Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Visual Communication Media Design To Increase Awareness Towards Anime Lovers Identity Victoria Soetanto; Cindy Muljosumarto; Merry Sylvia
ARTCHIVE: Indonesian Journal of Visual Arts and Design Vol 6, No 2 (2025): ARTCHIVE: Indonesia Journal of Visual Art and Design
Publisher : Institut Seni Indonesia Padang Panjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53666/artchive.v6i2.6202

Abstract

Weeaboo is one form of evidence of the popularity of Japanese subculture, referring to fans who are obsessed with Japanese culture in a negative context. Weeaboos are often stereotyped as fanatical, perverted, smelly (like garlic), and antisocial. As a result of this stigmatization, fans have begun to classify themselves with the term "anime lovers" as a way to differentiate from weeaboos. However, this term is not widely known by the general public. Therefore, awareness efforts are needed to increase public knowledge about the identity of anime lovers through visual communication media . Visual communication media serves as a representation of the voice of anime lovers who do not want to be associated with negative stereotypes. The research will use a descriptive qualitative method to analyze the perspectives of specific groups. The stages include conducting interviews with anime lovers, Japanese culture experts, and the general public to gain understanding from both sides. The results of the data analysis will produce insights that form the foundation of the message content (what to say) and the big idea that shapes the entire campaign content.
Analisis Pengaruh Brand Identity terhadap Brand Awareness dan Brand Image pada Brand “Menantea” Shania Caroline Mochtar; Cindy Muljosumarto
Jurnal Desain Komunikasi Visual Nirmana Vol. 25 No. 2 (2025): JULY 2025
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/nirmana.25.2.107-118

Abstract

Seperti yang dilansir dari Badan Pusat Statistik (BPS), statistika produksi teh di Indonesia meningkat sebanyak20,3% dari tahun sebelumnya, yakni 94,1 ton pada tahun 2021 dan 78,2 ton pada tahun 2020. Peningkatan jumlah produksi teh tersebut berkaitan erat dengan meningkatnya penikmat teh di Indonesia. Meningkatnya penikmat teh di Indonesia menarik para brand minuman teh untuk bersaing dalam industri minuman teh, seperti “Menantea”. “Menantea” merupakan sebuah brand minuman yang menjual berbagai varian teh yang didalam racikannya terdapat buah asli. Semakin padatnya persaingan didalam pasar menjadikan brand identity sebagai aset yang diperlukan dalam membentuk brand image dan brand awareness sebuah brand. Hal ini bertujuan untuk membuat brand menonjol dan menjadi pembeda dari kompetitornya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya pengaruh brand identity terhadap brand awareness dan brand image pada “Menantea”. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif yang akan menganalisa elemen-elemen brand dan brand anatomy “Menantea”. Hasil analisa nantinya akan dibandingkan dengan hasil metode penelitian eksperimen yang termasuk dalam metode penelitian kuantitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa brand identity memberikan pengaruh pada brand awareness dan brand image pada “Menantea”.
Analisis Visual Branding Suplemen Herbal Sinargi Menggunakan Metode Komparatif dalam Upaya Membangun Citra Modern Elissa Vienna; Cindy Muljosumarto
Jurnal Desain Komunikasi Visual Nirmana Vol. 25 No. 1 (2025): JANUARY 2025
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/nirmana.25.1.20-31

Abstract

Sinar Herba Radix adalah perusahaan obat herbal Cina di Tangerang, yang memiliki komitmen untuk terus berinovasi dan mengolah pemberian terbaik alam untuk kebaikan hidup manusia. Setelah beberapa tahun beroperasi, Sinar Herba Radix berinisiasi untuk lebih fokus pada target market berusia muda yang sebagian besar masih skeptis dengan khasiat bahan-bahan herbal. Maka dari itu, dibangunlah brand baru bernama Sinargi. Sinargi memproduksi obat-obatan herbal berbentuk suplemen yang aman dikonsumsi rutin dan diharapkan bisa menjadi bagian dari gaya hidup anak muda.  Berbeda dari obat-obat herbal Sinar Herba Radix yang kemasannya klasik dan menggunakan visual yang sangat tradisional, Sinargi melakukan branding dengan tujuan membangun citra modern. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif komparasi yang membandingkan visual branding antara Sinar Herba Radix dan Sinargi. Hasil dari penelitian ini memaparkan faktor-faktor pembentuk citra modern dalam visual branding Sinargi.