Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

IMPLEMENTASI LEAN MANUFACTURING GUNA MEREDUKSI WASTE (Studi Kasus : UD. X) Nil Edwin Maitimu; Marcy L. Pattiapon
ALE Proceeding Vol 3 (2020): Archipelago Engineering (ALE)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/ale.3.2020.75-81

Abstract

Tujuan akhir suatu perusahaan adalah untuk memperoleh profit setinggi mungkin. Profit yang tinggi yang akan diperoleh jika perusahaan bisa menekan sekecil mungkin pengeluaran perusahaan dan melakukan efisiensi termasuk menekan pemborosan yang ada. Untuk mencapai tujuan tersebut maka perusahaan perlu membuat proses produksi menjadi optimal. UD. X adalah salah satu perusahaan industri yang bergerak dibidang mebel. Produk yang dihasilkan oleh UD. X adalah furniture seperti meja, kursi, lemari, jendela dan pintu. Faktor yang mengakibatkan terjadinya pemborosan terhadap waktu, tenaga, jarak, material, dan mesin sehingga mengakibatkan terjadinya waktu tunggu yang lama dan memperkecil ruang gerak pekerja. Kondisi ini apabila terjadi secara terus-menerus akan berpengaruh terhadap efisiensi dan produktivitas perusahaan, yang nantinya dapat merugikan perusahaan.Berdasarkan hasil penelitian maka urutan waste yang terjadi pada proses produksi pintu dalam UD. X dari rangking tertinggi sampai rangking terendah adalah waste waiting (17,1%), waste innappropiate processing (16,5%), waste overproduction (15,9%), waste inventory (15,3%), waste transportation (14,1%) waste unnecessary motion (11,8%) dan waste defects (9,4%). Dengan mengetahui waste yang terjadi maka dilakukan upaya untuk mengurangi waste yang terjadi. Metode Root Cause Analysis adalah sebuah metode yang bertujuan untuk mengidentifikasi akar penyebab masalah atau peristiwa. Dengan menggunakan metode ini maka diharapakan dapat mengurangi waste yang terjadi pada sistem produksi pintu.
PENERAPAN LEAN CONSTRUCTON PADA PROYEK PT. PESONA GRAHA MANDIRI AMBON GUNA MEREDUKSI NON ADDED VALUE ACTIVITY Nil Edwin Maitimu; Marcy L Pattiapon
ALE Proceeding Vol 1 (2018): Archipelago Engineering (ALE)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/ale.1.2018.168-175

Abstract

Abstrak Setiap pelaksanaan proyek konstruksi tidak lepas dari berbagai kendala ataupun kegagalan konstruksi, yang disebabkan oleh rendahnya kinerja ataupun produktivitas para tenaga kerja, perencanaan proyek yang kurang matang, anggaran yang membengkak, dan juga spesifikasi yang tidak sesuai.Walaupun kegagalan tersebut tidak dapat dilihat secara nyata, namun jika berlangsung dengan intensitas yang besar dan terus-menerus maka kegagalan tersebut dapat terakumulasi dan dampaknya akan terlihat pada akhir proyek. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi aktivitas yang tergolong dalam waste (non value addedactivity) jenis dan frekuensi kemunculannya serta mengidentifikasi penyebab waste serta memberikan usulan perbaikan yang bertujuan untuk mereduksi waste sebagai dasar dalam merumuskan rekomendasi perbaikan melalui pendekatan lean dan FMEA. Lean adalah suatu upaya terus menerus untuk menghilangkan pemborosan (waste) dan meningkatkan nilai tambah (value added) produk (barang atau jasa) agar memberikan nilai kepelanggan.FMEA (FailureModeandEffectsAnalysis) adalah metode yang secara kualitatif untuk mengidentifikasi ragam kegagalan dan dampaknya secara kuantitatif dapat dihitung ragam kegagalan dengan prioritas tertinggi yang memerlukan tindakan perbaikan dengan segera. Hasil penelitian yang telah dilakukan maka dapat diketahui bahwa Defect dengan bobot 3.91, Waiting dengan bobot 3.40 dan Innapropriate processing dengan bobot 3.17. Berdasarkan risk priority number maka diperoleh bentuk-bentuk waste sebagai berikut Plat beton pecah dengan risk priority number 147, Rework pada pemasangan keramik dengan risk priority number 126 dan Rework Pemasangan instalasi perpipaan yang kurang bagus dengan risk priority number 126.
PERENCANAAN PRODUKSI KERAJINAN KULIT KERANG MUTIARA DENGAN MENGGUNAKAN METODE AGREGAT DI KOTA AMBON Marcy L. Pattiapon; Nil Edwin Maitimu
ALE Proceeding Vol 2 (2019): Archipelago Engineering (ALE)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/ale.2.2019.154-157

Abstract

Maluku merupakan daerah kepulauan yang kaya akan hasil alam terutama laut yang diantaranya yaitu kerang mutiara. Salah satu industri kecil yang cukup berkembang adalah industri kerajinan dari kulit kerang mutiara, kulit kerang mutiara di manfaatkan dan di olah sebagai kerajinan yang bernilai seni tinggi merupakan salah satu ciri khas dari daerah Maluku yang merupakan salah satu pilihan cinderamata yang cukup diminati oleh wisatawan dalam negeri maupun luar negeri. Kerang selain dikonsumsi, kerang juga menghasilkan mutiara dan sering dibuat menjadi perhiasan seperti kalung, gelang, cincin dan hiasan dinding dan berbagai aksesoris.Terjadinya fluktuasi permintaan dari waktu ke waktu menyebabkan perlunya perencanaan persediaan dengan melakukan peramalan kebutuhan dimasa yang akan datang.Peramalan yang digunakan adalah Time Series Moving Average dan Single Exponential Smoothing.Hasil penelitian yang dilakukan dapat diketahui bahwa yang menyerap modal terbesar adalah kerangmutiara, profil, kain bludru dan kaca. Peramalan dengan Moving Average (MA) = 4 bulan mempunyai nilai error tekecil dengan hasil prakiraan peramalan adalah 57 kg. Dengan total biaya sebesar Rp. 5.156.847.779.Alternatif yang digunakan dalam perencanaan agregat adalah strategi dengan hari kerja regular tetap dan strategi lembur, yaitu selama 26 hari/bulan, dengan kapasitas produksi 39 unit produk jadi kulit kerang. Dengan total biaya adalah sebesar Rp. 243.650.000.
ANALISIS TINGKAT PRODUKTIVITAS PERUSAHAAN DENGAN METODE AMERICAN PRODUCTIVITY CENTER (APC) PADA UD. X Nil Edwin Maitimu; Marcy L. Pattiapon
ALE Proceeding Vol 5 (2022): Archipelago Engineering (ALE)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/ale.5.2022.134-140

Abstract

Tujuan perusahaan adalah mencari laba semaksimal mungkin. Untuk mencapai tujuan tersebut, perusahaan melakukan operasinya. Proses operasi dilakukan dengan cara mempertimbangkan produktivitas perusahaan. Produktivitas sangat penting bagi perusahaan dalam rangka persaingan bisnis yang kompetitif sehingga setiap perusahaan dituntut untuk meningkatkan kinerjanya agar mampu bersaing dengan perusahaan-perusahaan lain. UD. X merupakan sebuah industri yang bergerak di bidang Meubel yang memproduksi perabotan rumah tangga. Jenis produk yang diproduksi adalah Sofa bungkus, meja makan, tempat tidur, dan lemari. Permasalahan yang terjadi pada perusahaan adalah selama dilakukannya proses produksi dari tahun ke tahun, UD. X belum pernah melakukan pengukuran tentang sejauh mana produktivitas yang telah dicapai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui fluktuasi Produktivitas UD. X dan untuk menganalisis fluktuasi input-input yang dipakai oleh UD. X sehingga dapat mengetahui input-input yang perlu dilakukan tindakan perbaikan untuk meningkatkan produktivitas perusahaan. Pendekatan yang digunakan dalam menganalisis tingkat produktivitas adalah mengan menggunakan metode American Productivity Center (APC) untuk membandingkan nilai input yang dikeluarkan dan nilai output yang dicapai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi penurunan produktivitas dimana nilai indeks produktivitas pada tahun 2019 turun sebesar -1,7%, tahun 2020 turun sebesar -3,2% dan tahun 2021 turun sebesar -2,1%. Hal ini terjadi karena masalah internal perusahan yaitu penggunaan sumber daya yang belum efisien yang berefek pada meningkatnya biaya produksi. Dimana pada tahun 2021 nilai output sebesar Rp. 3,219,000,000 dengan produktivitas menurun (-2,0 %) maka perusahaan mengalami kerugian dalam penggunaan sumber daya pada tahun 2016 sebesar Rp. 64.380.000.
REDESIGN ALAT TANGKAP IKAN (BUBU) DENGAN MEMPERTIMBANGKAN VOICE OF CUSTOMER MENGGUNAKAN METODE QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT (QFD) Latumeten, Erza Ferlianty; Pattiapon, Marcy L.; Tutuhatunewa, Alfredo
i tabaos Vol 4 No 3 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/i-tabaos.2024.4.3.171-178

Abstract

Masyarakat Negeri Larike hidup di wilayah pesisir dan mayoritas berprofesi sebagai nelayan. Potensi laut yang begitu besar menjadi kekuatan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Mayoritas penangkapan ikan bagi nelayan di Negeri Larike masih tradisional. Saat ini nelayan desa Larike menggunakan bubu yang berukuran 2 meter untuk penangkapan ikan dan biota laut lainnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan desain bubu ikan yang dapat menunjang kenyamanan bagi pengguna dan menambah ketahanan agar mendapatkan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan bubu sebelumnya berdasarkan keinginan konsumen. Hasil penelitian ini yaitu mulai dari pembentukan Voice of Customer hasil dari pernyataan tersebut diinterpretasikan menjadi kebutuhan pengguna. Penentuan Costumer Needs kebutuhan pengguna ini didapatkan dari hasil voice of costumer yang telah dilakukan sebelumnya. Pembentukan Planning Matrix untuk nilai ItC didapatkan tiga atribut yang memiliki bobot lebih tinggi yaitu kemudahan dalam penggunaan, variasi volume yang dapat ditampung, dan tahan lama dengan nilai sebesar 4,5%. Untuk nilai CuSP variasi volume yang dapat ditampung sebesar 3,50%. Untuk nilai CoSP kemudahan dalam penggunaan sebesar 3,50%. Dari hasil penjambaran Peta Morfologi, maka redesain Alat Tangkap Ikan Bubu yang baik, menarik, dan tahan lama sehingga dapat memenuhi kepuasan dan keinginan nelayan untuk penangkapan ikan sesuai dengan fungsi dari alat tangkap tersebut.
ANALISIS EFISIENSI BIAYA PERSEDIAAN BAHAN BAKU SPRINGBED MENGGUNAKAN METODE EOQ PADA PT. CAHAYA BINTANG MANISE Chaniago, Yusril; Maitimu, Nil Edwin; Pattiapon, Marcy L.
i tabaos Vol 4 No 3 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/i-tabaos.2024.4.3.134-146

Abstract

Cahaya Bintang Manise telah melakukan perencanaan persediaan bahan baku. Perencanaan ini dilakukan oleh bagian Production Planning Inventory Control (PPIC). Akan tetapi, perencanaan kebutuhan bahan baku yang dilakukan belum optimal, karena bahan baku yang diterima perusahaan tidak sesuai dengan waktu pemesanan bahan baku dan standard yang diharapkan, sehingga produksi menjadi terganggu dan menumpuknya bahan baku. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui total biaya persediaan menggunakan metode Economic Order Quality (EOQ). Dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa perbandingan total biaya persediaan terhadap delapan bahan baku didapatkan hasil delapan jenis bahan baku yang mendapatkan hasil yang efisien dengan menggunakan metode Economic Order Quantity (EOQ) yaitu per, kawat, busa roll, kain woven, benang quilting, cotton cheet 165, pipa foam, dan benang extra jeans.
ANALISIS PERAWATAN MESIN CETAK PAVING BLOCK DI UD. X DENGAN PENDEKATAN RELIABILITY CENTERED MAINTENANCE DAN MAINTENANCE VALUE STREAM MAPPING Lolita Pattiapon, Marcy
Industri Inovatif : Jurnal Teknik Industri Vol 14 No 1 (2024): Inovatif Vol. 14 No. 1
Publisher : Prodi Teknik Industri S1 Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/industri.v14i1.7264

Abstract

UD. X adalah salah satu perusahaan penyedia bahan bangunan atau kontruksi dimana salah satu produksi utamanya yaitu paving block. Tujuan dari penelitian ini adalah memperoleh tindakan pemeliharaan berdasarkan worksheet decision RCM (Reliability Centered Maintenance) terhadap komponen kritis serta mendapatkan besar peningkatan efisiensi perawatan sebelum dan sesudah penggunaan metode MVSM (Maintenance Value Stream Mapping). Metode penelitian yang digunakan adalah Reliability Centered Maintenance untuk mendapatkan tindakan pemeliharan terhadap komponen kritis dengan menggunakan worksheet decision RCM dan MVSM untuk menentukan efisiensi perawatan komponen kritis. Penelitian ini menghasilkan komponen kritis pada sistem kelistrikan dan mekanik berjumlah 10 komponen. Dari hasil analisis menggunakan worksheet decision maka tindakan pemeliharaan scheduled on condition task untuk 8 komponen dan scheduled restoration task untuk 2 komponen. Pada metode MVSM dilakukan analisis untuk mengurangi pemborosan dimana dilakukan perbandingan current state map dan future state map memperoleh hasil dimana Kenaikan pressentase efisiensi perawatan pada setiap komponen.
PENERAPAN METODE 5S UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS PADA PABRIK TAHU UD SUMBER REZEKI Noviyanti, Noviyanti; Maitimu, Nil E.; Pattiapon, Marcy L.
i tabaos Vol 5 No 1 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/i-tabaos.2025.5.1.40-50

Abstract

UD Sumber Rezeki merupakan industri kecil menengah yang bergerak dalam bidang pembuatan tahu. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, yaitu metode 5S, tahap seiri dirancangkan dengan memilah peralatan yang penting dan tidak penting, tahap seiton dirancangkan dengan menata barang sesuai jenis barang, tahap seiso dirancangkan dengan membuat area-area pembersihan, tahap seiketsu dirancang dengan memberikan kontrol visual berupa pemberian tanda dan pemberian poster 5S, tahap shitsuke dirancang dengan melakukan kegiatan dengan menjadikan metode 5S sebagai aturan kedalam sistem kegiatan standar pabrik. Setelah dilakukannya perbaikan, waktu kerja dapat di optimalkan dari Sebelumnya, pada bulan februari 2024 karyawan menghabiskan waktu 600 menit untuk bekerja, namun setelah menerapkan metode 5S pada bulan maret 2024 waktu kerja berkurang menjadi 578 menit. Sebelum penerapan metode 5S, produksi pada bulan februari 2024 hanya mencapai 220 produk per 10 jam. Namun, setelah menerapkan metode 5S, jumlah produksi di bulan maret 2024 meningkat menjadi 250 produk per 10 jam.