Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

ANALGESIC POWER OF THE INSOLUBLE FRACTION N-HEXANE OF MELINJO LEAVES (Gnetum gnemon L.) IN SWISS MICE (Mus musculus) Deni Firmansyah; Renny Amelia; Sulistiorini Indriaty; Didi Rohadi; Muhammad Yani Zamzam; Rizqia Shafa Fauziah
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 4 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i4.1087

Abstract

Melinjo (Gnetum gnemon L.) has various secondary metabolites including alkaloids, flavonoids, saponins, and tannins. In its function as an analgesic, flavonoids work to inhibit the cyclooxygenase enzyme which can reduce prostaglandin production and reduce pain. This study aims to determine the analgesic power of the n-hexane insoluble fraction of melinjo leaves (Gnetum gnemon L.) as an effective analgesic tested on male white mice (Mus musculus) and to determine the most effective dose as an analgesic. This research was experimental using test animals of 25 male white mice (Mus musculus) divided into 5 groups each consisting of 5 mice. The negative control group (CMC-Na) was 0.5%, the positive control group Mefenamic acid dose of 65 mg/KgBW, insoluble fraction hexane group (ifh) dose of 50 mg/KgBW, 100 mg/KgBW, 200 mg/KgBW. The chemical stimulus was given a dose of 400 mg/KgBW of acetic acid. The parameter measured was the number of wriggles in male white mice (Mus musculus) every 10 minutes for 60 minutes. The results of the study showed a significant difference between the negative control (CMC-Na 0.5%) and various doses of insoluble fraction hexane group, while the positive control (mefenamic acid 65 mg/KgBW) had no difference with ifh doses of 100 mg/kgBB and 200 mg/KgBW. The percentage of analgesic power of ifh at doses of 50 mg/KgBW, 100 mg/KgBW and 200 mg/KgBW was 26.64%, 57.5%, and 58.56% and the percentage of analgesic power of mefenamic acid was 69.67% ...
IDENTIFICATION OF MEDICINAL COMPOUND IN URIC ACID JAMU BY THIN LAYER CHROMATOGRAPHY METHOD Muhammad Yani Zamzam; Iin Indawati; Nina Karlina; Elsa Tiakomala; Windah Widia Ningrum; Aulia Nurkahfi; Andriana
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 4 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i4.1120

Abstract

Jamu is one of the traditional medicines derived from natural ingredients distributing in Indonesia. In accordance with Permenkes No. 007 of 2012, Medicinal Compound (MC) are prohibited from being added to jamu products. Previous research has found that some of the products in public contain MC. The aim of this study is to determine the presence or absence of allopurinol, piroxicam, and dexamethasone in uric acid jamu.  This research used 5 (five) samples of uric acid jamu, both those with and without distribution permits from The Indonesian Food and Drug Authority, randomly selected in Kedawung District, Cirebon Regency, West java, Indonesia. The identification method used in this study is Thin Layer Chromatography (TLC) with the stationary phase being silica gel GF 254. For the identification of allopurinol, the mobile phase is n-butanol: ammonium hydroxide: ethanol; for piroxicam identification, it is ethyl acetate-methanol-ammonia (6:3:1); and for dexamethasone identification, it is chloroform: acetone (1:4). Spot detection is done using ultraviolet (UV) light at 254 nm. The applied solutions are the test solution (A), the test solution with added allopurinol, piroxicam, or dexamethasone (B), and the reference standard solution (C). The research results from the 5 (five) samples of uric acid jamu identified one positive samples containing allopurinol, and all positive samples contained piroxicam and dexamethasone. Keywords: Jamu,  thin-layer chromatography, allopurinol, piroxicam, dexamethasone
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL TERPURI-FIKASI DAUN BIDARA ARAB (Ziziphus spina-christi L.) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus Zamzam, Muhammad Yani; Didi Rohadi; Audry Wilmar Rizkyan
Medimuh : Jurnal Kesehatan Muhammadiyah Vol 5 No 1 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/mh.v5i1.1331

Abstract

Daun bidara arab (Ziziphus spina-christi L.) memiliki khasiat sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui golongan senyawa apa saja yang terkandung pada daun bidara arab dan mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol terpurifikasi daun bidara arab terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Metode penelitian yang digunakan merupakan metode eksperimental laboratorium. Dilakukan skrining fitokimia dan uji aktivitas antibakteri Staphylococcus aureus menggunakan metode difusi cetak lubang dengan variasi konsentrasi 50%,60%, dan 70%  ekstrak etanol terpurifikasi daun bidara arab (Ziziphus spina-christi L.). Hasil penelitian menunjukkan ekstrak etanol terpurifikasi daun bidara arab mengandung senyawa tanin, saponin, dan flavonoid  dengan kadar flavonoid total sebesar 0,57%. Hasil uji aktivitas menunjukkan aktivitas antibakteri pada konsentrasi 50%, 60%, dan 70% terhadap bakteri Staphylococcus aureus dengan diameter zona hambat masing-masing sebesar 13,26 mm; 13,93 mm dan 14,06 mm yang termasuk kategori kuat. Kata kunci : Daun bidara arab, Staphylococcus aureus, antibakteri.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI KOMBINASI EKSTRAK ETANOL RIMPANG TEMULAWAK (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) DAN RIMPANG LENGKUAS MERAH (Alpinia purpurata K.Schum.) TERHADAP BAKTERI Propionibacterium acnes Zamzam, Muhammad Yani; Didin Ahidin; Iin Indawati; Della Nur Nadya
Medimuh : Jurnal Kesehatan Muhammadiyah Vol 5 No 2 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/mh.v5i2.1684

Abstract

Rimpang temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) dan rimpang lengkuas merah (Alpinia purpurata K. Schum.) memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Propionibacterium acnes. Bakteri ini bersifat oportunistik yang menginfeksi jaringan kulit hingga menimbulkan peradangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol rimpang temulawak, ekstrak etanol rimpang lengkuas merah, dan kombinasi ekstrak etanol rimpang temulawak dan ekstrak etanol rimpang lengkuas merah terhadap bakteri Propionibacterium acnes. Uji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi sumuran. Larutan uji adalah ekstrak etanol rimpang temulawak konsentrasi 1%, 2% dan 4%, ekstrak etanol rimpang lengkuas merah konsentrasi 25%, 50%, dan 75%, serta kombinasi ekstrak etanol rimpang temulawak dan ekstrak etanol rimpang lengkuas merah (1:3), (1:1), dan (3:1), dengan kontrol positif klindamisin 0,005%. Ekstrak etanol rimpang temulawak dengan konsentrasi 1%, 2% dan 4% memiliki aktivitas antibakteri kategori sedang hingga kuat terhadap bakteri Propionibacterium acnes dengan hasil rata-rata diameter 7,84 mm, 8,49mm, 10,12 mm. Ekstrak etanol rimpang lengkuas merah dengan konsentrasi 25%, 50% dan 75% memiliki aktivitas antibakteri kategori kuat terhadap bakteri Propionibacterium acnes dengan hasil rata-rata diameter 11,17 mm, 11,63 mm dan 11,99 mm. Kombinasi ekstrak etanol rimpang temulawak 4% dan ekstrak etanol rimpang legkuas merah 75% dengan perbandingan (1:3), (1:1), dan (3:1) memiliki aktivitas antibakteri kategori kuat terhadap bakteri Propionibacterium acnes dengan hasil rata-rata diameter 12,71 mm, 11,22 mm dan 10,41 mm. Kata Kunci : Temulawak, lengkuas merah, kombinasi ekstrak, Propionibacterium acnes
WORKSHOP PEMBUATAN WEDANG JAHE LATTE PADA PKK DESA LOSARI KIDUL KECAMATAN LOSARI KABUPATEN CIREBON PROVINSI JAWA BARAT Wardani, Amellia; Fauziyah; Dahlia; Liyan Habibty, Hamda; Prasasty Ramadhani, Septya; Juwita Sari, Amelia; Meisa, Ade; Mochammad Hilmy; Zamzam, Muhammad Yani; Firmansyah, Deni
BAKTIMU : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 4 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/bm.v4i4.1648

Abstract

ABSTRAK Untuk meningkatkan kesejahteraan dan pengetahuan masyarakat desa, kegiatan sosialisasi memegang peran yang sangat penting. Salah satu fokus utamanya adalah pengembangan keterampilan dan pengetahuan terkait konsumsi pangan serta minuman sehat. Di Desa Losari Kidul, program ini bertujuan memberikan wawasan baru kepada ibu-ibu PKK tentang cara membuat minuman Wedang Jahe Latte. Tujuan Sosialisasi ini diadakan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran ibu-ibu PKK dalam mengolah jahe menjadi wedang jahe latte; mendorong untuk memanfaatkan bahan lokal sebagai solusi kesehatan dan peluang ekonomi; memanfaatkan bahan alami menjadi produk bernilai tambah. Kegiatan ini menggunakan metode pelatihan partisipatif dimana ibu-ibu PKK desa Losari Kidul menjadi sasaran kegiatan dan berperan aktif sebagai peserta dan mengikuti instruksi langsung dari mahasiswa yang bertugas sebagai fasilitator. Hasil dari kegiatan ini secara sosial, keterampilan interaksi dan kerja sama antar peserta juga berkembang. Evaluasi menunjukkan adanya perubahan positif pada pengetahuan, keterampilan, serta perilaku peserta. Kata kunci: Wedang Jahe latte, Pelatihan, Minuman Herbal  
Sosialisasi Dagusibu (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang) Obat Dengan Benar pada PKK Desa Losari Kidul Wardani, Amellia; Fauziyah, Fauziyah; Habibty, Hamda Liyan; Dahlia, Dahlia; Ramadhani, Septya Prasasty; Sari, Amelia Juwita; Meisa, Ade; Hilmy, Mochammad; Zamzam, Muhammad Yani; Firmansyah, Deni
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i1.18268

Abstract

Background: Masalah kesehatan terkait penggunaan obat di Indonesia terus meningkat, yang sebagian besar disebabkan oleh rendahnya pemahaman masyarakat tentang pengelolaan obat yang tepat. Tujuan dari sosialisasi ini adalah memberikan pengetahuan yang lebih mendalam mengenai pengelolaan obat dengan tepat. Metode: Kegiatan sosialisasi dilaksanakan pada bulan Agustus 2024 di Balai Desa Losari Kidul, Kecamatan Losari, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Indonesia, dan diikuti oleh 21 kader PKK. Kegiatan sosialisasi dilakukukan melalui presentasi menggunakan media PowerPoint dan dilaksanakan dalam beberapa tahap, dimulai dengan pre-test, pemaparan materi, sesi tanya jawab dan diskusi, dan diakhiri dengan post-test. Hasil: Hasil dari sosialisasi memperlihatkan peningkatan pemahaman peserta, di mana rata-rata skor pre-test sebesar 52% meningkat menjadi 95% pada post-test, dengan peningkatan sebesar 43%. Kesimpulan: Pelaksaan sosialisasi DAGUSIBU yang diikuti kader PKK Desa Losari Kidul dapat terlaksana dengan baik, dengan hasil akhir menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan.
Strategies to improve environmental hygiene and health in Gebang Mekar Village Indriaty, Sulistiorini; Zamzam, Muhammad Yani; Pratami, Trysha Inka Lutfi; Alfara, Fauzan Agry; Elvaretha, Saskia; Rudyastuti, Shilvie Febian; Apriliani, Fiska; Azzahra, Nabilla; Fitriani, Indah; Lingga, Candra
Community Empowerment Vol 10 No 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/ce.12297

Abstract

Gebang Mekar Village, Gebang Subdistrict, Cirebon Regency faces environmental hygiene and public health issues due to a lack of awareness regarding the importance of cleanliness and healthy lifestyles. This community service program aims to increase community awareness and participation in maintaining environmental hygiene and health. The community service program was conducted using socialization, discussion, and practical methods. JUMSIH was carried out by cleaning places of worship every Friday, TIMIMIMU introduced herbal drinks as healthy alternatives every Sunday, and PROKELING involved the community in joint environmental cleaning activities. Overall, the activities carried out successfully increased community awareness and understanding of environmental hygiene and health. Despite challenges in terms of limited resources and participation, positive impacts were seen through increased shared responsibility, understanding of the benefits of healthy lifestyles, and active participation in maintaining environmental cleanliness.
IDENTIFIKASI BAHAN KIMIA OBAT DALAM JAMU PEGAL LINU YANG BEREDAR DI KECAMATAN HARJAMUKTI KOTA CIREBON Muhammad Yani Zamzam; Nina Karlina; Kaori Roselina Yesa
Medimuh : Jurnal Kesehatan Muhammadiyah Vol 3 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/mh.v3i2.547

Abstract

Sesuai dengan Permenkes No 007 tahun 2012 jamu dilarang ditambahkan Bahan Kimia Obat (BKO) baik hasil isolasi maupun sintetik. Namun beberapa penelitian sebelumnya menemukan pada beberapa produk jamu yang beredar mengandung BKO. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi ada atau tidaknya BKO dalam jamu pegal linu serta mengetahui BKO apa saja yang terkandung dalam jamu pegal linu. Penelitian ini menguji 5 sampel jamu yang beredar di Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon yang dipilih secara acak. Metode yang digunakan dalam identifikasi adalah kromatografi lapis tipis (KLT) dengan fase diam silika gel GF 254, fase gerak etil asetat - metanol - amonia (60:30:10) dan kloroform - metanol (90:10) dengan deteksi sinar uv 254 nm. Larutan yang ditotolkan adalah larutan sampel (A), larutan kontrol positif (B) dan larutan baku yang mengandung BKO (C). Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa 4 dari sampel jamu pegal linu positif mengandung bahan kimia obat yaitu sampel II, III, IV, dan V. Pada sampel II dan IV positif mengandung ibuprofen dan parasetamol, sampel III positif mengandung ibuprofen, parasetamol, dan piroksikam, sedangkan sampel V positif mengandung asam mefenamat, ibuprofen, dan piroksikam.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL TERPURI-FIKASI DAUN BIDARA ARAB (Ziziphus spina-christi L.) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus Muhammad Yani Zamzam; Didi Rohadi; Audry Wilmar Rizkyan
Medimuh : Jurnal Kesehatan Muhammadiyah Vol 5 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/mh.v5i1.1331

Abstract

Daun bidara arab (Ziziphus spina-christi L.) memiliki khasiat sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui golongan senyawa apa saja yang terkandung pada daun bidara arab dan mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol terpurifikasi daun bidara arab terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Metode penelitian yang digunakan merupakan metode eksperimental laboratorium. Dilakukan skrining fitokimia dan uji aktivitas antibakteri Staphylococcus aureus menggunakan metode difusi cetak lubang dengan variasi konsentrasi 50%,60%, dan 70%  ekstrak etanol terpurifikasi daun bidara arab (Ziziphus spina-christi L.). Hasil penelitian menunjukkan ekstrak etanol terpurifikasi daun bidara arab mengandung senyawa tanin, saponin, dan flavonoid  dengan kadar flavonoid total sebesar 0,57%. Hasil uji aktivitas menunjukkan aktivitas antibakteri pada konsentrasi 50%, 60%, dan 70% terhadap bakteri Staphylococcus aureus dengan diameter zona hambat masing-masing sebesar 13,26 mm; 13,93 mm dan 14,06 mm yang termasuk kategori kuat. Kata kunci : Daun bidara arab, Staphylococcus aureus, antibakteri.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI KOMBINASI EKSTRAK ETANOL RIMPANG TEMULAWAK (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) DAN RIMPANG LENGKUAS MERAH (Alpinia purpurata K.Schum.) TERHADAP BAKTERI Propionibacterium acnes Zamzam, Muhammad Yani; Didin Ahidin; Iin Indawati; Agus Khurniawan; Della Nur Nadya
Medimuh : Jurnal Kesehatan Muhammadiyah Vol 5 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/mh.v5i2.1684

Abstract

Rimpang temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) dan rimpang lengkuas merah (Alpinia purpurata K. Schum.) memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Propionibacterium acnes. Bakteri ini bersifat oportunistik yang menginfeksi jaringan kulit hingga menimbulkan peradangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol rimpang temulawak, ekstrak etanol rimpang lengkuas merah, dan  kombinasi ekstrak etanol rimpang temulawak dan ekstrak etanol rimpang lengkuas merah terhadap bakteri Propionibacterium acnes. Uji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi sumuran. Larutan uji adalah ekstrak etanol rimpang temulawak konsentrasi 1%, 2% dan 4%, ekstrak etanol rimpang lengkuas merah  konsentrasi 25%, 50%,  dan 75%, serta kombinasi ekstrak etanol rimpang temulawak dan ekstrak  etanol rimpang lengkuas merah (1:3), (1:1), dan (3:1),    dengan kontrol positif klindamisin 0,005%. Ekstrak etanol rimpang temulawak dengan konsentrasi 1%, 2% dan 4% memiliki aktivitas antibakteri kategori sedang hingga kuat terhadap bakteri Propionibacterium acnes dengan hasil rata-rata diameter 7,84 mm, 8,49mm, 10,12 mm. Ekstrak etanol rimpang lengkuas merah dengan konsentrasi 25%, 50% dan 75% memiliki aktivitas antibakteri kategori kuat terhadap bakteri Propionibacterium acnes dengan hasil rata-rata diameter 11,17 mm, 11,63 mm dan 11,99 mm. Kombinasi ekstrak etanol rimpang temulawak 4% dan ekstrak etanol rimpang legkuas merah 75% dengan perbandingan (1:3), (1:1), dan (3:1) memiliki aktivitas antibakteri kategori kuat terhadap bakteri Propionibacterium acnes dengan hasil rata-rata diameter 12,71 mm, 11,22 mm dan 10,41 mm. Kata Kunci : Temulawak, lengkuas merah, kombinasi ekstrak, Propionibacterium acnes