Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Sustainable Energi dalam Pandangan Islam Kaslam Kaslam; Kaslam Kaslam
Tahdis: Jurnal Kajian Ilmu Al-Hadis Vol 11 No 1 (2020): Tahdis
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/tahdis.v11i1.13626

Abstract

Hadis Nabi tentang kerjasama muslim dalam tiga hal yaitu padang rumput, air dan api merupakan isyarat akan pentingnya menjaga ketiga sumber daya alam tersebut. Api dalam hal ini energi sudah menjadi kebutuhan pokok yang tidak bisa terpisahkan oleh aktivitas manusia dimuka bumi ini. Oleh karena itu, penggunaannya harus dilakukan secara arif dan bijaksana agar dapat lestari dan bisa dinikmati oleh setiap orang tanpa kekurangan. Penggunaan energi dalam memenuhi aktivitas sehari-hari masih didominasi oleh penggunaan energi fosil seperti minyak bumi dan batu bara yang tidak dapt diperbaharui. Fenomena penggunaan energi oleh masyarakat yang boros turut mempercepat laju menipisnya sumber energi ini. Oleh karena itu, penggunaan energi yang dapat diperbaharui mutlak untuk segera diterapkan demi kelangsungan pemenuhan kebutuhan energi masyarakat. Banyak potensi sumber daya alam yang diciptakan oleh Allah swt. yang dapat dimanfaatkan dan jumlah tak terbatas seperti matahari, pohon, air, laut, gunung dan angin. Dengan didukung oleh pengelolaan yang efektif dan efisien oleh pemerintah serta pola perilaku masyarakat yang sadar akan pentingnya hemat energi, maka sustainable energi dapat terwujud.Keyword : Penggunaan Energi, Sumber Energi, Sustainable Energi 
Sustainable Energi dalam Pandangan Islam Kaslam Kaslam; Kaslam Kaslam
Tahdis: Jurnal Kajian Ilmu Al-Hadis Vol 11 No 1 (2020): Tahdis
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/tahdis.v11i1.13626

Abstract

Hadis Nabi tentang kerjasama muslim dalam tiga hal yaitu padang rumput, air dan api merupakan isyarat akan pentingnya menjaga ketiga sumber daya alam tersebut. Api dalam hal ini energi sudah menjadi kebutuhan pokok yang tidak bisa terpisahkan oleh aktivitas manusia dimuka bumi ini. Oleh karena itu, penggunaannya harus dilakukan secara arif dan bijaksana agar dapat lestari dan bisa dinikmati oleh setiap orang tanpa kekurangan. Penggunaan energi dalam memenuhi aktivitas sehari-hari masih didominasi oleh penggunaan energi fosil seperti minyak bumi dan batu bara yang tidak dapt diperbaharui. Fenomena penggunaan energi oleh masyarakat yang boros turut mempercepat laju menipisnya sumber energi ini. Oleh karena itu, penggunaan energi yang dapat diperbaharui mutlak untuk segera diterapkan demi kelangsungan pemenuhan kebutuhan energi masyarakat. Banyak potensi sumber daya alam yang diciptakan oleh Allah swt. yang dapat dimanfaatkan dan jumlah tak terbatas seperti matahari, pohon, air, laut, gunung dan angin. Dengan didukung oleh pengelolaan yang efektif dan efisien oleh pemerintah serta pola perilaku masyarakat yang sadar akan pentingnya hemat energi, maka sustainable energi dapat terwujud.Keyword : Penggunaan Energi, Sumber Energi, Sustainable Energi 
Kebijakan Jogo Tonggo Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam Penanganan Pandemi Covid-19 Kurnia Sulistiani; Kaslam Kaslam
Vox Populi Vol 3 No 1 (2020): PANDEMI COVID-19: PERSPEKTIF SOSIAL POLITIK
Publisher : ILMU POLITIK UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) ALAUDDIN MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/vp.v3i1.14008

Abstract

Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) yang sedang terjadi saat ini merupakan permasalahan dunia. Hal ini dibuktikan dengan ditetapkannya Covid-19 sebagai Pandemi Global oleh WHO. Tujuan penelitian ini adalah mendekripsikan dan menganalisis kebijakan Gubernur Jawa Tengah dalam pencegahan dan penanganan Covid-19. Metode penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Pengumpulan data yang dilakukan melalui studi pustaka dan dokumentasi. Hasil penelitian menujukkan bahwa pemerintah Jawa Tengah telah menguarkan kebijakan Jogo Tonggo dalam menangani wabah Covid-19, namun faktanya hingga saat ini permasalahan belum terselesaikan dengan baik. Salah satu faktor penyebabnya adalah kurangnya kesadaran masyarakat terhadab bahaya wabah Covid-19, sehingga dibutuhkan beberapa tindakan seperti peningkatan kualitas anggota Jogo Tonggo, adanya evaluasi dan pemilihan media sosial.
Strategi Komunikasi Politik Partai Gelora Sulawesi Selatan di Masa Pandemi Covid-19 Kaslam Kaslam; Kurnia Sulistiani
Vox Populi Vol 3 No 2 (2020): GERAKAN SOSIAL, IDENTITAS DAN KEKUASAAN
Publisher : ILMU POLITIK UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) ALAUDDIN MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/vp.v3i2.18346

Abstract

Partai Gelombang Rakyat Indonesia (Gelora) adalah partai baru yang siap bertarung pada pemilu 2024. Ditengah pandemi Covid-19 yang membatasi aktivitas gerak dan kerumunan massal, partai ini harus berjuang keras agar dapat dikenal secara luas oleh masyarakat. Penelitian ini ingin mencoba untuk mengurai strategi – strategi komunikasi politik yang dijalankan oleh Partai Gelora Sulawesi Selatan agar bisa bersaing memenangkan pemilu 2024. Landasan teoritis yang digunakan meliputi teori asal usul partai, fungsi partai politik dan strategi komunikasi politik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Partai Gelora Sulawesi Selatan mempunyai sejumlah strategi komunikasi politik antara lain: rekrutmen anggota partai melalui website; silaturahmi ke tokoh cendekiawan Sulawesi Selatan; memberikan dukungan pada Pilkada 2020; program podcast dan webinar sebagai media pendidikan politik; dan kegiatan langsung ke lapangan. Dengan adanya upaya ini, Partai Gelora Sulawesi Selatan dapat diperhitungkan pada perhelatan pemilu pada tahun 2024.
Sorpsi Isotermi dan Daya Patah Pada Emping Jagung Pulut Kaslam Kaslam; Salengke Salengke; Helmi A. Koto
Jurnal Agritechno Jurnal Agritechno, Vol. 13, Number 1, April 2020
Publisher : Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (437.937 KB) | DOI: 10.20956/at.v13i1.228

Abstract

Corn production in Indonesia is quite high, namely 18,364,430 tons with a total harvest area of ​​4,131,676 ha and productivity of 41.18% (BPS, 2010). One type of corn that is potential and widely developed is pulut corn. This type of corn is very suitable in making corn chips because it has a high amylopectin content (> 80%). Pulut corn chips are produced by many small to medium scale industries as snack food products. The problem that then occurs is the handling of post-production, corn chips have a high ability of water absorption so that when fried, it does not bloom perfectly so that it is less tasty to consume. The aim of this research is to test the sorption isotherm equations of corn chips that provide the approximate balance of water content that is closest to the measured equilibrium water content. By using temperatures of 25°C, 30°C and 35°C with a combination of 40%, 60% and 80% RH, this study shows that the Henderson equation provides an estimate of the behavior of isotermic soring sorut corn chips that is at a temperature condition of 30°C closer to the results experiment and also at a temperature of 35˚C. Whereas the Chung & Pfost equation best describes the behavior of isothermic absorption at 25OC. In addition, this study also aims to determine the fragility (fracture) of pulut corn chips in various storage conditions. Research shows that the higher the RH environment, the higher the fracture value.
PERDAGANGAN INTERNASIONAL PERSPEKTIF ISLAM; : STUDI KASUS: DILEMA PENGEMBANGAN EKPOR RUMPUT LAUT DI KABUPATEN BULUKUMBA Kaslam Kaslam
AL-Fikr Vol 24 No 2 (2022): Jurnal Ushuluddin: Media Dialog Pemikiran Islam
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Filsafat Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Trade is one aspect of muamalah in Islam. This case gets special attention in Islamic economics because buying and selling must comply with the provisions outlined by religion so that it can be of worship value, one example is the practice of international trade. International trade is an activity of exchanging goods, services or other factors of production across national borders. South Sulawesi has a number of superior commodities that are exported to other countries, one example is seaweed from Bukulumba Regency. However, the problem that occurs is that demand is very high but not directly proportional to the welfare of farmers. This article aims to get to the root of the problem and offer a solution. The method used is descriptive qualitative with a survey approach. The result is that based on Islam in carrying out any trading activities, each party should benefit from each other. The two verses on which it is based are Surah An Nisa ': 29 and Surah Al Baqarah: 275. These two verses explain that in trading, it should be based on mutual pleasure and not eating each other's property in a vanity way and prohibiting the practice of usury. The other solution approach is sustainable community empowerment to process seaweed in the form of finished products, so that it has a competitive price compared to selling it in raw form.
ETIKA PENGELOLAAN HUTAN DALAM PERSPEKTIF AL QUR’AN Radhie Munadi; kaslam kaslam
Jurnal Tafsere Vol 8 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1033.557 KB)

Abstract

Hutan merupakan kawasan di muka bumi yang memiliki peran yang sangat penting bagi manusia. Faktanya, telah terjadi kerusakan yang amat parah diakibatkan oleh ulah manusia dalam mengeksploitasi untuk memenuhi kebutuhannya. Dampak dari kerusakan hutan multidimensi bagi keberlangsungan hidup di bumi. Tulisan ini mengkaji nash - nash yang terdapat dalam Al Qur’an terkait etika dalam pengelolaan hutan. Dengan menggunakan metode tafsir tematik, Al Qur’an banyak menyinggung tentang pengelolaan lingkungan hidup khususnya hutan. Peran manusia sebagai khalifatul ardh, menisbatkan pengelolaan lingkungan hidup yang bertanggung jawab. Konsep kekhalifahan bersifat transenden yang mengamanahkan pengelolaan hutan kepada manusia dan kelak akan dimintai pertanggungjawaban. Oleh karena itu hutan harus dikelola dengan baik, tidak melakukan pengrusakan dan eksploitasi yang berlebihan serta mempertahankan habitat asli atau melakukan konservasi terhadap hutan yang telah rusak. Dengan demikian, hutan dapat terjaga dan lestari sebagai warisan kepada generasi selanjutnya. Kata Kunci: Pengeloaan Hutan, etika lingkungan hidup, Konsep Khalifah
Etika Pengelolaan Hutan dalam Perspektif al-Qur’an Radhie Munadi; Kaslam Kaslam
Jurnal Tafsere Vol 9 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1316.546 KB)

Abstract

Hutan merupakan kawasan di muka bumi yang memiliki peran yang sangat penting bagi manusia. Faktanya, telah terjadi kerusakan yang amat parah diakibatkan oleh ulah manusia dalam mengeksploitasi untuk memenuhi kebutuhannya. Dampak dari kerusakan hutan multidimensi bagi keberlangsungan hidup di bumi. Tulisan ini mengkaji nash - nash yang terdapat dalam Al Qur’an terkait etika dalam pengelolaan hutan. Dengan menggunakan metode tafsir tematik, Al Qur’an banyak menyinggung tentang pengelolaan lingkungan hidup khususnya hutan. Peran manusia sebagai khalifatul ardh, menisbatkan pengelolaan lingkungan hidup yang bertanggung jawab. Konsep kekhalifahan bersifat transenden yang mengamanahkan pengelolaan hutan kepada manusia dan kelak akan dimintai pertanggungjawaban. Oleh karena itu hutan harus dikelola dengan baik, tidak melakukan pengrusakan dan eksploitasi yang berlebihan serta mempertahankan habitat asli atau melakukan konservasi terhadap hutan yang telah rusak. Dengan demikian, hutan dapat terjaga dan lestari sebagai warisan kepada generasi selanjutnya.
Potensi Geografis Tanaman Pangan Sulawesi Selatan dalam Mendukung Kedaulatan Pangan Nasional Kaslam K
LaGeografia Vol 21, No 2 (2023): Februari
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/lageografia.v21i2.41988

Abstract

 AbstractIndonesia is still listed as an importing country for food, including rice. In fact, South Sulawesi, which is known as a food barn area, should have a contribution to national food sovereignty, given the large geographical potential in the development of food crops. The purpose of this study is to map the geographic potential of food crops in South Sulawesi in supporting national food sovereignty. This study uses a quantitative survey method to measure the potential of food crops in each district in South Sulawesi. As a result, the geographical potential of South Sulawesi strongly supports the creation of national food sovereignty. The harvested area of rice crops in South Sulawesi in 2020 is 978,192.54 ha, supported by irrigation from rivers and dams, making this province worthy of being called a national rice barn. Rice production is the mainstay product of the majority in South Sulawesi, with 4,670,874.06 tons produced in 2020, making South Sulawesi fourth nationally.AbstrakIndonesia masih tercatat sebagai negara pengimpor bahan pangan, termasuk beras. Padahal, Sulawesi Selatan yang dikenal sebagai daerah lumbung pangan, seharusnya memiliki kontribusi bagi kedaulatan pangan nasional, mengingat potensi geografis yang besar dalam pengembangan tanaman pangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk memetakan potensi geografis tanaman pangan di Sulawesi Selatan dalam mendukung kedaulatan pangan nasional. Penelitian ini menggunakan metode survei kuantitaif untuk mengukur potensi tanaman pangan yang ada di setiap kabupaten di Sulawesi Selatan. Hasilnya, potensi geografis Sulawesi Selatan sangat mendukung terciptanya kedaulatan pangan nasional. Luas panen tanaman padi di Sulawesi Selatan pada tahun 2020 seluas 978.192,54 ha yang ditunjang dengan irigasi dari sungai dan bendungan menjadikan provinsi ini layak dikatakan sebagai lumbung padi nasional. Produksi padi merupakan produk andalan mayoritas di Sulawesi Selatan, sebanyak 4.670.874,06 ton yang diproduksi pada tahun 2020, menjadikan Sulawesi Selatan urutan keempat secara nasional.
Konsep Pemberdayaan Masyarakat Menuju Ketahanan Pangan Berbasis Pertanian Ramah Lingkungan Desa Bontomanurung Kabupaten Maros Husain; Kaslam
SOSIORELIGIUS Vol 8 No 1 (2023): Sosioreligius: Jurnal Ilmiah Sosiologi Agama
Publisher : Departemen Sosiologi Aga,ma, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/sosioreligius.v8i1.38111

Abstract

This paper discusses community empowerment in building food security on an environmentally friendly basis. So far, the problems that have arisen in the community are their low awareness of the process of meeting food needs independently, unutilized unused land or seasonal land as a source of food needs and the massive use of chemical fertilizers in agricultural activities. In addition, there are several objectives in this empowerment, including finding a strategy in building and increasing food security and building public awareness to meet food needs independently. The approach used in this study is the PAR (Participatory Action Research) method, an approach that involves the community actively in understanding a problem they are facing. Empowerment carried out by an econatural society that focuses on empowering middle to lower class people, conducting environmentally friendly-based food security training starting from preparing planting media, procedures for growing food crops, the process of treating and controlling diseases in plants using natural ingredients, as well as the practice of making POC (Liquid Organic Fertilizer). Even though the changes that have been achieved through empowerment have not been fully achieved, many people are interested and have an interest in implementing them