Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Kajian Sifat Kimia Tanah di Bawah Tegakan Lada (Piper nigrum L.) di Dusun Ratalemba Desa Masanni Kecamatan Poso Peisisir Karisma Muhammad; Ita Mowidu
Agropet Vol 15, No 2 (2018): Volume 15 No 2 Tahun 2018
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sifat kimia tanah adalah keseluruhan reaksi fisiko-kimia dan kimia yang berlangsung antar penyusun tanah dan bahan yang ditambahkan kepada tanah. Sifat kimia tanah dapat digunakan untuk menilai apakah suatu tanah merupakan tanah yang potensial atau tidak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat kimia tanah di bawah tegakan tanaman lada pada berbagai kondisi bentang lahan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang dilaksanakan dengan cara pengambilan sampel tanah di bawah tegakan lada kemudian dianalisis di laboratorium untuk mengetahui beberapa sifat kimianya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tanah di bawah tegakan lada dengan kondisi bentang lahan datar memiliki tingkat kesuburan lebih tinggi dibandingkan dengan kondisi bentang lahan landai. Kadar bahan organik (C organik) berkorelasi positif terhadap kadar N, P, K dan KTK tanah. Semakin tinggi kadar bahan organik, semakin tinggi pula kadar N, P, K dan KTK tanah. Berdasarkan hasil analisis beberapa sifat kimia tanah yang dikaitkan dengan kesesuaian lahan untuk lada, maka tanah pada bentang lahan landai memerlukan input yang lebih tinggi untuk menaikkan kategori kelas kesesuaiannya.
Pengaruh Pemberian Pupuk Kandang Kambing Terhadap Perumbuhan dan Hasil Jagung Pulut (Zea mays certain kulesh) Nelfa Yanti Tadjema; Ita Mowidu
Agropet Vol 15, No 2 (2018): Volume 15 No 2 Tahun 2018
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jagung pulut (Zea mays certain Kulesh) mengandung pati dalam bentuk amilopektin yang lebih tinggi bila dibandingkan dengan jenis jagung lainnya. Jagung pulut memiliki rasa manis, pulen dan beraroma khas sehingga digemari banyak orang. Untuk memenuhi permintaan jagung pulut, pemberian pupuk kandang kambing yang bertujuan untuk memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah merupakan salah satu cara yang dapat digunakan. Telah dilakukan percobaan lapangan dengan pemberian berbagai dosis pupuk kandang kambing (0, 5, 10, 15 dan 20 ton/ha) diulang 4 kali yang diatur menurut pola rancangan acak kelompok (RAK) untuk melihat pengaruhnya terhadap pertumbuhan dan hasil jagung pulut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi pupuk kandang kambing berpengaruh nyata terhadap panjang dan diameter tongkol serta bobot biji pipilan kering per petak, tetapi terhadap parameter lainnya pengaruhnya tidak nyata. Aplikasi 20 t/ha pupuk kandang kambing memberikan pertumbuhan terbaik dan hasil biji jagung pulut pipilan kering per petak tertinggi (1,72 kg setara dengan 1,43 t/ha) yang berbeda nyata dengan perlakuan lainnya.
Evaluasi Kesesuaian Lahan untuk Kakao (Theobroma cacao L) di Desa Korobono Kecamatan Pamona Tenggara Kabupaten Poso Febrianto Moa'e; Ita Mowidu; Meitry Tambingsila
Agropet Vol 16, No 1 (2019): Volume 16 No 1 Tahun 2019
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penilaian kesesuaian lahan bermanfaat untuk mengetahui potensi sumber daya lahan mendukung usahatani dan memprediksi penelitian yang bertujuan untuk menentukkan kelas kesesuaian lahan actual bagi kakao di Desa Korobono Kecamatan Pamona Tenggara. Penelitian deskriptif dilakukan dengan survei, deksipsi profil dan pengambilan sampel tanah yang di analisis sifat fisik dan kimianya dilaboratorium Ilmu Alamiah Dasar Universitas Sintuwu Maroso dan laboratorium Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Yogyakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelas kesesuaian lahan wilayah Kodina termasuk tidak sesuai (N) dengan faktor pembatas kedalaman tanah, wilayah Menci sesuai marjinal (S3, rc, na) dengan faktor pembatas, tekstur agak kasar serta kadar N dan K sangat rendah, wilayah Korobono Kodi sesuai marjinal (S3, nr, na) dengan faktor pembatas pH, N dan K sangat rendah. Wilayah Pewatua sesuai marginal (S3, nr, na) dengan faktor pembatas KB dan NPK sangat rendah. Wilayah Marige sesuai marginal (S3, rc, nr, na, lp) dengan faktor pembatas tekstur agak kasar, kedalaman tanah, KB, pH, NPK sangat rendah dan batuan dipermukaan. Wilayah Langgoe sesuai marginal (S3, nr, na, eh) dengan faktor pembatas KB, pH, P&K sangat rendah, kemiringan lereng serta batuan dipermukaan. Wilayah Marosapa sesuai marginal (S3, nr) dengan faktor pembatas KB. Faktor pembatas kedalaman tanah bersifat permanen (tidak dapat diubah) sehingga wilayah kodina tidak cocok ditanami kakao. Wilayah lain dapat ditanami kakao apabila faktor pembatas diperbaiki dengan pemberian bahan organik, pupuk, kapur (dolomit) atau pembuatas teras.
PENGARUH PENGGUNAAN PUPUK HAYATI MIKORIZA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI BAWANG MERAH VARIETAS LEMBAH PALU I Komang Sugiana; Kamelia Dwi Jayanti; Ita Mowidu
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 22, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v22i2.6736

Abstract

Bawang merah (Allium cepa L) merupakan tanaman hortikultura yang telah diusahakan oleh petani secara intensif serta menjadi komuditas unggulan nasional. Pentingnya komoditas ini tidak saja sebagai bumbu penyedap berkaitan dengan aromanya tetapi juga khasiat obat oleh kandungan enzim yang berperanan dalam meningkatkan derajat kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk hayati mikoriza terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah lembah palu. Penelitian telah  dilaksanakan di Desa Padalembara, Kecamatan Poso Pesisir Selatan, Kabupaten Poso pada bulan November 2020 hingga Maret 2021. Pemberian pupuk hayati mikoriza sebanyak 0, 5, 10, 15 dan 20 g/tanaman yang diulang sebanyak 5 kali disusun menurut pola rancangan acak kelompok (RAK). Hasil penelitian membuktikan bahwa pemberian berbagai dosis pupuk hayati mikoriza berpengaruh nyata terhadap jumlah daun pada umur 28, 35, dan 42 HST, serta bobot basah umbi dan berpengaruh sangat nyata terhadap  panjang akar  bawang merah Lembah Palu. Pemberian pupuk hayati mikoriza sebanyak 10g/tanaman memberikan pertumbuhan dan hasil bawang merah Lembah Palu terbaik yang ditunjukan oleh bobot basah akar, nisbah tajuk akar,  jumlah umbi per rumpun dan bobot basah umbi tertinggi serta memberi susut bobot terendah. Bobot basah umbi yang dihasilkan adalah 11,35 g per rumpun.
Pendampingan Penyusunan Dokumen PSETK Desa Doda Kecamatan Lore Utara Kabupaten Poso Sudarto Usuli; Holmes Rolandy Kapuy; Pujiono Pujiono; Ita Mowidu; Gitit I.P Wacana; Ebelhart O. Pandoyu; David S.V.L Bangguna
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 8, No 1 (2024): April 2024
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v8i1.2296

Abstract

ABSTRACTWith the program from the government so that the Village Irrigation Areas in Indonesia compile the Institutional Engineering Socio-Economic Profile (PSETK). Not all of the irrigation areas in Poso Regency are involved in the PSETK program, one of the irrigation areas that received the PSETK program is the irrigation area of Doda village. Based on D.I Doda's search and analysis results, it is known that Doda irrigation has potential land and potential farmer resources that allow for a program to increase productivity of lowland rice farming. The Doda Irrigation only has one P3A. With an active performance of 51% - 75%, this condition shows that the institutions that have been formed have quite an active role in the development and management of agricultural irrigation systems. The administration, which is poorly recorded and organized, has not made a real contribution to the community's economy. Physically, the distribution channels and buildings in D. I Doda are generally structurally damaged but can still function. This happened because of the weak awareness of the farming community to work together to clean weeds which caused the existing condition of the channel and distribution building to be closed, thus disrupting the distribution of water to the rice fields.  ABSTRAKDengan adanya program dari pemerintah agar Daerah Irigasi Desa di Indonesia menyusun Profil Sosial Ekonomi Teknik Kelembagaan (PSETK). Daerah irigasi di Kabupaten Poso tidak semuanya terlibat dalam program PSETK tersebut, salah satu daerah irigasi yang menerima program PSETK adalah daerah irigasi desa Doda. Berdasarkan penyusuran D.I Doda dan hasil analisis diketahui bahwa irigasi Doda memiliki potensi lahan dan sumberdaya petani yang potensial yang memungkinkan untuk program peningkatan produktivitas usaha tani padi sawah. Daerah Irigasi Doda hanya mempunyai satu P3A. Dengan kinerja 51 % - 75% aktif, kondisi ini memperlihatkan kelembagaan yang sudah terbentuk cukup berperan aktif dalam pengembangan dan pengelolaan sistem irigasi pertanian. Administrasi yang kurang tercatat dan tertata, belum memberikan kontribusi nyata bagi ekonomi masyarakat. Secara fisik saluran dan bangunan distribusi yang ada di D. I Doda umumnya mengalami kerusakan struktur namun masih dapat berfungsi. Hal ini disebabkan lemahnya kesadaran masyarakat petani bergotong - royong membersihkan gulma yang menyebabkan kondisi eksisting saluran dan bangunan distribusi tertutup sehingga mengganggu distribusi air ke petak sawah. 
Pengaruh Berbagai Bahan Organik dan Pupuk ZA pada Metode Double Digging Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Bawang Merah Varietas Lembah Palu (Allium cepa L. Var. Aggregatum) Tanari, Yulinda; Prabowo, Bayu Aji; Mowidu, Ita
Indonesian Journal of Agrotech Vol. 8 No. 1 (2023): Jurnal Agrotek Indonesia (Indonesian Journal of Agrotech)
Publisher : Faculty of Agriculture Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33661/jai.v8i1.8359

Abstract

Shallot is a leading horticulture commodity in Indonesia that has long been intensively cultivated. Soil preparation by increasing soil fertility are technologies that can be applied to increase shallot yield. This study aims to determine the effect of the combination of organic matter and ZA fertilizer using the double digging method on the growth and yield of the ‘Lembah Palu’ variety shallots. This research was conducted in Sintuwu Lemba Village, Lage District, Poso Regency from February to June 2020. The study used a factorial randomized block design which consists of two treatment factors. The first factor was the use of organic matter (without organic matter, gliricidia leaves (Gliricidia sepium), banana stems, and rice straw) and the second factor was the dose of ZA fertilizer (without ZA and 400 kg/ha). This study concluded that there was a significant interaction between the types of organic matter and ZA fertilizer dosage in the double-digging method. The application of rice straw without ZA fertilizer in the double digging method gave the highest yield of 2.82 tons/ha. Rice straw as the organic matter gave the highest average growth and yield of shallots although they were not significantly different from gliricidia leaves and banana stems. The application of ZA fertilizer had no significant effect on the growth and yield of shallot.
PENGARUH JUMLAH RORAK TERHADAP PERKEMBANGAN BUAH KAKAO Dewi, Endang Sri; Mowidu, Ita; Nasution, Nadya Putri; ., Toyip
Agropet Vol 21, No 1 (2024): Volume 21 No 1 Tahun 2024
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71127/2828-9250.657

Abstract

ABSTRAK: Perkembangan buah kakao sangat bergantung pada  berbagai faktor salah satunya adalah lingkungan perakaran. Lingkungan perakaran yang baik mampu menyediakan air dan nutrisi untuk proses fotosintesis dan juga secara langsung meningkatkan pertumbuhan buah, salah satu cara untuk memperbaiki kondisi perakaran tanaman kakao adalah dengan membuat rorak. Penelitian ini dilaksanakan di kebun kakao rakyat di Desa Lape Kecamatan Poso pesisir Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. Penelitian ini dilaksanakan mulai bulan April sampai dengan Juli 2022. Penelitian ini disusun menggunakan Rancangan Bujur Sangkar Latin (RBSL) dimana terdapat 4 perlakuan yang diulang sebanyak 4 kali. Aplikasi rorak yang diterapkan adalah 0, 1, 2, dan 4 rorak pertanaman. Tiap unit perlakuan terdiri dari 1 tanaman. Hasil penelitian diketahui bahwa aplikasi rorak tidak memberikan pengaruh nyata pada morfologi pertumbuhan buah kakao pada parameter amatan Panjang tangkai buah kakao, Panjang buah kakao, diameter tangkai buah, diameter buah, serta pada komponen hasil jumlah biji, bobot buah segar, bobot kulit segar, bobot biji kering/buah, bobot biji basah/buah, bobot biji kering/pohon, bobot biji kering/100 biji, jumlah biji kering/100 g dan produksi perhektar (ha). Aplikasi rorak tidak berpengaruh nyata terhadap aktivitas Morfologi buah kakao. ABSTRACT: Cocoa fruit development is highly dependent on various factors, one of which is the root environment. A good root environment can provide water and nutrients for the photosynthesis process and also directly increase fruit growth, one way to improve the condition of cocoa plant roots is to make rorak. This research was conducted in a community cocoa garden in Lape Village, Poso Pesisir District, Poso Regency, Central Sulawesi. This research was conducted from April to July 2022. This research was arranged using a Latin Square Design (RBSL) where there were 4 treatments repeated 4 times. The rorak applications applied were 0, 1, 2, and 4 rorak per planting. Each treatment unit consists of 1 plant. The results of the study showed that the application of rorak did not have a significant effect on the morphology of cocoa fruit growth on the observation parameters of the length of the cocoa fruit stalk, the length of the cocoa fruit, the diameter of the fruit stalk, the diameter of the fruit, as well as on the components of the number of seeds, fresh fruit weight, fresh skin weight, dry seed weight/fruit, wet seed weight/fruit, dry seed weight/tree, dry seed weight/100 seeds, number of dry seeds/100 g and production per hectare (ha). The application of rorak did not have a significant effect on the activity of cocoa fruit morphology.
POROSITAS DAN KADAR AIR TERSEDIA TANAH DI BAWAH TEGAKAN JATI Lutfiana, Lucky; Mowidu, Ita; Dewi HS, Endang Sri
Agropet Vol 21, No 2 (2024): Volume 21 No 2 Tahun 2024
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71127/2828-9250.648

Abstract

ABSTRAK: Penelitian bertujuan untuk mengetahui karakteristik porositas dan Kadar Air tersedia di bawah tegakan tanaman jati di kelurahan Lawanga Tawongan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif.  Sampel tanah utuh dan tidak utuh diambil di bawah tegakan pohon jati di kelurahan Lawanga Tawongan untuk dianalisis sifat fisiknya. Hasil analisis menunjukkan bahwa tanah di bawah tegakan pohon jati di Kelurahan Lawanga Tawongan memiliki rata-rata porositas tanah 55,86%, kadar air tanah jenuh 92,46%, kadar air tanah kapasitas lapangan 85,42%, kadar air tanah titiklayu permanen 13,29% dan kadar air tersedia 72,13% Strategi yang harus diperhatikan dibuat saluran drainase permukaan pada bentang lahan yang datar untuk menghindari terjadinya genangan jika curah hujan tinggi Di Kelurahan Lawanga Tawongan. ABSTRACT: The research aims to find out the physical characteristics of the soil under a stand of teak plants in Lawanga Tawongan village. The research method uses descriptive methods. Whole and incomplete soil samples taken under a teak tree in the Lawanga Tawongan village for analyzed its physical properties. The analysis results show that the soil under the Teak tree in Lawanga Tawongan Village have an average BV soil 1.09 g/cm3, BJ soil 2.49 g/cm3, soil porosity 55.86%, water content saturated soil 92.46%, soil water content field  capacity  85.42%,  water  content  permanent  point  wilt  soil 13.29%, available water content 72.13% and pores drainage 7.05%. The strategy that must be considered is making drainage channels surface on a flat landscape to avoid these happening puddles if rainfall is high in Lawanga Tawongan Village. 
Rekayasa Lingkungan Perakaran Melalui Sistem Rorak untuk Meningkatkan Serapan Hara pada Tanaman Kakao Mowidu, Ita; HS, Endang Sri Dewi
Agropet Vol 19, No 1 (2022): Volume 19 No 1 Tahun 2022
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71127/2828-9250.476

Abstract

Indonesia menjadi negara penghasil biji kakao terbesar ketiga di dunia setelah Pantai Gading dan Ghana. Meskipun demikian, produksi kakao masih rendah jika dibandingkan dengan kedua negara tersebut. Rendahnya produksi kakao antara lain disebabkan oleh produktivitas tanah yang rendah yang tidak mampu menyediakan unsur hara yang cukup untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman kakao. Oleh sebab itu perlu dilakukan rekayasa lingkungan perakaran untuk meningkatkan ketersediaan dan serapan hara oleh tanaman kakao. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun petani di Desa Lape Kecamatan Poso Pesisir pada bulan September sampai Desember 2021. Unit percobaan diatur menurut rancangan bujur sangkar latin (RBSL). Perlakuan yang diterapkan adalah pembuatan rorak pada pertanaman kakao tua klon Sulawesi yang terdiri dari kontrol (tanpa rorak), rorak 1, 2 dan 4. Tiap perlakuan diulang 4 kali dan setiap unit percobaan terdiri dari 1 tanaman sehingga seluruhnya terdapat 16 tanaman percobaan.  Kontribusi penelitian terhadap ilmu pengetahuan adalah (1) memberikan gambaran hubungan rekayasa lingkungan perakaran dengan ketersedian dan serapan hara tanaman kakao; (2) menciptakan teknologi tepat guna dalam meningkatkan produksi kakao. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi rorak pada pertanaman kakao tua meningkatkan kadar N total dan P tersedia dalam tanah. Pada kondisi tanah dengan kandungan bahan kasar tinggi, aplikasi rorak menurunkan kadar C organik dan KTK tanah pada 2 bulan setelah aplikasi. Serapan N tanaman lebih tinggi pada aplikasi rorak, tetapi serapan P lebih rendah pada 2 bulan setelah aplikasi rorak
KAJIAN SIFAT KIMIA TANAH INCEPTISOL YANG DIAPLIKASIKAN KOMPOS DAUN JOHAR SEBAGAI MEDIA TANAM BIBIT KOPI ARABIKA Wulandari, Tri; Mowidu, Ita; Managanta, Andri Amaliel
Agropet Vol 21, No 2 (2024): Volume 21 No 2 Tahun 2024
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71127/2828-9250.658

Abstract

ABSTRAK: Penyediaan bibit kopi arabika yang berkualitas merupakan salah satu faktor yang menentukan produksinya. Aplikasi bahan organik pada media tanam bibit kopi arabika diharapkan dapat memperbaiki sifat kimia tanah dan meningkatkan pertumbuhan bibit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompos daun johar terhadap sifat kimia tanah Inceptisol yang digunakan sebagai media tanam bibit kopi arabika. Aplikasi berbagai dosis kompos daun johar (0, 9, 11, 13 dan 15 g/polybag) yang diulang sebanyak 4 kali ditata menurut rancangan acak kelompok (RAK). Sifat kimia tanah yang diamati meliputi kadar C-organik, kadar N-total, nisbah C/N, kadar P-tersedia, kadar K-tersedia, reaksi tanah (pH) dan KTK tanah. Parameter tanaman yang diamati adalah bobot kering bibit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanah Inceptisol yang diaplikasikan kompos daun johar sebanyak 13 g/polybag meningkatkan nilai pH tanah mendekati netral, C-organik, N-total, P-tersedia, K-tersedia dan KTK tanah, menurunkan nisbah C/N serta meningkatkan bobot kering bibit lebih tinggi pada umur 16 minggu sesudah tanam. ABSTRACT: Provision of quality Arabica coffee seedlings is one of the factors that determine its production. Application of organic materials to the planting medium of Arabica coffee seedlings is expected to improve the chemical properties of the soil and increase seedling growth. This study aims to determine the effect of johar leaf compost on the chemical properties of Inceptisol soil used as a planting medium for Arabica coffee seedlings. Application of various doses of johar leaf compost (0, 9, 11, 13 and 15 g/polybag) which were repeated 4 times were arranged according to a Randomized Block Design (RBD). The observed chemical properties of the soil included organic C content, total N content, C/N ratio, available P content, available K content, soil reaction (pH) and soil CEC. The observed plant parameters were dry weight of seedlings. The results of the study showed that Inceptisol soil that was applied with 13 g/polybag of johar leaf compost increased the soil pH value to near neutral, organic C, total N, available P, available K and soil CEC, reduced the C/N ratio and increased the dry weight of seedlings higher at the age of 16 weeks after planting.