Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

SIKAP BIDAN TRKAIT DENGAN PERUBAHAN KEWENANGAN BIDAN DALAM KEPMENKES 1464 /MENKES/PER/X/2010 TENTANG IJIN DAN PENYELENGGARAAN PRAKTIK BIDAN Ambar Dwi Erawati; Rinayati -; Swi Wahyuning
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL KEPERAWATAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.182 KB)

Abstract

Penelitian Sikap Bidan terkait dengan Perubahan Kewenangan dalam Kepmenkes No 1464 tahun 2010 tentan Ijin dan Penyelenggaraan Praktik Bidan di Semarang, Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sikap bidan terkait dengan perubahan kewenangan yang tertuang dalam permenkes 1464/Menkes/Per/X/2010 tentang ijin dan penyelenggaraan praktik bidan.Metode penelitian ini adalah kualitatif dalam penelitian ini dengan format deskriptif analitis yaitu menggambarkan secara sistimatis, dengan kajian Normatif empiris. Subyek penlitian dalam penelitian ini adalah 3 bidan praktik mandiri yang ada di wilayah Semarang dengan kriteria bidan yang melaksanakan praktik. Hasil penelitian ini adalah subyek mengetahuiadanya perubahan kewengan dengan adanya permenkes 1464/Menkes/Per/X/2010 tentang ijin dan penyelenggaraan praktik bidan, dengan adanya perubahan kewenagan tersebut keseluruhan subyek tidak setuju dengan perubahan kewenangan tersebut.Kata kunci: Sikap,Kewenangan bidan, Permenkes no 1464
Peningkatan Keterampilan Guru PAUD dalam Menstimulasi dan Deteksi Dini Perkembangan Balita Rinayati Rinayati; Ambar Dwi Erawati; Sri Wahyuning; Harsono Harsono
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 12, No 1 (2021): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v12i1.4566

Abstract

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) memiliki peran dalam memberikan pembinaan anak sejak usia dini,tujuannya adalah untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan fisik maupun mental anak, harapanya akan memberikan dampak pada peningkatan prestasi belajar, etos kerja, produktivitas, pada akhirnya anak akan mampu lebih mandiri dan mengoptimalkan potensi yang dimilikinya. Peserta didik PAUD berada pada masa golden age (usia keemasan). tahap perkembangan otak pada anak usia dini menempati posisi yang paling vital yakni mencapai 80% perkembangan otak. (Kemdikbud 2016). Analisa masalah, RW 09 Gondoriyo Ngaliyan Kota Semarang memiliki 54 balita usia 3-4 tahun yang rata rata memiliki ibu yang berkerja, dimana keseharianya hanya dengan pengasuh (nenek, asisten) atau di Daycare. PAUD Srikandi RW 09 memiliki 42 siswa, pelaksanaan proses belajar mengajarnya satu kali perpekan yakni di hari sabtu, dimana ibu, pengasuh atau keluarga juga mengantar anak balita ke PAUD, sehingga proses stimulasi dan deteksi tumbuh kembang mendapatkan momentum yang sangat tepat untuk dilaksanakan oleh guru PAUD. Guru PAUD Srikandi RW 09 adalah kader kader pokja 2 yang potensial di Rukun Warga (RW) 09 yang dapat diharapkan kontribusinya dalam meningkatkan derajat kesehatan balita. Tujuan dari pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini adalah upaya pendampingan dan pembentukan peran serta guru PAUD dalam melakukan Stimulasi dan deteksi tumbuh kembang balita. Kegiatan yang dilakukan adalah perijinan dari wilayah setempat, Focus Group Discussion (FGD) peran guru PAUD, pelatihan Stimulasi perkembangan anak menggunakan Kartu Kembang Anak (KKA), pembuatan Alat Permainan Edukatif (APE), pendampingan stimulasi saat pelaksanaan PAUD. Hasil, pendampingan pelaksanaan stimulasi telah terlaksana dengan baik, terjadi peningkatan pengetahuan dan peningkatan keterampilan guru PAUD dalam melakukan stimulasi menggunakan KKA, PAUD mendapat tambahan APE.
Pregnant Women Satisfaction with the Service of the Health Surveillance Officers for KIA Program Rinayati Rinayati; Ambar Dwi Erawati; Sri Wahyuning
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 3 No 1 (2021): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (437.085 KB) | DOI: 10.37287/ijghr.v3i1.361

Abstract

In the last two years, the maternal mortality rate in Semarang City has increased. In improving the quality of early detection of pregnancy, Semarang City Government has appointed the Health Surveillance Officers of KIA Program/Gasurkes KIA to assist pregnant women. Results of a preliminary survey on pregnant women found problems in the accompaniment process for pregnant women by Gasurkes KIA including lack of arrival frequency, clarity of the meeting time contract, the media used, and the completeness of the materials presented. This study aimed to describe the pregnant women satisfaction with Gasurkes KIA services. This research was conducted using a qualitative approach. The research subjects were seven pregnant women representing seven districts in Semarang City. The data were collected using in-depth interviews and were analyized using content analysis. Gasurkes KIA program seemed neat, confident, had medical records, provided clear health counseling and had good ethics. It is recommended for Gasurkes KIA to increase the use of extension media, make time contracts before mentoring, provide opportunities for questions regarding pregnant women, and increase the confidentiality of pregnant women personal data. Gasurkes Kia has sufficient tangibility, good reliability, good responsiveness, good assurance, and good empathy.
Description of Using Video of Implementation of Posyandu as A Health Promotion Media During the Covid-19 Pandemic Rinayati Rinayati; Novita Alfiani; Harsono Harsono
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 3 No 4 (2021): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.83 KB) | DOI: 10.37287/ijghr.v3i4.729

Abstract

With the new normal policy, in August 2020 In the yellow and green zones, posyandu activities have started to be implemented again, by implementing strict health protocols, the existence of socialization of the posyandu implementation carried out by cadres through social media and WA groups, the presence of mothers who has under five year children at posyandu is still not maximized at only 44%, there are still 56% of toddlers whose growth and development has not been monitored. there is a relationship between the level of parental knowledge and the visit to the posyandu in the new normal era, the delivery of messages or information requires the right media, one of the right media is video. This study aimed to knowing the Effectiveness of Using Video Implementation of the Posyandu During the Covid 19 Pandemic Against the Presence of Mothers has children under five years To Posyandu. Research subjects are mothers has children under five years in Gondoriyo village. Methods penelitian diskriptif. Measurements were carried out by pre-test and post-test, population 99 samples 53 using an observation instrument in the form of a checklist, data analysis using a frequency distribution. The percentage increase in the number of mothers who have toddlers before watching the video of the implementation of the posyandu during the covid 19 pandemic and after watching it increased by 9.9%. The video of the implementation of the posyandu during the pandemic was able to increase the presence of mothers at the posyandu.
PENDAMPINGAN PENGURUS UKS DALAM MEWUJUDKAN PERILAKU HIDUP BERSIH SEHAT DI SDN KARANGANYAR 2 KECAMATAN TUGU KOTA SEMARANG Sri Wahyuning; Ambar Dwi Erawati; Rinayati Rinayati
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 3, No 1 (2020) : Januari 2020
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v3i1.63

Abstract

Kesehatan penting dikenalkan pada anak sejak dini, terutama pada usia sekolah. Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) merupakan wadah untuk kegiatan promosi kesehatan di sekolah. UKS bertujuan meningkatkan prestasi belajar bagi peserta didik serta mutu pendidikan melalui upaya peningkatan perilaku hisup bersih sehat serta derajat kesehatan peserta didik dan menciptakan lingkungan sekolah yang sehat. SDN Karanganyar 2 Kecamatan Tugu Kota Semarang sudah memiliki ruang khusus untuk kegiatan UKS, akan tetapi pemanfaatannya belum optimal dan belum dibentuk kader siswa secara berkelanjutan untuk menjadi pengurus UKS. Pelatihan dokter kecil yang pernah ada dilakukan oleh petugas Puskesmas Karanganyar dengan mengundang perwakilan beberapa siswa-siswi di masing-masing sekolah sehingga jumlah siswa yang mengikuti terbatas. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah mewujudkan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) di SDN Karanganyar 2 Kecamatan Tugu Kota Semarang. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini yaitu membentuk pengurus UKS, memberikan pengetahuan dan ketrampilan bagi pengurus UKS dan melakukan pendampingan bagi pengurus UKS serta melakukan evaluasi. Hasil yang diperoleh dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah terbentuknya pengurus UKS yang memiliki pengetahuan yang dibutuhkan untuk menjadi kader kesehatan di sekolah, terdapat peningkatan jumlah siswa yang memiliki pengetahuan baik setelah diberikan penyuluhan dengan metode ceramah tentang PHBS di sekolah sebanyak 46%. Kata kunci: Pendampingan, Pengurus UKS, PHBS
IBM KADER PKK DALAM UPAYA PEMBENTUKAN POSYANDU LANSIA DI RW 09 KELURAHAN GONDORIYO, KECAMAAN NGALIYAN, KOTA SEMARANG Rinayati Rinayati; Ambar Dwi Erawati; Sri Wahyuning
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 3, No 2 (2020) : Juli 2020
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v3i2.83

Abstract

Fokus IbM ini adalah pendampingan pembentukan  Posyandu Lansia, meningkatkan kemampuan kader dalam  program kesehatan lansia di RW 9 Kelurahan Gondoriyo Kecamatan Ngaliyan  Kota Semarang. Upaya yang dilakukan antara lain: sosialisasi posyandu lansia,  pelatihan kader posyandu lansia, kegiatan posyandul lansia. Tujuan dari kegiatan IbM ini adalah membentuk posyandu lansia  dan  pendampingan kader posyandu lansia  untuk meningkatkan kesehatan lansia. Adanya  sinergi antara kader dan pelayanan kesehatan dalam upaya peningkatan kesehatan lansia di masyarakat. Metode pendampingan pembentukan posyandu lansia  dengan brain storming, ceramah tanya jawab menggunakan media lembar balik, dan curah pendapat. Diawali   penjajagan dengan membawa surat pengantar dari STIKES Widya Husada, Kesbanlinmas Kota Semarang, Puskesmas Ngaliyan, Bapermas Ngaliyan dan RW 09  Kelurahan Gondoriyo. Menyampaikan maksud tujuan kepada tokoh masyarakat serta meminta masukan terkait karakteristik keluarga yang memiliki lansia di RW 09  dan bekerja sama dengan Puskesmas Ngaliyan dalam mensinergikan program Posyandu Lansia. Kegiatan program 1) melatih kader tentang pembentukan Posyandu lansia. 2) mendampingi kegiatan Posyandu lansia  3) membantu mendeteksi dini adanya komplikasi penyakit pada lansia. Hasil kegiatan IBM ini  adalah terbentuknya Posyandu dan  berjalan rutin tiap bulan, terbentuknya struktur organisasi pengurus posyandu lansia, pelatihan kader posyandu lansia Kata kunci: Kader, , Lansia, Posyandu
Program Kemitraan Masyarakat Posyandu Lansia RW V Kelurahan Bambankerep Kota Semarang Ambar Dwi Erawati; Rinayati; Sri Wahyuning
Adi Widya : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 6 No 1 (2022): ADI WIDYA Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33061/awpm.v6i1.6646

Abstract

One problem that arises from the development of health is one of increasing dependents of the productive age community towards unproductive communities. The elderly group will experience a decrease in the degree of health both naturally or caused due to disease. There is a need for an elderly coaching program that starts from pralansia is very necessary to maintain productivity. In RW V, Kelurahan Bambankerep Posyandu Lansia has not yet been formed, but there are elderly gymnastic activities that are offered once a month. So that offered solutions for the formation of Lansia Posyandu cadres so that Lansia Posyandu can be sustainable. The output of this accompanimen is that the community can check themselves to detect degenerative diseases. After 2 months of mentoring, the Posyandu for the elderly is formed and cadres of the Posyandu for the elderly can detect early degenerative diseases. The elderly found in RW V 56.1% had excessive Mass index which is a risk of hypertension, heart disease, DM, PPOP, stroke. And 52.2% of the elderly have hypertension.
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN KINERJA KADER KESEHATAN Rinayati Rinayati; Ambar Dwi Erawati; Sri Wahyuning
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 10 No 3 (2020): Juli 2020
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/pskm.v10i3.793

Abstract

In 2019 heahth program in Semarang tend to increase, The partnership between health workers and health cadres is important. The performance of health cadres in the community has essence that cannot be released with health service. Methods descriptive analytic with cross-sectional. Population all health cadres in the Gondoriyo region. samples 68 respondents. primary data obtained through direct interviews using a structured questionnaire.Analysis using uni variate analysis, frequency distribution and bivariate analysis using the Spearman Rank test. Result, good knowledge level (73,5%) ,good level cadre performance ( 73,5%) health cadre knowledge is not related to cadre performance (p value = 0.883 and r = 0.089.
PKM Karang Taruna dalam Pelaksanaan Konselor Teman Sebaya menuju Kesehatan Reproduksi Remaja Harsono Harsono; Rinayati Rinayati; Sigit Sugiharto
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 3 No. 1 (2022): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Cv. Utility Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.046 KB) | DOI: 10.55338/jpkmn.v3i1.298

Abstract

Remaja masih mengalami masa transisi dan beresiko mengalami masalah, antara lain adalah masalah kesehatan reproduksi remaja. Jenis risiko kesehatan reproduksi yang harus dihadapi remaja antara lain adalah pernikahan dini, kehamilan, aborsi, penyakit menular seksual (PMS), kekerasan seksual, serta masalah keterbatasan akses informasi dan pelayanan kesehatan. Karena sebab itu remaja masih memerlukan pendampingan, bimbingan, dan penatalaksanaan serius dalam mengatasi masalah yang akan dan sudah dihadapinya. Teman sebaya mempunyai andil yang besar dalam kehidupan remaja, inti dari pertemanan sebaya adalah bagaimana seseorang dapat diterima dalam suatu pergaulan dengan teman yang terdapat kesamaan dalam usia, lingkungan dan garis hidup. Tim PKM melaksanakan kegiatan ini dengan tujuan untuk melatih anggota karang taruna agar mampu menjadi konselor teman sebaya di lingkungan tempat tinggalnya,dengan hasil akhir mampu meningkatkan kesehatan repoduksi remaja diwilayah RW 09 Gondoriyo Ngaliyan Kota Semarang. Metode pelaksanaan kegiatan melalui kegiatan ceramah, role play, studi kasus, pendampingan dan observasi serta evaluasi. Hasil kegiatan PKM menunjukan bahwa nilai post test yang mengalami kenaikan dari nilai pre test 88.75 menjadi 93.33, sehingga dapat dikatakan bahwa pelatihan ini dapat diterima dan diserap dengan baik oleh peserta Teenager are still experiencing a transition period and are at risk of experiencing problem, including teenager reproductive health problems. Types of reproductive health risks that must be faced by adolescents include early marriage, pregnancy, abortion, sexually transmitted diseases (STDs), sexual violence, and the problem of limited access to information and health services. Because of that teenagers still need assistance, guidance, and serious management in overcoming the problems that they will and have already faced. Peers have a big role in the lives of teenagers, the essence of peer friendship is how a person can be accepted in an association with friends who have similarities in age, environment and life line. The community services team carried out this activity with the aim of training youth members to be able to become peer counselors in their neighborhood, with the final result being able to improve teenagers reproductive helath ini the RW 09 Gondoriyo Ngaliyan Semarang. The method of carrying out activities is through lectures, role plays, case studies, mentoring and observation and evaluation. The results of the community services activity showed that the post-test value increased from the pre test score of 88,75 to 93,33, so it can be said that this training was well received and absorbed by the participants
Sterilization Container using UV-C Safira Fegi Nisrina; Rinayati Rinayati
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 4 No 4 (2022): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.412 KB) | DOI: 10.37287/ijghr.v4i4.1120

Abstract

The condition of human health can change overtime. It can be affected by lifestyle and daily diet, as well as attacks from mutated viruses and bacteria. The emerging problem is the lack of healthy living behavior practiced by Indonesia people, so that viruses, bacteria and microorganisms can stick to the human body. The purpose of this research is to design a sterilization container to sterilize items that are used daily. A sterilizer to eradicate germs by utilizing UV-C lighting and a disinfectant that can be used. An important factor to raise the public awareness about the importance of cleanliness is the necessity to pay attention to aspects affecting the public hygiene, namely access to adequate sanitation, habit of washing hands, and sterilizing goods. An attempt to sterilize goods after we use them is by using Sterilization Container. This medical device has the objective of sterilizing goods, either directly or indirectly. In this case, the container is very useful as a preventive measure and maintains cleanliness from bacteria and viruses that could stick to human body and clothes. Sterilization Container can be defined as a space that is expected to eliminate microorganisms. In this research, entitled ‘Sterilization Container Using UV-C’, UV-C lamp was used to modify the container with additional disinfectant spray by pressing the button according to the needs.