Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Jurnal Kesehatan

STUDI LITERATUR PERBANDINGAN MUTU LAYANAN FARMASI SEBELUM DAN SESUDAH PERESEPAN ELEKTRONIK Nuke Fendiana; Roma Ave Maria
Jurnal Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2021): Oktober : Health Journal “Love That Renewed”
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Santo Borromeus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (462.986 KB) | DOI: 10.55912/jks.v9i2.32

Abstract

Dalam perkembangan dunia kesehatan di Indonesia, sistem pembuatan resep obat secara manual masih banyak mengalami masalah seperti kesalahan dalam mengartikan resep obat yang ditulis tangan oleh dokter dan antrean yang panjang dalam pengambilan obat. Penerapan elektronik resep adalah salah satu cara yang diharapkan dapat mencegah kesalahan dalam membaca resep dan membuat input data lebih cepat sehingga tidak ada kesalahan dalam pemberian obat dan waktu tunggu pelayanan resep lebih cepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan mutu layanan farmasi sebelum dan sesudah penerapan resep elektronik. Instrumen yang digunakan pada studi literatur ini adalah database yang berasal dari PubMed, ProQuest dan Google Scholar dengan mencari jurnal antara tahun 2010 sampai 2020. Sebanyak 9 jurnal per-ulasan dimasukkan dalam ulasan ini. Hasil ulasan data yang dibandingkan terdiri dari waktu tunggu obat, kejadian medication error, kesesuaian dengan formularium dan kepuasan pasien. Berdasarkan hasil perbandingan diketahui bahwa penerapan resep elektronik dapat meningkatkan mutu layanan farmasi mencakup kecepatan pelayanan obat, kejadian medication error, kesesuaian dengan formularium dan kepuasan pasien jika dibandingkan dengan penggunaan resep manual.
EVALUASI PENERAPAN BEYOND USE DATE PADA OBAT RACIKAN ANAK DI KLINIK K2IA RUMAH SAKIT CAHYA KAWALUYAN PADALARANG Maria Irna Arisanti Nindi; Roma Ave Maria
Jurnal Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2021): Oktober : Health Journal “Love That Renewed”
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Santo Borromeus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.93 KB) | DOI: 10.55912/jks.v9i2.33

Abstract

Beyond Use Date (BUD) obat adalah batas waktu penggunaan produk obat setelah obat tersebut diracik atau disiapkan atau setelah kemasan primernya dibuka atau sudah rusak. Penetapan BUD merupakan suatu masalah yang kompleks karena berkaitan dengan molekul obat dengan sejumlah gugus fungsi reaktif, bahan tambahan yang beragam, wadah obat dan kondisi penyimpanan maupun penggunaan obat yang bervariasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase resep anak yang menerapkan perhitungan BUD pada racikan obat, persentase resep anak yang mencantumkan BUD pada etiket obat, dan persentase kesesuaian penerapan BUD pada racikan dengan perhitungan BUD berdasarkan teori di Klinik Kesehatan Ibu dan Anak (K2IA) Rumah Sakit Cahya Kawaluyan Padalarang. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan penelitian deskriptif dan dilakukan dengan cara prospektif serta dianalisa secara kuantitatif. Sampel pada penelitan ini berupa resep racikan anak sebanyak 69 resep dan dilakukan observasi terhadap pencantuman BUD pada etiket obat. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa persentase resep anak yang menerapkan perhitungan BUD pada racikan obat adalah 100%, persentase resep anak yang mencantumkan BUD pada etiket obat adalah 53,62% dan persentase kesesuaian penerapan BUD pada racikan dengan perhitungan BUD berdasarkan teori adalah 72,46%.
ANALISIS KEBIJAKAN DAN KOMPETENSI PEMIMPIN RUMAH SAKIT DI INDONESIA: HARUSKAH TENAGA MEDIS? (SUATU STUDI LITERATUR) dr. Ira Citra Afsari, MMRSa; dr. Albert Hendarta, MPHb; Roma Ave Maria Ave
Jurnal Kesehatan Vol. 11 No. 2 (2023): Oktober : Health Journal "Love That Renews"
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Santo Borromeus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Based on UU No.44/2009 and Permenkes No.147/Menkes/PER/I/2010 it allows hospitals not only to function socially but also in the form of a Limited Liability Company (private company) as a 'stand alone' hospital or in the form of a 'chain hospital' which is socially profitable cause a competition between hospitals. Hospitals need to be managed more professional, need strong leadership, long experience and must play an active role to make health services run perfectly. Design of this reasearch is a literature review, used some literature about hospital leadership, health workers, hospital. It was found that government policy of Indonesia still requires medical personnel to hold the positions as directors of hospitals. There is no possibility of non-health workers even though they have above average abilities as a leader. In contrast to hospital leaders outside Indonesia, although more advanced for scientifically and technologically that position can be filled by an accountant, businessman, public health, even by a specialist doctor even though the medical director always from medical personnel who have knowledge in accordance with their competence. Indonesia policies related to hospital leaders must be supported by educational institutions, they need in addition to having knowledge and qualified medical service skills, a medical staff must have other knowledge and abilities such as leadership, financial literacy, management and entrepreneurial leadership, entrepreneurship, strategic business plans, strategic action plans, implementation plans and annual plans, hospital governance, minimum service standards, accountability systems, hospital remuneration systems, human resource management. A health worker must also have the characteristics of a hospital leader, including: a hospital leader should have a vision, a hospital leader should be a good manager, a hospital leader should be communicative, humble and enthusiastic, a hospital leader should manage the hospital by going around, a hospital leader should be professional, a hospital leader should understand change management, a hospital leader should have a service culture. A hospital leader should be aware of his core tasks. Leaders in hospitals must also inspire vision, set an example, show the way, empower, involve, challenge and challenge the process and humanize or touch the hearts of those who are led.