Eka Setia Nugraha
Fakultas Teknik Telekomunikasi & Elektro, Institut Teknologi Telkom Purwokerto

Published : 18 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Perancangan Antena Mikrostrip Rectangular Array Untuk Teknologi 5G Pada Frekuensi 28 GHz Nurina Leila Yusup; Eka Setia Nugraha; Petrus Kerowe Goran
InComTech : Jurnal Telekomunikasi dan Komputer Vol 11, No 2 (2021)
Publisher : Department of Electrical Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/incomtech.v11i2.10814

Abstract

Teknologi 5G memanfaatkan spektrum millimeter wave untuk menyediakan kapasitas, kecepatan data, dan cakupan yang luas untuk koneksi secara menyeluruh.  3GPP release 15 menyatakan teknologi beamforming dapat memenuhi karakteristik jaringan 5G karena dapat meningkatkan 5G broadcast dan traffic beam coverage. Beamforming merupakan proses penggabungan sinyal pada elemen array untuk membentuk sinar radiasi (beam radiation) dan menyelaraskan fasa sinyal untuk membentuk beam pada arah tertentu. Butler matrix adalah salah satu teknik yang digunakan pada beamforming yang bertujuan untuk mendapatkan beda fasa disetiap elemen dari antena yang dirancang, sehingga arah radiasi yang dihasilkan dapat fokus pada arah yang dibutuhkan. Pada penelitian ini dirancang antena mikrostrip rectangular array dengan pemodelan MIMO 4x4 dan metode butler matrix. Perancangan butler matrix 4x4 menggunakan 2 skenario perancangan, kemudian menentukan skenario terbaik untuk digabungkan dengan antena mikrostrip array MIMO 4x4. Hasil simulasi didapatkan return loss pada pada elemen 1, elemen 2, elemen 3 dan elemen 4 sebesar -14,504 dB, -6,71 dB, -6,79 dB dan -15,129 dB. VSWR sebesar 1,46; 2,716; 2,687 dan 1,424. Gain sebesar11,1 dBi; 10,8 dBi; 10,8 dBi dan 11 dBi. Pola radiasi secara unidirectional dengan arah radiasi antena yang berbeda-beda, dilihat dari sudut pandang elevasi arah pancar utama pada sudut 0,0o; 8,0o; 8,0o; dan 22,0o. Hal ini membuktikan bahwa penggunaan butler matrix 4x4 pada perancangan antena mikrostrip array MIMO 4x4 dapat meningkatkan nilai gain dan mendapatkan pola radiasi antena yang terarah dengan arah radiasi yang berbeda-beda.
Analisis Optimasi Perencanaan Ulang Access Point Wifi Dengan Model Pathloss COST 231 Multi Wall dan Metode Offered Bit Quantity (OBQ) Studi Kasus Gedung Telematika ITTP Muntaqo Alfin Amanaf; Eka Setia Nugraha; Lina Azhari
Journal of Telecommunication, Electronics, and Control Engineering (JTECE) Vol 1 No 01 (2019): Journal of Telecommunication, Electronics and Control Engineering (JTECE)
Publisher : LPPM Institut Teknologi Telkom Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20895/jtece.v1i01.39

Abstract

IT Telkom Purwokerto (ITTP) merupakan salah satu perguruan tinggi yang memanfaatkan jaringan WiFi untuk civitas akademiknya. Namun pada beberapa area masih terdapat pengguna yang mendapatkan kuat sinyal dengan kategori buruk. Dari jumlah access point (AP) existing sebanyak 15 AP masih terdapat area yang belum ter-cover jaringan WiFi dengan baik. Hal tersebut dibuktikan dengan hasil simulasi AP existing yang menunjukan nilai Receive Signal Level (RSL) pada lantai 2 dan lantai 3 sebesar -74 dBm dan -79 dBm dimana nilai RSL tersebut dikategorikan buruk sehingga perlu dilakukan optimasi penempatan access point pada gedung penelitian. Penelitian ini melakukan perhitungan coverage (cakupan wilayah) dengan metode COST 231 Multi wall model dan capacity (kapasitas pengguna) dengan metode OBQ untuk mendapatkan jumlah AP. Berdasarkan perhitungan, didapatkan jumlah AP sebanyak 26 AP dari perhitungan coverage dan 20 AP dari perhitungan capacity. Dari jumlah AP yang didapatkan kemudian disimulasikan menggunakan simulator RPSv5.4 dengan frekuensi 2,4 GHz dan model propagasi COST 231 Multiwall. Untuk mengetahui jumlah AP dan penempatan AP yang optimal maka dilakukan perbandingan 4 skenario penempatan dengan melihat hasil parameter RSL dan Signal Interference Ratio (SIR). Hasil yang didapat berdasarkan perhitungan, terdapat penambahan jumlah AP dari 15 AP menjadi 26 AP serta pergeseran letak AP agar seluruh area ter-cover dengan baik. Dari hasil RSL dan SIR pada simulasi optimasi, jumlah AP yang optimal yaitu 26 AP dengan posisi AP ditempatkan ditepi bagian depan dengan hasil RSL pada keseluruhan lantai sebesar -27,27 dBm dan SIR sebesar 4,05 dB.
Asymmetric-Slit Method on WiFi Antenna with 2.4 GHz and 5 GHz Frequency Petrus Kerowe Goran; Eka Setia Nugraha
IJITEE (International Journal of Information Technology and Electrical Engineering) Vol 4, No 2 (2020): June 2020
Publisher : Department of Electrical Engineering and Information Technology,Faculty of Engineering UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijitee.55811

Abstract

Wireless Fidelity (WiFi) devices are often used to access the internet network, both for working and in information searching. Accessing the internet can be administered anywhere provided that the area is within the WiFi devices range. A WiFi device uses 2.4 GHz and 5 GHz operating frequencies. There were several methods employed in the previous studies so that an antenna design could work in two different frequencies, i.e., winding bowtie method, Sierpinski method, and double-circular method. This paper employed a simple method, the slit method. The objective of this paper is to discover a simple antenna model that works on 2.4 GHz and 5 GHz frequencies. This paper employed a square patch microstrip antenna with a slit method. The dimensions of the designed square patch microstrip antenna were 42.03 mm × 27.13 mm × 0.035 mm. The antenna worked at 2.4 GHz and 5 GHz frequencies. The obtained simulation results after the optimization showed that the square patch microstrip antenna using the slit method acquired a value of S11 (return loss) of -10.15 dB at a frequency of 2.4 GHz and -37.315 dB at a frequency of 5 GHz.
RANCANG BANGUN ANTENA MIKROSTRIP RECTANGULAR DENGAN METODE FRACTAL SIERPINSKI UNTUK TEKNOLOGI LONG TERM EVOLUTION 2300 MHz Eka Setia Nugraha; Ilham Januar Ramdhani; Petrus Kerowe Goran
Jurnal Elektro dan Telekomunikasi Terapan (e-Journal) Vol 8 No 1 (2021): JETT Juli 2021
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/jett.v8i1.3750

Abstract

The technology currently developing is Long Term Evolution (LTE) which works at the frequencies of 1800 MHz, 2100 MHz, and 2300 MHz. To support LTE technology, an antenna design that conforms to LTE specifications is needed, one of which is a microstrip antenna that supports Multiple Input Multiple Output (MIMO), which in this type allows it to use more than one antenna, both on the transmitter and receiver ( receiver). Because it is possible to use more than one antenna. In this study, using a MIMO microstrip antenna model with the fractal sierpinski method which aims to increase the value of the bandwidth so that it can perform a fast data transmission. In this antenna, the value of the return loss parameter is obtained with a value of -12.05 dB for antenna 1 and -16.75 dB for antenna 2 measurement results, and in the simulation results produce a value of -14.88 dB, for the impedance value the antenna measurement value is obtained. 1, namely 32.33 Ohm and antenna 2 43.4 Ohm, for the simulation it produces a value of 50 Ohm, for the gain during the simulation it produces a value of 5.084 dB and the measurement results in a value of 2.7 dB, for the simulation bandwidth value is 20 MHz, and at When the measurement of antenna 1 yields a value of 18 MHz and antenna 2 is 15 MHz, and the radiation pattern for the simulation and measurement results shows that the radiation pattern is unidirectional.
Perancangan Dan Analisis Antena Mikrostrip Mimo Circular Pada Frekuensi 2.35 GHz Untuk Aplikasi LTE Imam M.P Budi; Eka Setia Nugraha; Andika Agung
JURNAL INFOTEL Vol 9 No 1 (2017): February 2017
Publisher : LPPM INSTITUT TEKNOLOGI TELKOM PURWOKERTO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20895/infotel.v9i1.130

Abstract

LTE (long Term Evolution) merupakan teknologi komunikasi wireless generasi keempat yang saat ini sedang mengalami perkembangan. Salah satu perangkat yang sangat dibutuhkan pada teknologi tersebut adalah antenna. Teknik yang digunakan adalah teknik MIMO. Teknik MIMO menggunakan multiantena baik di sisi transmitter maupun di sisi receiver dengan koefisien korelasi di bawah 0.2. Untuk menghasilkan nilai koefisien korelasi di bawah 0.2, antena menggunakan ?/2 untuk jarak antar dua antena. Perancangan dan realisasi antena pada skripsi ini dipergunakan untuk aplikasi LTE yang bekerja pada frekuensi 2.3 GHz sampai 2.4 GHz. Simulasi antena menunjukkan frekuensi kerja yang direncanakan yaitu antara 2.3 GHz – 2.4 GHz, memiliki Return Loss -38.582 dB dan VSWR 1.0238 pada frekuensi tengah 2.350 MHz, gain sebesar 4.332 dBi. Hasil pengukuran antena satu terdapat pergeseran frekuensi dari 2.300 MHz - 2.400 MHz menjadi 2.310 - 2.384 MHz, antena  ini memiliki  Return  Loss -35.476 dB dan VSWR 1.034. Bandwidth 74 Mhz. Untuk antena dua terdapat pergeseran frekuensi menjadi 2.310 - 2.382 MHz, dengan Return  Loss -33.637 dB  dan VSWR  1.042. Bandwidth 72 MHz. Pada frekuensi 2.35 GHz gain sebesar 8 dBi dengan pola radiasi unidirectional dan polarisasi elips. Dari perancangan dan analisis tersebut, maka antena ini dapat digunakan sebagai antena teknologi LTE.
Penerapan Kartu Elektronis Berbasis Near Field Communication (NFC) Pada Sistem Keamanan Pintu Rumah Cerdas Danny Kurnianto; Eka Setia Nugraha; Vencentius Krisma Ekaristi
JURNAL INFOTEL Vol 9 No 1 (2017): February 2017
Publisher : LPPM INSTITUT TEKNOLOGI TELKOM PURWOKERTO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20895/infotel.v9i1.150

Abstract

Berdasarkan data laporan Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2015 bahwa angka kejadian tindak pencurian di Indonesia sampai tahun 2014 masih tergolong tinggi. Salah satu faktor yang menyebabkan hal ini adalah kurangnya penerapan sistem keamanan pintu elektronis di rumah-rumah penduduk. Penggunaan kartu elektronis berbasis Near Field Communication (NFC) menjadi pilihan yang sesuai karena teknologi NFC memberikan jaminan keamanan yang lebih baik untuk teknologi yang sejenis dengan konsumsi daya yang rendah. Proses otentifikasi sistem keamanan pintu elektronis dilakukan dengan membaca kode unik dari kartu NFC Tag yang akan dicocokkan dengan kode unik kartu NFC di basis data sistem. Jika hasil otentifikasi telah benar, Arduino sebagai pusat pengendali akan mengaktifkan solenoid lock door sehingga pintu akan terbuka. Hasil pengujian sistem menunjukkan bahwa jarak pembacaan sesungguhnya dari kartu NFC Tag sebesar 7 cm dengan jangkauan sudut pembacaan antara 0o - 85o. Tingkat keberhasilan sistem dalam melakukan proses otentifikasi sebesar 100%.
Analisis Pengaruh T-Shaped Slot terhadap Kualitas Parameter Antena Mikrostrip menggunakan Computer Simulation Technology (CST) dan Advanced Design System (ADS) untuk Aplikasi Wi-Fi Eka Setia Nugraha; Widyana Paramitha; Norma Amalia
JURNAL INFOTEL Vol 9 No 3 (2017): August 2017
Publisher : LPPM INSTITUT TEKNOLOGI TELKOM PURWOKERTO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20895/infotel.v9i3.237

Abstract

Antena mikrostrip banyak digunakan karena memiliki beberapa keunggulan diantaranya yakni memiliki dimensi yang kecil dan bobot yang ringan. namun antena ini juga memiliki kekurangan yakni bandwidth yang terbatas serta gain yang rendah. Oleh sebab itu, antena ini dirancang dengan tujuan untuk memperoleh bandwidth yang lebar. Pada penelitian ini, dirancang dan disimulasikan antena mikrostrip patch rectangular T-shaped slot untuk mendukung komunikasi Wi-fi dengan menggunakan teknik pencatuan stripline. Antena yang dirancang dengan tujuan untuk memperoleh bandwidth yang lebar, diharapkan mampu menghasilkan karakteristik antena yang bekerja pada frekuensi tengah 2450 MHz untuk nilai VSWR kurang dari 2 dengan jenis substrat yang digunakan adalah Epoxy FR4 dengan nilai permitivitas relatif = 4,4, ketebalan 1,6 mm, konstanta dielektrik 2,2 dan impedansi saluran mikrostrip 50 ? yang beroperasi pada frekuensi kerja 2,447 GHz. Dari hasil perancangan dengan simulator CST bandwidth yang dihasilkan sebesar 103 MHz, untuk nilai VSWR diperoleh nilai sebesar 1,367, gain sebesar 5,337 dB, dan direktivitas sebesar 6,238 dBi. Dan hasil perancangan dengan simulator ADS, nilai VSWR yang diperoleh sebesar 2,083, gain sebesar 0,505 dB, dan direktivitas sebesar 6,063 dBi
Open Loop and Closed Loop Power Control Analysis on LTE Norma Amalia; Eka Setia Nugraha; Muntaqo Alfin Amanaf
JURNAL INFOTEL Vol 10 No 4 (2018): November 2018
Publisher : LPPM INSTITUT TEKNOLOGI TELKOM PURWOKERTO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20895/infotel.v10i4.399

Abstract

LTE downlink is using Orthogonal Frequency Division Multiple Access (OFDMA) multiple access system which have high invulnerability from multipath problem. One of the weakness of OFDM system is the high level from Peak to Average Power Ratio (PAPR) that requires higher level transmit power for maintaining the Bit Error Rate (BER) requirement. Using uplink scheme with Single Carrier FDMA (SC-FDMA) which is OFDMA modification, will be offered better level of PAPR than its conventional OFDM. The main problem of using OFDMA is the high level of PAPR, while using SC-FDMA the problem is intra-cell interference. Intra-cell or inter-cell interference is the common problem that can reduce the LTE performance. Minimizing received power for each users (UE) which is still at acceptable tolerance parameter, can be used for reducing the interference problem to another UE. Power control is the appropriate solution for minimizing the interference level. In this paper will be analyzed the power control using open loop and closed loop scheme at LTE network. The simulation result shows that without power control schemes, the transmit power of UE was 23 dBm. While, after applying power control scheme, the transmit power was 18.8 dBm at α=0.4 of open loop condition and 9.05 dBm at closed loop condition. Using this transmit power value as the UE power can improve the SINR performance. The SINR average value without power control scheme was only 20.38 dB which is lower than using open loop scheme was achieved 22.44 dB, and 24.02 dB at closed loop scheme.