekonomi berpotensi membentuk pertimbangan manajerial dalam menentukan tingkat penerapan konservatisme akuntansi
PENGARUH PROFITABILITAS, LIKUIDITAS, LEVERAGE, DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP NILAI PERUSAHAAN SEKTOR CONSUMER NON-CYCLICALS DI BEI May Mayangsari; Nur Ainiyah; Syaiful Bahri
Journal of Islamic Economics and Finance Vol. 3 No. 1 (2026): Agustus
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/joieaf.v3i1.4505

Abstract

Perubahan nilai perusahaan di dalam industri barang konsumsi menjadi indikator nyata atas beragamnya respons pelaku pasar terhadap kesehatan finansial korporasi. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi keterkaitan profitabilitas, likuiditas, leverage, dan ukuran perusahaan terhadap nilai pasar emiten consumer goods yang mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) dari tahun 2021 hingga 2025. Melalui desain penelitian kuantitatif, analisis dijalankan dengan mengolah data sekunder berupa laporan keuangan yang diunduh dari sistem informasi BEI dan website resmi emiten yang bersangkutan. Melalui teknik purposive sampling, diperoleh 37 emiten sebagai sampel yang menghasilkan total 185 objek observasi selama masa pengamatan. Seluruh data tersebut dianalisis menggunakan metode regresi linear berganda dibantu perangkat lunak IBM SPSS 26, melewati serangkaian tahapan mulai dari statistik deskriptif, uji prasyarat asumsi klasik, uji kelayakan model (F), koefisien determinasi, hingga uji parsial (t). Temuan empiris mengonfirmasi bahwa tingkat profitabilitas mempunyai pengaruh positif dan bermakna secara signifikan dalam menaikkan nilai perusahaan. Sebaliknya, indikator likuiditas memperlihatkan dampak negatif yang signifikan terhadap nilai pasar korporasi. Di sisi lain, kebijakan leverage maupun ukuran perusahaan kedapatan tidak memiliki pengaruh nyata secara statistik terhadap nilai perusahaan. Berdasarkan perolehan nilai Adjusted R Square, kombinasi variabel profitabilitas, likuiditas, leverage, dan ukuran perusahaan memberikan kontribusi sebesar 67,2% dalam memproyeksikan fluktuasi nilai perusahaan. Di sisi lain, sisa variasi sebesar 32,8% ditentukan oleh komponen atau aspek eksternal lain yang berada di luar ruang lingkup pemodelan dalam penelitian ini. Temuan ini menegaskan relevansi signaling theory, di mana kemampuan menghasilkan laba menjadi sinyal utama bagi investor pada sektor consumer goods, sementara tingkat likuiditas yang terlalu tinggi justru dinilai sebagai indikasi inefisiensi pengelolaan aset. Implikasinya, manajemen perusahaan consumer goods perlu memprioritaskan peningkatan profitabilitas dan efisiensi pengelolaan aset lancar dibandingkan sekadar memperbesar skala aset atau struktur pendanaan, guna meningkatkan kepercayaan investor.