Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Buletin Utama Teknik

PENGARUH LAMA PEMESINAN TERHADAP MUTU PEMESINAN STAINLESS STEEL MENGGUNAKAN PAHAT KERAMIK Abdul Haris Nasution
Buletin Utama Teknik Vol 13, No 1 (2017): Edisi September
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pahat potong keramik telah dikembangkan sebagai alternatif teknologi untuk karbida sementit dalam rangka meningkatkan kecepatan potong dan produktivitas. Struktur keramik ditandai dengan ketahanan panas tinggi dan stabilitas kimia yang unggul. Salah satu perkembangan penting dalam dekade terakhir telah menjadikan pahat berbahan keramik semakin banyak digunakan dalam operasi mesin. Pahat berbahan keramik saat ini digunakan dalam pemotongan logam pada  alumina (Al2O3) atau silikon nitrida (Si3N4), SiAlON. Fokus  penelitian untuk menemukan karakteristik pahat  potong berbahan keramik pada pemesinan stainless steel. Benda kerja material stainless steel bar (austenitik 304) dan komposit keramik (Al2O3 TiC) adalah pahat yang digunakan untuk memotong.  Dua parameter digunakan percobaan ini, pertama kecepatan potong adalah konstan dan waktu mesin perubahan. Kedua tingkat pakan adalah perubahan. Eksperimental ini adalah untuk menemukan kinerja alat pemotong pada kekasaran permukaan dalam stainless steel mesin. Dari percobaan itu menemukan bahwa jika peningkatan waktu mesin akan memberikan peningkatan keausan pahat  dan memberikan efek kekasaran permukaan material benda kerja.
EFEK PEMAKANAN TERHADAP KEKASARAN PERMUKAAN TERMESIN DARI BAHAN BAJA KARBON PADA PROSES SEKRAP Suhardi Napid; Abdul Haris Nasution; Muksin R. Harahap
Buletin Utama Teknik Vol 17, No 2 (2022): Edisi Januari
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan riset ini untuk mengkaji pemakanan terhadap kekasaran permukan hasil pemesinan dari baja karbon. Pengujian dilakukan dengan variasi pemakanan (feeding) 0,18 mm/s, 0,38 mm/s dan 0,58 mm/s dengan kecepatan potong dan kedalaman potong konstan yang mana memiliki 18 spesimen terdiri dari 9 spesimen untuk karbon rendah dan kemudian 9 spesimen karbon tinggi. Data yang dihasilkan dari eksperimen dianalisa dengan menggunakan statistik. Hasil pemesinan dari eksperimen menunjukkan bahwa nilai kekasaran permukaan rata-rata diperoleh pada kondisi pemotongan optimum pada baja karbon rendah adalah 5,45 mm, 5,93 mm, 6,93 mm dan kemudian dengan kondisi pemotongan optimum pada baja karbon tinggi 6.20 mm, 7,30 mm, 7,50 mm. Oleh karena itu, Hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa kondisi pemotongan yang optimum untuk baja karbon rendah memberikan kualitas permukaan hasil pemesinan lebih baik dibandingkan dengan  kondisi pemotongan optimum untuk baja karbon tinggi dan  juga dibuktikan secara statistik.
PENGARUH CUTTING SPEED TERHADAP KEAUSAN MATA PAHAT KARBIDA CVD BERLAPIS PADA PEMBUBUTAN BAJA AISI 1045 Ikhsan Ikhtiardi; Muksin R. Harahap; Abdul Haris Nasution
Buletin Utama Teknik Vol 18, No 2 (2023): Edisi Januari
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keausan pahat merupakan hal yang harus diperhatikan dalam perencanaan proses pemesinan. Keausan terjadi akibat adanya gesekan antara pahat dan benda kerja maupun antara pahat dengan geram. Keausan mata pahat  adalah hal yang harus diperhatikan dalam proses. Pada pembubutaan ini benda kerja yang digunakan adalah Baja AISI 1045 dengan pahat bubut karbida CVD berlapis dengan panjang pemotongan 145 mm pada setiap pemotongan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan memvariasikan 5 kecepatan potong yng berbeda yaitu 100 m/min, 125 m/min, 150 m/min, 175 m/min, dan 200 m/min, kedalaman potong tetap 1 mm dengan feeding 0,2 mm/rev. dan pengukuran keausan mata pahat menggunakan mikroskop dino lite. Hasil analisa data menyatakan bahwa semakin lambat kecepatan potong maka semakin tinggi tingkat keausan mata pahat, sebaliknya jika semakin cepat potong maka semakin rendah tingkat keausan mata pahat.