Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Inteligensi : Jurnal Ilmu Pendidikan

Lesson Study dengan Metode Discovery Learning dan Problem Based Instruction Kardiana Metha Rozhana; Harnanik Harnanik
Inteligensi : Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/ilg.v1i2.1355

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui penerapan Lesson Study dengan metode Discovery Learning dan Problem Based Intruction dalam meningkatkan aktivitas siswa dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yaitu laporan penelitian hasil riset berupa kutipan-kutipan data yang diperoleh selama observasi untuk memberikan gambaran penyajian laporan secara deskripsi. Hasil peneitian menunjukkan melalui metode Discovery Learning dan Problem Based Intruction proses pembelajaran mampu meningkatkan keaktifan siswa, merangsang siswa tidak malu dalam bertanya, menumbuhkan rasa ingin tahu, proses pembelajaran menyenangkan, dan guru model dapat memperbaiki cara mengajar melalui saran yang diberikan oleh tim observer lesson study.
IMPLEMENTASI MODEL PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MAHASISWA PGSD Kardiana Metha Rozhana; Moh. Farid Nurul Anwar
Inteligensi : Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 4, No 2 (2021): Inteligensi Vol.4 No.2
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/ilg.v4i2.2952

Abstract

The purpose of the research was to implemented Problem based Learning (PBL) media in improving student learning outcomes in the PGSD Study Program, Tribhuwana Tunggadewi University. This type of research used CAR (Classroom Action Research) by reviewing research in the form of descriptive. This research procedure was carried out for two cycles with the stages of planning, implementing, and reflecting. The stages was carried out with: 1) the planning stage by drawing up a Learning Implementation Plan and lecture contracts, preparing media, materials, and instruments; 2) the Action Stage is carried out in accordance with the RPS that has been prepared; 3) the observation and evaluation stages are carried out during the learning process and carry out documentation during the learning process in the classroom; 4) the reflection stage, namely analyzing the previous process, both its weaknesses and strengths. Learning outcomes in cycle 1 showed the percentage of 66% of students who did not complete their studies. And in cycle 2 there are 90.9% of students who complete learning. It can be concluded that the Problem Based Learning Model is very effective in improving the cognitive aspects of students.
EFEKTIVITAS SOSIODRAMA DALAM MENINGKATKAN KEPEDULIAN SOSIAL DI SEKOLAH DASAR Kardiana Metha Rozhana; Nila Kartika Sari
Inteligensi : Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/ilg.v1i1.1140

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui dan membuktikan sosiodrama efektik dalam meningkatkan kesadaran kepedulian sosial di sekolah dasar. Penelitian menggunakan eksperimental semu. Rancangan penelitian yang digunakan adalah pretest dan postest satu kelompok (the one group pretest – posttest design). Rancangan penelitian ini, satu kelompok tes atau subyek penelitian akan diberikan treatment yang sama. Treatment yang diberikan adalah sosiodrama yang dapat meningkatkan kepedulian sosial. Secara signifikansi berdasarkan pengujian hipotesis, yaitu uji beda two related samples test Wilcoxon diperoleh nilai Wilcoxon sebesar ( -4.783a) dengan nilai asymp.Sig (2-tailed) sebesar 0.000. Hal ini dapat disimpulkan bahwa terjadi perbedaan tingkat yang signifikan pada kepedulian sosial siswa antara sebelum dan sesudah melakukan pelatihan sosiodrama pada sasaran eksperimen. Hal ini dibuktikan dengan nilai asymp.Sig (2-tailed) lebih kecil dari 0.05 atau probability error (  0.000 0.05). dengan kata lain bahwa teknik sosiodrama efektif untuk meningkatkan kepedulian sosial siswa sekolah dasar. Maka dapat disimpulkan bahwa, terdapat perbedaan yang signifikan antara tingkat kepedulian sosial siswa sebelum dan sesudah diberikan treatment dan teknik sosiodrama efektif untuk meningkatkan kepedulian sosial siswa.