Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Lesson Study dengan Metode Discovery Learning dan Problem Based Instruction Kardiana Metha Rozhana; Harnanik Harnanik
Inteligensi : Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/ilg.v1i2.1355

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui penerapan Lesson Study dengan metode Discovery Learning dan Problem Based Intruction dalam meningkatkan aktivitas siswa dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yaitu laporan penelitian hasil riset berupa kutipan-kutipan data yang diperoleh selama observasi untuk memberikan gambaran penyajian laporan secara deskripsi. Hasil peneitian menunjukkan melalui metode Discovery Learning dan Problem Based Intruction proses pembelajaran mampu meningkatkan keaktifan siswa, merangsang siswa tidak malu dalam bertanya, menumbuhkan rasa ingin tahu, proses pembelajaran menyenangkan, dan guru model dapat memperbaiki cara mengajar melalui saran yang diberikan oleh tim observer lesson study.
IMPLEMENTASI MODEL PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MAHASISWA PGSD Kardiana Metha Rozhana; Moh. Farid Nurul Anwar
Inteligensi : Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 4, No 2 (2021): Inteligensi Vol.4 No.2
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/ilg.v4i2.2952

Abstract

The purpose of the research was to implemented Problem based Learning (PBL) media in improving student learning outcomes in the PGSD Study Program, Tribhuwana Tunggadewi University. This type of research used CAR (Classroom Action Research) by reviewing research in the form of descriptive. This research procedure was carried out for two cycles with the stages of planning, implementing, and reflecting. The stages was carried out with: 1) the planning stage by drawing up a Learning Implementation Plan and lecture contracts, preparing media, materials, and instruments; 2) the Action Stage is carried out in accordance with the RPS that has been prepared; 3) the observation and evaluation stages are carried out during the learning process and carry out documentation during the learning process in the classroom; 4) the reflection stage, namely analyzing the previous process, both its weaknesses and strengths. Learning outcomes in cycle 1 showed the percentage of 66% of students who did not complete their studies. And in cycle 2 there are 90.9% of students who complete learning. It can be concluded that the Problem Based Learning Model is very effective in improving the cognitive aspects of students.
EFEKTIVITAS SOSIODRAMA DALAM MENINGKATKAN KEPEDULIAN SOSIAL DI SEKOLAH DASAR Kardiana Metha Rozhana; Nila Kartika Sari
Inteligensi : Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/ilg.v1i1.1140

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui dan membuktikan sosiodrama efektik dalam meningkatkan kesadaran kepedulian sosial di sekolah dasar. Penelitian menggunakan eksperimental semu. Rancangan penelitian yang digunakan adalah pretest dan postest satu kelompok (the one group pretest – posttest design). Rancangan penelitian ini, satu kelompok tes atau subyek penelitian akan diberikan treatment yang sama. Treatment yang diberikan adalah sosiodrama yang dapat meningkatkan kepedulian sosial. Secara signifikansi berdasarkan pengujian hipotesis, yaitu uji beda two related samples test Wilcoxon diperoleh nilai Wilcoxon sebesar ( -4.783a) dengan nilai asymp.Sig (2-tailed) sebesar 0.000. Hal ini dapat disimpulkan bahwa terjadi perbedaan tingkat yang signifikan pada kepedulian sosial siswa antara sebelum dan sesudah melakukan pelatihan sosiodrama pada sasaran eksperimen. Hal ini dibuktikan dengan nilai asymp.Sig (2-tailed) lebih kecil dari 0.05 atau probability error (  0.000 0.05). dengan kata lain bahwa teknik sosiodrama efektif untuk meningkatkan kepedulian sosial siswa sekolah dasar. Maka dapat disimpulkan bahwa, terdapat perbedaan yang signifikan antara tingkat kepedulian sosial siswa sebelum dan sesudah diberikan treatment dan teknik sosiodrama efektif untuk meningkatkan kepedulian sosial siswa.
PENGEMBANGAN MODUL BERBASIS DAERAH TRENGGALEK UNTUK MENUMBUHKAN SIKAP PEDULI LINGKUNGAN Kardiana Metha Rozhana; Moh Farid Nurul Anwar
Jurnal Bidang Pendidikan Dasar Vol 3 No 2 (2019): June
Publisher : Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.998 KB) | DOI: 10.21067/jbpd.v3i2.3295

Abstract

Abstract The teacher's difficulties in teaching are weaknesses in preparing thematic lesson plans and the lack of adequate learning resources for students. The purpose of this development and research is to provide facilities and new innovations for elementary school teachers in developing module teaching materials. The hope is that this module can be used as an additional supplement for students and as an effort to apply environmental awareness as found in character education. This study used the research and development method of Borg & Gall. The results of the feasibility validation from the experts showed that the percentage of 89.4% was feasible. While aspects of the application of teachers and students of module products through questionnaires showed an average percentage of 92.5% with very good criteria and could be used without revision. While the effectiveness of modules is seen from two aspects, namely learning outcomes with a mean percentage of 95.2% showing complete learning and learning activities showing active information with a percentage of 77.4%. While the value of environmental care attitude shows a percentage of 3%, namely a good attitude towards the environment of residence. abstrak Kesulitan guru dalam mengajar yaitu kelemahan dalam menyusun RPP tematik dan kurangnya sumber belajar yang memadahi bagi siswa. Tujuan pengembangan dan penelitian ini yaitu memberikan kemudahan dan inovasi baru bagi guru SD dalam mengembangkan bahan ajar modul. Harapannya modul ini dapat dijadikan suplemen tambahan bagi siswa dan sebagai upaya menerapkan sikap peduli lingkungan sebagaimana yang terdapat dalam pendidikan karakter. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan Borg & Gall. Hasil validasi kelayakan dari para ahli menunjukkan persentase 89,4% layak digunakan. Sedangkan aspek keterterapan guru dan siswa produk modul melalui angket menunjukkan persentase rata-rata 92,5% dengan kriteria sangat baik dan dapat digunakan tanpa revisi. Sedangkan keefektifan modul dilihat dari dua aspek yaitu hasil belajar dengan persentase rerata 95,2% menunjukkan pembelajaran tuntas dan aktivitas belajar menunjukkan keterangan aktif dengan persentase 77,4%. Sedangkan nilai sikap peduli lingkungan menunjukan persentase 3% yaitu sikap baik terhadap lingkungan tempat tinggal.
Pembelajaran Group Investigation dan Talking Chips untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Moh. Farid Anwar; Kardiana Metha Rozhana
Jurnal Bidang Pendidikan Dasar Vol 4 No 2 (2020): June
Publisher : Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.917 KB) | DOI: 10.21067/jbpd.v4i2.4325

Abstract

Abstract: Conventional learning models are less effective for use in the 2013 curriculum which emphasizes scientific approaches. Innovative learning models are needed for learning in the 2013 curriculum. One form of innovative learning models is the GI learning model. The purpose of the research is to describe the application of GI learning models and Talking Chips methods to improve student learning outcomes and activities. This type of research is used by CAR, with four steps including planning, treatment and observation, reflection. While the techniques for obtaining data through observation, tests, interviews, and documentation. Learning outcomes cycle 1 gained a score of 84 to 89 and cycle 2 a score of 92 to 96. Abstrak: Model pembelajaran konvensional kurang efektif untuk digunakan pada kurikulum 2013 yang menekankan pada pendekatan scientific. Model pembelajaran inovatif diperlukan untuk pembelajaran pada kurikulum 2013. Salah satu bentuk model pembelajaran inovatif adalah model pembelajaran GI. Tujuan penelitian yaitu mendeskripsikan penerapan model pembelajaran GI dan metode Talking Chips untuk meningkatkan hasil dan aktivitas belajar siswa. Jenis penelitian yang digunakan PTK, dengan empat langkah diantaranya planning, treatment and observation, reflection. Sedangkan teknik untuk memperoleh data melalui observasi, tes, wawancara, serta dokumentasi. Hasil belajar siklus 1 memperoleh skor 84 menjadi 89 serta siklus 2 skor 92 menjadi 96.
Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Multiple Intelligences untuk Meningkatkan Hasil Belalajar Siswa Sekolah Dasar Kardiana Metha Rozhana; Moh. Farid Anwar
Jurnal Bidang Pendidikan Dasar Vol 6 No 1 (2022): January
Publisher : Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jbpd.v6i1.5957

Abstract

Difficulties in teaching during the COVID-19 pandemic are felt by students, teachers, and parents. Cognitive abilities are also less honed because during Learning from Home students' work is done by parents. The purpose of developing these teaching materials is to help students improve learning outcomes and improve cognitive abilities. The method used in this study is a 4-D model and modified into 3 stages, namely defining, designing, and developing. The results of the validation test and field test obtained a percentage of 90.6% and it is said to be very valid so that it is suitable for use in learning. This product can also be implemented in other schools in the fourth grade of elementary school.
Implementasi Pembelajaran Berbasis Nilai Karakter pada Mahasiswa Kardiana Metha Rozhana; Muhammad Fauzi Emqi; Moh Farid Nurul Anwar
Jurnal Bidang Pendidikan Dasar Vol 6 No 2 (2022): June
Publisher : Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jbpd.v6i2.7072

Abstract

Character education is the most important thing in realizing a good attitude for prospective teachers in the Faculty of Education. Efforts are made starting from academic and non-academic activities. These students are equipped with existing faculties in the faculties in terms of how to speak, dress, and act. The purpose of this study is to describe the activities that exist in the faculty related to how to grow character values ​​on a populist campus. the average value in the Class of 2020 as many as 72.16% of students have a good attitude in the learning process. While the highest score was obtained in the 2021 batch as many as 77% of students had a good attitude. The questionnaire that was developed is one way to measure the character of each individual student. Efforts to cultivate characterful behavior must continue to be realized by supporting lecturers at the Faculty of Education.
Implikasi Quranic Zone Dalam Pembentukan Karakter Anak Usia Dini Muhammad Mushfi El Iq Bali; Firsta Bagus Sugiharto; Kardiana Metha Rozhana; Syarqiyah Syarqiyah
Jurnal Ilmiah POTENSIA Vol 7, No 1 (2022): JANUARI
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jip.7.1.87-98

Abstract

Perkembangan teknologi dan informasi memiliki dampak positif dan negatif. Positifnya, memberikan kemudahan aksesibilitas dan updating pengetahuan. Dampak negatif bagi perkembangan anak, yaitu kemudahan memperoleh informasi-informasi yang memiliki nilai-nilai negatif. Banyak beredar di internet video tindak kekerasan dan asusila serta video pergaulan remaja di luar negeri yang tidak sesuai dengan karakter dan budaya bangsa Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan zona pendidikan berbasis Alquran (Quranic Zone) dalam membentuk karakter anak usia dini di TK Al-Quran An-Nadwah. Pendekatan penelitian kualitatif digunakan untuk mendeskripsikan Implikasi Quranic Zone terhadap pembentukan karakter anak usia dini di TK Al-Qur’an An-Nadwah. Lokasi di TK Al-Qur’an An-Nadwah Kalianget Banyuglugur Situbondo dengan subyek penelitian 47 siswa. Data dikumpulkan dengan metode observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi. Beberapa aktivitas pembelajaran dalam membentuk karakter qurani anak usia dini di TK yaitu melalui pembelajaran etika dalam membaca doa, surat-surat pendek, melaksanakan shalat wajib, melalui kisah nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam sebagai inspirasi untuk mengikuti sikap dan perilaku beliau dalam kehidupan sehari-hari, dan memberikan penghargaan pada siswa yang memiliki karakter baik dan memberikan hukuman pada siswa yang memiliki karakter tidak baik. Dapat disimpulkan bahwa pembentukan karakter qur’ani anak usia dini di TK ini menggunakan metode dialog, kisah, perumpamaan, keteladanan, dan metode targhib dan tarhib.
Pelatihan Pembuatan Media Belajar Berbasis Gamifikasi untuk Mendukung Pembelajaran Daring Hasminar Rachman Fidiastuti; Nathasa Pramudita Irianti; Kardiana Metha Rozhana
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat ITK (PIKAT) Vol. 3 No. 2 (2022): PIKAT : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Institut Teknologi Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.684 KB) | DOI: 10.35718/pikat.v3i2.665

Abstract

Pandemi Covid-19 dalam dua tahun terakhir merupakan isu global yang telah membawa dampak perubahan pada aspek kehidupan. Salah satunya berpengaruh pada dunia pendidikan. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi mengganti aktivitas tatap muka menjadi proses belajar daring, melalui penggunaan media teleconference dan learning management system.  Beberapa siswa diketahui mengalami kendala dalam pembelajaran, terutama berkaitan dengan motivasi belajar. Tidak dapat dipungkiri, jika variasi metode pembelajaran guru berdampak pada motivasi belajar siswa. Beberapa siswa mengalami kendala dalam proses pembelajaran dan mengalami penurunan motivasi dalam pembelajaran. Dalam kegiatan ini, dilakukan pelatihan pembuatan media belajar berbasis gamifikasi untuk memberikan nuansa baru dalam proses pembelajaran daring di SD Merjosari 1 Malang. Media belajar berbasis gamifikasi akan memotivasi siswa, sehingga indikator pembelajaran dapat tercapai. Sasaran pelatihan adalah guru pengajar di SD Merjosari 1 Malang. Target yang akan dicapai dalam kegiatan ini adalah terselenggaranya kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SD Merjosari 1 Malang. Target tersebut sesuai dengan bidang riset dan pengembangan Fakultas Ilmu Pendidikan UNITRI dalam kaitannya dengan inovasi pembelajaran. Tujuan kegiatan adalah 1) melatih guru untuk menciptakan media belajar berbasis gamifikasi, 2) meningkatkan aktivitas, motivasi dan kinerja siswa dalam proses pembelajaran. Hasil setelah pelatihan, guru dapat menghasilkan media belajar berbasis gamifikasi melalui platform Classcraft.
Development of PPKN based learning modules blended learning on material diversity ethnic group nation and culture Moh. Farid Nurul Anwar; Wahyu Widodo; Kardiana Metha Rozhana; Veneranda Dian Lestari
Jurnal Bidang Pendidikan Dasar Vol 7 No 1 (2023): January
Publisher : Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jbpd.v7i1.7849

Abstract

The purpose of developing this module is to determine the validity and effectiveness of the module implemented in class IV. This research and development refers to the Borg & Gall model. This learning module goes through a validation process, namely validation by material experts, linguists and design experts. From the results of the last validation, the scores were obtained from material experts 90.5%, linguists 76% and design experts 78.3%. The scores obtained from the teacher and student response questionnaires were 96.6% each. 82.5% and 96.45%. The average value of the small group product trial was 72 and in the large group product trial was 93.5, achieved 100% completeness. Based on the analysis of the data from the results of the data research, it can be concluded that the PPKn learning module based on Blended Learning on ethnic and cultural diversity material is stated to be valid and effective in use.