Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Mortalitas Walang Sangit Akibat Aplikasi Ekstrak Daun Paitan Kawura, Arlini; Mowidu, Ita; Hs, Endang Sri Dewi
Agropet Vol 19, No 2 (2022): Volume 19 No 2 Tahun 2022
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71127/2828-9250.496

Abstract

Padi merupakan penghasil beras yang menyuplai pangan utama di Indonesia. Salah satu faktor pembatas produksi padi adalah adanya serangan hama walang sangit yang menyerang pada fase masak susu. Daun paitan merupakan salah satu tumbuhan yang memiliki potensi untuk digunakan sebagai pestisida nabati. Maka dari itu telah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun paitan terhadap mortalitas walang sangit. Penelitian berbagai konsentrasi ekstrak daun paitan (0, 10, 20, 30, 40 dan 50 %) yang diulang 4 kali disusun menurut rancangan acak lengkap (RAL). Setiap unit terdiri dari 1 pot padi fase masak susu yang diinvestasikan 5 ekor nimfa walang sangit instar 5 dan diberi sungkup. Ekstrak daun paitan diaplikasikan sesuai dengan perlakuan pada walang sangit sebelum dimasukkan ke dalam pot padi bersungkup. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi ekstrak daun paitan berpengaruh sangat nyata terhadap mortalitas hama walang sangit. Konsentrasi ekstrak daun paitan 30% menyebabkan mortalitas walang sangit 85% dan berbeda tidak nyata dengan konsentrasi 40 dan 50%. LT-50 pada konsentrasi 30, 40, dan 50% adalah 5 hari. Hasil analisis probit menunjukkan bahwa LD-50 selama 5 hari diperoleh pada konsentrasi ekstrak daun paitan 14%.
KADAR BAHAN ORGANIK TANAH PEMBIBITAN KOPI ARABIKA YANG DIAPLIKASI KOMPOS GAMAL Mowidu, Ita
Agropet Vol 21, No 1 (2024): Volume 21 No 1 Tahun 2024
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71127/2828-9250.656

Abstract

ABSTRAK: Bibit yang baik dan berkualitas diperoleh dari benih yang baik dan berkualitas yang ditumbuhkan pada media tanam yang berkualitas. Salah satu indicator kualitas media tanam adalah kadar bahan organic tanah. Di dalam tanah, bahan organic akan memperbaiki tanah secara fisik, kimia dan biologi. Daun gamal merupakan salah satu jenis bahan yang dapat dibuat kompos yang dapat diaplikasikan ke dalam tanah. Telah dilakukan penelitian berbagai dosis kompos daun gamal (0, 9, 11, 13 dan 15 g/polybag) pada pembibitan kopi arabika. Setiap perlakuan diulang empat kali dan disusun menurut rancangan acak kelompok (RAK). Sampel tanah dikompositkan menurut perlakuan lalu dianalisis kadar bahan organiknya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi kompos daun gamal meningkatkan kadar bahan organik tanah pembibitan kopi arabika. Setiap kenaikan satu satuan dosis kompos daun gamal akan meningkatkan kadar bahan organik tanah sebesar 0,2278 kali dengan tingkat keeratan hubungan 87,42%. ABSTRACT: Good and quality seeds are obtained from good and quality seeds grown in quality planting media One indicator of the quality of the planting medium is the level of soil organic matter. In the soil, organic matter will improve the soil physically, chemically and biologically. Gamal leaves are a type of compostable material that can be applied to the soil. Research has been carried out on various doses of gamal leaf compost (0, 9, 11, 13 and 15 g/polybag) on Arabica coffee nurseries. Each treatment was repeated four times and arranged according to a randomized block design (RBD). Soil samples were composited according to treatment and then analyzed for organic matter content. The results showed that the application of gamal leaf compost increased the organic matter content of Arabica coffee nursery soil. Each increase in one unit dose of gamal leaf compost will increase soil organic matter levels by 0.2278 times with a closeness level of 87.42%.
PERTUMBUHAN BIBIT KOPI ARABIKA PADA TANAH INCEPTISOL YANG DIAPLIKASIKAN KOMPOS JOHAR ., Ridwan; Mowidu, Ita; ., Gusstiawan
Agropet Vol 20, No 2 (2023): Volume 20 No 2 Tahun 2023
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71127/2828-9250.652

Abstract

ABSTRAK: Pembibitan tanaman menjadi salah satu faktor penting yang harus di perhatikan dalam membudidayakan tanaman kopi. Pemberian kompos johar dapat membantu mencukupi kebutuhan unsur hara yang diperlukan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan bibit kopi arabika pada tanah inceptisol. Aplikasi berbagai dosis kompos johar (0, 9, 11, 13 dan 15 g/tanaman) diatur menurut rancangan acak kelompok (RAK) dan diulang empat kali, telah dilaksanakan di Desa Lape Kecamatan Poso Pesisir pada bulan Februari sampai Juli 2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi kompos johar berpengaruh nyata terhadap lilit batang umur 6, 8, 10 dan 12 minggu setelah tanam (MST), berat kering akar dan panjang akar, berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman umur 14 dan 16 MST, lilit batang umur 14 dan 16 MST serta bobot basah tajuk, tetapi berpengaruh tidak nyata terhadap waktu berkecambah, jumlah daun, bobot kering tajuk dan laju pertumbuhan relatif. Aplikasi kompos johar 13 g/tanaman memberikan pertumbuhan bibit yang lebih baik dan berbeda nyata dengan tanpa aplikasi kompos (kontrol). ABSTRACT: Plant nursery is one of the important factors that must be considered in cultivating coffee plants. The provision of johar compost can help meet the nutrient needs of plants. This study aims to determine the growth response of Arabica coffee seedlings on inceptisol soil. The application of various doses of johar compost (0, 9, 11, 13 and 15 g/plant) arranged according to a randomized block design (RAK) and repeated four times, has been carried out in Lape Village, Poso Pesisir District from February to July 2023. The results showed that the application of johar compost had a significant effect on stem circumference at ages 6, 8, 10 and 12 weeks after planting (WAP), root dry weight and root length, had a very significant effect on plant height at ages 14 and 16 WAP, stem circumference at ages 14 and 16 WAP and wet weight of the crown, but had no significant effect on germination time, number of leaves, dry weight of the crown and relative growth rate. Application of 13 g/plant of Johar compost provided better seedling growth and was significantly different from no compost application (control). 
Pengaruh Waktu Dan Panjang Pemangkasan Pucuk Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) Tanari, Yulinda; Zulharmi, Zulharmi; Mowidu, Ita
AGROVITAL : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 8, No 2 (2023): AGROVITAL VOLUME 8, NOMOR 2, NOVEMBER 2023
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/agrovital.v8i2.4822

Abstract

Cabai  rawit (Capsicum frutescens L.) merupakan tanaman yang dibudidayakan oleh petani karena banyak dibutuhkan oleh masyarakat, tidak hanya dalam skala rumah tangga dan industri tetapi juga diekspor ke luar negeri. Sehubungan dengan meningkatnya permintaan terhadap cabai rawit, maka produksi cabai rawit perlu ditingkatkan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan hasil cabai rawit adalah dengan melakukan pemangkasan pucuk. Percobaan dua faktor meliputi waktu pemangkasan pucuk (14, 21 dan 28 hari setelah pindah) dan panjang pemangkasan pucuk (0.5, 1.0 dan 1.5 cm dari pucuk) disusun dalam rancangan acak kelompok (RAK) dan ulangi sebanyak 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu pemangkasan pucuk berpengaruh nyata hingga sangat nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai rawit. Pemangkasan pada umur 28 hsp membantu tanaman cabai rawit tumbuh dan memiliki rata-rata hasil tertinggi. Panjang pemangkasan tidak berpengaruh nyata terhadap seluruh parameter pengamatan kecuali laju pertumbuhan pada umur 30 hsp. Panjang pemangkasan 1.5 cm menunjukkan tingkat pertumbuhan rata-rata tertinggi. Terdapat interaksi  nyata hingga sangat nyata antara waktu pemangkasan pucuk dengan panjang pemangkasan pucuk. Panjang pangkasan 1.5 cm pada umur 28 hsp memberikan hasil tertinggi yaitu 65.92 tangkai buah dengan berat 169.77 gram/pohon.
ORGANIC MATTER CONTENT IN SOIL UNDER COCOA PLANTS IN LOWLANDS AND HIGHLANDS Mowidu, Ita; Soande, Yehezkiel; Nurulazmi, Aqiqah
Agropet Vol 22, No 1 (2025): Volume 22 No 1 Tahun 2025
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71127/2828-9250.728

Abstract

Soil organic matter is an important factor that determines soil fertility and health. This is very important for plant growth, development and yield. Elevation influences the climate elements of a region and subsequently influences the decomposition of organic matter, and then affects the decomposition of organic materials. This study aims to determine the organic material content in the soil under cocoa plants in the lowlands and highlands. The amount of organic matter content in the soil can be predicted from the results of the C-organic content analysis, namely by multiplying the C-organic content by a constant as a correction factor, namely 1.724. The organic C content was determined from composite soil samples taken at 10 sites at each location starting from the surface soil to a depth of approximately 20-30 cm. The results of the study showed that in the same area, the soil organic matter content was higher on slopes (3.84% in lowlands and 4.62% in highlands) where the soil surface was covered with litter compared to valleys (1.48% in lowlands and 2.6% in highlands) which were surface water flow areas. Furthermore, in areas with the same landscape (slopes or valleys), the soil organic matter content is higher in the highlands (4.62% on slopes and 2.6% in valleys) compared to the lowlands (3.84% on slopes and 1.48% in valleys).
Pendampingan Penyusunan Dokumen PSETK Desa Doda Kecamatan Lore Utara Kabupaten Poso Usuli, Sudarto; Kapuy, Holmes Rolandy; Pujiono, Pujiono; Mowidu, Ita; Wacana, Gitit I.P; Pandoyu, Ebelhart O.; Bangguna, David S.V.L
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v8i1.2296

Abstract

ABSTRACTWith the program from the government so that the Village Irrigation Areas in Indonesia compile the Institutional Engineering Socio-Economic Profile (PSETK). Not all of the irrigation areas in Poso Regency are involved in the PSETK program, one of the irrigation areas that received the PSETK program is the irrigation area of Doda village. Based on D.I Doda's search and analysis results, it is known that Doda irrigation has potential land and potential farmer resources that allow for a program to increase productivity of lowland rice farming. The Doda Irrigation only has one P3A. With an active performance of 51% - 75%, this condition shows that the institutions that have been formed have quite an active role in the development and management of agricultural irrigation systems. The administration, which is poorly recorded and organized, has not made a real contribution to the community's economy. Physically, the distribution channels and buildings in D. I Doda are generally structurally damaged but can still function. This happened because of the weak awareness of the farming community to work together to clean weeds which caused the existing condition of the channel and distribution building to be closed, thus disrupting the distribution of water to the rice fields.  ABSTRAKDengan adanya program dari pemerintah agar Daerah Irigasi Desa di Indonesia menyusun Profil Sosial Ekonomi Teknik Kelembagaan (PSETK). Daerah irigasi di Kabupaten Poso tidak semuanya terlibat dalam program PSETK tersebut, salah satu daerah irigasi yang menerima program PSETK adalah daerah irigasi desa Doda. Berdasarkan penyusuran D.I Doda dan hasil analisis diketahui bahwa irigasi Doda memiliki potensi lahan dan sumberdaya petani yang potensial yang memungkinkan untuk program peningkatan produktivitas usaha tani padi sawah. Daerah Irigasi Doda hanya mempunyai satu P3A. Dengan kinerja 51 % - 75% aktif, kondisi ini memperlihatkan kelembagaan yang sudah terbentuk cukup berperan aktif dalam pengembangan dan pengelolaan sistem irigasi pertanian. Administrasi yang kurang tercatat dan tertata, belum memberikan kontribusi nyata bagi ekonomi masyarakat. Secara fisik saluran dan bangunan distribusi yang ada di D. I Doda umumnya mengalami kerusakan struktur namun masih dapat berfungsi. Hal ini disebabkan lemahnya kesadaran masyarakat petani bergotong - royong membersihkan gulma yang menyebabkan kondisi eksisting saluran dan bangunan distribusi tertutup sehingga mengganggu distribusi air ke petak sawah.