Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : JURNAL KONFIKS

ANALISIS LITERASI DIGITAL MELALUI APLIKASI VIRTUAL CLASS UNTUK MENIGKATKAN KOMPETENSI DIGITAL PADA SISWA SMAS Yulis Setyowati; Surya Priyambudi; Muhammad Harist Murdani
JURNAL KONFIKS Vol 9, No 2 (2022): KONFIKS
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN PADA MASYARAKAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/konfiks.v9i2.9192

Abstract

Literasi digital dapat digunakan untuk menciptakan pembelajaran yang komprehensif dan inovatif. Saat ini guru perlu mengembangkan kreativitas belajar dengan bantuan teknologi digital. Berlandaskan pada latar belakang tersebut, dapat ditinjau dari beberapa latarbelakang masalah sebagai berikut: 1)Bagaimana tingkat literasi digital siswa SMAS Wijaya Putra Surabaya berdasarkan aspek Internet Searching pada aplikasiVirtual Class?; 2) Bagaimana tingkatliterasi digital siswa SMAS Wijaya Putra Surabaya berdasarkan aspek Hypertextual Navigation pada aplikasi Virtual Class?; 3) Bagaimana tingkat literasi digital siswa SMAS Wijaya Putra Surabaya berdasarkan aspek Content Evaluation pada aplikasi Virtual Class?; 4) Bagaimana tingkat literasi digital siswa SMAS Wijaya Putra Surabaya berdasarkan aspek Knowledge Assembly pada aplikasi Virtual Class?. Dari permasalahan yang sudah di kemukakan di atas, penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat kompetensi literasi digital pada aplikasi Virtual Class terhadap siswa SMAS Wijaya Putra Surabaya yang ditinjau berdasarkan aspek Internet Searching, Hypertextual Navigation, Content Evaluation,dan Knowledge Assembly. Literasi digital adalah kemampuan untuk memperoleh, mengetahui, dan menggunakan sumber dari berbagai sumber dalam bentuk digital. Penelitian ini dilakukan secara kuantitatif dan data dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif atau jenis penelitian ini sering disebut penelitian kuantitatif deskriptif. Karena metode ini didasarkan pada data penelitian berupa angka-angka dan statistik yang digunakan dalam analisis, maka metode ini bersifat kuantitatif.. Berlandaskandari hasil analisis dapat ditarikkesimpulan bahwa literasi digital siswa masih berada pada tingkatan yang memadai.