Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

The Influence Of Leadership And Organizational Culture On Employee Work Effectiveness At The Gowa Regency Samsat Office Finni Alfiani; Sri Andayaningsih; Muhammad Akib
Economos : Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol. 8 No. 2 (2025): ECONOMOS : Jurnal Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/economos.v8i2.3981

Abstract

This study investigates the influence of leadership and organizational culture on employee work effectiveness at the Gowa Regency SAMSAT Office, Indonesia. Human resources are considered the most strategic asset in public service institutions, where leadership and organizational culture are two critical determinants of performance. A quantitative research design was employed using a saturated sampling technique, with the entire population of 43 employees selected as respondents. Data were collected through structured questionnaires, observations, and documentation, and analyzed using multiple linear regression with the SPSS 27 software. The validity and reliability tests confirmed that the research instruments met the required standards. The results revealed that leadership had a positive and significant effect on employee work effectiveness (β = 0.187; p = 0.025), indicating that effective leadership styles enhance employee productivity, communication, and discipline. Similarly, organizational culture also demonstrated a positive and significant effect on employee work effectiveness (β = 0.211; p = 0.038), suggesting that a supportive and collaborative culture fosters motivation, commitment, and efficiency in task completion. Together, these variables accounted for a substantial proportion of the variance in employee work effectiveness. The findings imply that strengthening leadership quality and embedding a constructive organizational culture are strategic priorities to improve service quality and operational efficiency in public sector institutions. This research contributes to the literature on public administration and human resource management by highlighting the integrated role of leadership and culture in enhancing work effectiveness within government service organizations.
Peran Kompetensi Tenaga Kesehatan dan Ketersediaan Fasilitas dalam Meningkatkan Mutu Layanan Puskesmas Adjie Arya Syahdewa; Sri Andayaningsih; A. Tenri Syahriani
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.10841

Abstract

Kesehatan merupakan kebutuhan dasar masyarakat, sehingga mutu layanan di puskesmas sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan primer perlu terus ditingkatkan, terutama melalui penguatan kompetensi tenaga kesehatan dan ketersediaan fasilitas pelayanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kompetensi tenaga kesehatan dan ketersediaan fasilitas dalam meningkatkan mutu layanan di Puskesmas Kota Pangkajene, Kabupaten Pangkep. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap tujuh informan yang dipilih secara purposive, terdiri atas kepala puskesmas sebagai informan kunci, empat tenaga kesehatan, dan dua pasien sebagai informan pendukung. Keabsahan data diperoleh melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik, sedangkan data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi tenaga kesehatan berperan penting dalam meningkatkan mutu layanan melalui pelayanan yang tepat, cepat, dan profesional sesuai Standar Operasional Prosedur, meskipun pelatihan dan pengembangan kompetensi belum sepenuhnya merata akibat keterbatasan waktu, beban kerja, dan anggaran. Ketersediaan fasilitas turut mendukung kelancaran pelayanan dan kenyamanan pasien melalui pengadaan dan pemeliharaan yang terencana, meskipun masih terdapat keterbatasan pemenuhan fasilitas bernilai tinggi akibat faktor anggaran. Secara umum, mutu layanan tergolong baik, ditandai dengan capaian akreditasi paripurna, pelayanan yang ramah dan sesuai prosedur, serta tingkat kepuasan pasien yang positif. Dengan demikian, peningkatan mutu layanan merupakan hasil sinergi antara kompetensi tenaga kesehatan yang memadai dan ketersediaan fasilitas yang mendukung, sehingga keduanya perlu dikelola secara berkelanjutan oleh pengelola puskesmas dan dinas kesehatan setempat.