Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

STRATEGI PENILAIAN OBJEK WISATA CENGKEH AFO SEBAGAI UPAYA PENGUATAN SEKTOR PARIWISATA DI TERNATE Sunaidin Ode Mulae; Rusli M Said
Humano: Jurnal Penelitian Vol 10, No 1 (2019): Periode Juni
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/hjp.v10i1.1344

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan dari faktor internal serta peluang dan ancaman dari faktor eksternal objek wisata cengkeh Afo sebagai tujuan wisata rempah-rempah di Ternate, dan untuk mengetahui strategi pengembangan objek wisata cengkeh Afo sebagai destinasi tujuan wisata rempah-rempah (Spices tourism). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif (descriptive research) atau eksplanatory terhadap masalah-masalah berupa fakta-fakta saat ini dari suatu populasi. Teknik pengumpulan data pada penelitian menggunakan metode observasi (pengamatan), wawancara (interview), dokumentasi dan kajian pustaka. Hasil yang ditemukan adalah aksesbilitas di cengkeh afo cukup baik, amenitas sangat menunjang, atraksi cukup bagus. Simpulan pada penilaian terhadap objek wisata cengkeh afo berada pada diagram batang yang menunjukan bahwa faktor internal dan ekternal pada objek wisata cengkeh afo dari penilaian 26 responden menemukan sangat variatif yaitu pda responden nomor 1 sampai 26 mempunyai penilaian terhadap objek wisata terendah 14,18% sampai pada tertinggi 89,55%, atau keseluruhan 867,22%, dalam hal ini menunjukan bahwa potensi objek wisata cengkeh afo dapat dikembang menjadi tujuan wisatawan yang cukup baik.
IDENTIFIKASI POTENSI KOPI NYIRU SEBAGAI OLEH – OLEH KHAS TERNATE Sunaidin Ode Mulae; Betly Taghulihi
Humano: Jurnal Penelitian Vol 11, No 2 (2020): PERIODE NOVEMBER
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/humano.v11i2.2516

Abstract

Penelitian ini mengidentifikasi potensi kopi nyiru yang yang ada di kota ternate untuk dijadikan sebagai oleh–oleh khas Ternate karena selama ini wisatawan kesulitan menemukan oleh–oleh kopi yang merupakan khas dari kota Ternate. Diharapkan dari penelitian ini ditemukan model pengemasan kopi sebagai pendukung daya tarik wisata yang siap ditawarkan kepada pengunjung atau wisatawan yang datang ke kota Ternate. Penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu bagaimana proses pembuatan kopi nyiru, apa khasiat kopi nyiru dan bagaimana mengemas kopi nyiru untuk dijadikan sebagai oleh – oleh khas Ternate. Target luaran penelitian ini adalah: (1) publikasi ilmiah di jurnal lokal ber-ISSN atau jurnal nasional, (2) pengayaan bahan ajar di Program Studi Usaha Perjalanan Wisata Universitas Khairun sebagai wisata kuliner, (3) poster penelitian. Studi ini dilakukan di Kota Ternate dengan menggunakan metode kualitatif. Lokasi penelitian adalah di Taman Moya. Alasan pemilihan lokasi karena masyarakat lokal di Taman Moya menyediakan kopi nyiru untuk ditawarkan kepada pengunjung. Penelitian dilakukan selama enam bulan, sejak proposal penelitian dinyatakan disetujui. Jangka waktu penelitian mencakup keseluruhan tahapan penelitian, dari persiapan hingga penyusunan laporan akhir. Informan ditentukan secara sengaja berdasarkan fokus masalah penelitian. Kriteria informan meliputi: (i) Dinas Pariwisata Kota Ternate; (ii) Masyarakat Lokal; (iii) Pengunjung/Wisatawan; (iv) Industri pariwisata di Kota Ternate. Penentuan informan mempertimbangkan keterwakilan berdasarkan jenis kelamin, usia, agama, dan berbagai kategori lainnya. Teknik snowball digunakan untuk menentukan informan yang akan diwawancarai di lapangan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui pengamatan (observation), wawancara mendalam (indepth interview), dan studi dokumen (literature study). Temuan dalam penelitian ini menunjukan bahwa Kopi nyiru di Taman Moya tidak ada dalam bentuk kemasan hanya saja dalam bentuk penyajian pada saat ada konsumen memesan. Penyebaran kopi nyiru Moya di Kota Ternate yaitu sebagian besar kelurahan Moya dan sebagian pada warung-warung kopi yang ada di Kota Baru Pante. Khasiat kopi nyiru menurut narasumber untuk menghangatkan diri pada musim penghujan. Simpulan pada penelitian ini adalah kemasan Kopi nyiru di Taman Moya belum ada. Kopi nyiru Moya memiliki hasiat untuk menghangatkan tubuh saat musim penghujan. Kopi nyiru Moya sudah mendunia sehingga butuh perharian pemerintah kota untuk mempertahankan sebagai khas oleh-oleh wisat kuliner di Kota Ternate.   
IDENTIFIKASI KEKERABATAN BAHASA NON-AUSTRONESIA DI WILAYAH PAKAI BAHASA KAO Sunaidin Ode Mulae; Muhlis Fadel
Humano: Jurnal Penelitian Vol 14, No 1 (2023): PERIODE JUNI
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/humano.v14i1.5605

Abstract

This research aims to reconstruct non-Austronesian language relationships focus on the languages of the Kao ethnic, Pagu ethnic, Boeng ethnic, and Modole ethnicities in the Kao sub-district, West District, North District, Kao Teluk District and Malifut District. The method used in this research focuses on lexicostatistical methods to find similarities, differences, similarities in linguistic characteristics (shared of linguistics) in related vocabulary in the languages of the Kao ethnicity, Pagu ethnicity, Boeng ethnicity, and Modole ethnicity. The approach in this study uses a comparative historical and qualitative descriptive approach. The results found in this study are (1) the existence of kinship data for non-Austronesian languages in the Kao ethnic, Pagu ethnic, Boeng and Modole ethnic languages, (2) non-Austronesian languages in ethnic Kao, Pagu ethnic, Boeng ethnic have a close relationship compared to Modole ethnic (3) The basic vocabulary patterns of the Kao ethnic, Pagu ethnic, Boeng ethnic, and Modole ethnic form word structures Vowels (V), Vocal-Consonants (VC), Consonants-Vowels (CV), Consonants-Vocals-Consonants (CVC), Consonants-Vocals-Consonants-Consonants (CVCC), and Consonants-Consonants-Vocals (CCV). (4) The proto-kinship languages of the Kao, Pagu, Boeng, and Modole ethnicities have the proto-kinship languages of Kao, Pagu, and short Boeng (PKaoPB), which means that they come from one body, while the language of the Modole ethnic group has a language level of This microphylum that describes the Modole ethnic language has a kinship with the Kao ethnic language, whose tempo of separation is estimated to be 50-75 centuries ago. The conclusions of the study confirmed that the non-Austronesian language families, in this case the languages of the Kao ethnicity, Pagu ethnicity, Boeng ethnicity, and Modole ethnicity, have inter-ethnic kinship relationships that are built on one language family (language family).
ANALISIS DESTINASI DAN PRODUK PARIWISATA TALIABU UPAYA MENARIK MINAT WISATAWAN PASCA PANDEMI COVID 19 Sunaidin Ode Mulae; Muslim Fadel; Nemat Taher
Humano: Jurnal Penelitian Vol 14, No 2 (2023): PERIODE NOVEMBER
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/humano.v14i2.6922

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi destinasi dan produk potensi wisata kabupaten Pulau Taliabu yang ada di kawasan pesisir. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan pariwisata di dalam pengumpulan dan analisis data. Pengambilan sampling yakni sampling daerah atau teknik random kluster. Penelitian ini menemukan bahwa destinasi wisata kabupaten Pulau Taliabu memiliki bentuk tangible dan intangible yang ada di empat puluh tempat destinasi dengan atraksi daya tarik pada wisata bahari dan panorama alam. Atraksi daya tarik wisata bahari mendominasi dibandingkan panorama alam. Pasca Pandemi covid 19 Destinasi Wisata di Kabupaten Pulau Taliabu sepi pengunjung dibandingkan pada saat Covid. Fakta ini terungkap di tempat salah satu destinasi di Karamat Beach yang memiliki pendapatan saat covid 19 rata-rata perhari Rp.1.000.000 sedangkan pasca covid pendapatan rata-rata Rp. 500.000. Produk wisata kabupaten pulau Taliabu terdiri dari produk produk alam, buatan manusia (man-made), dan seni-buday yang juga belum dikelola secara baik oleh pemerintah daerah. Peneliti dilapangan menemukan kondisi kantor Dinas Pariwisata tidak tertata secara baik dan masih mengontrak rumah warga dengan kondisi didalam kantor tidak memiliki struktur pada destinasi dan ekonomi kreatif pariwisata. Simpulan Destinasi wisata kabupaten Pulau Taliabu belum terlalu serius dikelola oleh Pemerintah Daerah karena hampir sebagian besar tempat destinasi wisata belum punya aksesbilitas jalan yang memadai ke tempat destinasi wisata dan juga belum dilakukan penaatan secara benar terhadap produk  wisata.
ANALISIS SISTEM NILAI BUDAYA RUMAH ADAT HIBUA LAMO UPAYA STRATEGI PEMAJUAN KEBUDAYAAN DALAM MENDORONG PARIWISATA BUDAYA DI KABUPATEN HALMAHERA UTARA Mulae, Sunaidin Ode; Mansur, Mustafa
Humano: Jurnal Penelitian Vol 15, No 2 (2024): PERIODE NOVEMBER
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/humano.v15i2.8659

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggali sistem nilai budaya rumah adat Hibua lamo, tradisi rumah adat Hibua lamo pada masyarakat Halmahera Utara, dan Penelitian ini pun diharapkan mampu memberikan kontribusi penting untuk pemajuan kebudayaan di dalam  menunjang kemajuan sektor pariwisata budaya di kabupaten Halmahera Utara. Permasalahan penelitian yakni  Apa saja sistem nilai budaya rumah adat Hibua lamo dan bagaimana strategi pelestarian nilai-nilai budaya Hibua lamo di dalam mendorong pariwisata budaya di Kabupaten Halmahera Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan pendekatan antropologi pariwisata untuk mendeskripsikan permasalahan dan fokus penelitian. Metode yang digunakan dalam mengumpukan data adalah metode deskriptif diakronik dan sinkronik yang dirancang untuk memperoleh informasi tentang budaya, bahasa, atraksi wisata, dan sosial-budaya. Hasil yang ditemukan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa Hibua lamo terdapat lima unsur utama terdapat di dalam Hibua lamo, yaitu Odora bermakna kasih sayang, Ohayangi bermakna sayangi (menyayangi/tolong-menolong, Obaliara bermakna pelihara/peduli/tolong-menolong, Oadili bermakna keadilan/persamaan kesetaraan derajat, dan O diai bermakna kebenaran/kejujuran. Hibua lamo menempatkan nilai-nilai luhur Hibua lamo, terdapat O’dora, O’banari, O’adili, O’leleani, O’tiai, O’doomu, O’baliara, dan O’hayangi. Nilai-nilai luhur Hibua lamo tersebut terpadu dalam lima nilai utama, yakni nilai kasih sayang (O’dora-O’hayangi), nilai kebenaran dan keadilan (O’banari- O’adili), nilai ketulusan dan kepedulian (O’tiai-O’baliara), nilai kepelayanan (O’leleani), dan nilai persekutuan (O’doomu).
ANALISIS DESTINASI DAN PRODUK PARIWISATA TALIABU UPAYA MENARIK MINAT WISATAWAN PASCA PANDEMI COVID 19 Mulae, Sunaidin Ode; Fadel, Muslim; Taher, Nemat
Humano: Jurnal Penelitian Vol 14, No 2 (2023): PERIODE NOVEMBER
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/humano.v14i2.6922

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi destinasi dan produk potensi wisata kabupaten Pulau Taliabu yang ada di kawasan pesisir. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan pariwisata di dalam pengumpulan dan analisis data. Pengambilan sampling yakni sampling daerah atau teknik random kluster. Penelitian ini menemukan bahwa destinasi wisata kabupaten Pulau Taliabu memiliki bentuk tangible dan intangible yang ada di empat puluh tempat destinasi dengan atraksi daya tarik pada wisata bahari dan panorama alam. Atraksi daya tarik wisata bahari mendominasi dibandingkan panorama alam. Pasca Pandemi covid 19 Destinasi Wisata di Kabupaten Pulau Taliabu sepi pengunjung dibandingkan pada saat Covid. Fakta ini terungkap di tempat salah satu destinasi di Karamat Beach yang memiliki pendapatan saat covid 19 rata-rata perhari Rp.1.000.000 sedangkan pasca covid pendapatan rata-rata Rp. 500.000. Produk wisata kabupaten pulau Taliabu terdiri dari produk produk alam, buatan manusia (man-made), dan seni-buday yang juga belum dikelola secara baik oleh pemerintah daerah. Peneliti dilapangan menemukan kondisi kantor Dinas Pariwisata tidak tertata secara baik dan masih mengontrak rumah warga dengan kondisi didalam kantor tidak memiliki struktur pada destinasi dan ekonomi kreatif pariwisata. Simpulan Destinasi wisata kabupaten Pulau Taliabu belum terlalu serius dikelola oleh Pemerintah Daerah karena hampir sebagian besar tempat destinasi wisata belum punya aksesbilitas jalan yang memadai ke tempat destinasi wisata dan juga belum dilakukan penaatan secara benar terhadap produk  wisata.
ANALISIS SISTEM NILAI BUDAYA RUMAH ADAT HIBUA LAMO UPAYA STRATEGI PEMAJUAN KEBUDAYAAN DALAM MENDORONG PARIWISATA BUDAYA DI KABUPATEN HALMAHERA UTARA Mulae, Sunaidin Ode; Mansur, Mustafa
Humano: Jurnal Penelitian Vol 15, No 2 (2024): PERIODE NOVEMBER
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/humano.v15i2.8659

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggali sistem nilai budaya rumah adat Hibua lamo, tradisi rumah adat Hibua lamo pada masyarakat Halmahera Utara, dan Penelitian ini pun diharapkan mampu memberikan kontribusi penting untuk pemajuan kebudayaan di dalam  menunjang kemajuan sektor pariwisata budaya di kabupaten Halmahera Utara. Permasalahan penelitian yakni  Apa saja sistem nilai budaya rumah adat Hibua lamo dan bagaimana strategi pelestarian nilai-nilai budaya Hibua lamo di dalam mendorong pariwisata budaya di Kabupaten Halmahera Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan pendekatan antropologi pariwisata untuk mendeskripsikan permasalahan dan fokus penelitian. Metode yang digunakan dalam mengumpukan data adalah metode deskriptif diakronik dan sinkronik yang dirancang untuk memperoleh informasi tentang budaya, bahasa, atraksi wisata, dan sosial-budaya. Hasil yang ditemukan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa Hibua lamo terdapat lima unsur utama terdapat di dalam Hibua lamo, yaitu Odora bermakna kasih sayang, Ohayangi bermakna sayangi (menyayangi/tolong-menolong, Obaliara bermakna pelihara/peduli/tolong-menolong, Oadili bermakna keadilan/persamaan kesetaraan derajat, dan O diai bermakna kebenaran/kejujuran. Hibua lamo menempatkan nilai-nilai luhur Hibua lamo, terdapat O’dora, O’banari, O’adili, O’leleani, O’tiai, O’doomu, O’baliara, dan O’hayangi. Nilai-nilai luhur Hibua lamo tersebut terpadu dalam lima nilai utama, yakni nilai kasih sayang (O’dora-O’hayangi), nilai kebenaran dan keadilan (O’banari- O’adili), nilai ketulusan dan kepedulian (O’tiai-O’baliara), nilai kepelayanan (O’leleani), dan nilai persekutuan (O’doomu).
Strategi Pengembangan Wisata Kramat Beach di Kabupaten Pulau Talibu, Maluku Utara Mulae, Sunaidin Ode; Mansur, Mustafa
JURNAL NASIONAL PARIWISATA Vol 16, No 1 (2026): Jurnal Nasional Pariwisata
Publisher : Pusat Studi Pariwisata Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jnp.111379

Abstract

This study aims to formulate development strategies for the Kramat Beach tourism destination in Kramat Village, Taliabu Island. The main issue examined is the low number of tourist visits, which necessitates strategies to enhance the destination’s attractiveness for both local and out-of-region tourists. The research employs a qualitative approach using Community-Based Tourism (CBT) and SWOT analysis. The results indicate that Kramat Beach possesses significant natural tourism potential, including white sandy Beaches, panoramic views of the two Kramat Islands, coral reefs, and clear seawater, as well as local vegetation such as coconut and Ketapang trees that enhance visitor comfort. Development strategies are implemented through digital promotion (YouTube, Instagram, and Facebook) and the provision of supporting amenities such as gazebos, nighttime lighting, and aesthetic photo spots. The SWOT analysis places the destination in Quadrant I (Aggressive Strategy) with an IFAS score of 2.70 and an EFAS score of 2.85, indicating strong internal strengths and high external opportunities. The SO strategy becomes the main focus, supported by WO, ST, and WT strategies, to enhance competitiveness, extend tourists’ length of stay, and encourage sustainable, community-based tourism development. The study concludes that the Kramat Beach tourism destination in Kramat Village, Taliabu Island Regency, has considerable tourism potential for further development. This potential includes the natural beauty of white sandy Beaches, clear seawater, marine biodiversity, and panoramic views of surrounding small islands that support the development of nature and marine tourism. In addition, the destination’s location, which is relatively close to the regency capital, provides ease of access for tourists and serves as a strategic advantage in regional tourism development.
IDEOLOGI DALAM TEKS BERITA“ROOTS OF THE NORTH MALUKU CONFLICT” DI THE JAKARTA POST Sunaidin Ode Mulae; Sutiono Mahdi
KARSA Journal of Social and Islamic Culture Vol. 21 No. 2 (2013): ISLAM, BUDAYA DAN BAHASA
Publisher : Universitas Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/karsa.v21i2.520

Abstract

Analisis wacana kritis sering diterapkan untuk menganalisis isu-isu kekuasaan, ideologi, dominasi, dan strategi dalam sebuah teks. Penelitian ini bertujuanuntuk mengidentifikasi proses transitifitas teks berita dengan pendekatansistemik fungsional. Analisis data dilakukan berdasarkan teori analisis wacanakritis dan tata bahasa fungsional. Analisis teks berita dari sudut pandangtransitifitas membuat kita dapat mempelajari bahasa, terutama bagaimanaproses-proses teks berita itu dihasilkan dan difungsikan. Metode yangdigunakan dalam penelitian ini adalah analisis wacana kritis dan pendekatantata bahasa fungsional. Sumber data yang digunakan dalam penelitian adalahberita berbahasa Inggris di Jakarta Post berjudul Roots of the North MalukuConflict. Berita ini terdiri atas 40 klausa, 13 paragraf, dan 602 kosakata. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa proses transitifitas dalam teks tersebutditemukan sebanyak 14 proses material, 3 proses mental, dan 3 proses relasional.Secara keseluruhan, proses transitifitas dalam teks tersebut adalah 20 klausa.Sedangkan proses verbal, proses eksistensial, dan proses behavioral tidakditemukan dalam penelitian ini. Totalnya, terdapat 20 klausa yang tidak menunjukkan ciri proses transitifitas.