Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

KAJIAN PRINSIP ARSITEKTUR HIJAU PADA BANGUNAN APARTEMEN SAMARA SUITES DI JAKARTA Muhammad Ridha Faishal; Anggana Fitri Satwikasari
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 5, No 1 (2021): Purwarupa Vol 5 No 1 Maret 2021
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK. Kajian ini membahas penerapan prinsip arsitektur hijau pada bangunan apartemen CitraLake Suites di Jakarta. Hal yang melatarbelakangi pentingnya kajian ini adalah disebabkan kebutuhan akan tempat tinggal yang sangat penting bagi setiap orang, apalagi dengan semakin tingginya angka urbanisasi membuat kebutuhan akan ruang semakin bertambah, serta memicu adanya perbedaan pertumbuhan atau ketidakmerataan fasilitas-fasilitas dari perkembangan pembangunan. Adanya keterbatasan lahan juga menjadi timbulnya sebuah permasalahan yang pelik. Oleh sebab itu, untuk mengoptimalkan lahan yang terbatas maka pembangunan secara vertikal semakin gencar dilakukan, salah satunya dengan pembangunan apartemen. Permasalahan dari penelitian ini adalah bagaimana penerapan prinsip-prinsip arsitektur hijau pada bangunan Apartemen. Tujuan kajian ini adalah untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan prinsip-prinsip arsitektur hijau dan penerapannya pada studi kasus yang diteliti. Obyek penelitian merupakan apartemen CitraLake Suites. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan menganalisis penerapan prinsip-prinsip arsitektur hijau pada studi kasus tersebut. Hasil dari kajian ini adalah Apartemen yang diteliti sudah didesain dengan memanfaatkan kondisi alam, serta menggunakan material yang ramah lingkungan. Selain itu, bangunan ini menerapkan konsep hemat energi yang merespon terhadap lingkungan (tapak) dan pengguna. Berdasarkan interpretasi pada studi kasus yang diteliti, arsitektur hijau dapat diinterpretasikan sebagai bangunan yang sustainable (berkelanjutan), earth friendly (ramah lingkungan) dan high performance building (bangunan dengan performa sangat baik). Kata Kunci: prinsip, arsitektur hijau, apartemen, ramah lingkungan, bangunan ABSTRACT. This study discusses the application of green architectural principles in CitraLake Suites apartment building in Jakarta. The reason behind the importance of this study is because the need for housing is very important for everyone, especially with the higher urbanization rate makes the need for space increasing, and triggers differences in growth or inequality of facilities from development development. The existence of land limitations is also the emergence of a complicated problem. Therefore, to optimize limited land, vertical development is increasingly carried out, one of which is with the construction of apartments. The problem of this research is how the application of green architectural principles in Apartment buildings. The purpose of this study is to identify and describe the principles of green architecture and its application to the case studies studied. The research object is CitraLake Suites apartment. The research method used is descriptive qualitative, by analyzing the application of green architectural principles in the case study. The result of this study is that the apartment studied has been designed by utilizing natural conditions, as well as using environmentally friendly materials. In addition, the building applies an energy-efficient concept that responds to the environment (footprint) and users. Based on the interpretation of the case study, green architecture can be interpreted as a sustainable building, earth friendly and high performance building. Keywords: principle, green architecture, apartments, eco-friendly, sustainable buildings
PENERAPAN KONSEP TEKTONIKA BAMBU SEBAGAI MATERIAL BERKELANJUTAN PADA PASAR HARAPAN JAYA BEKASI Faisal akbar; Lily Mauliani; Anggana Fitri Satwikasari
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 3, No 4 (2019): Purwarupa Vol 3 No 4 September 2019
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK. Pasar Tradisional dianggap sebagai salah satu prasarana yang membawa citra buruk bagi estetika kota. Begitu pula kondisi pasar Harapan Jaya saat ini. Pengelolaan dan manajemen pasar yang buruk, sarana dan prasarana yang sangat minim dan ketidaknyamanan berbelanja (kumuh, semrawut, becek, kotor) menjadi permasalahan klasik yang menyebabkan ketidaknyamanan berbelanja. Metode penyusunan konsep yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Landasan teori yang terkait baik secara arsitektural maupun non arsitektural dimulai dari pengumpulan data sampai dengan pengolahan data secara faktual. Penyusunan konsep penerapan tektonika bambu sebagai material berkelanjutan pada Pasar Harapan Jaya adalah bertujuan untuk menerapkan bambu sebagai material bangunan yang hemat energi, dan pemeliharaan bahan bangunan pasar yang tidak mencemari lingkungan dan juga dapat menjadikan pasar yang tertata, ramah lingkungan, aman dan nyaman serta mengangkat citra pasar tradisional menjadi baik dan memberikan kemajuan perekonomian di Kota Bekasi.
Tinjauan Arsitektur Ekologis Pada Pusat Otomotif (Audi Centre, Singapura) Agung Setiawan; Anggana Fitri Satwikasari
Journal of Architectural Design and Development (JAD) Vol 2 No 1 (2021): JAD
Publisher : Program Sarjana Arsitektur Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/jad.v2i1.4343

Abstract

Perkembangan dunia modifikasi pada bidang otomotif, sudah mulai banyak diminati dari berbagai lapisan, tidak hanya pria yang gemar memodifikasi, tetapi sudah mulai diminati oleh perempuan, baik tua maupun muda. Mereka saling bersaing dalam menyalurkan ide-idenya memodifikasi kendaraannya. Melhat itu kebutuhan akan pusat otomotif menjadi lebih besar, karena adanya aktifitas penggemar modifikasi yang sangat antusias. Pusat otomotif didominasi buangan gas polutan , suara bising, yang menimbulkan dampak buruk bagi lingkungan dan orang sekitar. Adanya permasalahan tersebut diperlukannya tinjauan bangunan pusat otomotif berekologis dalam perencanaannya. Arsitektur ekologis ialah ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara manusia dan lingkungannya dalam merancang suatu bangunan dengan memperhatikan aspek alam sekitar. Pada penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif yang melakukan peneylidikan secara rinci dari permasalahan pada suatu objek. Setelah dilakaukan pengamatn terhadap studi kasus bangunan Audy Singapore. Pemilihan studi kasus bangunan ini terletak di singapore, mengingat negara tersebut sangat mengedepankan prinsip arsitektur berkelanjutan dan Bangunan ini juga menggunakan material baru yang ramah lingkungan serta desain yang memperhatikan konsep ekologis. Dapat disimpulkan bahwa bangunanan terebut sudah hampir mendekatkan konsep arsitektur ekologis. Dengan adanya pemilihan material pada fasadnya dan mempertahan kondisi lokal dalam perancangannya.
Kajian Konsep Arstiektur Surya Pasif Pada Bangunan Mall Bintaro Jaya Xcange Barrery Reza Bumi; Anggana Fitri Satwikasari
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 6, No 1 (2022): Purwarupa Vol 6 No 1 Maret 2022
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia mempunyai 2 musim sepanjang tahunnya, yaitu musim kemarau (kering) dan musim hujan (basah). Berdasarkan letak geografisnya. Indonesia menjadi salah satu negara yang beriklim tropis. Sinar matahari di daerah yang beriklim tropis sering kali membuat rumah-rumah atau bangunan di Indonesia menjadi tempat yang kurang nyaman bagi penggunanya. Hal tersebut dikarenakan kurangnya bukaan-bukaan sirkulasi udara maupun sirkulasi cahaya dan berdampak pada penggunaan AC yang berlebihan pada bangunan, salah satunya dapat dilihat pada bangunan-bangunan mall di Indonesia. Kondisi tersebut membuat bangunan mall di indonesia mayoritas menggunakan energi yang sangat besar karena membutuhkan penghawaan dan pencahayaan buatan baik saat siang maupun malam hari. Salah satu solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan menerapkan desain pasif pada bangunan, termasuk diantaranya adalah konsep Arsitektur Surya Pasif. Konsep surya pasif dapat meningkatkan kualitas kenyamanan bagi para pengunjung mall ini. Penelitian ini dilakukan pada bangunan mall yang kemungkinan menggunakan konsep surya pasif. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. dimana penulis mendeskripsikan dan mengidentifikasikan setiap Elemen desain yang mendukung penerapan konsep arsitektur surya pasif pada bangunan mal tertentu. Studi kasus pada penelitian ini adalah Bintaro Jaya Xchange Mall yang terletak di Jl. Lingkar Tol, CBD Boulevard Bintaro Jaya Sektor 7, Tangerang 15227 Indonesia. Diharapkan penelitian ini bisa bermanfaat sebagai acuan bagi Khalayak umum, khususnya para arsitek untuk dapat merancang bangunan mall yang merespon pada kondisi iklim setempat dan mampu mengoptimalkan keberadaan energi terbarukan, yaitu matahari.
KAJIAN KONSEP ARSITEKTUR BIOKLIMATIK PADA BANGUNAN KANTOR ROBINSON TOWER SINGAPURA Muhammad Ibnu Fachry; Anggana Fitri Satwikasari
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 6, No 1 (2022): Purwarupa Vol 6 No 1 Maret 2022
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Arsitektur bioklimatik adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara iklim dengan suatu rancangan bangunan. Bangunan bioklimatik adalah bangunan yang mengusung desain penggunaan teknik hemat energi dengan memanfaatkan iklim setempat dan data meteorologi, hasilnya adalah bangunan memiliki interaksi terhadap lingkungan dan penggunanya. Tujuan penelitian ini untuk Mengetahui prinsip – prinsip arsitektur bioklimatik, mengidentifikasi penerapan parameter konsep desain arsitektur bioklimatik, mengetahui prinsip arsitektur bioklimatik yang paling banyak diterapkan. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui sumber sekunder yaitu studi literatur. Penerapan arsitektur bioklimatik pada bangunan perkantoran dapat berdampak positif bagi pekerja di bangunan tersebut.
KAJIAN KONSEP ARSITEKTUR BIOKLIMATIK PADA BANGUNAN EXPO ICE BSD, TANGERANG Sulistiowati Sulistiowati; Anggana Fitri Satwikasari
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 7, No 1 (2023): Purwarupa Vol 7 No 1 Maret 2023
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/purwarupa.7.1.35-42

Abstract

ABSTRAK. Tingginya kenaikan laju pemanasan global tidak bisa dipungkiri dari fakta bahwa bumi dan manusia dalam bahaya karna efek dari pemanasan global. Dalam kurun waktu 50 tahun terakhir, suhu di muka bumi mengalami kenaikan yang sangat ekstrem sehingga membuat manusia memikirkan segala cara seperti menciptakan berbagai macam teknologi dan pengetahuan untuk mengurangi kenaikan laju pemanasan global seperti mengurangi penggunaan gas emisi atau gas karbon dioksida, mengurangi penggunaan efek rumah kaca serta memperbanyak RTH (Ruang Terbuka Hijau) sehingga peran arsitek sangat penting dalam mengurangi efek dari pemanasan global. Telah ditemukan prinsip arsitektur yang dapat mengurangi kelajuan pemanasan global yaitu arsitektur bioklimatik yang mengusung mengadaptasikan bangunan pada lingkungan sekitarnya sehingga mengurangi pemakaian energi listrik. Tujuan dari penelitian ini ialah mengkaji dan menganalisis prinsip arsitektur bioklimatik pada bangunan expo, di mana bangunan expo yang merupakan tempat berkumpulnya sekelompok manusia sehingga sangat penting mengutamakan kenyamanan pengguna bangunan tersebut. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif yang dikumpulkan dari data sekunder dan primer seperti literatur serta data survei menuju lokasi studi kasus ICE BSD, Tangerang. Menerapkan analisis dari 6 prinsip arsitektur bioklimatik menurut Ken Yeang dengan menyertakan keterangan dan penjelasan. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa ICE BSD menerapkan 75% dari prinsip arsitektur bioklimatik menurut Ken Yeang sehingga dapat dikatakan bahwa bangunan ICE BSD telah menerapkan konsep arsitektur bioklimatik dan berpartisipasi dalam mengurangi kenaikan laju pemanasan global di dunia. Kata Kunci: Arsitektur, Bioklimatik, Perubahan Iklim, ExpoABSTRACT. The high increase in the rate of global warming cannot be denied by the fact that the earth and humans are in danger because of the effects of global warming. In the last 50 years, the temperature on earth has risen so extremely that it has made people think of all kinds of ways, such as creating various kinds of technology and knowledge to reduce the increase in the rate of global warming, such as reducing the use of emission gases or carbon dioxide gas, reducing the use of the greenhouse effect. as well as increasing GOP (Green Open Space) so that the role of architects is very important in reducing the effects of global warming. An architectural principle has been found that can reduce the rate of global warming, namely bioclimatic architecture which carries out adapting buildings to their surrounding environment to reduce the use of electrical energy. The purpose of this research is to examine and analyze the principles of bioclimatic architecture in the expo building, where the expo building is a gathering place for a group of people so it is very important to prioritize the comfort of the building users. By using a qualitative descriptive method collected from secondary and primary data such as literature and survey data to the ICE BSD case study location, Tangerang. Applying an analysis of the 6 principles of bioclimatic architecture according to Ken Yeang by including descriptions and explanations. The results of the study show that ICE BSD applies 75% of the principles of bioclimatic architecture according to Ken Yeang so it can be said that the ICE BSD building has implemented the concept of bioclimatic architecture and participated in reducing the increase in the rate of global warming in the world. Keywords: Architecture, Bioclimatic, Climate Change, Expo
KAJIAN KENYAMANAN TERMAL PADA PASAR BABELAN BERDASARKAN PERSEPSI PENGGUNA Andiani Imantaka; Anggana Fitri Satwikasari
Journal of Architectural Design and Development (JAD) Vol 4 No 1 (2023): JAD
Publisher : Program Sarjana Arsitektur Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/jad.v4i1.7419

Abstract

Menurut Peraturan Presiden No. 112 tahun 2007, pasar tradisional adalah pasar yang dibangun dan dikelola oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN, BUMD dan pihak swasta yang tempat usahanya berupa kios, toko, tenda, dan los yang dimiliki atau dikelola oleh pedagang kecil, menengah, koperasi, swadaya masyarakat yang proses jual belinya dilakukan lewat proses tawar menawar. Karena adanya kegiatan jual dan beli tentunya banyak pengguna bangunan pada bangunan ini, hal ini akan mempengaruhi kenyamanan termal pada bangunan pasar tradisional. Pada penelitian ini kenyamanan termal diukur berdasarkan persepsi pengguna bangunan yaitu pedagang dan pembeli. Variabel pada penelitian ini adalah faktor yang mempengaruhi kenyamanan termal pada bangunan yaitu parameter suhu udara, radiasi matahari, kecepatan udara dan kelembaban udara berdasarkan persepsi pengguna. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif dengan pengambilan data yaitu menyebarkan kuesioner, wawancara dan observasi pada bangunan. Kajian ini diharapkan dapat memberikan informasi mengenai kenyamanan termal pada bangunan Pasar Babelan sebagai studi kasus berdasarkan persepsi pengguna bangunan.
PREFERENSI WARNA DINDING RUANG DALAM PADA HUNIAN UNTUK MENGURANGI GEJALA GANGGUAN MENTAL BAGI PARA WANITA PASCABERSALIN Yeptadian Sari; Anggana Fitri Satwikasari; Yana Adharani
NALARs Vol 22, No 2 (2023): NALARs Volume 22 Nomor 2 Juli 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/nalars.22.2.161-168

Abstract

Inetrior merupakan bagian penting dari sebuah ruang yang dapat mempengaruhi pengguna ruangnya, dapat bermanfaat maupun merugikan penghuninya. Penghuni sebuah ruang bisa memiliki kondisi kesehatan yang bermacam-macam, salah satunya adalah keadaan penghuni wanita yang baru saja melahirkan yang memiliki kondisi khusus yang dapat mengakibatkan gangguan mental, yaitu keadaan yang biasa disebut sebagai baby blues, depresi pascapersalinan, dan atau psikosis pascabersalin. Banyak usaha penyembuhan di sekitar lingkungan wanita pascabersalin untuk mengurangi gejala gangguan mental tersebut, salah satunya dengan memperhatikan arsitektur di lingkungan wanita tersebut, termasuk diantaranya adalah dengan mengetahui warna-warna pada ruang dalam yang digunakan oleh para wanita pascapartum untuk mencegah terjadinya gangguan mental. Penelitian ini bermaksud untuk mencari tahu warna-warna yang dapat mempengaruhi suasana hati dan mencegah terjadinya gangguan mental pada wanita pascabersalin. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif statistik deskriptif. Penelitian ini menemukan bahwa di antara warna primer, sekunder dan perpaduan antara keduanya, warna yang disepakati dapat memperbaiki suasana hati dan mencegah gangguan mental pada penghuninya adalah warna kuning, biru dan hijau. Berdasarkan roda gradasi warna, ditemukan pula bahwa selain warna primer, sekunder dan perpaduannya, warna-warna tersier seperti warna krem yang merupakan perpaduan antara kuning dan putih, merah muda yang merupakan perpaduan antara merah dan putih dan hijau muda yang merupakan perpaduan antara warna biru, kuning dan putih, juga merupakan warna yang dianggap mampu mengurangi gejala gangguan mental pascapersalinan.
Penanggulangan Gejala Stres Pasca Melahirkan Melalui Desain Arsitektural Untuk Komunitas Ibu Hebat Jabodetabek Anggana Fitri Satwikasari; Yeptadian Sari; Nur Romdhona; Karlina Rohadatul Aisy
Jurnal Abdi Masyarakat (JAM) Vol 9, No 1 (2023): JAM (Jurnal Abdi Masyarakat)-September 2023
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/jam.v9i1.18775

Abstract

Post-partum Depression atau PPD adalah depresi yang terjadi setelah melahirkan disebabkan oleh ketidakseimbangan zat kimia di otak dan dialami oleh 10% ibu yang melahirkan. Ibu pasca melahirkan dapat mengalami stres dikarenakan beberapa penyebab, salah satunya adalah kualitas tempat tinggal yang kurang nyaman. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan bagi para ibu yang sedang hamil maupun baru saja melahirkan mengenai upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi stres dan meningkatkan mood mereka. Upaya-upaya ini difokuskan pada penyuluhan dan konsultasi ide-ide penataan ulang ruang dalam dan ruang luar hunian yang sekiranya dapat dilakukan oleh masing-masing ibu. Dari sekitar 15-25 anggota Komunitas Ibu Hebat yang berlokasi di Perumahan Bumi Cimanggis Indah 2 Kota Depok, sebagian besar mengeluhkan beberapa permasalahan di hunian mereka seperti buruknya kualitas pencahayaan dan penghawaan alami, keberadaan vegetasi/penghijauan yang kurang, dan sulitnya aksesibilitas ruang tidur ke fasilitas lain di dalam rumah seperti kamar mandi dan dapur. Tim pengabdian kepada masyarakat kemudian mengusulkan 2 opsi perubahan tata ruang dalam dan luar yang dapat diupayakan para ibu dengan harapan jika hunian mereka lebih sesuai dengan kebutuhan kenyamanan para ibu, maka kualitas kebahagiaan keluarga mereka juga dapat meningkat.