Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Archipelago Engineering

ANALISIS PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PROGRAM NUSP-2 DI KELURAHAN PANDAN KASTURI, KOTA AMBON S. A. Dewi; W. D. Nanlohy; Hanok Mandaku
ALE Proceeding Vol 5 (2022): Archipelago Engineering (ALE)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/ale.5.2022.30-36

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menganalisis bentuk partisipasi, tingkat partisipasi, faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi masyarakat, dan hubungan antara faktor terhadap bentuk dan tingkat partisipasi masyarakat pada tahap pemanfaatan hasil Program Neighborhood Upgrading And Shelter Project Phase 2 (NUSP-2). Metode penelitian adalah (1) deskriptif kuantitatif, (2) skoring, dan (3) tabulasi silang (crosstab). Hasil penelitian memperlihatkan: (1) bentuk partisipasi yang paling dominan yaitu tenaga/keahlian dan menikmati hasil pembangunan; (2) tingkat partisipasi masyarakat berada pada tingkat Deciding Together; (3) faktor yang mempengaruhi partisipasi masyarakat, adalah (a) faktor internal: faktor umur, gender/jenis kelamin, tingkat pendidikan, jenis pekerjaan, penghasilan perbulan, lama tinggal; (b) faktor eksternal: pemerintah Kota Ambon (44,4%), kelurahan (45,2%), tokoh masyarakat (70,4%), dan fasilitator (72,8%); (c) faktor psikologis: need (80,4%), motif (82,5%), hope (78%), dan reward (82,4%); dan (4) Hubungan antara faktor-faktor yang mempengaruhi terhadap bentuk dan tingkat partisipasi masyarakat, yakni (a) faktor internal memiliki hubungan dan berpengaruh terhadap bentuk partisipasi, yaitu menerima imbalan dan menikmati hasil; (b) faktor eksternal memiliki hubungan dan berpengaruh terhadap bentuk partisipasi, yaitu tingkat informasi dan menikmati hasil; (c) faktor psikologis memiliki hubungan dan berpengaruh terhadap bentuk partisipasi, yaitu menerima imbalan dan menikmati hasil.
ANALISIS BIAYA OPERASIONAL KENDARAAN (BOK) SEBAGAI DASAR PENENTUAN TARIF SEWA TRANSPORTASI BARANG DI PROVINSI MALUKU Hanok Mandaku
ALE Proceeding Vol 5 (2022): Archipelago Engineering (ALE)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/ale.5.2022.46-52

Abstract

Tarif sewa transportasi barang di Provinsi Maluku umumnya dilakukan berdasarkan kesepakatan antara pemilik dan penyewa kendaraan, sehingga acapkali menimbulkan ketidakpuasan diantara kedua pihak. Oleh sebab itu, tujuan penelitian ini adalah menentukan struktur dan besaran tarif sewa transportasi barang yang ideal berdasarkan Biaya Operasional Kendaraan (BOK) guna menjembatani kepentingan pihak pemilik dan penyewa kendaraan. Metode perhitungan BOK didasarkan pada metode Direktorat Jenderal Perhubungan Darat RI tahun 2002. Hasil penelitian menunjukan struktur dan besaran BOK untuk jenis kendaraan angkutan barang Golongan V terdiri dari: (a) biaya pemakaian ban, sebesar Rp. 629,92/km; (b) biaya service kecil, sebesar Rp. 255,91; dan (c) biaya service besar, sebesar Rp. 131,89/km. Dengan demikian, total BOK adalah sebesar Rp. 1.017,72/km. Temuan ini dapat dimanfaatkan sebagai dasar penentuan besaran tarif sewa transportasi barang di Provinsi Maluku.
MODEL PEMILIHAN MODA TRANSPORTASI LAUT UNTUK PERJALANAN ANTAR-PULAU PADA RUTE TULEHU – AMAHAI Firda M Sanaky; Stevianus Titaley; Hanok Mandaku
ALE Proceeding Vol 6 (2023): Archipelago Engineering
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/ale.6.2023.62-67

Abstract

Ketidakseimbangan proporsi pilihan moda transportasi laut dapat berdampak baik pada kelancaran pergerakan, kelangsungan usaha maupun resiko kecelakaan akibat muatan lebih. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proporsi pilihan moda transportasi laut oleh pelaku perjalanan pada rute Tulehu-Amahai di Provinsi Maluku. Metode yang digunakan adalah regresi linear berganda untuk mendapatkan model utilitas dan metode regresi logistik binomial untuk mendapatkan angka proporsi. Variabel yang dimodelkan, adalah: (1) pilihan moda (Y); (2) tarif kapal (X1); (3) waktu perjalanan (X2); dan (3) tingkat kenyamanan (X3). Data diperoleh menggunakan kuesioner dengan teknik stated preference dari 100 responden dan selanjutnya diolah dengan perangkat SPSS. Hasil penelitian menunjukan ketiga faktor tersebut berpengaruh signifikan terhadap keputusan pemilihan moda transportasi laut pada rute Tulehu-Amahai. Sedangkan model persamaan utilitas yang dihasilkan adalah, Y = 0.336 + 6,658x10-5X1+ 0.315X2 + 0.181X3 dengan angka proporsi adalah 88,8% untuk moda kapal cepat dan 11,3% untuk kapal ferry. Hasil ini mengindikasikan bahwa moda kapal cepat masih menjadi favorit pilihan oleh pelaku perjalanan karena memiliki keunggulan pada faktor waktu perjalanan dan tingkat kenyamanan. Untuk itu, pengembangan angkutan penyeberangan penting dilakukan guna meningkatkan aspek waktu perjalanan dan kenyamanan sehingga dapat menjamin proporsi pilihan moda secara berimbang pada rute tersebut.
PERENCANAAN FASILITAS PELABUHAN KAMARIAN UNTUK MENUNJANG PELAYARAN RAKYAT ANTAR-PULAU DI PROVINSI MALUKU Izak R Kakerisa; Pieter Th Berhitu; Hanok Mandaku
ALE Proceeding Vol 6 (2023): Archipelago Engineering
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/ale.6.2023.68-75

Abstract

Pengembangan Pelabuhan Kamarian di Provinsi Maluku sangat penting guna menunjang eksistensi pelayaran rakyat antar-pulau. Namun, pengembangannya membutuhkan investasi dan dukungan informasi tentang arahan pengembangan dan kapasitas setiap fasilitas agar sesuai dengan kebutuhan. Oleh sebab itu, perencanaan yang komprehensif sangat penting dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pertumbuhan muatan dan kebutuhan fasilitas serta mendesain lay-out Pelabuhan Kamarian. Metode yang digunakan adalah regresi linear untuk peramalan pertumbuhan muatan, standart pelayanan pelabuhan untuk analisis kebutuhan fasilitas dan activity relationship chart (ARC) untuk mendesain tata letak pelabuhan. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa untuk 5 tahun mendatang tingkat pertumbuhan muatan mencapai 5,5%/tahun untuk penumpang, 1,2%/tahun untuk kendaraan R-2 dan 1,3%/tahun untuk barang. Berdasarkan data tersebut, dengan beroperasinya 2 unit kapal, maka diperkirakan pada tahun 2026 masing-masing kapal akan mengangkut 47 orang penumpang pergi (LF = 1,56), 38 orang penumpang datang (LF = 1,26), 1 unit motor (LF = 0,33), dan 3,8 ton barang (LF = 7,59). Kondisi tersebut membutuhkan adanya fasilitas dermaga berukuran 32,5 x 1,5 meter; gedung terminal seluas 206 m2; dan areal parkir seluas 96,0 m2. Sedangkan lay-out pelabuhan didesain dengan pendekatan activity relationship chart. Pengembangan Pelabuhan Kamarian diharapkan dapat menunjang pelayaran rakyat antar-pulau di Provinsi Maluku.