Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

A Case Study Color as a Visual Language: Focused on TV Commercial Muljosumarto, Cindy
Nirmana Vol 17, No 1 (2017): JANUARY 2017
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1014.866 KB) | DOI: 10.9744/nirmana.17.1.1-9

Abstract

Color is an important element of a visual design, it also an essential element in a TV Commercial (TVC). This paper examined color as a ‘language’ to convey the TVC message to the audience, using Kobayashi’s Color Image Scale to be the color descriptor combined with psychological colors theory and some data from professionals. To gain more specific result the data also compared with an experimental method that has been done with a group of potential target audience of this product. The last step is an analysis and conclusion. The result will be a new finding about color function in advertising and hopefully could lead into new creative ideas of TVC ads.
A Case Study Color as a Visual Language: Focused on TV Commercial Cindy Muljosumarto
Jurnal Desain Komunikasi Visual Nirmana Vol. 17 No. 1 (2017): JANUARY 2017
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1014.866 KB) | DOI: 10.9744/nirmana.17.1.1-9

Abstract

Color is an important element of a visual design, it also an essential element in a TV Commercial (TVC). This paper examined color as a ‘language’ to convey the TVC message to the audience, using Kobayashi’s Color Image Scale to be the color descriptor combined with psychological colors theory and some data from professionals. To gain more specific result the data also compared with an experimental method that has been done with a group of potential target audience of this product. The last step is an analysis and conclusion. The result will be a new finding about color function in advertising and hopefully could lead into new creative ideas of TVC ads.
Perancangan Personal Branding Michael Aldi untuk Berkontribusi dalam Menghadapi College Depression pada Mahasiswa Yesica Suyanti; Maria Nala Damajanti; Cindy Muljosumarto
Jurnal Desain Komunikasi Visual Nirmana Vol. 20 No. 2 (2020): JULY 2020
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.315 KB) | DOI: 10.9744/nirmana.20.2.95-105

Abstract

College depression merupakan depresi yang dialami oleh banyak mahasiswa dikarenakan perasaan tertekan dari bertambahnya tanggung jawab serta gaya hidup yang tidak sehat. Maka dari itu mahasiswa membutuhkan sebuah sosok atau media yang dekat dan dapat menghibur mereka, yaitu musik. Musik menjadi media yang praktis dan dapat dilakukan bersamaan disaat mereka menyelesaikan tanggung jawab mereka. Michael Aldi merupakan musisi baru dan dekat dengan mahasiswa. Michael Aldi menginginkan musiknya dapat memberikan dampak positif dan membantu pendengarnya, namun musik Michael Aldi belum tersampaikan kepada target dengan tepat karena belum memiliki Brand Identity yang jelas. Lewat perancangan dengan menggunakan metode analisis SWOT dan Product Life Cycle dapat menghasilkan personal brand serta konten media yang dapat meningkatkan awareness dan mengurangi tekanan college depression pada mahasiswa. Hasil dari perancangan menunjukan bahwa perasaan sendiri dapat menimbulkan banyak dampak buruk bagi mahasiswa yang sedang mengalami tekanan sehingga besar peran sosok teman dalam kehidupan mahasiswa, seseorang teman yang dapat mengerti memahami yang mereka rasakan sehingga mereka merasa tidak sendiri serta dapat menghibur untuk mengurangi tekanan mereka.
Perancangan Strategi Branding Stationery “Tifiti” untuk Mendukung Produktivitas Sheila Abigail; Cindy Muljosumarto
Jurnal Desain Komunikasi Visual Nirmana Vol. 23 No. 1 (2023): JANUARY 2023
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/nirmana.23.1.1-8

Abstract

Produktivitas merupakan kemampuan untuk mengelola sumber daya untuk menghasilkan sesuatu. Sayangnya, tingkat produktivitas di Indonesia terhitung cukup rendah. Bahkan, sebagian besar pekerja yang sudah memiliki latar belakang produktif kerap kali mengalami penurunan karena faktor kebosanan. Perancangan ini bertujuan untuk menciptakan stimulus yang mendukung produktivitas berupa stationery. Brand stationery ini dirancang dengan strategi yang berfokus pada brand experience. Perancangan ini menggunakan metode analisis kualitatif deskriptif. Adapun tahapannya yaitu, melakukan wawancara dengan stakeholder, consumer persona untuk mendapatkan consumer insight, dan SWOT kompetitor. Dengan landasan tersebut akan ditemukan brand essence dan brand positioning untuk menjadi landasan terbentuknya brand strategy.
Analisis pada Pembuatan Strategi Media Sosial Instagram untuk Meningkatkan Brand Activation pada Brand Freshchubs Gabriella Joseline Widyasayogo; Cindy Muljosumarto
Jurnal Desain Komunikasi Visual Nirmana Vol. 24 No. 1 (2024): JANUARY 2024
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/nirmana.24.1.33-40

Abstract

Instagram merupakan platform media sosial yang tidak hanya untuk membagikan momen, namun juga mulai bergerak untuk bisnis. Hal ini dimanfaatkan oleh brand lokal maupun internasional untuk berlomba-lomba menjual dan mempromosikan brand mereka melalui media sosial Instagram. Banyaknya kompetitor yang ada, sebuah brand harus aktif untuk dapat dikenal dan diingat oleh masyarakat. Tidak hanya diukur dari jumlah pengikut, aktifnya brand juga diukur dengan engagement atau interaksi yang dihasilkan. Penelitian ini akan membahas mengenai strategi apa yang dibuat oleh sebuah brand lokal, Freshchubs, untuk membangun interaksi dengan audiens, namun tetap menyesuaikan dengan identitas brand-nya dan target audiensnya di tengah persaingan brand yang ada. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui seberapa efektif strategi yang dibuat berdasarkan strategi digital marketing.
Analisis Visual Warna pada Game Post Apocalyptic (Studi Game The Last Of Us, Metro Exodus, dan Horizon Zero Dawn) Salamoon, Daniel Kurniawan; Muljosumarto, Cindy
ANDHARUPA: Jurnal Desain Komunikasi Visual & Multimedia Vol. 6 No. 01 (2020): February 2020
Publisher : Dian Nuswantoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/andharupa.v6i1.3232

Abstract

AbstrakVideo game sebagai bentuk media visual di era modern memiliki peranan dalam masyarakat sebagai salah satu bentuk hiburan yang bersifat interaktif. Video game terus berkembang dalam tata visual sebagai bentuk evolusi dari teknologi video game tersebut. Evolusi dalam video game membuat genre dalam video game juga mengalami perkembangan. Salah satu genre yang menjadi tren adalah genre post apocalyptic. Penelitian ini mencoba melihat narasi yang hendak disampaikan lewat tata visual beberapa video game dengan genre post apocalyptic. Metode yang dilakukan adalah dengan mengumpulkan data screen capture dari beberapa judul video game dengan rating yang baik. Dari metode ini, teori yang digunakan untuk melakukan analisa adalah teori semiotika khususnya yang berkaitan dengan tata visual pada video game khususnya elemen warna yang menjadi kunci genre ini dengan menggunakan software Image. Setelah itu data dianalisis lebih lanjut dengan metode AEIOU (Action, Environment, Interaction, Object, User). Studi ini memberi gambaran bagaimana tata visual yang menjadi ciri khas genre game post apocalyptic dan nilai estetis yang bisa dipelajari dari genre tersebut. Pada akhirnya studi ini dapat menjadi pondasi dalam melakukan riset warna khususnya dalam pengembangan sebuah video game Kata kunci : desain game, post apocalyptic, video game, warna AbstractVideo games as a form of visual media in the modern era has a role play in society as one of interactive entertainment form. Video games continue to grow in visual elements as evolution forms from video game technology itself. The evolution of video games also makes the genre of video games experience development. This research attempts to observe the narrative is to be conveyed through the visual elements of several video games with the Post-apocalyptic genre. The method used was to collect screen capture data from several video game titles with good ratings. The theory that used to conduct the analysis is a semiotic theory relate to visual elements, especially the colors element that is the key to this genre. The theory that used to conduct the analysis is a semiotic theory relate to visual elements of the video game, especially the colors element that is the key to this genre. The theory that used to conduct the analysis is a semiotic theory relate to visual elements of the video game, especially the colors element that is the key to this genre using image software. Afterward, data analyzed subsequently with AEIOU's (Action, Environment, Interaction, Object, User) method. This study gives a description of how the visual elements become a characteristic of the Post-apocalyptic genre and the aesthetic value that can be learned from the genre. So eventually these studies can be the foundation in conducting color research especially in the development of a video game. Keywords: color, game design, post apocalyptic, video game
Analisis Komparasi Visual Re-branding 3.6.9. Shanghai Dumpling & Noodle Berdasarkan Teori Brand Ideals Virginia Amethysa Hindoyo; Cindy Muljosumarto
Jurnal Desain Komunikasi Visual Nirmana Vol. 24 No. 2 (2024): JULY 2024
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/nirmana.24.2.89-102

Abstract

Penelitian ini mengkomparasikan hasil visual branding 3.6.9. Shanghai Dumpling & Noodle versi setelah ­re-branding dengan versi sebelum re-branding. 3.6.9. Shanghai Dumpling & Noodle melakukan re-branding karena ingin memperkuat posisinya di pasar sebagai restoran Chinese food agar dapat menjangkau target market yang telah bergeser yaitu dewasa-muda berumur 20-40 tahun dan keluarga, sehingga tidak hanya terbatas pada target market keluarga seperti restoran Chinese food pada umumnya. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif berdasarkan pengalaman magang penulis selama 7 (tujuh) bulan di VisualCast Designology yaitu agency yang menaungi klien 3.6.9. Shanghai Dumpling & Noodle. Penelitian bertujuan ingin membuktikan bahwa visual branding restoran Chinese food tidak selalu harus menggunakan gaya dan warna-warna standar bernuansa Tiongkok pada umumnya, melainkan dapat dipadukan dengan gaya modern dengan tetap mengacu kepada identitas budaya Tiongkok. Hasil dari penelitian adalah re-branding 3.6.9. Shanghai Dumpling & Noodle dengan versi lebih modern dan berbeda dengan standar desain restoran Chinese food pada umumnya, namun tetap mengacu kepada identitas kebudayaan Tiongkok, akan tetap mampu mempertahankan brand identity di benak target audiens.
DESIGNING ‘BITETIFUL’ SOCIAL CAMPAIGN ON THE IMPORTANCE OF FRUIT AND VEGETABLE CONSUMPTION FOR WOMEN AGED 21–25 Tanaka, Hanny Danawati; Muljosumarto, Cindy; Yusuf, Vanessa
Desain Komunikasi Visual, Manajemen Desain dan Periklanan (Demandia) Vol 10 No 2 (2025): demandia - Jurnal Desain Komunikasi Visual, Manajemen Desain dan Periklanan
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/demandia.v10i2.9312

Abstract

Tingkat konsumsi sayur dan buah yang rendah di kalangan remaja Indonesia, khususnya perempuan, menjadi isu yang memengaruhi kesehatan tubuh sekaligus kondisi kulit. Kurangnya pengetahuan gizi, rendahnya kesadaran akan pola makan sehat, serta pengaruh lingkungan sosial membuat remaja cenderung memilih makanan cepat saji dibandingkan makanan bergizi. Padahal, perawatan kulit tidak hanya bergantung pada produk skincare, tetapi juga membutuhkan nutrisi dari dalam tubuh. Menanggapi permasalahan ini, penelitian ini bertujuan merancang kampanye sosial edukatif yang dapat meningkatkan kesadaran remaja perempuan akan pentingnya konsumsi sayur dan buah sebagai bagian dari perawatan kecantikan alami. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif melalui observasi, wawancara mendalam, dan analisis data audiens untuk merumuskan strategi kampanye yang tepat sasaran. Hasil dari perancangan ini diharapkan dapat mendorong perubahan pola konsumsi remaja perempuan ke arah yang lebih sehat dan berkelanjutan. Kata Kunci: konsumsi sayur dan buah, remaja perempuan, kesehatan kulit, kampanye sosial
Pemetaan Strategi Komunikasi Brand Produk Hair Tonic di Indonesia Arly, Rachel; Muljosumarto, Cindy; Sylvia, Merry
Visualita Jurnal Online Desain Komunikasi Visual Vol 14 No 1 (2025): Oktober 2025
Publisher : Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/visualita.v14i1.16392

Abstract

Hair tonic is one of the products developed to help with hair care. Unfortunately, the marketing of this product is mixed. The brand communication strategy between categories is difficult to distinguish, making the information, product content, uniqueness, and targets of the brand mixed and less recognized by consumers. Therefore, an analysis of consumer insight, character, preferences, and communication was carried out, along with mapping of brand communication strategies by using a qualitative descriptive comparative method. Interview and observation were conducted to gather data to prove product categories based on content, then compared with consumer communication as a benchmark for brand communication strategy success. This study aims to provide assistance in the form of a guideline for other brands that have similar categories and objectives in implementing the right brand communication strategy in running the brand, educating consumers regarding product functions and content, and solving consumer problems. In the end, this study proves that the brand category is successful and in accordance with the brand communication strategy.