Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

The Genealogy of Teacher and Student in al-Qur'an and Hadith Perspective (A Review of Maudhu'i Interpretation Analysis) Hasanuddin Hasanuddin; Iskandar Iskandar
Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 16, No 6 : Al Qalam (November 2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/aq.v16i6.1567

Abstract

The teacher is the leading actor in education and essential to forming the student's character. In consequence, teachers in Islamic education are also referred to as ustadz, mu'allim, murabbi, mursyid, mudarris, and muaddib are mean someone carrying out his duties as an educator and figure who is an example and role model. Additionally, the students refer to talib, murid, and muta'allim, which means individuals grow and develop physically, psychologically, socially, and religiously in navigating life, both the world and the hereafter. This study aims to elaborate on the genealogical meaning of teacher and student in the Qur'an and Hadith based on qualitative research with an Islamic literature study approach. This article uses the data analysis technique of maudhu'i interpretation through the word derivation and the relevance of interpretations in various Islamic literature coherently. The result shows that teachers are educators with a noble position in Islam regarding scientific competence followed by characteristics as caretakers, caregivers, and managers aiming to form students' obedience to empirical values. Correspondingly, the student is an individual who is growing and developing physically, psychologically, socially, and religiously. The teacher and student are both burdened with the responsibility to learn and teach science based on empirical values.
NILAI-NILAI HAK ASASI MANUSIA DALAM PERSPEKTIF AL-QUR?AN DAN HADITS DAN AKTUALISASINYA DALAM PENDIDIKAN ISLAM Imam Hanafie; Iskandar Iskandar
Journal of Islamic Education Policy Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jiep.v7i2.2145

Abstract

Aktualisasi nilai-nilai HAM yang bernafaskan al-Qur?an dan Hadits memiliki urgensi yang sangat besar dalam dunia pendidikan Islam. Tulisan ini bertujuan untuk menegaskan bahwa nilai-nilai HAM yang tersirat dalam al-Qur?an dan Hadits memiliki kesesuaian dan urgensi dengan nilai-nilai HAM yang lahir belakangan. Tulisan ini sekaligus untuk mendapatkan gambaran tentang bagaimana praktek pendidikan HAM dalam pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan metode library research dan metode content analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai HAM sesungguhnya telah banyak tersirat dalam al-Qur?an dan Hadits, meskipun kelahiran HAM banyak dinisbatkan dari dunia Barat. Upaya ekploratif nilai-nilai HAM dalam perspektif al-Qur?an dan Hadits telah sering dilakukan dan ditemukan bahwa nilai-nilai HAM ternyata sarat dengan nilai-nilai yang terkandung dalam al-Qur?an dan Hadits. Dalam hubungannya dengan dunia pendidikan Islam nilai-nilai HAM menunjukkan relevansinya, selanjutnya tinggal bagaimana kesungguhan para stakeholder pendidikan untuk mengaktualisasikannya dalam pendidikan Islam secara praktis dan terprogram.
Integrasi Sains dan Teknologi dalam Sistem Pendidikan Islam Menurut Pandangan Al-Qur’an Sugiyono Sugiyono; Iskandar Iskandar
Southeast Asian Journal of Islamic Education Vol 4 No 1 (2021): Southeast Asian Journal of Islamic Education, December 2021
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training of UINSI Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (476.295 KB) | DOI: 10.21093/sajie.v0i0.4102

Abstract

Tingginya angka penyalahgunaan dan kejahatan siber merupakan konsekuensi digitalisasi perkembangan teknologi. Kondisi logis ini mendasari penelitian ini yang bertujuan untuk mengetahui integrasi sains dan teknologi dalam sistem pendidikan Islam dalam pandangan Al-Qur’an. Desain penelitian ini adalah literature review dengan menggunakan metode analisis konten. Pengumpulan data melalui studi kepustakaan dengan merujuk hasil penelitian terdahulu dari jurnal ilmiah terindek jurnal Sinta. Dari data yang dikumpulkan lalu dianalisis dan disimpulkan berdasarkan karakteristik dan substansi isinya, selanjutnya dibuat simpulan umum berdasarkan pandangan penulis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan era dan budaya digital dalam pendidikan Islam telah dibarengi upaya penanaman nilai-nilai Al-Qur’an melalui berbagai pendekatan seperti inovasi kurikulum, penguatan karakter, pembentukan lingkungan, dan keteladanan. Dengan demikian disimpulkan bahwa penanaman nilai Al-Qur’an telah berjalan dan terimplementasi dengan baik dalam penyelenggaraan pendidikan Islam namun masih perlu ditingkatkan melalui pengayaan literasi dan konten-konten digital islami yang mudah diakses oleh pendidik dan peserta didik.
Hakikat Potensi Manusia Menurut Alquran dan Hadis: The Nature of Human Potential According to the Koran and Hadith Mutmainnah Sukeriyadi; Mahyuddin Barni; Iskandar
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 6 No. 12: DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v6i12.4564

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil penelitian mengenai makna potensi manusia yang sebenarnya menurut Al-Qur'an dan Hadist. Temuan pertama, manusia merupakan makhluk yang mempunyai pikiran dan pemikiran yang berbeda dengan hewan dan ciptaan Allah SWT lainnya. Manusia akan selalu mencari cara untuk bertahan hidup, melakukan segala aktivitas untuk selalu memenuhi kebutuhannya. Kedua, seluruh potensi manusia yang dapat dimanfaatkan oleh setiap individu untuk kepentingan diri sendiri, orang lain, dan kepentingan yang lebih luas, hingga terciptanya profil manusia terbaik menurut Al-Qur'an dan manusia berkualitas menurut kajian hadis. Ketiga, fungsi dan peran manusia menurut Al-Qur'an ada dua, yaitu sebagai hamba Allah dan khalifah. Ketika manusia memahami fungsi dan peran 'abdullah dan khalifah, maka ada beberapa tugas manusia di muka bumi yang harus dilaksanakan. Tugas tersebut antara lain, mencari ilmu, memakmurkan bumi, menjaga amanah, dan bekerja sesuai bidangnya masing-masing. Peneliti selanjutnya menggunakan tinjauan literatur terbatas yaitu literatur online untuk mendapatkan hasil yang diinginkan. Nilai penelitian ini menggambarkan bahwa hakikat manusia mempunyai makna dasar Basyar (manusia berdimensi tubuh), Insan (manusia berdimensi tumbuh kembang), an-nas (manusia sebagai makhluk sosial), bani Adam ( manusia dengan dimensi keturunan). Potensi yang ada pada diri manusia adalah potensi naluri (Emosional), potensi intelektual (Intelektual). Potensi (Fisik), Potensi Keagamaan (Spiritual).
Akal dalam Perspektif Alqur’an dan Hadits (Studi Analisis Pemikiran M. Abduh): Reason in the Perspective of the Qur'an and Hadith (Study of M. Abduh's Thought Analysis) Mokhamad Taufik; Mahyudin Bani; Iskandar
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 6 No. 12: DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v6i12.4567

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi akal dalam perspektif al-Qur’an dan hadits dengan menganalisis pemikiran Muhammad Abduh, membaca, mempelajari dan menggali mengenai akal dalam rangka membebaskan akal dari kejumudan, taklid, serta menjaga hubungannya dengan Allah Swt. Dalam melakukan penelitian, peneliti memakai pendekatan Library Research (penelitian kepustakaan). Studi literatur diperoleh dengan menggunakan berbagai macam sumber seperti : google scholar, jurnal ilmiah, buku, dan publikasi terkait lainnya. Analisis data dalam penelitian ini terdiri dari pengumpulan data, reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Temuan dalam penelitian menjelaskan bahwa ; fungsinya wahyu memiliki dua tujuan, yakni sebagai informasi dan sebagai konfirmasi. Wahyu dapat memperkuat pengetahuan yang diperoleh akal. Kemunduran ummat Islam disebabkan karena tidak berfungsinya akal secara maksimal dan lebih memilih kepada taqlid, sehingga ummat Islam bergerak stagnan. Salah satu cara mengejar ketertinggalan dan keterbelakangan ummat Islam adalah dengan dengan menggali firmant Allah; baik yang berupa Kitabullah (al-Qur’an) maupun alam sekitar (kauniyah) demi kemajuan dan peradaban bangsa.