Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Analisis Dan Desain Sistim Informasi Perpustakaan Migrasi Ke Digital Library N. Suruali; D. B. Paillin
ARIKA Vol 4 No 2 (2010)
Publisher : Industrial Engineering Study Program, Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.575 KB)

Abstract

Library has some aims in order to increase the management and services of library. One of the aim is that providing some information source and utilizing information technology. Library, which has its own information system, will be more easier in managing and library servicing. The methodology is done in three steps. At the preparing step was collecting the data through literature study and benchmarking of some typical library. In the analysis step was analyzed one for an existing system and also the new library system to be built. The analysis was including the organization preparedness using the library job description, analysis for digital library development principal using ten development principal of digital library, analysis for three main library activities which is directly connected to the system, analysis for database system using data integrated approach with database management system (DBMS), and analysis for an actors. The design for digital library system was used unified modelling language (UML). The test of Analysis and Design system was used CRC Model. The digital library to be designed in more ideal for facing the demography and the needs. Another aspect to be consider in converting the source in the digital form is the copyright and the network security system.
Kajian Teoritis Pengembangan Model Keberhasilan Sistem ERP Victor O. Lawalata; D. B. Paillin
ARIKA Vol 5 No 2 (2011)
Publisher : Industrial Engineering Study Program, Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.741 KB)

Abstract

Even ERP systems success was modeled with considering for various aspects; the contribution of contingency factors has not been had a well-structure. Investigation by Ifinedo (2007) introduced a new relation model between organization characteristics (contingency factor) and ERP systems success by moderating of IT organizational factors (IT assets dan IT resources). This model involves only 3 characteristics, namely size, structure and culture of organization. Referred to the reference study on number of pre-related researches, there are connections between all organization characteristics (size, structure, culture, strategies and environment of organization) and ERP systems success by moderating of IT organizational factors. Our research provides a theoretical review to develop an ERP systems success and cross-relational hypothesizes of variables according to previous researches.
Pengaruh Penggunaan Sistem Scada pada Keandalan Jaringan Distribusi PT. PLN Area Masohi Daniel B. Paillin; Galang Pradipta
ARIKA Vol 12 No 1 (2018): ARIKA
Publisher : Industrial Engineering Study Program, Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.134 KB) | DOI: 10.30598/arika.2018.12.1.41

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sebelum dan sesudah penggunanan system SCADA terhadap keandalan jaringan distribusi PT. PLN Wilayah Maluku dan Maluku Utara Area Masohi. Hasil penelitian menunjukan adanya peningkatan indeks keandalan setelah terintegrasi dengan sistem Supervisory Control And Data Acquisition (SCADA) dengan parameter indeks System Average Interruption Duration Index (SAIDI) sebesar 15,04 Jam/pelanggan dan System Average Interruption Frequency Index (SAIFI) sebesar 14,92 kali/pelanggan serta penghematan sebesar Rp 35.369.361
Implementasi Metode Saving Matrix dalam Penentuan Rute Terbaik untuk Meminimumkan Biaya Distribusi (UD. Roti Arsita) D. B. Paillin; Fhony M. Kaihatu
ARIKA Vol 12 No 2 (2018)
Publisher : Industrial Engineering Study Program, Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (552.947 KB) | DOI: 10.30598/arika.2018.12.2.123

Abstract

kendaraan, biaya distribusi, dan waktu kerja yang berpengaruh pada efisiensi distribusi perusahaan. Sebuah kajian dilakukan dengan tujuan mendapatkan pola distribusi optimal agar dapat meningkatkan efisiensi jarak tempuh, waktu, dan biaya distribusi yang terbaik bagi perusahaan. Metode Saving Matrix adalah metode yang digunakan untuk menentukan rute distribusi produk ke wilayah pemasaran dengan cara menentukan rute distribusi yang harus dilalui dan jumlah kendaran berdasarkan kapasitas dari kendaraan tersebut agar diperoleh rute terpendek dan biaya transportasi yang minimal. Salah satu algoritma yang dapat digunakan dalam menyelesaikan permasalahan ini adalah algoritma Clarke & Wright Saving. Hasil yang diperoleh menggunakan algoritma Clarke & Wright Saving menunjukkan bahwa perolehan rute awal perusahaan sebesar 535,97 km sedangkan dengan metode Algoritma Clarke & Wright Saving sebesar 273,56 km sehingga adanya nilai penghematan jarak sebesar 262,42 km atau 48%. Dari perhitungan total biaya distribusi rute awal adalah sebesar Rp 6.097.614,012 per bulan dan total biaya distribusi menggunakan Algoritma Clarke & Wright Saving adalah Rp 4.581.002 per bulan dan diperoleh penghemantan biaya per bulan sebesar Rp 1.516.612 per bulan atau sebesar 24,8% per bulan dan total waktu tempuh sebesar 17,96% dari rute awal perusahaan.
Analisis Pola Rute Distribusi Paket pada PT. Pos Indonesia (Persero) Ambon dengan menggunakan Metode Travelling Salesman Problem dan Differential Evolution D. B. Paillin; Meisly Tamaela
ARIKA Vol 13 No 2 (2019)
Publisher : Industrial Engineering Study Program, Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1130.112 KB) | DOI: 10.30598/arika.2019.13.2.75

Abstract

PT. POS Indonesia (PERSERO) Ambon merupakan badan usaha milik Negara yang bergerak di layanan pos dan distribusi. Proses distribusi terbagi menjadi 2 proses yaitu proses distribusi surat dan distrbusi paket (barang). Dalam proses distribusi paket dilakukan pada 5 kecamatan yang ada di Kota Ambon. Dengan luasnya rute distribusi yang harus dilalui petugas pos dalam mendistribusikan paket maka perlu dilakukan analisis pola rute pendistribusian paket terpendek dari semua rute yang ada sehingga memperoleh jarak dan waktu tempuh yang optimal.Dalam meneyelesaikan permasalahan perusahaan dapat dilakukan dengan menggunakan metode Travelling Salesman Problem dan metode Differetcial Evolution. Metode Travelling Salesman Problem merupakan sebuah metode yang digunakan untuk meminimasi biaya distribusi dengan cara mencari jarak dan rute terdekat, waktu tercepat dan biaya yang minimal dan metode Differential Evolution digunakan untuk menemukan solusi terbaik dari semua solusi yang ada.Hasil yang diperoleh dengan menggunakan metode Travelling Salesman Problem untuk jalur dalam kota adalah 58,81 Km dengan penghematan jarak sebesar 22,39% dan total jarak untuk jalur luar kota adalah 74,65 km dengan penghematan jarak sebesar 13,56%. Hasil yang diperoleh dengan menggunakan metode Differential Evolution adalah 54,71 km untuk jalur dalam kota dengan penghematan jarak sebesar 27,80% dan 71,74 km untuk jalur luar kota dengan penghematan jarak 16,93%
Pengaruh Manajemen Perawatan Sistem Engkol terhadap Pengoperasian Mesin Anglo Belgian Corporation Type 12V B. J. Camerling; D. B. Paillin; Adha B. Dharma
ARIKA Vol 14 No 1 (2020)
Publisher : Industrial Engineering Study Program, Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.994 KB) | DOI: 10.30598/arika.2020.14.1.01

Abstract

Peranan perawatan terhadap mesin diesel engine pada bagian maintenance PLTD sangat penting artinya untuk mencegah terjadinya down time produksi, dan perawatan yang paling baik digunakan adalah perawatan pencegahan sebelum terjadinya kerusakan (preventive maintenance). Sistem perawatan mesin yang dilakukan di PLTD Poka, ialah periodic maintenance dan condition-based maintenance yaitu tindakan perawatan yang dilakukan berdasarkan lamanya waktu operasi mesin yang telah ditentukan oleh pabrikan dan berdasarkan kondisi mesin. Dengan sistem tersebut, ditemukan kesulitan perencanaan dan administrasi pemeliharaan karena fluktuatifnya pengoperasian mesin sehingga pemeliharaan sering tidak tepat waktu. Waktu antar kerusakan adalah selang waktu terjadinya kerusakan setelah dilakukan perbaikan. Untuk menentukan waktu antar kerusakan, langkah pertama yang dilakukan adalah dengan mengukur lamanya waktu operasi mesin setelah dilakukan perbaikan pada setiap kerusakan mesin. Sistem perencanaan pemeliharaan selama ini masih menggunakan perhitungan pecatatan yang dilakukan secara manual sehingga ada kemungkinan salah perhitungan perencanaan pemeliharaan yang berujung pada tidak tercapainya SFC, SLC dan Jam operasi Mesin yang diharapkan/ditargetkan. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka perlu dilakukan perawatan terhadap poros engkol sehingga bisa mencegah kerusakan yang lebih parah sehingga bisa tercapai pengoperasian mesin yang maksimal dan efisien. Penggunaan RCM diperlukan pada perawatan mesin ini sehingga hasil yang didapatkan untuk perawatan mesin lebih optimal dibandingkan dengan perawatan mesin yang dilakukan saat ini.
Analisis Hasil Kombinasi Produk dan Tingkat Penjualan dalam upaya Memaksimalkan Keuntungan pada Pabrik Roti UD. Arsita Ambon D. B. Paillin; V. O. Lawalata; Aprilia Indah
ARIKA Vol 14 No 1 (2020)
Publisher : Industrial Engineering Study Program, Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (461.11 KB) | DOI: 10.30598/arika.2020.14.1.53

Abstract

Setiap perusahaan didirikan untuk dapat memenuhi keinginan para pemiliknya. Untuk dapat memenuhi keinginan pemilik perusahaan, maka banyak perusahaan yang memproduksi lebih dari satu jenis produk. Masalah kombinasi produk yang sering dihadapi perusahaan, yaitu menentukan jumlah masing-masing item produk yang harus diproduksi. Dalam menghadapi masalah ini Pabrik roti UD. Arsita Ambon harus dapat mengambil keputusan berapa jumlah masing-masing produk apa saja yang akan diproduksi dengan menggunakan sumber daya yang ada secara tepat untuk memperoleh hasil yang optimal. Kombinasi produk adalah ukuran terhadap apa dan berapa banyak barang-barang yang diproduksi oleh suatu perusahaan tertentu. Metode simpleks merupakan bagian dari program linear yang digunakan sebagai alat untuk memecahkan permasalahan pada pabrik UD. Arsita Ambon. Langkah – langkah pada analisis Linier Programming adalah penentuan fungsi tujuan, penentuan fungsi batasan, dan analisis sensitivitas dengan menggunakan aplikasi WINQSB. Berdasarkan hasil optimasi, Apabila UD Arsita Ambon ingin berproduksi sesuai dengan kondisi optimalnya, sebaiknya memproduksi roti masing-masing roti coklat 2091 unit, roti mocca 518 unit, dan roti coklat pandan 391 unit. Dengan berproduksi secara optimal UD.Arsita ambon dapat memperoleh tambahan keuntungan yaitu Rp 717.292 per hari.
Algoritma Genetika untuk Pemecahan Masalah Rute Kendaraan dengan Ukuran dan Campuran Armada, Trip Majemuk, Pengiriman Terbagi, Produk Majemuk, dan Kendaraan dengan Kompartemen Majemuk Suprayogi Suprayogi; Daniel Bunga Paillin
Jurnal Teknik Industri Vol. 19 No. 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (649.385 KB) | DOI: 10.9744/jti.19.2.115-124

Abstract

This paper discusses a variant of the basic vehicle routing problem (VRP) by including the following characteristics: fleet size and mix, multiple trips, split delivery, and multiple compartments. One of real cases of this problem is related to determining tanker’s routes in delivering fuel products from a supply port to a number of destination ports. Each tanker has several compartments where each compartment is dedicated to a certain fuel product. In this paper, a solution approach based on genetic algorithm (GA) is proposed and tested using nine hypothetical instances. Experiment results show that the proposed GA gives consistent results measured by coefficient variations
ANALISIS PEMILIHAN SUPPLIER MENGGUNAKAN ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) Farid Abdullah; Daniel Bunga Paillin; Billy Jhones Camerling; Johan Marcus Tupan
ALE Proceeding Vol 5 (2022): Archipelago Engineering (ALE)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/ale.5.2022.85-91

Abstract

Penelitian ini membahas tentang pemilihan supplier bahan baku kayu pada CV Fifa Pratama Mebel dengan menggunakan pendekatan AHP. Hasil pengolahan data dengan metode AHP dapat diperoleh lima kriteria dengan tingkat kepentingan secara berurutan yaitu kriteria harga menjadi prioritas pertama dalam pemilihan Supplier ini dengan bobot nilai (0,395), kemudian kriteria berikutnya yaitu kualitas dengan bobot (0,267), prioritas kriteria ketiga yaitu pengiriman mempunyai bobot kriteria (0,144), dan yang keempat kriteria pelayanan dengan bobot (0,098) kemudian prioritas terakhir yaitu kriteria ketetapan jumlah dengan bobot (0,097). Kemudian dengan AHP pula diperoleh bahwa Supplier yang direkomendasikan untuk diprioritaskan dengan memperhatikan kriteria-kriteria diatas adalah Supplier terpilih pertama yaitu Supplier A dengan bobot prioritas (0,351) kemudian urutan prioritas kedua Supplier C dengan bobot (0,346) dan prioritas ketiga yaitu Supplier B dengan bobot (0,306).
Agro-Food Supply Chain Risk Assessment: A Review Based on Technique and Approach Daniel Bunga Paillin; Machfud Machfud; Hartrisari Hardjomidjojo; Muhammad Romli
Journal of Applied Engineering and Technological Science (JAETS) Vol. 5 No. 2 (2024): Journal of Applied Engineering and Technological Science (JAETS)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual (YRPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/jaets.v5i2.3688

Abstract

Risk assessment in agro-food supply chains is crucial in managing the complexity and uncertainty associated with food product production, distribution, and consumption. This study aims to classify risks and mapping techniques or approaches used in risk assessment of agro-food product supply chains. Mapping technique or approaches to risk assessment of agro-food supply chains was carried out based on the Preferred Reporting Items for Systematic Review and Meta-Analysis (PRISMA) framework, which consists of several stages of identification, screening eligibility, and inclusion, resulting in a total of 72 relevant journal articles. They were selected from 58 different journals with high-impact factors and rankings. The literature review results show that agro-food's supply chain risk classification has much to do with risk assessment: macro-level risk, operational risk outside the company, and internal risk. Furthermore, the most studied agro-food products are general food (44%), horticultural products (28%), meat products (11%), dairy products (10%), fishery products (6%) and bread products (1%). The techniques and approaches most widely used in assessing the risk of the agro-food supply chain are semi-quantitative (49.3%), quantitative (31.5%), mixed (12.3%), and qualitative (6.9%). A better knowledge of the topic being addressed in the research community is sped up by identifying these techniques and approaches since the literature on supply chain risk management for agro-food is voluminous, complicated, and challenging to grasp.